Bab 4. Ucapan Selamat

Lagi lagi Utari harus keluar diam diam dari kamar Morgan, kamar pengantin yang dihiasi untuk malam pengantin nya bersama sang istri telah ia gunakan bersama Utari. Dan sebelum semua orang tau akan hal itu, Utari segera berjalan cepat keluar dari rumah utama itu.

“Tari,” sapa mbak Eka tiba tiba dari halaman belakang.

“Mbak Eka,” jawab Tari dengan kikuk.

“Kamu lihat tuan Morgan?” tanya mbak Eka salah seorang pembantu di rumah itu. Usianya sekitar dua puluhan lima-an tahun, hingga lebih akrab berbincang santai dengan Utari.

“Nggak, aku baru saja sampai,” jawab Utari.

“Sini deh,” mbak Eka menarik tangan Utari menuju gedung belakang tempat mereka tinggal.

“Ada apa mbak?” tanya Utari sedikit keheranan.

“Tuan sudah minum minum sejak siang, sepertinya dia tidak bahagia dengan pernikahan nya,” ujar mbak Eka serius.

“Tapi acara pernikahannya berjalan lancar kan?” tanya Utari.

“Iya, tapi tuan pergi begitu saja sebelum acaranya selesai. Para tamu mencarinya, istri dan ayah mertuanya yang meladeni para tamu dan undangan penting di sana.”

“Hmm, baguslah. Sekarang ada istrinya yang akan membantu nya,” sahut Utari. “Oh ya, ibu mana?”

“Masih di sana. Bu Sukma sebagai panitia penyelenggara. Ia harus menunggu sampai acara selesai baru bisa pulang.”

“Ya sudah, aku ke kamar dulu mbak,” pamit Utari. Ia berlalu dari hadapan Eka menuju kamarnya.

Didalam kamar nya, Utari berbaring di atas ranjangnya. Ia kembali teringat kejadian barusan.

“Aku harus meninggalkan rumah ini secepatnya. Kembali ke sini hanya akan menjadi masalah. Bagaimana jika kejadian barusan ketahuan? Tuan Morgan sekarang sudah beristri. Hal ini tidak boleh terulang lagi!” gumam Utari dalam batinnya.

Keesokan paginya Utari kembali berbenah. Ia baru saja memesan satu ticket pesawat untuk kembali ke Surabaya siang nanti.

Pagi itu, Utari harus menemui sang ibu. Sudah hampir dua tahun ia tak bertemu ibunya. Bagaimana pun, ibu Sukma lah yang membesarkan Utari, Ia sudah menganggap bu Sukma seperti ibu kandungnya sendiri. Walau pun dimata bu Sukma, Utari hanyalah anak yang terpaksa ia adopsi karena permintaan majikannya. Namun Utari tetap menghormati ibu dan ayahnya seperti orang tua kandungnya.

Seperti pagi pagi yang telah lalu, bu Sukma pasti sudah berada di dapur rumah Utama memantau pelayan lainnya membersihkan rumah dan menyiapkan sarapan.

Utari berjalan menuju rumah utama. Dua orang pelayan sedang bergunjing di teras dapur dekat pintu masuk. Melihat kedatangan Utari mereka langsung membubarkan diri. Utari langsung bergegas menghampiri mereka.

“Mbak lihat ibu saya?” tanya Utari pada salah seorang pelayan baru itu.

“Oh anaknya bu Sukma yang kuliah di Surabaya itu kan?” tanya pelayan itu dan dijawab anggukan kepala oleh Utari. “Ibu di dalam, mbak jangan masuk dulu. Nyonya rumah sedang marah marah,” ujar pelayan itu.

“Marah marah? Kenapa?” tanya Utari penasaran.

“Seperti nya karena masalah di acara pernikahan kemaren. Tuan pergi begitu saja saat acara belum selesai,” jawab salah seorang lainnya bernama Dina.

“Sepertinya nyonya rumah kita agak galak, dia mulai mengatur peraturan baru buat kami,” ujar Rara pelayan yang satunya.

“Seperti apa sih tampang istrinya tuan, jadi penasaran,” gumam Utari.

“Nyonya sedang di meja makan, kebetulan sedang duduk menghadap ke sini. Mbak bisa melihatnya dari balik jendela,” ucap Rara.

“Benarkah?” Utari berjalan mengendap masuk ke dalam rumah. Ia mencari celah yang bisa ia gunakan untuk mengintip ke arah meja makan.

Pertengkaran pertengkaran kecil terdengar dari arah ruangan makan. Utari terus berjalan jongkok di bawah jendela hingga ke arah dapur. Tanpa sengaja Sukma yang sedang berjalan cepat menuju dapur menabrak Utari.

“Bug.”

“Siapa kamu?” teriak Sukma kaget. Saat itu juga Tari langsung berdiri.

“Ini saya bu. Tari,” jawab Utari gugup seperti orang yang kedapatan habis mencuri sesuatu. Saat itu juga Utari langsung berdiri.

“Tari! Apa yang kamu lakukan disitu? Kapan kamu pulang?” tanya Sukma yang kini agak menurunkan tekanan suaranya.

“Tari tiba semalam, sudah larut jadi Tari sengaja nggak bangunkan ibu,” jawab Utari. Saat itu juga Utari menatap ke arah meja makan. Di sana Morgan sedang berdiri tercengang menatap ke arah Utari. Sedangkan istrinya dengan anggun mengunyah makanan di mulutnya.

Sukma menarik tangan Utari menuju meja makan.

“Nyonya Selvie, perkenalkan ini Utari anak saya. Dia kuliah di luar kota,” ucap Sukma memperkenalkan putrinya.

Wanita cantik dan anggun yang sedang duduk di meja makan mengangguk dengan senyuman kecil pada sudut bibirnya menatap ibu dan anak itu.

Sementara itu, Morgan masih berdiri menatap Utari. Ia terus memperhatikan Utari dengan seksama.

“Ada apa ini, kenapa dia melihatku seperti itu?” batin Utari.

“Tuan, nyonya selamat atas pernikahannya. Semoga bahagia selalu,” ucap Utari seraya menunduk hormat.

“Terima kasih. Aku nggak nyangka ternyata bu Sukma memiliki seorang putri yang sangat cantik,” puji Selvie.

Utari memang berubah drastis setelah dua tahun meninggalkan rumah. Bahkan Sukma sendiri hampir tidak mengenali putrinya itu. Utari terlihat lebih berisi seperti gadis dewasa yang cantik dan sekseeh. Mungkin itulah sebabnya Morgan terus menatapnya dengan penuh seksama.

“Tuan, nyonya lanjutkan sarapannya. Saya akan kembali ke dapur,” pamit Sukma. Ia menarik lengan Utari ikut bersamanya.

Di teras dapur Sukma mulai menceramahi putri nya yang tiba tiba muncul tanpa pemberitahuan. Namun bagi Utari ia menganggap ceramah sang ibu sebagai sebuah kebiasaan. Suatu hal yang dirindukan Utari dari ibunya, dua tahun tidak mendengar omelan sang ibu membuat Utari kangen dan terus menyimak setiap kata ibunya dengan senyuman.

“Jadi kamu akan langusng kembali?” tanya Sukma.

“Iya bu, jam sepuluh Tari harus ke bandara. Tari pulang karena kangen ibu dan ayah. Dan Juga Tari ingin mengucapkan selamat kepada tuan dan nyonya.”

“Baguslah, kamu bukan kacang yang lupa kulit. Aku pikir kamu sudah lupa dengan orang yang membesarkan mu,” ujar Sukma ketus.

Utari tersenyum menanggapi sang ibu. “Tari ingin temui ayah, ayah di mana bu?” tanya Utari.

“Paling paling lagi sarapan bersama para tukang kebun di gazebo belakang.”

“Kak Eko?” tanya Utari lagi.

“Kakak mu sekarang tinggal di rumahnya sendiri. Ibu sengaja membelikan sebuah apartmen untuk nya. Dan dia sekarang sudah bekerja sebagai sopir di perusahan, tuan Morgan memberinya pekerjaan yang sesuai untuknya,” jawab Sukma.

“Baguslah, padahal Tari ingin bertemu dengan kakak.”

“Nanti ibu sampaikan saja ke kakak mu, kalau kamu mencarinya.”

“Baiklah bu, kalau begitu Tari akan ke taman belakang menemui ayah.”

Saat itu juga Utari bergegas menuju taman belakang rumah untuk menemui sang ayah.

.

.

.

Bersambung…

Terpopuler

Comments

@Kristin

@Kristin

Mampir Thor 🖐️

2023-02-24

1

[🦉]Susi Soemarsi

[🦉]Susi Soemarsi

masa iya sih Morgan nggc pernah inget sama hal yg dilakuin ke tari😌

2023-01-23

1

Nur Adam

Nur Adam

lnjur

2023-01-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Tragedi Yang Harus Tertutup Rapat.
2 Bab 2. Menghindari Perasaan.
3 Bab 3. Tak Bisa Menghindar.
4 Bab 4. Ucapan Selamat
5 Bab 5. Mencoba Melupakannya.
6 Bab 6. Perbuatan Yang Membuahkan Hasil.
7 Bab 7. Tahun Yang Penuh Lika Liku.
8 Bab 8. Masalah Hidup
9 Bab 9. Sungguh Mengejutkan
10 Bab 10. Kembali Pulang
11 Bab 11. Pembantu Special
12 Bab 12. About Miracle 1
13 Bab 13. Mencium Sebuah Kecurigaan
14 Bab 14. Seperti sebuah Keluarga
15 Bab 15. Segala Cara Dan Upaya
16 Bab 16. Rasa Yang Terpendam
17 Bab 17. About Miracle 2
18 Bab 18. Ingin Melindunginya
19 Bab 19. Keadilan Untuk Utari l
20 Bab 20. Karena Tak Ingin Pulang
21 Bab 21. Bagaimana Mungkin?
22 Bab 22. Tentang Perasaan
23 Bab 23. Kesempatan
24 Bab 24. Cemburu I
25 Bab 25. Pertikaian
26 Bab 26. Trik Ibu
27 Bab 27. Mencari Suami
28 Bab 28. Perjodohan
29 Bab 29. Aku Akan Menikahi Mu
30 Bab 30. Tantangan.
31 Bab 31. Hal Yang Tak Mungkin
32 Bab 32. Ide Busuk
33 Bab 33. Teman Terbaik
34 Bab 34. Tak Percaya
35 Bab 35. Hal Penting
36 Bab 36. Percayalah
37 Bab 37. Anak siapa?
38 Bab 38. Gundah
39 Bab 39. Sebenci Itu
40 Bab 40. Ungkapan Perasaan
41 Bab 41. Pamitan
42 Bab 42. Pergi
43 Bab 43. Pergi II
44 Bab 44. Dimana Utari
45 Bab 45. Interogasi
46 Bab 46. Wanita Jahat
47 Bab 47. Tempat Baru
48 Bab 48. Khawatir
49 Bab 49. Perdebatan Keluarga
50 Bab 50. Niat Jahat
51 Bab 51. Perseteruan
52 Bab 52. Beautyfull Bride
53 Bab 53. Pria Bodoh
54 Bab 54. Miracle Anakku.
55 Bab 55. Miracle I
56 Bab 56. Miracle II
57 Bab 57. Miracle 3
58 Sekilas Info dari Author
59 Bab 58. Miracle 4
60 Bab 59. Sebuah Kabar
61 Bab 60. Koma
62 Bab 61. Persembunyian
63 Bab 62. Bangunlah
64 Bab 63. Berita Gembira
65 Bab 64. Tempat Persembunyian
66 Bab 65. Kesalahan Masa Lalu
67 Bab 66. Terungkap
68 Bab 67. Karena Tuan
69 Bab 68. Secarik Akta
70 Bab 69. Sikap Dingin
71 Bab 70. Liburan
72 Bab 71. Liburan II
73 Bab 72. Penyesalan
74 Promo Novel Baru
75 Bab 73. END
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1. Tragedi Yang Harus Tertutup Rapat.
2
Bab 2. Menghindari Perasaan.
3
Bab 3. Tak Bisa Menghindar.
4
Bab 4. Ucapan Selamat
5
Bab 5. Mencoba Melupakannya.
6
Bab 6. Perbuatan Yang Membuahkan Hasil.
7
Bab 7. Tahun Yang Penuh Lika Liku.
8
Bab 8. Masalah Hidup
9
Bab 9. Sungguh Mengejutkan
10
Bab 10. Kembali Pulang
11
Bab 11. Pembantu Special
12
Bab 12. About Miracle 1
13
Bab 13. Mencium Sebuah Kecurigaan
14
Bab 14. Seperti sebuah Keluarga
15
Bab 15. Segala Cara Dan Upaya
16
Bab 16. Rasa Yang Terpendam
17
Bab 17. About Miracle 2
18
Bab 18. Ingin Melindunginya
19
Bab 19. Keadilan Untuk Utari l
20
Bab 20. Karena Tak Ingin Pulang
21
Bab 21. Bagaimana Mungkin?
22
Bab 22. Tentang Perasaan
23
Bab 23. Kesempatan
24
Bab 24. Cemburu I
25
Bab 25. Pertikaian
26
Bab 26. Trik Ibu
27
Bab 27. Mencari Suami
28
Bab 28. Perjodohan
29
Bab 29. Aku Akan Menikahi Mu
30
Bab 30. Tantangan.
31
Bab 31. Hal Yang Tak Mungkin
32
Bab 32. Ide Busuk
33
Bab 33. Teman Terbaik
34
Bab 34. Tak Percaya
35
Bab 35. Hal Penting
36
Bab 36. Percayalah
37
Bab 37. Anak siapa?
38
Bab 38. Gundah
39
Bab 39. Sebenci Itu
40
Bab 40. Ungkapan Perasaan
41
Bab 41. Pamitan
42
Bab 42. Pergi
43
Bab 43. Pergi II
44
Bab 44. Dimana Utari
45
Bab 45. Interogasi
46
Bab 46. Wanita Jahat
47
Bab 47. Tempat Baru
48
Bab 48. Khawatir
49
Bab 49. Perdebatan Keluarga
50
Bab 50. Niat Jahat
51
Bab 51. Perseteruan
52
Bab 52. Beautyfull Bride
53
Bab 53. Pria Bodoh
54
Bab 54. Miracle Anakku.
55
Bab 55. Miracle I
56
Bab 56. Miracle II
57
Bab 57. Miracle 3
58
Sekilas Info dari Author
59
Bab 58. Miracle 4
60
Bab 59. Sebuah Kabar
61
Bab 60. Koma
62
Bab 61. Persembunyian
63
Bab 62. Bangunlah
64
Bab 63. Berita Gembira
65
Bab 64. Tempat Persembunyian
66
Bab 65. Kesalahan Masa Lalu
67
Bab 66. Terungkap
68
Bab 67. Karena Tuan
69
Bab 68. Secarik Akta
70
Bab 69. Sikap Dingin
71
Bab 70. Liburan
72
Bab 71. Liburan II
73
Bab 72. Penyesalan
74
Promo Novel Baru
75
Bab 73. END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!