Bab 12. About Miracle 1

Utari mulai mengerjakan tugas nya membersihkan kamar mandi pukul 3 sore itu. Saat Miracle sedang terlelap ia bergegas menyelesaikan tugasnya.

Setelah pekerjaan nya selesai, Utari keluar dari kamar itu. Ia segera keluar dari rumah Utama menuju belakang rumah.

“Utari,” panggilan terdengar dari arah samping Rumah.

“Tuan?” Utari berbalik badan mencari sumber suara.

Benar saja, yang memanggilnya barusan adalah Morgan. Pria itu tengah berlari kecil menghampiri Utari.

“Tuan, ada apa?” tanya Utari.

“Semua perlengkapan bayi sudah sampai kan? Apa masih ada lagi yang kamu butuhkan?” tanya Morgan.

“Sudah lebih dari cukup tuan, terima kasih,” ucap Utari.

“Ah biar aku sendiri yang melihat, siapa tau masih ada yang kurang,” Morgan berjalan mendahului Utari menuju kamarnya.

Utari menyusul di belakang Morgan hingga tiba di kamarnya.

“Kamu meninggalkannya sendiri seperti ini?” tanya Morgan penuh khawatir.

Utari mengeluarkan sebuah benda dari kantong baju nya. “Ada baby monitor, saya akan tau jika ia menangis,” ujar Utari kemudian menujuk sebuah monitor yang teretak di atas meja.

“Jangan terlalu sering di tinggal bisa kan, kalau di gigit nyamuk gimana?” ujar nya lagi.

“Satu jam sebelum tidur sudah saya semprot obat anti nyamuk tuan.”

Morgan mengangguk paham. Ia mengamati Miracle sambil tersenyum kecil. “Kapan dia akan bangun?” tanya nya.

“Setengah jam lagi, atau mungkin lebih cepat, tapi sebelum jam lima saya akan membangunkannya,” jawab Utari.

Tok tok tok

Suara ketukan dari arah pintu yang sedang terbuka lebar. Di sana, pak Danu sopir pribadi Morgan sedang berdiri di ambang pintu dengan sebuah kardus besar ditangannya.

“Neng Utari, bapak taro di mana ini?” tanya pak Danu.

“Pak Danu? Itu apa pak?” tanya Utari sambil berjalan menghampiri pak Danu. “Letakkan di sini pak,” ujar Utari sambil membantu pak Danu dengan kardus besar yang terlihat kewalahan itu.

“Tuan tadi mampir di toko perlengkapan bayi. Itu untuk dedek bayinya neng,” ucap pak Danu yang sudah akrab dengan Utari sejak kecil.

Utari berbalik menatap Morgan, ia ingin protes atas apa yang baru saja di beli pria itu. Namun ia tak bisa berkata kata, tubuh pria itu sudah masuk separuh nungging ke dalam box dimana Miracle sedang terlelap.

“Bapak ngapain?” tanya Utari.

“Anak mu memasukkan jari ke dalam mulut, bisa sakit perut,” Morgan berhasil melepas jempol Miracle namun saat itu juga Miracle mulai menangis besar. Morgan kebingungan atas apa yang di lakukannya.

“Utari, kenapa dia.” Dengan panik Morgan berusaha membujuk Miracle. “Shhshshssss, eh anak baik, jangan nangis, ini paman kembalikan jempol kamu, ssshhshsss,” bujuk Morgan sambil meletakkan kembali jempol kedalam mulut Miracle.

Saat itu juga Miracle langsung diam.

“Jempol di **** gitu gak bahaya ya?” tanya nya.

“Kalau jempol tuan yang di **** ya bahaya,” ucap Utari asal.

“Jempol ku? ngapain di ****. Kamu bisa aja.” senyum manis keluar begitu saja dari wajah jarang senyum itu.

Miracle yang sudah bangun langsung dikeluarkan Utari dari dalam box nya.

“Berapa usia dedek bayi nya neng?” tanya pak Danu yang masih berdiri di situ.

“Dua minggu lagi 6 bulan,” jawab Utari.

“Kata orang punya anak di usia muda lebih baik, agar saat usia tua anak anak sudah besar semua,” ujar pak Danu.

“Pak Danu sudah menikah kan? Sudah punya anak?” tanya Utari yang masih memeluk Miracle.

“Bapak menikah di usia tua, untung saja masih dikaruniai keturunan, anak bapak sekarang berusia satu tahun setengah,” ujar pak Danu.

“Makanya bapak suka mewanti wanti tuan, seharusnya sudah bisa mengejar target untuk segera punya momongan,” lanjut pak Danu.

Morgan melirik pak Danu tajam. “Jangan bahas hal itu dengan saya, pak Danu tau saya tidak punya waktu memikirkan anak,” ujar Morgan.

“Haha, buktinya tuan punya waktu singgah di toko mainan tadi. Usia tuan sudah tidak muda lagi, usia 29 tahun seharusnya sudah punya 2 anak,” ujar Pak Danu kepada Morgan, ia sudah menganggap Morgan seperti keluarganya. Pak Danu sudah bekerja di rumah itu sejak Morgan berusia 12 tahun.

Begitu juga dengan Morgan, ia menghormati pak Danu seperti menghormati orang tua sendiri. Nasihat pak Danu akan terpatri di hatinya namun untuk memilik anak bukan hal gampang untuk nya. Karna itu artinya ia harus tidur dengan Selvie wanita yang tidak pernah ia cintai.

“Saya akan pikirkan saran pak Danu, kalau saya sudah siap punya bayi, Miracle orang pertama yang akan saya kabari,” sahut Morgan asal.

Tanpa sadar, saat Morgan bicara, mata Miracle akan tertuju padanya.

Mendengar namanya di sebut bayi itu tertawa. Ia seolah sedang bercengkrama dengan Morgan.

“Oh ya, Miracle kelak akan jadi orang kepercayaan paman, kamu akan jadi orang penting buat paman. Miracle? Ini Miracle ya?” lanjut Morgan, namun kali ini ia sedang berbicara dengan si kecil Miracle. Dengan nada yang di buat buat, Miracle tertawa terbahak bahak seketika.

Pak Danu dan Utari ikut tertawa di buatnya.

Hingga beberapa saat, Morgan masih asik bermain dengan Miracle. Ia akan bercerita panjang lebar, dan bayi kecil itu akan menanggapinya dengan celotehan celotehan tak jelas.

Sudah hampir dua jam morgan berada di ruangan itu. Bu Sukma kemudian tiba di situ sambil mengetuk.

Tok tok tok

“Tuan nyonya sudah pulang,” lapor bu Sukma.

Morgan tak menanggapi, ia sibuk sendiri memegang jemari si kecil Miracle.

“Tuan akan makan malam di rumah?” tanya bu Sukma.

“Boleh, sudah lama aku tak pernah makan makanan rumah,” sahut Morgan.

“Ada menu yang ingin tuan makan, biar pelayan akan segera siapkan,” lanjut bu Sukma.

“Masak apa saja boleh,” sahut Morgan.

Setelah jawaban singkat itu, Sukma pun pergi dari situ. Ia tak ingin banyak tanya lagi, ia tau jika jawaban seperti itu, artinya suasana hati Morgan lagi baik. Tapi jika ia pilih pilih makanan, artinya majikannya itu lagi sensitif soal pekerjaan di kantornya.

“Bapak juga pamit, bapak akan menunggu di pos depan, mari tuan, mari neng Tari,” pamit pak Danu kemudian pergi dari ruangan itu.

Morgan masih asik memegang jemari Miracle, jemari kecil dan lembut itu membalas pegangan tangan Morgan. Seperti sebuah keajaiban, dalam sekejap Miracle berhasil menarik perhatian Morgan.

“Utari, boleh aku mencium nya?” tanya Morgan.

Utari diam sejenak, sebenarnya sejak tadi ia sudah merasa risih. Berada dalam jarak sedekat itu dengan Nirgan membuatnya sesak.

“Te tentu saja,” jawab Utari spontan, ia berusaha terlihat biasa saja. Tak ada alasan untuk ia menolak permintaan Morgan. Toh yang ingin di ciumnya adalah Miracle.

Morgan mulai mendekati wajah Miracle yang saat itu tengah bersandar di pipi Utari.

Deg

Detak jantung Utari berdetak kencang, seakan yang akan di cium Morgan saat itu adalah dirinya.

Perasaannya campur aduk, setelah sekian lama akhirnya Utari kembali menatap Morgan dari jarak yang sangat dekat.

Saat itu kecupan mendarat di pipi Miracle, namun mata Morgan sedang menatap Utari. Tatapan sendu yang menyiratkan sejuta makna. Tatapan yang sangat intens. Dalam sepersekian detik, tatapan itu mampu membuat darah berhenti mengalir, Utari berhenti bernafas. Detak jantung yang makin menggila seakan ingin melompat keluar dari tubuhnya dan ingin menyampaikan pada pria itu, betapa hatinya masih berdetak kencang untuknya.

Deg deg deg

“Mwah.” Setelah suara kecupan terdengar Utari langsung mundur selangkah.

“Tuan, tuan belum mandi, anak anak rentan dengan berbagai kuman dari luar rumah, tuan pulang dan mandi dulu sebelum bermain dengan anakku,” ucap Utari.

Morgan menatap dirinya yang masih mengenakan setelan jas lengkap dengan dasi.

“Oke, Miracle. Paman mandi dulu. Paman akan ke sini lagi,” ucap Morgan.

“Dan satu lagi, jam berkunjung untuk Miracle hanya 1 jam. Tuan berada di sini sudah dua jam, anak bayi akan sangat lelah jika terlalu banyak bermain,” lanjut Utari asal. Ia sengaja mencari alasan agar Morgan tidak berlama lama berada di sampingnya.

“Benarkah?” Morgan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Emang ada peraturan seperti itu?”

Utari mengangguk. “Peraturan baru dari dokter anak,” jawab Utari semakin asal. “Tuan pulang mandi, makan trus istirahat, bukankah tuan sudah lelah seharian bekerja?”

Utari berjalan ke arah pintu dengan tujuan agar Morgan pergi dari situ.

“Baiklah aku pergi sekarang, paman pergi dulu Miracle,” pamit Morgan kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.

.

.

.

Bersambung…

Terpopuler

Comments

⭕ BluJoker

⭕ BluJoker

Kayanya aku juga akan rajin mampir untuk Miracle

2023-01-22

1

Orang Cantik

Orang Cantik

Next

2023-01-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Tragedi Yang Harus Tertutup Rapat.
2 Bab 2. Menghindari Perasaan.
3 Bab 3. Tak Bisa Menghindar.
4 Bab 4. Ucapan Selamat
5 Bab 5. Mencoba Melupakannya.
6 Bab 6. Perbuatan Yang Membuahkan Hasil.
7 Bab 7. Tahun Yang Penuh Lika Liku.
8 Bab 8. Masalah Hidup
9 Bab 9. Sungguh Mengejutkan
10 Bab 10. Kembali Pulang
11 Bab 11. Pembantu Special
12 Bab 12. About Miracle 1
13 Bab 13. Mencium Sebuah Kecurigaan
14 Bab 14. Seperti sebuah Keluarga
15 Bab 15. Segala Cara Dan Upaya
16 Bab 16. Rasa Yang Terpendam
17 Bab 17. About Miracle 2
18 Bab 18. Ingin Melindunginya
19 Bab 19. Keadilan Untuk Utari l
20 Bab 20. Karena Tak Ingin Pulang
21 Bab 21. Bagaimana Mungkin?
22 Bab 22. Tentang Perasaan
23 Bab 23. Kesempatan
24 Bab 24. Cemburu I
25 Bab 25. Pertikaian
26 Bab 26. Trik Ibu
27 Bab 27. Mencari Suami
28 Bab 28. Perjodohan
29 Bab 29. Aku Akan Menikahi Mu
30 Bab 30. Tantangan.
31 Bab 31. Hal Yang Tak Mungkin
32 Bab 32. Ide Busuk
33 Bab 33. Teman Terbaik
34 Bab 34. Tak Percaya
35 Bab 35. Hal Penting
36 Bab 36. Percayalah
37 Bab 37. Anak siapa?
38 Bab 38. Gundah
39 Bab 39. Sebenci Itu
40 Bab 40. Ungkapan Perasaan
41 Bab 41. Pamitan
42 Bab 42. Pergi
43 Bab 43. Pergi II
44 Bab 44. Dimana Utari
45 Bab 45. Interogasi
46 Bab 46. Wanita Jahat
47 Bab 47. Tempat Baru
48 Bab 48. Khawatir
49 Bab 49. Perdebatan Keluarga
50 Bab 50. Niat Jahat
51 Bab 51. Perseteruan
52 Bab 52. Beautyfull Bride
53 Bab 53. Pria Bodoh
54 Bab 54. Miracle Anakku.
55 Bab 55. Miracle I
56 Bab 56. Miracle II
57 Bab 57. Miracle 3
58 Sekilas Info dari Author
59 Bab 58. Miracle 4
60 Bab 59. Sebuah Kabar
61 Bab 60. Koma
62 Bab 61. Persembunyian
63 Bab 62. Bangunlah
64 Bab 63. Berita Gembira
65 Bab 64. Tempat Persembunyian
66 Bab 65. Kesalahan Masa Lalu
67 Bab 66. Terungkap
68 Bab 67. Karena Tuan
69 Bab 68. Secarik Akta
70 Bab 69. Sikap Dingin
71 Bab 70. Liburan
72 Bab 71. Liburan II
73 Bab 72. Penyesalan
74 Promo Novel Baru
75 Bab 73. END
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1. Tragedi Yang Harus Tertutup Rapat.
2
Bab 2. Menghindari Perasaan.
3
Bab 3. Tak Bisa Menghindar.
4
Bab 4. Ucapan Selamat
5
Bab 5. Mencoba Melupakannya.
6
Bab 6. Perbuatan Yang Membuahkan Hasil.
7
Bab 7. Tahun Yang Penuh Lika Liku.
8
Bab 8. Masalah Hidup
9
Bab 9. Sungguh Mengejutkan
10
Bab 10. Kembali Pulang
11
Bab 11. Pembantu Special
12
Bab 12. About Miracle 1
13
Bab 13. Mencium Sebuah Kecurigaan
14
Bab 14. Seperti sebuah Keluarga
15
Bab 15. Segala Cara Dan Upaya
16
Bab 16. Rasa Yang Terpendam
17
Bab 17. About Miracle 2
18
Bab 18. Ingin Melindunginya
19
Bab 19. Keadilan Untuk Utari l
20
Bab 20. Karena Tak Ingin Pulang
21
Bab 21. Bagaimana Mungkin?
22
Bab 22. Tentang Perasaan
23
Bab 23. Kesempatan
24
Bab 24. Cemburu I
25
Bab 25. Pertikaian
26
Bab 26. Trik Ibu
27
Bab 27. Mencari Suami
28
Bab 28. Perjodohan
29
Bab 29. Aku Akan Menikahi Mu
30
Bab 30. Tantangan.
31
Bab 31. Hal Yang Tak Mungkin
32
Bab 32. Ide Busuk
33
Bab 33. Teman Terbaik
34
Bab 34. Tak Percaya
35
Bab 35. Hal Penting
36
Bab 36. Percayalah
37
Bab 37. Anak siapa?
38
Bab 38. Gundah
39
Bab 39. Sebenci Itu
40
Bab 40. Ungkapan Perasaan
41
Bab 41. Pamitan
42
Bab 42. Pergi
43
Bab 43. Pergi II
44
Bab 44. Dimana Utari
45
Bab 45. Interogasi
46
Bab 46. Wanita Jahat
47
Bab 47. Tempat Baru
48
Bab 48. Khawatir
49
Bab 49. Perdebatan Keluarga
50
Bab 50. Niat Jahat
51
Bab 51. Perseteruan
52
Bab 52. Beautyfull Bride
53
Bab 53. Pria Bodoh
54
Bab 54. Miracle Anakku.
55
Bab 55. Miracle I
56
Bab 56. Miracle II
57
Bab 57. Miracle 3
58
Sekilas Info dari Author
59
Bab 58. Miracle 4
60
Bab 59. Sebuah Kabar
61
Bab 60. Koma
62
Bab 61. Persembunyian
63
Bab 62. Bangunlah
64
Bab 63. Berita Gembira
65
Bab 64. Tempat Persembunyian
66
Bab 65. Kesalahan Masa Lalu
67
Bab 66. Terungkap
68
Bab 67. Karena Tuan
69
Bab 68. Secarik Akta
70
Bab 69. Sikap Dingin
71
Bab 70. Liburan
72
Bab 71. Liburan II
73
Bab 72. Penyesalan
74
Promo Novel Baru
75
Bab 73. END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!