Bab 10. Kembali Pulang

Sebelum Utari menutup pintu kamarnya, Morgan langsung bergerak cepat menghalangi pintu itu.

“Tari, aku akan membawa mu pergi dari sini. Kamu butuh bantuanku,” ucap Morgan sambil mendorong pintu kemudian masuk ke dalam kamar. “Kamu akan terus hidup seperti ini? Bahkan kamu sudah tidak sanggup membayar uang sewa kamar selama beberapa bulan. Apa yang terjadi denganmu?”

“Pergilah tuan, aku tidak butuh bantuan tuan,” Utari memalingkan wajahnya dari pria tinggi dihadapannya.

“Aku sangat malu. Saat aku pamit dari rumah nya, aku dengan sombongnya berkata ingin mandiri dan mengejar cita cita ku. Nyatanya, sekarang aku malah terpuruk seperti ini,” gumam Utari dalam hati nya.

“Pulanglah bersama ku, aku bisa menjaga mu,” lanjut Morgan.

“Menjaga ku? Cih?” desis Utari. Ia teringat kejadian yang membuatnya kini menjadi seorang ibu. Disaat wanita wanita seumuran nya mengejar karir, ia malah terkurung dalam kamar karena harus mengurus seorang bayi. “Bersama tuan malah akan memperburuk keadaan. Pergilah, tuan tidak bisa terus berada disini,” usir Utari.

“Tapi aku mendengar kabar kamu sekarang memiliki seorang bayi,” mata Morgan mencari ke sekeliling kamar, matanya kemudian tertuju ke sebuah box kayu berwarna putih. Dengan langkah cepat Morgan bergerak menuju box itu.

Utari sekuat tenaga menahan tubuh Morgan, namun pria itu sudah berada di depan box menatap Miracle yang sedang tertidur lelap.

“Tuan pergilah, tuan tidak boleh berada disini! Aku tidak butuh bantuan tuan!” Utari berusaha menarik lengan Morgan agar pergi dari situ. Namun pria itu tak bergeming, ia terus menatap bayi yang sedang terlelap. “Aku bisa hidup sendiri, aku tidak ingin menyusahkan siapa pun. Pergi dari sini!” bentak Utari.

“Kamu tega terhadap anak mu? Pulang lah bersama ku. Setidaknya kamu bisa menjaga anak mu sambil bekerja dirumahku. Sampai anak mu bisa sedikit lebih besar, dan kamu bisa mencari pekerjaan yang kamu inginkan,” bujuk Morgan.

Utari terdiam, ia tidak lagi menarik lengan Morgan. Ia teduduk lemah pada kursi disamping box bayi kemudian mulai terisak.

“Aku akhirnya kembali ke sana sebagai pembantu. Tuan Morgan adalah orang yang paling ingin ku hindari dalam hidupku, tapi hanya dia yang bisa membantuku saat ini. Demi anakku. Ya setidaknya sampai anakku berusia setahun kemudian aku akan mencari pekerjaan yang layak. Saat ini aku harus membuang ego dan perasaan ku demi anakku.”

“Melihat kamu menangis seperti ini aku makin harus membawa mu pergi dari sini,” Morgan mengusap kepala Utari perlahan. “Please, Utari. Aku sudah janji pada ayah ku akan menjaga mu. Sebagai maklumat, pulanglah bersama ku,” lanjut Morgan.

Utari mendongak menatap sinis ke arah Morgan.

“Cih, menjaga ku? Bagaimana cara mu menjaga ku, justru dirimu lah orang yang paling berbahaya jika aku terus berada di sisimu,” gumam nya dalam hati.

Lirikan maut Utari membuat Morgan berdecak. “Ckckck, anak mu sangat mirip dengan mu, kalian seperti ingin memakan ku,” ujar Morgan yang saat itu sedang membanding bandingkan wajah si kecil Miracle dan wajah Utari. “Lihat, anak mu melirik kepadaku,” lanjut Morgan.

Menyadari Miracle sudah bangun, Utari langsung menggendong anaknya.

“Shshshhhh, tidur lah lagi. Lalala,” sambil bersenandung Utari menimang nimang Miracle agar kembali tertidur.

Morgan berdiri dibelakang punggung Utari mengintip wajah tampan si bayi. “Dia sangat mirip dengan mu, syukurlah dia tidak mirip ayahnya,” lirih Morgan.

Utari berbalik badan kemudian mundur beberapa langkah.

“Shhhh, seolah tuan tau siapa ayahnya.”

“Pasti pria yang waktu itu berduaan dengan mu di kamar ini kan?” seloroh Morgan dengan ketus membuat si kecil Miracle kembali terbangun.

Mata utari membelalak, Ia menempelkan jari telunjuk nya pada bibirnya sebagai isyarat kemudian kembali bersenandung kecil. “Lalalaaaalaaala.”

Beberapa saat kemudian si kecil Miracle kembali terlelap.

Melihat hal itu Morgan terhentak dan langsung diam. Gerakan jari Utari yang menyuruhnya diam, membuat ia mengatupkan kedua bibirnya dengan rapat. Ia patuh dan tak berani mengeluarkan sepatah kata lagi.

Mata morgan terus mengawasi gerakan Utari, gadis belia itu terlihat sangat lihai mengasuh putra nya. Terkadang ia akan tersenyum saat menatap wajah Miracle. Bergoyang goyang kecil membuat daster pendek yang dikenakannya melambai menampakkan kaki jenjangnya yang sangat indah.

”Ia sangat cantik bahkan saat ia marah. Dengan daster dan rambut yang di gulung asal sambil menimang bayi, Utari terlihat semakin dewasa.”

“Apa yang aku pikirkan, Utari sudah seperti adik bagiku. Otak Mesumku harus di kontrol, apalagi sebentar lagi Utari akan kembili ke rumah. Aku harus bebaskan otak ku dari bayangannya. Ya aku harus bisa.”

Morgan mengambil kursi di samping box kemudian duduk disana. Ia duduk membelakangi Utari yang masih menimang bayinya. Seperti orang bodoh ia duduk menghadap dinding karena tak berani menatap Utari. Setiap gerakan wanita itu terus memicu zat addict dikepalanya. Utari bak Opium yang sangat memabukkan, harus ia hindari namun ingin terus ditatapnya.

“Tuan, tuan,” panggil Utari dengan nada berbisik. Ia sedikit kasihan melihat Morgan yang terus membujuknya pulang. Beberapa saat sebelumnya sambil menimang Miracle, Utari sambil berpikir, alangkah baiknya jika ia menerima tawaran majikan nya itu lagi.

“Ya ya, ada apa?” Morgan terkesiap.

“Saya akan menerima tawaran tuan,” jawab Utari pelan.

“Ya baiklah, kita akan pulang ke Jakarta hari ini juga.”

“Tapi tuan, apa pekerjaan ku dirumah tuan masih sama seperti dulu?” tanya Utari.

“Ya tentu saja,” jawab Morgan dengan yakin.

“Tuan sudah beristri, akan sangat canggung jika aku yang menyiapkan pakaian tuan. Ijinkan aku melakukan pekerjaan lain dirumah tuan,” pinta Utari.

“Selama ini bukan istriku yang mengurus pakaian dan sarapanku,” ucap Morgan.

“Aku tidak akan leluasa membereskan kamar tuan saat istri tuan ada disana, berikan aku pekerjaan yang lain. Atau aku-“

“Baiklah, baiklah, kamu bisa menjadi tukang masak,” potong Morgan.

“Tapi aku nggak pintar masak,” jawab Utari.

Morgan berpikir sejenak. Sudah banyak pelayan yang bekerja dirumahnya sejak ia menikah, Selvie seenaknya mengurus rumah, ia merekrut banyak pelayan hingga tak tau harus menempatkan Utari di bagian apa.

“Aku akan pikirkan tugas kamu setelah kita tiba dirumah.”

“Karena banyak barang yang harus aku siapkan, tuan bisa pulang duluan. Aku akan menyusul setelah semua barang barang ini di packing.”

“Tidak, kita harus pulang bersama. Tinggalkan saja barang barang ini, lagian barang mu ini tidak memiliki tempat dirumah ku. Keperluan bayi mu akan aku siapkan yang baru setelah tiba di sana.”

Utari menuruti Ucapan Morgan. Ada benarnya juga, barang barang dikamarnya itu hanya akan menjadi barang rongsokan jika di bawa ke rumah Morgan. Utari cukup mengemas pakain kemudian pergi dari kota itu.

Tadinya Morgan terbang ke Surabaya dengan perasaan marah dan kecewa. Namun setelah melihat hal yang menimpa Utari, ia menjadi tak tega. Justru ia pulang dengan perasaan lega, ia bisa menjaga Utari dan anak nya. Selama mereka hidup dalam lingkup Morgan, Morgan bisa mengawasi dan menjaga mereka.

.

.

.

Bersambung…

Terpopuler

Comments

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

kenapa ga kerja di kantornya sih

2024-05-11

1

[🦉]Susi Soemarsi

[🦉]Susi Soemarsi

kx nggc ditaruh diapartemen aja gitu..
emang tari nggc takut sama ibuknya tah..

2023-01-23

1

Orang Cantik

Orang Cantik

Antara sedih dan senang melihat utari pulang

2023-01-12

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Tragedi Yang Harus Tertutup Rapat.
2 Bab 2. Menghindari Perasaan.
3 Bab 3. Tak Bisa Menghindar.
4 Bab 4. Ucapan Selamat
5 Bab 5. Mencoba Melupakannya.
6 Bab 6. Perbuatan Yang Membuahkan Hasil.
7 Bab 7. Tahun Yang Penuh Lika Liku.
8 Bab 8. Masalah Hidup
9 Bab 9. Sungguh Mengejutkan
10 Bab 10. Kembali Pulang
11 Bab 11. Pembantu Special
12 Bab 12. About Miracle 1
13 Bab 13. Mencium Sebuah Kecurigaan
14 Bab 14. Seperti sebuah Keluarga
15 Bab 15. Segala Cara Dan Upaya
16 Bab 16. Rasa Yang Terpendam
17 Bab 17. About Miracle 2
18 Bab 18. Ingin Melindunginya
19 Bab 19. Keadilan Untuk Utari l
20 Bab 20. Karena Tak Ingin Pulang
21 Bab 21. Bagaimana Mungkin?
22 Bab 22. Tentang Perasaan
23 Bab 23. Kesempatan
24 Bab 24. Cemburu I
25 Bab 25. Pertikaian
26 Bab 26. Trik Ibu
27 Bab 27. Mencari Suami
28 Bab 28. Perjodohan
29 Bab 29. Aku Akan Menikahi Mu
30 Bab 30. Tantangan.
31 Bab 31. Hal Yang Tak Mungkin
32 Bab 32. Ide Busuk
33 Bab 33. Teman Terbaik
34 Bab 34. Tak Percaya
35 Bab 35. Hal Penting
36 Bab 36. Percayalah
37 Bab 37. Anak siapa?
38 Bab 38. Gundah
39 Bab 39. Sebenci Itu
40 Bab 40. Ungkapan Perasaan
41 Bab 41. Pamitan
42 Bab 42. Pergi
43 Bab 43. Pergi II
44 Bab 44. Dimana Utari
45 Bab 45. Interogasi
46 Bab 46. Wanita Jahat
47 Bab 47. Tempat Baru
48 Bab 48. Khawatir
49 Bab 49. Perdebatan Keluarga
50 Bab 50. Niat Jahat
51 Bab 51. Perseteruan
52 Bab 52. Beautyfull Bride
53 Bab 53. Pria Bodoh
54 Bab 54. Miracle Anakku.
55 Bab 55. Miracle I
56 Bab 56. Miracle II
57 Bab 57. Miracle 3
58 Sekilas Info dari Author
59 Bab 58. Miracle 4
60 Bab 59. Sebuah Kabar
61 Bab 60. Koma
62 Bab 61. Persembunyian
63 Bab 62. Bangunlah
64 Bab 63. Berita Gembira
65 Bab 64. Tempat Persembunyian
66 Bab 65. Kesalahan Masa Lalu
67 Bab 66. Terungkap
68 Bab 67. Karena Tuan
69 Bab 68. Secarik Akta
70 Bab 69. Sikap Dingin
71 Bab 70. Liburan
72 Bab 71. Liburan II
73 Bab 72. Penyesalan
74 Promo Novel Baru
75 Bab 73. END
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1. Tragedi Yang Harus Tertutup Rapat.
2
Bab 2. Menghindari Perasaan.
3
Bab 3. Tak Bisa Menghindar.
4
Bab 4. Ucapan Selamat
5
Bab 5. Mencoba Melupakannya.
6
Bab 6. Perbuatan Yang Membuahkan Hasil.
7
Bab 7. Tahun Yang Penuh Lika Liku.
8
Bab 8. Masalah Hidup
9
Bab 9. Sungguh Mengejutkan
10
Bab 10. Kembali Pulang
11
Bab 11. Pembantu Special
12
Bab 12. About Miracle 1
13
Bab 13. Mencium Sebuah Kecurigaan
14
Bab 14. Seperti sebuah Keluarga
15
Bab 15. Segala Cara Dan Upaya
16
Bab 16. Rasa Yang Terpendam
17
Bab 17. About Miracle 2
18
Bab 18. Ingin Melindunginya
19
Bab 19. Keadilan Untuk Utari l
20
Bab 20. Karena Tak Ingin Pulang
21
Bab 21. Bagaimana Mungkin?
22
Bab 22. Tentang Perasaan
23
Bab 23. Kesempatan
24
Bab 24. Cemburu I
25
Bab 25. Pertikaian
26
Bab 26. Trik Ibu
27
Bab 27. Mencari Suami
28
Bab 28. Perjodohan
29
Bab 29. Aku Akan Menikahi Mu
30
Bab 30. Tantangan.
31
Bab 31. Hal Yang Tak Mungkin
32
Bab 32. Ide Busuk
33
Bab 33. Teman Terbaik
34
Bab 34. Tak Percaya
35
Bab 35. Hal Penting
36
Bab 36. Percayalah
37
Bab 37. Anak siapa?
38
Bab 38. Gundah
39
Bab 39. Sebenci Itu
40
Bab 40. Ungkapan Perasaan
41
Bab 41. Pamitan
42
Bab 42. Pergi
43
Bab 43. Pergi II
44
Bab 44. Dimana Utari
45
Bab 45. Interogasi
46
Bab 46. Wanita Jahat
47
Bab 47. Tempat Baru
48
Bab 48. Khawatir
49
Bab 49. Perdebatan Keluarga
50
Bab 50. Niat Jahat
51
Bab 51. Perseteruan
52
Bab 52. Beautyfull Bride
53
Bab 53. Pria Bodoh
54
Bab 54. Miracle Anakku.
55
Bab 55. Miracle I
56
Bab 56. Miracle II
57
Bab 57. Miracle 3
58
Sekilas Info dari Author
59
Bab 58. Miracle 4
60
Bab 59. Sebuah Kabar
61
Bab 60. Koma
62
Bab 61. Persembunyian
63
Bab 62. Bangunlah
64
Bab 63. Berita Gembira
65
Bab 64. Tempat Persembunyian
66
Bab 65. Kesalahan Masa Lalu
67
Bab 66. Terungkap
68
Bab 67. Karena Tuan
69
Bab 68. Secarik Akta
70
Bab 69. Sikap Dingin
71
Bab 70. Liburan
72
Bab 71. Liburan II
73
Bab 72. Penyesalan
74
Promo Novel Baru
75
Bab 73. END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!