Sukma kembali memakan sate yang ia pesan dengan lahap, sehingga Jaka mengucek matanya seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Sayang, aku gak salah lihat kan? kamu habisin 110 tusuk sate?" tanya Jaka.
"Maaf ya Mas, Sukma makannya kebanyakan," ucap Sukma yang merasa tidak enak terhadap Jaka.
Kenapa aku merasa ada hal yang aneh pada diri Sukma? batin Jaka kini bertanya-tanya.
......................
Tiga bulan sudah Jaka dan Sukma mengarungi bahtera rumah tangga, dan hampir setiap malam Bara selalu mengambil alih tubuh Jaka untuk mencumbui Sukma, makanya Jaka tidak pernah mengingat malam panjang yang telah ia lewati dengan Sukma, dan Jaka juga belum pernah merasakan bagaimana rasanya bercinta dengan Sukma, sehingga batin Jaka selalu bertanya-tanya.
Selama tiga bulan ini, Jaka juga selalu berhasil mengelabui Yuli supaya bisa menghindarinya, tapi malam ini, ketika Jaka hendak pulang dari tempat kerja, Yuli sudah terlihat duduk di atas motor Jaka, sehingga Jaka tidak mungkin lagi menghindarinya.
"Mas Jaka kemana saja? setiap hari Yuli terus mencari Mas?" tanya Yuli, dan Jaka hanya diam mematung karena saat ini di mata Jaka, Yuli terlihat seperti bidadari, apalagi Yuli memakai baju yang sangat seksi, sehingga berkali-kali Jaka menelan Saliva nya.
Mas Jaka pasti sudah terpengaruh oleh susuk yang aku tambah supaya dia semakin terpikat oleh kecantikan yang aku miliki, ucap Yuli dalam hati.
"Mas Jaka sayang, Mas Jaka mau kan ikut pulang sama Yuli?" tanya Yuli dengan bergelayut manja kepada Jaka, sehingga Jaka yang sudah terhipnotis oleh Yuli pun hanya menganggukan kepalanya saja.
Jaka kini melajukan motornya menuju rumah Yuli, dan setelah sampai di rumah Yuli, hasrat Jaka semakin menggebu karena Yuli saat ini memakai gaun haram yang sangat tipis.
"Mas Jaka mau kan menemani Yuli tidur?" tanya Yuli dengan menggerayangi tubuh Jaka, tentu saja semua itu tidak dapat Jaka tolak, karena Jaka sudah tidak kuat untuk menahan semuanya.
Jaka akhirnya menyambar bibir Yuli dengan rakus, dan Jaka langsung saja membopong tubuh Yuli ke dalam kamar.
Jaka yang sudah tidak tahan sampai merobek gaun haram yang dikenakan oleh Yuli, dan Yuli tidak tinggal diam saja, Yuli juga berinisiatif untuk membantu membuka satu persatu kancing kemeja yang Jaka kenakan, sampai akhirnya terpampang sudah tubuh atletis Jaka yang membuat Yuli semakin tergila-gila.
Mereka berdua saling menggerayangi, dan setelah keduanya sama-sama polos, akhirnya terdengar suara laknat yang keluar dari mulut keduanya, karena hubungan terlarang pun tidak dapat mereka hindari lagi.
Jaka yang baru saja merasakan Surga dunia, karena saat ini tubuh Jaka tidak dikuasai oleh Bara, sampai mengulanginya beberapa kali, dan Yuli begitu puas dengan kegagahan Jaka.
"Makasih sayang kamu sangat luar biasa, dan kamu juga sudah memuaskan hasratku," bisik Yuli pada telinga Jaka yang saat ini sudah terkulai lemas di sampingnya, sampai akhirnya Jaka tidur terlelap dan melupakan Sukma.
......................
Di tempat lain, tepatnya di rumah Jaka dan Sukma, Sukma sudah terlihat mondar mandir karena tidak biasanya Jaka pulang terlambat.
Bara yang baru datang untuk menemui Sukma, langsung saja merubah wujud menjadi Jaka karena Bara tau sekarang Jaka sedang berada di rumah Yuli, dan sudah terpengaruh oleh pemikat yang Yuli pakai.
"Mas Jaka kemana saja? kenapa baru pulang?" tanya Sukma yang terlihat khawatir.
"Maaf sayang, tadi motor Mas mogok, jadi Mas naik kendaraan umum," jawab Bara yang saat ini mencoba berbohong supaya Sukma tidak semakin khawatir.
Sukma tiba-tiba merasakan keram pada perutnya, karena saat ini bayi Genderewo yang dia kandung sudah saatnya lahir, meskipun dalam pandangan Sukma dan oranglain, perut Sukma terlihat rata, tapi berbeda jika Sukma berada di alam ghaib.
"Mas, perut Sukma sakit sekali," ujar Sukma dengan mencengkram tangan bara.
Sepertinya bayi kami sudah waktunya lahir, aku harus segera membawa Sukma menuju Kerajaan Genderewo, ucap Bara dalam hati.
"Sayang, kamu tahan ya, sekarang coba Sukma pejamkan mata," ujar Bara, dan Sukma hanya bisa menurut saja.
Dalam sekejap mata, Sukma dan Bara sudah berada di Kerajaan Genderewo, tepatnya saat ini mereka sudah berada di dalam kamar Bara.
"Dimana kita Mas?" tanya Sukma pada saat Bara membaringkannya di atas tempat tidur.
"Kita berada di Istana kita sayang, sebaiknya kamu jangan terlalu banyak pikiran, sebentar lagi rasa sakit yang kamu rasakan akan hilang," ucap Bara.
Tabib Kerajaan yang Bara panggil saat ini sudah terdengar mengetuk pintu kamar Bara, dan setelah Bara menyuruhnya untuk masuk, Tabib tersebut pun langsung masuk.
"Maaf Raja, apa yang bisa saya bantu?" tanya Tabib.
"Tabib, sepertinya istri saya mau melahirkan, tolong periksa keadaannya," jawab Bara.
Sukma yang mendengar perkataan Bara kepada Tabib merasa heran, karena dia merasa tidak hamil.
"Mas, kenapa Mas Jaka bilang kalau Sukma mau melahirkan? Sukma kan tidak hamil?" tanya Sukma, tapi tiba-tiba perut Sukma membesar seperti perempuan yang sudah hamil sembilan bulan.
Sukma semakin ketakutan pada saat melihat perubahan pada perutnya.
"Mas, kenapa perut Sukma menjadi besar?" tanya Sukma dengan keringat yang sudah membanjiri tubuhnya.
"Ratu tenang dulu ya, saya akan memeriksa kondisi Ratu," ujar Tabib dengan memegang perut Sukma.
"Mas, Sukma sudah gak kuat Mas, ini sakit sekali," ujar Sukma dengan menggenggam erat tangan Bara.
Tabib memberi arahan kepada Sukma untuk mengejan, dan setelah beberapa kali mengejan akhirnya Sukma berhasil melahirkan sepasang bayi kembar.
Bara sangat bahagia dengan kelahiran buah cintanya dengan Sukma, lain hal nya dengan Sukma yang merasa ketakutan, karena bayi yang dilahirkannya mempunyai bulu yang lebat, apalagi saat ini kedua bayinya langsung bisa berjalan dan menuju ke arahnya untuk menyusu.
"Bunda," ucap kedua bayi genderewo dengan tersenyum, tapi Sukma yang ketakutan langsung saja pingsan.
"Ayahanda, kenapa Bunda pingsan saat melihat kami? apa Bunda takut karena kami mempunyai banyak bulu?" tanya salah satu Anak Bara dan Sukma.
"Tidak sayang, Bunda kalian hanya merasa terkejut saja, tapi Ayah yakin kalau suatu saat nanti Bunda akan menerima dan menyayangi kalian berdua," jawab Bara.
Bara kemudian memberikan nama Alex dan Alexa kepada kedua Anaknya.
"Kalian akan Ayahanda beri nama Alex dan Alexa," ucap Bara, dan kedua bayi tersebut tersenyum bahagia karena menyukai nama pemberian Bara.
"Ayah, apa kami boleh menyusu kepada Bunda?" tanya kedua Anak Bara.
"Boleh sayang, tapi hanya satu kali saja ya, karena Ayah akan membawa Bunda untuk kembali ke alam manusia," jawab Bara.
"Kenapa Bunda tidak tinggal di sini saja bersama kita? kami pasti akan merasa bahagia," ujar kedua Anak Bara.
"Sekarang belum saatnya, karena Bunda masih terikat dengan lelaki yang bernama Jaka."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
💞Nia Kurnaen💞
wah...siYuli beruntung dapat Jaka yang masih Perjaka,lah Jaka...😂😂😂
2023-07-24
1
HNF G
ya iya lah auto pingsan. aq aja cuma ngebayangin jadi merinding😅😅😅😅
2023-06-01
1
Yoru
lah iya nak ibu mu takut
2023-03-19
1