Jaka masih kebingungan dengan perkataan sukma, begitu juga dengan Sukma yang masih merasa heran dengan perkataan Jaka, tapi Sukma dan Jaka sama-sama menutupi semuanya.
Setelah selesai melaksanakan Shalat maghrib berjamaah, Sukma mengajak Jaka untuk makan.
"Mas, sebaiknya sekarang kita makan dulu ya," ajak Sukma, dan Jaka hanya menganggukan kepalanya.
"Mas, sepertinya makanannya sudah dingin, sebaiknya Sukma hangatkan dulu," ujar Sukma kemudian menyalakan kompor untuk menghangatkan makanan, tapi anehnya perut Sukma tiba-tiba merasa mual pada saat mencium aroma makanan tersebut, sampai akhirnya Sukma berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Jaka dengan memijit pelan tengkuk leher Sukma.
"Sukma baik-baik saja kok Mas, mungkin hanya masuk angin saja."
"Ya sudah, kalau begitu biar Mas saja yang menghangatkan makanannya, sebaiknya Sukma istirahat saja ya," ujar Jaka yang saat ini membantu Sukma untuk duduk di kursi, sedangkan Jaka menghangatkan makanan.
Sukma masih merasa mual, tapi iya menutupi hidungnya supaya tidak mencium aroma makanan yang terasa menyengat.
Kenapa dengan Sukma, kok Sukma seperti perempuan yang lagi hamil ya, tapi masa iya, kami menikah juga baru tiga hari, bahkan aku masih belum mengingat malam pertama kami, gumam Jaka dalam hati.
Setelah Jaka menghangatkan makanannya, Jaka dan Sukma mulai makan, tapi nafsu makan Sukma tiba-tiba hilang.
"Sayang, kenapa nasinya tidak dimakan?" tanya Jaka pada saat melihat Sukma yang hanya mengaduk-aduk nasinya saja.
"Sukma pengen yang asem-asem Mas, kayaknya kalau rujak mangga pasti enak," ujar Sukma sehingga membuat Jaka mengerutkan dahinya.
"Sayang, ini sudah malam, dimana kita bisa mencari rujak mangga, besok aja ya," ujar Jaka yang berusaha untuk sabar menghadapi Sukma.
"Tapi aku pengennya sekarang Mas," rengek Sukma yang memang benar-benar ingin memakan rujak mangga.
Jaka menghela nafas panjang, saat ini Jaka merasa cape setelah seharian bekerja, tapi Sukma malah meminta yang aneh-aneh.
"Sayang, Mas harap kamu mengerti, saat ini Mas merasa cape karena baru pulang kerja, besok Mas pasti belikan," ujar Jaka, tapi entah kenapa Sukma merasa sakit hati sampai akhirnya menangis.
"Lho, kenapa malah menangis hemm? apa Mas sudah menyakiti Sukma?" tanya Jaka.
"Tidak Mas, Sukma hanya tidak tau saja kenapa tiba-tiba Sukma merasa sedih.
"Ya sudah kalau begitu sekarang kita tidur ya, besok juga Mas harus bangun Subuh karena harus masuk pagi," ujar Jaka dengan menggandeng Sukma menuju kamar mereka.
Jaka saat ini sudah tertidur pulas, begitu juga dengan Sukma yang berusaha untuk memejamkan matanya, tapi entah mengapa Sukma membayangkan terus rujak mangga, bahkan saat ia tertidur, Sukma sampai memimpikannya.
"Sayang bangun dulu, Mas bawakan sesuatu untuk Sukma," ujar Bara yang saat ini sudah mengambil alih tubuh Jaka.
"Apa ini Mas?" tanya Sukma pada saat melihat kantong keresek yang dibawa oleh Bara.
"Kamu buka saja, kamu pasti akan senang melihatnya," jawab Bara yang memang sudah mengetahui kalau Sukma sedang menginginkan rujak mangga.
Aku akan berusaha untuk memenuhi semua keinginanmu sayang, karena saat ini kamu sedang mengandung buah cinta kita, meskipun kamu tidak akan menyadarinya, karena kehamilan kamu tidak akan pernah bisa terdeteksi oleh medis, batin Bara.
Mata Sukma langsung berbinar pada saat membuka kantong keresek tersebut yang berisi rujak mangga.
"Lho, Mas Jaka dapat darimana? bukannya tadi Mas bilang sudah tidak ada yang jual rujak malam-malam ya? Mas Jaka juga kapan keluarnya?" tanya Sukma dengan langsung memakan rujak mangga tersebut.
"Demi kamu apa pun akan Mas lakukan, yang penting kamu bahagia sayang."
"Makasih ya Mas, Mas memang sangat pengertian dan perhatian, Sukma sangat mencintai Mas Jaka," ujar Sukma dengan memeluk tubuh Jaka.
Seharusnya kamu tau kalau aku adalah Bara, bahkan aku yang selalu menjaga kamu dari semenjak kamu berada dalam kandungan mendiang Ibumu, aku juga yang saat itu menolong kamu dari jurang, dengan menyamar sebagai Anak kecil, tapi ternyata kamu malah mengira jika itu adalah Jaka, ucap Bara dalam hati.
Sukma memakan rujak mangga dengan begitu lahap, dan setelah habis, Bara kembali mengajak Sukma untuk tidur.
"Sekarang kita tidur lagi ya sayang," ujar Bara dengan menjadikan tangannya sebagai bantal untuk kepala Sukma, kemudian Bara memeluk Sukma dengan erat sampai akhirnya Sukma tertidur dengan senyuman yang terus mengembang pada bibirnya, karena Sukma merasa bahagia keinginannya sudah terpenuhi.
......................
Sebelum Adzan Subuh berkumandang, Bara sudah keluar dari tubuh Jaka, dan Jaka yang memang sudah terbiasa bangun Subuh, akhirnya membangunkan Sukma yang masih berada dalam pelukannya.
"Bangun sayang, kita Shalat Subuh berjamaah yuk," ajak Jaka.
"Iya Mas, Mas duluan saja ya, rasanya kepala Sukma pusing banget, Sukma juga pengen muntah," ujar Sukma yang kembali merasakan gejolak hebat pada perutnya.
"Ya sudah kalau begitu setelah Shalat Subuh, kita harus pergi ke Dokter untuk memeriksakan keadaan kamu," ujar Jaka.
Aku harus memastikan kalau dugaanku salah, tidak mungkin saat ini Sukma sedang hamil, sedangkan setelah malam pertama saja aku melihat bercak darah perawan nya pada sprei, ucap Jaka dalam hati.
Jaka membantu Sukma yang masih merasa pusing dengan membopongnya ke kamar mandi, dan Sukma langsung saja mengeluarkan isi perutnya.
Setelah melaksanakan Shalat, Jaka langsung membawa Sukma menuju klinik 24 jam, supaya bisa memeriksakan keadaannya.
"Dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya Jaka pada saat Dokter memeriksa Sukma.
"Keadaan istri Mas tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena saya tidak menemukan sesuatu yang aneh," ujar Dokter dengan menggerakkan alat USG pada perut Sukma.
"Tapi dari semalam istri saya mual muntah terus, ditambah lagi kepalanya terasa pusing, jadi saya kira kalau istri saya sedang hamil muda," ujar Jaka, dan Sukma seakan tidak percaya jika Jaka mencurigainya tengah berbadan dua, tapi Sukma mencoba menahan untuk tidak berbicara karena dia merasa tidak enak jika harus berdebat di depan Dokter.
Jadi Mas Jaka mempunyai pemikiran seperti itu? apa Mas Jaka lupa kalau kita baru menikah beberapa hari saja, apa mungkin Mas Jaka mencurigai aku hamil oleh lelaki lain, ucap Sukma dalam hati.
Setelah selesai memeriksa Sukma, Dokter kembali menjelaskan kepada Sukma dan Jaka.
"Sepertinya asam lambung istri Anda saat ini sedang naik saja, makanya Mbak Sukma seperti perempuan yang sedang hamil muda, kalau begitu saya berikan obat pusing sama mual muntahnya ya," ujar Dokter dengan memberikan resep obat kepada Jaka.
Alhamdulillah, ternyata Sukma tidak hamil, padahal aku sudah berprasangka buruk terhadapnya, ucap Jaka dalam hati yang saat ini sudah bisa bernafas lega.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
@Kristin
vote mendarat semoga Sukma sehat dengan bayi nya kok serem nya Thor hamil aank genderuwo
2024-04-14
0
Eka Awa
gak disana gak disini bara jadi genderuwo bucin
2024-02-28
1
Ibuk'e Denia
namanya kok mesti sama, entah itu pangeran genderuwo maupun Raja genderuwo pasti namanya Bara
2023-10-30
1