Bu Atun bernapas lega pada saat melihat Menantunya yang sudah kembali sadar.
"Sukma, Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga Nak, padahal sudah dua hari kamu tidak sadarkan diri," ucap Bu Atun.
"Bu, mana Si Mbok, Bu? tadi Sukma ketemu sama Si Mbok, tapi Si Mbok sekarang menghilang."
"Ikhlaskan kepergian Mbok Ningsih Nak, kasihan bayi dalam kandungan kamu kalau kamu begini terus. Mbok Ningsih sudah tenang di alam sana, dan yang bisa kita lakukan saat ini adalah mengirim do'a kepada Almarhumah," ucap Bu Atun dengan mengelus lembut punggung Sukma.
"Kenapa Si Mbok bisa sampai meninggal Bu? memangnya Si Mbok sakit apa?" tanya Sukma.
"Jadi selama ini Jaka tidak pernah memberitahukan tentang penyakit Mbok Ningsih kepada Sukma?" tanya Bu Atun, dan Sukma hanya menggelengkan kepalanya.
"Bener-bener keterlaluan Anak itu, padahal Ibu sudah berpesan supaya Jaka memberitahukannya sama kamu kalau Mbok Ningsih jatuh di kamar mandi, sampai akhirnya selama satu minggu sebelum meninggal Dunia, Mbok Ningsih terkena penyakit stroke. Padahal Ibu sudah menyuruh Jaka untuk menemani kamu pulang, supaya kamu bisa ketemu dulu sama Mbok Ningsih di sisa hidupnya," ujar Bu Atun.
Sukma benar-benar kecewa terhadap Jaka, dan akhirnya rasa cinta yang Sukma miliki kini berubah menjadi rasa benci yang sangat besar, karena Jaka sudah sangat keterlaluan.
Aku masih bisa menerima semua penghinaan dan perlakuan yang kamu lakukan kepadaku Mas, tapi aku tidak mengira kalau kamu begitu tega dan tidak memperdulikan orang yang paling penting dalam hidupku. Aku bersumpah, mulai saat ini aku tidak akan pernah mencintai kamu lagi, sudah tidak ada lagi rasa cinta yang aku miliki untukmu karena yang tersisa hanyalah kebencian, ucap Sukma dalam hati.
"Sebaiknya sekarang Sukma makan dulu, kasihan bayi yang ada dalam kandungan kamu," ujar Bu Atun yang saat ini hendak menyuapi Sukma makan.
"Terimakasih banyak Bu, sebaiknya Ibu istirahat, biar Sukma makan sendiri saja."
"Kalau begitu Ibu keluar dulu ya buat mengurus acara Tahlil nanti sore. Jangan lupa makanannya dimakan," ujar Bu Atun yang dijawab dengan anggukan kepala Sukma.
Dulu Bu Atun tidak merestui hubungan Jaka dan Sukma karena Sukma adalah Gadis bahu laweyan, dan takut kalau Jaka sampai meninggal jika menikahi Sukma, tapi setelah Bu Atun mendengar Sukma hamil, akhirnya Bu Atun merestui pernikahan Jaka dan Sukma, meskipun saat ini mungkin semuanya telah terlambat karena Jaka sudah berpaling kepada Yuli.
Sukma memaksakan diri untuk makan, karena Sukma harus bertahan demi bayi yang saat ini berada dalam kandungannya, meskipun saat ini hati Sukma masih merasa hancur karena kematian Mbok Ningsih.
Lain hal nya dengan Sukma yang masih merasa sedih, saat ini Yuli merasa sangat bahagia karena telah berhasil membuat Jaka menikahinya, meskipun hanya secara siri.
"Makasih ya sayang, aku janji akan menjadi Istri dan Ibu yang baik untuk Anak-anak kita nanti," ucap Yuli dengan bergelayut manja kepada Jaka, tapi entah kenapa gairah Jaka tidak bangkit seperti biasanya, padahal Yuli terus saja menggerayangi tubuh Jaka.
"Maaf Yuli, sepertinya aku sedang tidak enak badan," ujar Jaka, sehingga membuat Yuli merasa kesal.
"Apa kamu masih memikirkan Sukma makanya kamu tidak mau menyentuhku?" teriak Yuli.
"Aku mohon pengertiannya sama kamu, saat ini aku sedang capek, dan aku tidak mau berdebat dengan kamu."
"Kamu tega sama aku Mas, apa kurangnya aku dibandingkan dengan perempuan kampung itu, sehingga kamu masih belum bisa melupakannya?" tanya Yuli dengan berlinang airmata.
"Sudahlah Yuli, semua ini tidak ada sangkut pautnya dengan Sukma, jadi tidak usah membawa-bawa dia dalam masalah kita," ujar Jaka kemudian melangkahkan kaki untuk keluar dari rumah Yuli.
"Mau kemana kamu Mas?" teriak Yuli, tapi Jaka tidak menghiraukannya dan terus saja melajukan motornya.
Jaka kini telah berada di depan rumah yang pernah ia tinggali bersama Sukma, dan Jaka menghela nafas panjang pada saat melihat rumah tersebut.
"Sepertinya Sukma sudah pergi dari rumah ini, lampunya juga tidak ada yang menyala. Maafin Mas Jaka karena sudah berbuat jahat sama kamu Sukma. Saat ini kira-kira Sukma pergi kemana ya? apalagi di sini Sukma tidak mempunyai kenalan. Apa mungkin Sukma pergi ke rumah Riki?" gumam Jaka kemudian melajukan motornya menuju rumah Riki.
Setelah sampai di depan rumah Riki, Jaka mengetuk pintu rumahnya, dan Riki langsung membukanya.
"Kemana saja loe Bro, kenapa baru kelihatan? gue kira loe udah lupa sama gue," ujar Riki.
"Bukan begitu Rik, hanya saja gue sedang sibuk."
"Maksud loe sibuk pacaran sama Yuli?" sindir Riki.
Jaka melihat barang-barang yang dulu di rumahnya kini berada di rumah Riki.
"Rik, apa Sukma tinggal di sini? apa loe selingkuh sama dia?" tanya Jaka yang langsung merasa geram sehingga menarik kerah baju Riki.
"Loe bisa gak ngomongnya gak usah pake urat? di sini siapa yang selingkuh, jangan maling teriak maling loe Jak, bukannya selama ini loe yang sudah selingkuh sama Yuli?" tanya Riki.
"Tapi kenapa semua barang gue ada di sini?" tanya Jaka.
"Asal loe tau, gue kasihan sama Sukma, karena pada saat gue disuruh sama Bos buat nyari loe, gue melihat Sukma sedang kebingungan karena dia di usir dari rumah kalian, dan semua barang-barangnya di keluarkan. Gue hanya berusaha untuk menolongnya karena Sukma bingung harus menjual barang-barang tersebut kemana, apalagi saat itu Sukma memutuskan untuk pulang ke Jawa," jawab Riki.
"Jadi sekarang Sukma sudah pulang ke Jawa?" tanya Jaka dengan mata yang berbinar.
"Apa loe berniat buat nyakitin Sukma lagi? kalau loe mempunyai pemikiran seperti itu, sebaiknya loe urungkan niat loe untuk mencari Sukma, apalagi saat ini Sukma sedang hamil. Kasihan dia karena selama menikah dengan loe, Sukma selalu loe buat menderita."
Jaka terlihat merenungi perkataan Riki, kemudian Jaka duduk di sebelah Riki dengan mengacak-acak rambutnya.
"Aku benar-benar menyesal karena telah menyakiti Sukma Rik, aku juga sudah menuduh Sukma selingkuh saat dia dinyatakan hamil, karena sejak malam pertama kami, aku tidak mengingat apa pun yang telah kami berdua lakukan," ujar Jaka.
"Kenapa bisa begitu Jak? aku curiga, apa ini ada hubungannya dengan yang kamu ceritakan, kalau Sukma mempunyai tanda pada bahunya, atau istilahnya bahu laweyan. Setahu aku, tanda itu diberikan oleh Makhluk gaib yang sudah memilih Sukma untuk menjadi pendampingnya, jadi apabila Sukma menikah dengan oranglain, maka makhluk gaib tersebut akan mengambil nyawa Suami bahu laweyan tersebut untuk dia jadikan tumbal, tapi sampai saat ini kamu masih hidup, jangan-jangan_" ujar Riki, memikirkan sesuatu yang terbesit pada benaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
HNF G
yeeyy......riky hebat ya, baru denger cerita lgsg konek. 👍👍👍😄😄😄😄😄
2023-06-01
1
mom mimu
wahhh riku lebih encer otak nya nih ketimbang Jaka.. 👍🏻
lanjut lagi kak Rin, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
2023-01-19
5
Sunshine
aduh bikin penasaran aja Thor
2023-01-19
3