Saat ini Jaka masih berjibaku dengan pekerjaannya di Restoran, Jaka yang serba bisa dan tidak pernah mengeluh tentang pekerjaannya selalu menjadi kesayangan pemilik Restoran.
Hari ini seperti biasa, Yuli yang selalu mengejar-ngejar Jaka kembali datang ke Restoran dengan dandanannya yang menor serta mengenakan pakaian yang kurang bahan. Mungkin bagi lelaki lain penampilan Yuli akan terlihat menggoda, tapi tidak dengan Jaka yang selalu menolaknya.
Yuli yang sudah menjadi pelanggan tetap di Restoran tersebut sudah biasa keluar masuk Restoran, bahkan ke dapur pun Yuli sudah merasa tidak canggung lagi, dan entah kenapa hari ini Jaka yang melihat wajah Yuli terlihat terpesona juga hingga Jaka berkali-kali menelan salivanya.
Kenapa dengan diriku, padahal biasanya aku tidak pernah tergoda dengan dandanan Yuli, tapi sekarang hasratku sebagai seorang lelaki tiba-tiba bangkit, ucap Jaka dalam hati.
"Hai Mas Jaka, lagi sibuk tidak?" tanya Yuli dengan menggerayangi tubuh Jaka, sehingga Jaka mati-matian menahan hasratnya.
"Maaf Yuli, jangan seperti ini, tidak enak jika dilihat oleh oranglain, dan sekarang aku juga sudah menikah, jadi tidak sepantasnya berdekatan dengan seorang perempuan yang bukan istriku," ucap Jaka, tapi saat ini tubuh Jaka tidak bisa menahan semuanya sehingga Jaka tiba-tiba memeluk Yuli dan langsung mencium bibirnya.
Sepertinya Jaka sudah mulai terpengaruh dengan pemikat yang aku pakai, tidak sia-sia aku menyerahkan keperawanan ku kepada dukun cabul itu supaya bisa membuat Jaka bertekuk lutut di hadapanku.
Yuli begitu bahagia karena Jaka terlihat menikmati ciumannya, sampai akhirnya bayangan Sukma terlintas dalam pikirannya.
Astagfirullah, apa yang telah aku lakukan, bisa-bisanya aku mengkhianati Sukma, ucap Jaka dalam hati, kemudian mengacak rambutnya secara kasar.
"Kenapa sayang, apa kamu mau melakukan yang lebih dari sekedar ciuman denganku?" tanya Yuli.
"Pergi kamu dari sini Yuli, aku tidak mau mengkhianati istriku."
"Kali ini aku akan membiarkanmu lolos Jaka, tapi tidak dengan lain kali, dan kamu pasti akan bertekuk lutut di hadapanku," ujar Yuli kemudian keluar dari Restoran untuk kembali ke rumah Mbah Dukun yang telah memberikannya pemikat.
"Aku harus menambah Susuk lagi demi memikat Mas Jaka, bagaimanapun caranya aku harus mendapatkannya," gumam Yuli dengan tersenyum licik.
Setelah sampai di rumah Dukun langganannya, Yuli langsung masuk saja, dan ternyata Mbah dukun sedang melakukan ritual untuk menambah ilmunya, yaitu dengan mengambil kesucian seorang gadis.
"Maaf Mbah saya tidak tau," ucap Yuli yang merasa tidak enak, karena telah memergoki ritual tersebut.
"Tidak apa-apa cantik, Mbah juga sudah hampir selesai, nanti tunggu giliranmu ya," ujar Dukun tersebut sehingga membuat Yuli merasa ingin muntah mendengar perkataannya.
Mending kalau wajahnya ganteng, udah gendut kaya buntelan kentut gitu aja masih saja pada mau. Aku juga sudah terlanjur memakai jasa dia, yang penting aku bisa mendapatkan semua yang aku mau meskipun harus dengan jalan pintas seperti ini, ucap Yuli dalam hati.
Setelah Mbah dukun selesai melakukan ritualnya, akhirnya Yuli dipanggil untuk masuk ke dalam kamar pribadinya.
"Ayo cantik sekarang giliran kamu," ujar Mbah dukun yang bernama Jarwo.
"Maaf Mbah hari ini saya sedang datang bulan, upahnya kapan-kapan saja ya, memangnya mbah gak cape barusan kan udah dapetin yang perawan kan," ujar Yuli berbohong.
"Iya juga kamu benar, tapi nanti saat kamu datang ke sini lagi, kamu tidak akan bisa menolak keinginanku. Sekarang katakan apa yang kamu mau? kamu pasti mau nambahin susuk lagi kan?" tanya Mbah Jarwo.
"Iya Mbah, sepertinya pemikat yang saya pakai masih kurang, makanya Mas Jaka masih setengah hati mengagumi kecantikan saya."
"Ya sudah kalau begitu aku akan menambahkan susuk dari jarum emas supaya Jaka langsung bertekuk lutut di hadapanmu."
Ritual pemasangan susuk pun kini telah dilakukan oleh Yuli, meskipun Yuli merasa kesakitan, tapi dia rela menghalalkan segala cara supaya bisa mendapatkan Jaka.
"Sekarang buka mata kamu cantik, susuknya sudah selesai Mbah pasangkan, tapi ingat kamu pantang untuk memakan pisang emas."
"Iya Mbah saya mengerti. Kalau begitu ini buat beli rokok Mbah," ujar Yuli dengan memberikan amplop coklat yang berisi uang.
"Terimakasih cantik, semoga kamu segera berhasil mendapatkan Jaka."
"Baik Mbah, kalau begitu saya pamit dulu ya," ujar Yuli, kemudian keluar dari rumah Mbah Jarwo dengan perasaan bahagia karena dia yakin kalau Jaka nanti akan bertekuk lutut di hadapannya.
......................
Selepas Adzan Maghrib, Jaka yang sudah selesai dengan pekerjaannya memutuskan untuk langsung pulang.
"Duh yang udah punya Bini semangat banget buat pulang," celetuk Riki.
"Iya dong Rik, loe sirik ya?" goda Jaka.
"Tentu saja sirik, gue juga mau lah ada yang layani sama ngurusin rumah juga biar gak berantakan kaya kapal pecah."
"Kalau buat ngurusin rumah loe cari aja pembantu, kalau Istri itu buat dijadiin Ratu bukan babu," ujar Jaka.
"Iya Mbak, aku manut sama perkataan Si Mbah saja," ujar Riki dengan tertawa.
"Ya sudah aku pulang duluan ya, yang bagian Shif malam juga udah pada datang," ujar Jaka, karena Restoran tempat Jaka kerja adalah Restoran 24 jam sehingga menggunakan dua shif.
Jaka melajukan motornya menuju rumah dengan perasaan bahagia karena akan bertemu Sukma, Jaka juga sudah membayangkan kalau Sukma akan menunggunya di depan pintu, tapi setelah sampai rumah, Jaka terlihat cemas karena lampu masih terlihat padam.
"Assalamu'alaikum Sukma," ucap Jaka, tapi tidak ada jawaban dari Sukma.
Jaka mencoba membuka pintunya dan ternyata tidak dikunci.
"Sukma, dimana kamu sayang?"
Jaka yang panik langsung saja masuk ke dalam kamarnya setelah menyalakan beberapa lampu.
"Alhamdulillah, ternyata Sukma ketiduran, padahal aku sudah takut terjadi hal buruk kepadanya," gumam Jaka.
Jaka yakin kalau Sukma belum melaksanakan Shalat Maghrib, dan akhirnya Jaka mencoba untuk membangunkan Sukma yang masih terlelap setelah pergulatan panasnya dengan Bara.
"Sayang, bangun sayang udah Maghrib. Yuk shalat dulu," ujar Jaka, dan Sukma saat ini membuka matanya secara perlahan.
"Mas, maaf ya aku ketiduran, kamu sih udah bikin aku lemes," ujar Sukma sehingga membuat Jaka bingung.
Memangnya apa yang sudah aku perbuat ya, padahal aku baru saja pulang dari Restoran. Apa mungkin kalau Sukma mimpi telah bercinta denganku? batin Jaka kini bertanya-tanya.
"Mas, kenapa Mas Jaka terlihat kebingungan?" tanya Sukma.
"Mas hanya cape saja pulang kerja sayang," jawab Jaka kemudian melangkahkan kaki menuju kamar mandi.
"Jadi Mas Jaka baru pulang kerja? lalu siapa yang tadi datang ke sini dan bilang kalau minta pulang setengah hari? bahkan tadi aku merasa sudah melakukan hubungan badan dengan Mas Jaka meskipun aku sedang tertidur," gumam Sukma yang lagi-lagi merasakan keanehan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
@Kristin
parah juga seperti ini si bara ambil kesempatan terus ksian Sukma
2024-04-14
0
Mamah Kekey
Mbah dukun dapat perawan..mantul
2023-11-02
1
Putra Al - Bantani
mantab benar dukunnya 😁😁
2023-06-11
1