Bara yang sudah keceplosan merasa bingung hendak menjawab pertanyaan Sukma seperti apa.
"Maksud aku, aku mencoba memulihkan tenagaku dengan melakukan senam Yoga," ujar Bara dan Sukma hanya mengerutkan dahinya karena tidak mengerti perkataan Bara.
"Sukma juga selalu merasa heran, kenapa Mas Jaka kadang menyebut aku pada diri Mas sendiri tapi kadang jg Mas."
"Sayang, sekarang sebaiknya kita makan saja, Mas udah lapar nih," ujar Bara mencoba mengalihkan pembicaraan, kemudian menggandeng tubuh Sukma menuju meja makan.
Sukma dan Jaka kini duduk dengan berhadapan, tapi Sukma merasa aneh karena luka memar yang ada pada wajah Jaka sudah tidak terlihat lagi.
"Lho Mas, kok bisa ya luka pada wajah Mas Jaka udah hilang lagi, padahal tadi masih terlihat memar lho," ujar Sukma yang saat ini melihat wajah Jaka dengan teliti.
"Mas kan tadi udah bilang kalau obat Mas itu kamu, jadi Mas langsung sembuh kan setelah Mas makan kamu," ujar Jaka, sontak saja perkataan Jaka membuat Sukma merasa malu.
"Ya sudah kalau begitu Mas makan yang banyak ya supaya tenaga Mas Jaka kembali pulih, besok kan Mas Jaka harus kerja."
Setelah menyelesaikan makan malamnya, Sukma dan Jaka memutuskan untuk beristirahat, dan Bara akhirnya keluar dari tubuh Jaka untuk kembali ke Kerajaannya supaya bisa memulihkan tenaga dalamnya yang sudah banyak terkuras habis.
......................
Jaka dan Sukma bangun setelah mendengar suara Adzan Subuh, kemudian Jaka mengajak Sukma untuk Shalat Subuh berjamaah, dan tentu saja semua itu membuat Sukma merasa bahagia.
Alhamdulillah, aku kira Mas Jaka sudah lupa menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim, tapi ternyata Mas Jaka masih sama dengan Mas Jaka yang sejak kecil sudah aku kenal, ucap Sukma dalam hati.
"Sayang, kenapa mata kamu sampai berkaca-kaca?" tanya Jaka.
"Sukma hanya merasa terharu saja Mas, akhirnya setelah resmi menjadi Suami istri kita bisa melaksanakan shalat berjamaah."
"Maaf ya kalau dari kemarin entah kenapa badan Mas terasa tidak enak, tapi Alhamdulillah sekarang badan Mas udah lebih enakan."
"Alhamdulillah kalau begitu Sukma ikut bahagia dengernya."
Setelah Shalat berjamaah, Sukma mencium punggung tangan Jaka secara khidmat, begitu juga dengan Jaka yang mencium kening Sukma dengan penuh kasih sayang.
"Mas, kalau begitu Sukma ke dapur dulu ya mau bikin sarapan buat kita."
"Mas bantu kamu masak ya sayang."
"Tidak usah Mas, sebentar lagi kan Mas Jaka harus berangkat kerja, jadi sebaiknya Mas Jaka sekarang siap-siap saja."
Sukma kini melangkahkan kaki menuju dapur dan bergegas meracik makanan untuk sarapan.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga, sekarang sebaiknya aku memanggil Mas Jaka untuk sarapan bersama."
Saat ini Sukma menuju kamar, dan ternyata Jaka sedang memakai baju, sampai akhirnya Sukma menutup matanya
"Kenapa pake tutup mata segala? kita kan Suami istri."
"Sukma lupa Mas," ucap Sukma dengan tersenyum malu.
Setelah Jaka selesai memakai pakaiannya, Sukma dan Jaka kini sarapan bersama.
"Masakan kamu selalu enak sayang, koki di Restoran tempat Mas kerja saja pasti kalah sama kamu," ucap Jaka dengan memasukan makanan ke dalam mulutnya.
"Mas Jaka bisa aja, Sukma juga masih belajar Mas, masih belum hebat juga."
Setelah selesai makan, Jaka akhirnya pamitan kepada Sukma.
"Sayang, Mas berangkat sekarang ya, soalnya takut kesiangan, kamu tau sendiri kan kalau siang sedikit jalanan Ibukota bakalan macet."
"Ya sudah, kalau begitu Mas Jaka hati-hati ya, apa perlu Sukma membuatkan bekal untuk Mas?"
"Tidak perlu sayang, kamu lupa ya kalau Mas kerjanya di Restoran, jadi Mas bisa makan siang di sana," Jawab Jaka dengan mencium kening Sukma sebelum berangkat.
"Kamu hati-hati di rumah ya sayang, kalau ada yang ketuk pintu lihat dulu dari jendela, kalau misalnya lelaki atau gak kenal sebaiknya jangan dibuka."
"Iya Mas, Sukma mengerti," jawab Sukma dengan mencium punggung tangan Jaka.
Meskipun berat harus meninggalkan Sukma sendirian di rumah, tapi Jaka terpaksa melakukannya demi mencari nafkah untuk istrinya.
......................
Sesampainya di Restoran, Jaka yang merasa lemas pun akhirnya mendudukkan dirinya di atas kursi dengan kepala bertumpu pada meja.
"Main berapa ronde loe Jaka ampe lemes gitu?" sindir Riki yang baru datang.
Jaka hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan Riki, karena sebenarnya Jaka sendiri bingung kenapa ia tidak pernah mengingat apa pun tentang malam pertama yang telah Jaka lewati dengan Sukma.
"Loe kenapa Jaka? loe ada masalah ya?" tanya Riki yang mulai kepo.
"Enggak ada Rik, gue cuma lagi cape aja."
"Loe ceritain dong, bagaimana belah semangkanya?"
"Belah semangka apaan?" tanya Jaka yang pura-pura tidak mengerti maksud Riki.
"Ya elah Jaka, masa sama temen sendiri pake main rahasia-rahasiaan."
"Rik, kalau gue sampai ceritain semuanya sama loe, bisa-bisa nanti loe kepengen cepet-cepet nikah juga, kan bisa berabe tuh."
"Kalau pengen nikah ya tinggal nikah aja," ujar Riki dengan entengnya.
"Emangnya ada gitu cewek yang mau sama loe? kalau kambing iya," ledek Jaka kemudian tertawa.
"Sialan loe, gini-gini gue mirip boy band Korea," ujar Riki dengan meniru gerakan anggota Boy Band.
"Bukan Korea loe mah, tapi Korengan," ujar Jaka kemudian berlari menuju dapur karena melihat wajah Riki yang sudah terlihat merah karena marah.
......................
Sukma yang saat ini sedang membereskan rumah tiba-tiba dikejutkan dengan suara ketukan pintu.
"Siapa siang-siang begini yang datang?" gumam Sukma, kemudian mengintip dari jendela seperti yang diperintahkan oleh Jaka.
"Sukma, buka pintunya sayang, ini Mas Jaka," ucap Bara yang saat ini menyerupai wujud Jaka.
"Alhamdulillah, ternyata Mas Jaka sudah pulang, tapi ini kan baru jam satu siang, kenapa Mas Jaka udah pulang ya," gumam Sukma, kemudian membuka pintu rumahnya.
"Assalamu'alaikum Mas, kok jam segini Mas sudah pulang?" tanya Sukma yang terlihat heran, tapi Bara yang berwujud Jaka tidak mengucap Salam Sukma.
"Iya sayang, aku minta ijin masuk setengah hari saja, karena badan aku rasanya pegel-pegel banget," jawab Jaka.
Tadi pagi saja Mas jaka nyebut dirinya Mas, kok sekarang jadi aku lagi, batin Sukma kini bertanya-tanya, dan Bara yang mendengar isi hati Sukma mencoba untuk bersikap seperti Jaka.
"Mas mau makan dulu, apa minum dulu?" tanya Sukma.
"Mas mau dipijitin sama kamu boleh?" tanya Bara.
"Ya sudah kalau Mas mau dipijitin kita ke kamar saja," ujar Sukma dengan menggandeng tangan Bara ke kamar.
Kenapa bulu kudukku tiba-tiba merinding ya saat menggandeng Mas Jaka? ucap Sukma dalam hati.
Sepertinya Sukma merasakan keanehan pada saat memegang tubuhku, kalau begitu aku harus membuat dia tertidur saja supaya saat aku melakukannya dia tidak merasa curiga, ucap Bara dalam hati.
Saat ini Bara sedang dipijit oleh Sukma, tapi tiba-tiba Sukma menguap beberapa kali.
"Mas, kok aku ngantuk sekali ya?" tanya Sukma.
"Ya sudah kalau begitu kamu tidur saja," dan aku akan membawa kamu ke Surga ketika kamu sedang tidur sayang, lanjut Bara dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
@Kristin
vote mendarat di sini
2024-04-06
1
Sena judifa
serem jg y....muara cinta kita hadir
2023-10-23
2
Sena judifa
juganya kok disingkat jg Rin
2023-10-23
1