Bab 13. Mencium Sebuah Kecurigaan

Sejak satu setengah tahun menikah dengan Selvie, malam itu adalah kali pertama Morgan makan malam di rumah. Makan malam selayaknya sebuah keluarga harmonis, suami yang di layani oleh istri di meja makan, bercengkrama di meja makan dan lain lain adalah hal membosankan yang selalu ia hindari. Hal itu yang membuatnya tak betah berada di rumah nya sendiri.

Namun seketika semuanya berubah. Ada sebuah ketertarikan yang membuat Morgan merasa hidup kembali. Seakan ada sebuah kekuatan yang menariknya pulang ke rumah.

Di meja makan, semua hidangan sudah terhidang di atas meja. Berbagai macam pilihan menu, dengan tampilan yang special dan aroma yang lezat.

“Ada acara apa bu? Kenapa menunya banyak sekali dan?” Morgan mengamati menu tak biasa yang hanya ada si restaurant bintang lima.

“Salah seorang pelayan disini adalah seorang koki handal, nyonya sengaja memesan menu ini untuk Tuan,” jawab bu Sukma yang sedang menuang air putih ke dalam gelas.

“Iya mas, saya sengaja menyiapkan executive cheff yang bisa stay agar setiap kepengen makan nggak perlu keluar rumah lagi,” sahut Selvie sambil menyiapkan piring untuk Morgan.

“Aku bisa sendiri,” tolak Morgan saat Selvie hendak memasukkan nasi ke piringnya. Morgan mengambil sendiri nasi ke atas piringnya.

“Ini yang buat dessert nya, beda koki lagi mas. Dia patiserie chef lulusan Prancis, nanti mas coba cicip kue nya. Sangat lesat,” lanjut Selvie.

“Pantes saja ia menghabiskan ratusan juta hanya untuk membayar pelayan di rumah ini,” gumam Morgan dalam hatinya.

“Oh ya mas, aku sudah menyiap kan tukang. Mulai besok pagar depan rumah akan saya ganti warna light brown. Biar rumah kita bisa terlihat sedikit lebih modern,” ucap Selvie lagi.

“Siapa yang ijinkan?” tanya Morgan ketus.

“Masalah nya mas, model rumah ini model lama. Jika warnanya di ubah sedikit lebih terang bisa mengubah tampilan,”

“Aku tidak mengijinkan siapa pun merubah warna rumah ini termasuk pagar. Minta tukang mu, mengecat seperti warna yang sekarang,” ucap Morgan.

Selvie terdiam.

“Baiklah mas,” jawabnya patuh.

Morgan kembali mengunyah makanan nya tanpa basa basi lagi. Beberapa menit berlalu, masih tak ada yang bicara.

“Mas,” ucap Selvie.

“Em,” sahut Morgan.

“Mas bisa temani aku ke rumah papa?” tanya Selvie penuh harap.

Morgan meneguk cepat air putih dalam gelas kemudian bangkit dari kursi nya. “Besok aku sibuk, tidak ada waktu,” Morgan langsung beranjak dari kursinya meninggalkan meja makan.

Selvie berjalan menyusul di belakang Morgan. Emosi nya mulai tersulut atas perilaku Morgan, yang acuh tak acuh. Selvie berusaha mengejar Morgan hingga tiba dalam kamar, ia membanting pintu dengan keras dan menatap garang ke arah Morgan.

“Sampai kapan mas akan memperlakukan aku seperti ini? Aku sudah berusaha sabar. Hampir dua tahun kita menikah, tapi mas tak pernah menganggapku,” ujar Selvie lantang.

Morgan berbalik manatap wajah Selvie. “Apa aku harus menjawab pertanyaan yang sama dengan jawaban yang sama terus? Sudah ratusan kali aku menjawab dan kamu masih bertanya?” ucap Morgan.

“Setidaknya, hargailah aku. Coba perlakukan diriku sebagai istrimu sekali saja,” ucapannya tertahan, siaranya terdengar seperti hampir menangis.

“Jika aku tidak menghargai mu, kamu pasti tidak akan tinggal dirumah ini. Jika aku tidak menghargai mu, kamu tidak akan memiliki saham sebesar 10 % di perusahan ku,” tegas Morgan.

Mendengar ucapan Morgan Selvie memejamkan matanya. “Aku menyetujui permintaan papa dan menikah dengan mu karena mengira bisa mendapatkan hati mu mas. Nyatanya hati mu terbuat dari batu.” Selvie berjalan mendekati Morgan. “Tapi mas, papa ku tidak mau tau alasan pernikahan kita seperi apa, ia terus mendesakku agar mas secepatnya mengesahkan pernikahan ini,” ujar Selvie seraya memohon. “Aku mohon mas, pulang lah ke rumah papa bersama ku, aku capek di desak terus oleh papa, papa tak pernah mempercayai ku. Jika mas yang kerumah dan mengatakan langsung ke papa mungkin dia akan berhenti mendesakku lagi.”

Morgan menggertakkan giginya, ia tau Selvie juga sedang berada dalam posisi terjepit. Ia berdiri di antara Morgan dan papanya.

“Baiklah, aku akan siapkan waktu besok atau lusa. Kita akan bertemu papa mu,” jawab Morgan seraya menarik bantal dan selimut dari dalam lemari kemudian berjalan keluar kamar. Ia menuju ruangan kerjanya untuk tidur disana.

Ya, sejak menikah dengan Selvie, tidak pernah sekalipun Morgan tidur dikamarnya itu. Ia akan tidur diruang pakaian walau hanya beralaskan selimut tebal. Atau ia akan keluar menuju ruang kerjanya walau hanya tidur di sebuah sofa diruangannya itu. Hal itu terasa lebih nyaman dari pada harus tidur satu ranjang dengan wanita yang tidak ia cintai.

Setiba di ruang kerja, Morgan tak langsung tertidur. Ia mengecek beberapa dokumen penting dalam laptop nya kemudian teringat akan satu hal yaitu paman Niko.

Paman Niko atau ayah nya Selvie beberapa bulan terakhir telah menjadi pemilik saham mayoritas pada anak perusahan yang mereka bangun bersama. Dan posisi paman Niko sekarang adalah direktur di perusahan itu. Sejak berkantor di gedung yang berbeda, intensitas Morgan untuk bertemu paman Niko jadi semakin sedikit.

Saat ada rapat pemegang saham Umum di perusahan Induk, paman Niko akan hadir disana, namun mereka tidak pernah membahas mengenai pernikahan. Paman Niko lebih sering mendesak Morgan agar perusahan bisa secepatnya merambah hingga ke luar negri.

“Kenapa tiba tiba paman mendesak Selvie untuk segera mengesahkan pernikahan? Ide menikah tanpa surat itu adalah ide paman, ia bahkan pernah menyarankan agar kami menikah kontrak selama 2 tahun saja. Ada apa dengan paman? Dia tega melakukan itu pada putrinya. Atau ada sesuatu yang mereka rahasiakan?”

Saat itu juga Morgan langsung menghubungi Jerry asisten nya.

“Jer, besok aku butuh dokumen, datagram atau kurva mengenai kepemilikan saham anak perusahan yang di kelola paman Niko. Usahakan agar datanya di dapat secara diam diam sebelum di sabotase mereka. Bila perlu ambil juga semua data transaksi perusahan itu selama setahun terakhir,” perintah Morgan.

“Kamu mencurigai paman Niko?” tanya Jerry dari seberang telpon.

“Semoga saja ini hanya firasat buruk ku,” jawab Morgan.

“Paman Niko terus berada disisi mu, aku rasa firasat mu terlalu berlebihan. Dia yang membantumu membimbing mu di perusahan milik mu sendiri, tanpa paman Niko, kamu tak akan bisa seperti ini,” ujar Jerry.

“Benar juga, seprtinya aku salah jika harus mencurigainya berlebihan. Mungkin saja Selvie yang sudah melebih lebihkan keadaan papanya,” lanjut Morgan.

.

.

.

Bersambung…

Terpopuler

Comments

⭕ BluJoker

⭕ BluJoker

Mengabaikan insting adalah petaka

2023-01-22

2

Penulis Dadakan

Penulis Dadakan

done back ya

2023-01-16

1

Orang Cantik

Orang Cantik

Lanjutkan kak

2023-01-16

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Tragedi Yang Harus Tertutup Rapat.
2 Bab 2. Menghindari Perasaan.
3 Bab 3. Tak Bisa Menghindar.
4 Bab 4. Ucapan Selamat
5 Bab 5. Mencoba Melupakannya.
6 Bab 6. Perbuatan Yang Membuahkan Hasil.
7 Bab 7. Tahun Yang Penuh Lika Liku.
8 Bab 8. Masalah Hidup
9 Bab 9. Sungguh Mengejutkan
10 Bab 10. Kembali Pulang
11 Bab 11. Pembantu Special
12 Bab 12. About Miracle 1
13 Bab 13. Mencium Sebuah Kecurigaan
14 Bab 14. Seperti sebuah Keluarga
15 Bab 15. Segala Cara Dan Upaya
16 Bab 16. Rasa Yang Terpendam
17 Bab 17. About Miracle 2
18 Bab 18. Ingin Melindunginya
19 Bab 19. Keadilan Untuk Utari l
20 Bab 20. Karena Tak Ingin Pulang
21 Bab 21. Bagaimana Mungkin?
22 Bab 22. Tentang Perasaan
23 Bab 23. Kesempatan
24 Bab 24. Cemburu I
25 Bab 25. Pertikaian
26 Bab 26. Trik Ibu
27 Bab 27. Mencari Suami
28 Bab 28. Perjodohan
29 Bab 29. Aku Akan Menikahi Mu
30 Bab 30. Tantangan.
31 Bab 31. Hal Yang Tak Mungkin
32 Bab 32. Ide Busuk
33 Bab 33. Teman Terbaik
34 Bab 34. Tak Percaya
35 Bab 35. Hal Penting
36 Bab 36. Percayalah
37 Bab 37. Anak siapa?
38 Bab 38. Gundah
39 Bab 39. Sebenci Itu
40 Bab 40. Ungkapan Perasaan
41 Bab 41. Pamitan
42 Bab 42. Pergi
43 Bab 43. Pergi II
44 Bab 44. Dimana Utari
45 Bab 45. Interogasi
46 Bab 46. Wanita Jahat
47 Bab 47. Tempat Baru
48 Bab 48. Khawatir
49 Bab 49. Perdebatan Keluarga
50 Bab 50. Niat Jahat
51 Bab 51. Perseteruan
52 Bab 52. Beautyfull Bride
53 Bab 53. Pria Bodoh
54 Bab 54. Miracle Anakku.
55 Bab 55. Miracle I
56 Bab 56. Miracle II
57 Bab 57. Miracle 3
58 Sekilas Info dari Author
59 Bab 58. Miracle 4
60 Bab 59. Sebuah Kabar
61 Bab 60. Koma
62 Bab 61. Persembunyian
63 Bab 62. Bangunlah
64 Bab 63. Berita Gembira
65 Bab 64. Tempat Persembunyian
66 Bab 65. Kesalahan Masa Lalu
67 Bab 66. Terungkap
68 Bab 67. Karena Tuan
69 Bab 68. Secarik Akta
70 Bab 69. Sikap Dingin
71 Bab 70. Liburan
72 Bab 71. Liburan II
73 Bab 72. Penyesalan
74 Promo Novel Baru
75 Bab 73. END
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1. Tragedi Yang Harus Tertutup Rapat.
2
Bab 2. Menghindari Perasaan.
3
Bab 3. Tak Bisa Menghindar.
4
Bab 4. Ucapan Selamat
5
Bab 5. Mencoba Melupakannya.
6
Bab 6. Perbuatan Yang Membuahkan Hasil.
7
Bab 7. Tahun Yang Penuh Lika Liku.
8
Bab 8. Masalah Hidup
9
Bab 9. Sungguh Mengejutkan
10
Bab 10. Kembali Pulang
11
Bab 11. Pembantu Special
12
Bab 12. About Miracle 1
13
Bab 13. Mencium Sebuah Kecurigaan
14
Bab 14. Seperti sebuah Keluarga
15
Bab 15. Segala Cara Dan Upaya
16
Bab 16. Rasa Yang Terpendam
17
Bab 17. About Miracle 2
18
Bab 18. Ingin Melindunginya
19
Bab 19. Keadilan Untuk Utari l
20
Bab 20. Karena Tak Ingin Pulang
21
Bab 21. Bagaimana Mungkin?
22
Bab 22. Tentang Perasaan
23
Bab 23. Kesempatan
24
Bab 24. Cemburu I
25
Bab 25. Pertikaian
26
Bab 26. Trik Ibu
27
Bab 27. Mencari Suami
28
Bab 28. Perjodohan
29
Bab 29. Aku Akan Menikahi Mu
30
Bab 30. Tantangan.
31
Bab 31. Hal Yang Tak Mungkin
32
Bab 32. Ide Busuk
33
Bab 33. Teman Terbaik
34
Bab 34. Tak Percaya
35
Bab 35. Hal Penting
36
Bab 36. Percayalah
37
Bab 37. Anak siapa?
38
Bab 38. Gundah
39
Bab 39. Sebenci Itu
40
Bab 40. Ungkapan Perasaan
41
Bab 41. Pamitan
42
Bab 42. Pergi
43
Bab 43. Pergi II
44
Bab 44. Dimana Utari
45
Bab 45. Interogasi
46
Bab 46. Wanita Jahat
47
Bab 47. Tempat Baru
48
Bab 48. Khawatir
49
Bab 49. Perdebatan Keluarga
50
Bab 50. Niat Jahat
51
Bab 51. Perseteruan
52
Bab 52. Beautyfull Bride
53
Bab 53. Pria Bodoh
54
Bab 54. Miracle Anakku.
55
Bab 55. Miracle I
56
Bab 56. Miracle II
57
Bab 57. Miracle 3
58
Sekilas Info dari Author
59
Bab 58. Miracle 4
60
Bab 59. Sebuah Kabar
61
Bab 60. Koma
62
Bab 61. Persembunyian
63
Bab 62. Bangunlah
64
Bab 63. Berita Gembira
65
Bab 64. Tempat Persembunyian
66
Bab 65. Kesalahan Masa Lalu
67
Bab 66. Terungkap
68
Bab 67. Karena Tuan
69
Bab 68. Secarik Akta
70
Bab 69. Sikap Dingin
71
Bab 70. Liburan
72
Bab 71. Liburan II
73
Bab 72. Penyesalan
74
Promo Novel Baru
75
Bab 73. END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!