Jaka dan Sukma merasa bahagia karena hubungan mereka berdua sudah mendapatkan lampu hijau dari Mbok Ningsih.
"Sekarang kita tinggal meminta restu sama Ibu dan Bapak ku Sukma," ujar Jaka dengan terus menggenggam erat tangan Sukma, gadis yang selama ini selalu dicintainya.
"Iya Mas, semoga saja Ibu dan Bapaknya Mas Jaka merestui kita," ujar Sukma.
Sukma dan Jaka kini melangkahkan kaki menuju rumah Jaka.
"Assalamu'alaikum," ucap Sukma dan Jaka.
"Wa'alaikumsalam," jawab Ibu dan Bapaknya Jaka.
"Kamu kemana aja sih Jaka, baru pulang malah keluyuran," ujar Bu Atun ( Ibunya Jaka )
"Ibu kayak gak pernah muda aja, sudah jelas Jaka menemui tambatan hatinya," ujar Pak Parjo ( Bapaknya Jaka )
Sukma merasa tidak enak dengan tatapan sinis Bu Atun, yang memang tidak pernah menyukai Sukma bahkan sejak dia masih kecil. Bu atun kerap kali menyuruh Jaka untuk pulang ketika Jaka sedang bermain dengan Sukma.
Kenapa hatiku menjadi tidak enak begini ya? aku merasa bude Atun tidak menyukaiku, mungkin beliau juga tidak akan merestui hubungan kami, batin Sukma.
"Bu, Pak, Jaka mau minta ijin untuk menikahi Sukma," tutur Jaka.
Bu Atun yang mendengar perkataan Jaka langsung saja menyemburkan air yang sedang dia minum.
"Apa maksud kamu Jaka?" tanya Bu Atun.
"Ibu kalau ngomong-ngomong aja, gak usah nyembur kaya Mbah dukun," ujar Jaka.
"Kamu barusan minta restu sama kami?" tanya Bu Atun lagi.
"Iya Bu, kalau bukan sama Ibu dan Bapak, Jaka mau minta restu sama siapa lagi, masa minta restu sama Pak RT," jawab Jaka sekenanya.
"Kamu itu masih kecil Jaka, usia kamu dan Sukma baru 18 tahun, lagian kayak gak ada perempuan lain saja," celetuk Bu Atun sehingga membuat Sukma sakit hati.
"Ibu kenapa berbicara seperti itu? Jaka kan sudah berteman dengan Sukma dari kecil, jadi apa salahnya jika mereka menginginkan untuk hidup bersama," ujar Pak Parjo.
"Ibu pokoknya gak setuju, Sukma itu hanya gadis Yatim Piatu miskin, memangnya kamu gak ada kenalan perempuan kaya gitu di kota?" tanya Bu Atun dan lagi-lagi ucapannya membuat Sukma sakit hati.
"Ibu Mas Jaka benar, Sukma tidak pantas untuk Mas Jaka, sebaiknya Mas Jaka cari perempuan lain yang lebih segala-galanya dibandingkan dengan Sukma," ujar Sukma kemudian melepaskan pegangan tangan Jaka dan berlari ke rumahnya.
Mbok Ningsih yang melihat Sukma menangis langsung saja menghampiri Sukma di kamarnya.
"Kamu kenapa toh Ndo, pulang-pulang langsung nangis?" tanya Mbok Ningsih.
"Mbok, apa salah Sukma jika Sukma terlahir dari keluarga miskin? Sukma juga tidak dapat memilih ingin dilahirkan dari keluarga mana, tapi kenapa status sosial selalu menjadi dinding penghalang dalam sebuah hubungan percintaan," ujar Sukma.
Sebelum Mbok Ningsih angkat suara, Jaka sudah terlebih dahulu berada di sana untuk menyusul Sukma.
"Maafin Ibu aku ya Sukma jika Ibu sudah membuat kamu sakit hati," ujar Jaka.
"Iya gak apa-apa Mas Jaka, perkataan Bude Atun memang benar jika Sukma hanyalah Anak Yatim Piatu Miskin. Jadi, sebaiknya Mas Jaka mencari perempuan lain saja, dan tolong jangan pernah ganggu Sukma lagi."
"Aku tidak mungkin bisa meninggalkanmu Sukma, semenjak kita masih kecil bahkan aku sudah menyukaimu."
"Tapi Ibu Mas Jaka tidak merestui hubungan kita Mas, dan Sukma tidak mau jika Mas Jaka menjadi Anak durhaka," ujar Sukma dengan mengeluarkan airmata yang terus membanjiri pipinya.
"Aku akan memperjuangkan cinta kita Sukma, dan aku akan berusaha meyakinkan Ibu supaya mau merestui cinta kita," ujar Jaka, tapi Sukma hanya diam tanpa menjawab perkataan Jaka.
Mbok Ningsih yang mendengar kisah cinta Jaka dan Sukma merasa kasihan terhadap Cucunya.
Seandainya orangtua Sukma masih ada, mungkin Sukma tidak akan dipandang sebelah mata, ucap Mbok Ningsih dalam hati.
"Nak Jaka, sebaiknya sekarang kamu pulang dulu supaya Ibumu tidak semakin marah jika kamu terus berada di sini," ujar Mbok Ningsih.
"Kalau begitu Jaka pulang dulu ya Mbok, Jaka titip Sukma ya, Assalamu'alaikum," ucap Jaka dengan mencium punggung tangan Mbok Ningsih.
Sesampainya di rumah, Jaka menanyakan alasan yang sebenarnya kepada Bu Atun.
"Bu, kenapa Ibu tidak merestui hubungan Jaka dan Sukma? Jaka tau kalau Ibu pasti punya alasan lain, dan Ibu menyembunyikan semua itu dari Jaka kan? Jaka mohon Bu, ceritakan semuanya."
Bu Atun terlihat menghela nafas panjang sebelum dia menceritakan alasan sebenarnya kepada Jaka.
"Sebenarnya ketika Sukma masih berada dalam kandungan, dia sudah disukai oleh Raja Genderewo, jadi Ibu takut kalau sampai kamu celaka karena menikahi Sukma."
"Itu cuma Mitos Bu, Ibu tau darimana cerita konyol seperti itu? hidup dan mati kita sudah digariskan oleh Gusti Allah," ujar Jaka.
"Ibu melihat sendiri Nak, pada saat Ibu Sukma akan melahirkan dia merasa kesusahan, dan Kyai bilang kalau bayi dalam kandungannya sudah ada yang menandai, sehingga pada saat Sukma dilahirkan di bahunya terdapat tanda hitam, dan orang biasa menyebutnya bahu laweyan. Jika ada lelaki yang menikahinya maka lelaki tersebut akan meninggal pada saat malam pertama," jelas Bu Atun.
"Jaka akan membuktikannya sendiri Bu, kalau tidak ada yang namanya gadis bahu laweyan," ujar Jaka, kemudian masuk ke dalam kamarnya.
................
Di rumah Sukma, Mbok Ningsih pun mencoba untuk mengajak Sukma berbicara.
"Kamu jangan menangis terus Ndo, karena sebenarnya Atun itu sayang sama kamu, bahkan dari kecil dia yang selalu membantu si Mbok merawatmu," ujar Mbok Ningsih.
"Lalu kenapa Bude tadi berkata kalau dia tidak mau Mas Jaka menikah dengan Sukma Mbok? apa salah Sukma jika terlahir menjadi orang miskin dan Anak Yatim Piatu?" tanya Sukma.
"Bukan itu alasan sebenarnya Atun tidak merestui hubungan kalian, tapi ada alasan lain."
"Apa alasannya Mbok? tolong beritahu Sukma."
"Dulu, ketika Kedua orangtuamu masih hidup, mereka selalu mencari kayu bakar di hutan. Pada saat itu Ibu kamu sedang mengandung kamu, tapi dia selalu bersikeras ingin ikut dengan Bapakmu, sampai akhirnya Ibu kamu melihat sepasang rusa emas yang sedang ber*cumbu, dan dia menginginkan daging rusa tersebut."
"Bapak kamu menolak keinginan Ibumu, tapi Ibu kamu bersikeras sampai menangis karena menginginkannya, sehingga Bapak kamu melesatkan busur panah yang dia bawa, dan tepat mengenai jantung rusa emas betina."
"Tiba-tiba kedua rusa emas berubah menjadi sosok makhluk tinggi berbulu, dan ternyata mereka adalah jelmaan dari Raja dan Ratu genderewo. Raja genderewo yang murka terhadap perbuatan Bapakmu berniat untuk membunuh orangtuamu."
"Jadi itu penyebab Ibu dan Bapak meninggal?" tanya Sukma.
"Bukan, tapi mereka meninggal karena murni kecelakaan, dan sepertinya kamu selamat atas pertolongan Raja genderewo, karena Raja genderewo mengurungkan niatnya untuk membunuh orangtua kamu ketika dia melihatmu yang masih berada di dalam kandungan, sehingga dia menandai bahu kamu," cerita Mbok Ningsih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Sena judifa
like fav dan rate mendarat...muara cinta kita mampir
2023-10-06
1
Sena judifa
memang knp kalo yatim piatu
2023-10-06
1
Putra Al - Bantani
judul novel nya unil aku suka..
mampir juga yuk ke karya saya, biar saling mendukung.
tetap semangat ya thot
2023-06-05
2