episode 16

"Nyonya jamu nya sudah siap," ucap Bi Ina membawa jamu itu mendekati Meri.

"Letakan di atas meja aja Bi, biar saya aja yang mengantarkan jamu ini," ucap Meri membuat Hye Son menatap jamu itu.

Bi Ina langsung meletakan jamu itu di dekat Meri, "apa semua ini tidak berlebihan mah?" Hye Son merasa heran dengan Meri.

"Sudah papa tenang saja, ini akan segera membantu mereka mendapat momongan, dan mama dapet cucu," sahut Meri dengan wajah yang girang.

Hye Son hanya menggelengkan kepalanya, selesai makan Meri pun langsung membawa nampan yang berisi jamu buatan Bi Ina untuk di berikan kepada Yojin. Di depan pintu kamar Yojin, Meri mengetuk dengan lembut. Cukup lama Meri mengetuk pintu itu tak ada jawaban dari Yojin dan Moly membuat Meri mengeraskan ketukannya.

Suara itu terdengar sangat keras membuat Moly mengerjapkan matanya, mendengar ketukan itu samar-samar di telinganya, " duh siapa sih malam-malam ketuk pintu," Moly bangun dari tidurnya.

Di ikuti Yojin pun bangun dan membuka matanya karena mendengar ketukan pintu dari luar, saat melihat jam dinding menunjukan pukul 09:30 Moly dan Yojin saling menatap dengan tatapan yang sangat terkejut.

Moly langsung bangun dan segera merapihkan rambutnya, Moly menarik selimut yang ada di sofa di letakan di atas kasur. Yojin pun panik langsung mengacak-ngacak kamarnya, agar terlihat seolah mereka berdua telah melakukan hubungan suami istri.

Mengatur napasnya terlebih dahulu, Moly pun membuka pintu kamar itu. Moly cukup terkejut melihat Meri membawa nampan yang berisikan secangkir minuman berwarna agak coklat tercium bau seperti rempah, membuat Moly tersenyum menatap Meri.

"Pagi mah, maaf baru membuka pintu kamar," sapa Moly sambil merapihkan rambutnya.

Meri yang melihat muka bantal di wajah Moly hanya tersenyum, " sudah tidak apa-apa, pengantin baru memang seperti itu. Ini mama bawa kan minum untuk Yojin, berikan kepada suami mu agar lebih sehat dan perkasa," ucap Meri membuat Moly geli melihat ekspresi ibu mertuanya itu.

"Memangnya ini minuman apa mah? Seperti jam?" tanya Moly.

"Iya ini kesuburan, biar kalian lebih cepat dapet momongan, sudah sana berikan kepada Yojin," ucap Meri memberikan Jamu itu.

Moly yang menertima nampan ini langsung menatap Meri yang menjauh dari hadapannya, Moly menutup pintu itu, melihat Yojin duduk di sofa melihat Moly membawa secangkir minuman, membuatnya terus menatap minuman itu.

"Apa itu?" tanya Yojin.

"Mama memberi jamu ini," Jawab Moly memberikan jamu itu kepada Yojin.

"Jamu untuk apa? Memangnya aku sedang sakit di suruh minum jamu," ucap Yojin menerima secangkir jamu itu.

"Mama bilang ini jamu untuk kebugaran tubuh," ucap Moly belom selesai melanjutkan ucapannya Yojin pun meminum jamu itu.

Seketika Yojin menyemburkan jamu itu tepat mengenai wajah Moly, membuat Moly merasa terkejut dan menatap tajam Yojin, saat Moly akan berteriak karena kesal. Yojin langsung menutup mulut Moly dengan tangannya.

"Jangan bersuara, maafkan aku, jamu ini sangat pahit. Aku tidak bisa menelannya," ucap Yojin menatap Moly.

Moly langsung terdiam dengan wajah yang kotor penuh cipratan jamu dari mulut Yojin, Yojin menatap wajah Moly menahan tawa.

"Kurang ajar! Sudah menyembur ku dengan jamu, ini malah menertawakan ku, menyebalkan!" gumam Moly dalam hati.

Melihat wajah Moly yang terlihat sangat kesal dengan dirinya, Yojin pun langsung menyuruh Moly untuk membersihkan dirinya. Moly dengan polosnya langsung mengikuti arahan Yojin masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

"Dia pikir aku ini jin apa, main sembur aja, tidak liat tempat," gerutu Moly sambil membersihkan tubuhnya.

Saat Moly di kamar mandi, Yojin langsung keluar kamar berjalan ke arah dapur tidak melihat siapapun hanya ada Bi Ina yang sedang menyiapkan makanan untuk makan siang.

"Bi, mama sama papa kemana? Kok rumah terlihat sepi," tanya Yojin.

"Nyonya ada halaman belakang tuan, bersana tuan besar," jawab Bi Ina.

"Halaman belakang? Tumben mereka ada di sana" ucap Yojin langsung naik ke lantai 3 untuk ngegym.

Moly yang melihat kamar mandi itu ada tirai yang terbentang, dengan rasa penasaran Moly membuka tirai itu. Melihat ada bak untuk berendam, Moly pun mendekati bak itu dan memutuskan untuk berendam menangkan dirinya.

"Kali ini aku harus berendam di bak semewah ini, dengan aroma yang sangat menenangkan membuat ku ingin berlama-lama di sini," ucap Moly merasa senang.

Moly berendam sekitar 30 menit, membuat nya sangat menikmati suasana dengan aroma therapy yang menenangkan pikiran dan mampu menghilangkan rasa lelah yang melekat di tubuh Moly. Dengan menggunakan headset Moly tidak mendengar suara apapun di luar sana.

Yojin yang selesai berolaraga, akan kembali ke kamarnya, saat berjalan melewati ruang tengah Yojin melihat Meri sedang duduk dengan santai.

"Sayang, cepat mandi kita makan siang bersama nak," sahut Meri membuat Yojin menoleh ke arah sumber suara.

"Iya ma," ucap Yojin.

Yojin memasuki kamar, melihat di sekitar tidak ada Moly, membuat Yojin melirik ke setiap tempat di dalam kamar itu, terasa sangat hening, Yojin pun masuk kemar mandi melepas sebagian pakaiannya dan menghidupkan shower, saat Yojin sedang memberi sabun ke seluruh tubuhnya, dirinya mendengar suara seperti orang nyanyi.

Yojin langsung mencari ke sumber suara dengan telanjang dada dirinya langsung memakai handuk, saat mata Yojin tertuju pada tirai itu, Yojin langsung berjalan menuju tirai itu. Semakin Yojin mendekat semakin terdengar suara itu seperti suara perempuan.

Yojin semakin penasaran ingin membuka tirai itu, dan tangan Yojin membuka tirai itu, betapa terkejutnya Yojin melihat Moly tanpa busana hanya di tutupi dengan busa di tubuhnya. Melihat kulit Moly yang putih bersih membuat Yojin menelan salivanya.

"Hey!" seru Yojin tidak mendapat mespon dari Moly, saat Yojin memperhatikan Moly yang tak menghiraukan ucapannya membuatnya semakin mendekat, ternyata Yojin melihat Moly mengenakan headset dengan sigap Yojin langsung menarik salah satu headset itu.

Moly yang merasa ada yang menarik headset langsung membuka matanya, saat membuka matanya Moly terkejut karena di hadapannya adalah Yojin yang berdiri dengan telanjang dada membuat Moly langsung berteriak.

"A...!"teriak Moly.

Yojin langsung panik, karena suara Moly terdengar sangat keras membuat nya langsung keluar dari kamar mandi itu.

"Sial! Harusnya aku yang marah," gerutu Yojin merasa kesal.

Moly langsung berdiri dan asal memakai kimono yang sudah di sediakan di situ, saat Moly keluar kamar mandi. Moly langsung melihat sekitaran untuk memastikan tidak ada orang. Dan langsung berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil pakaian.

"Sepertinya aku tadi melihat Yojin di dalam kamar mandi, kenapa dia perginya ya?" gerutu Moly.

Yojin yang berada di sana langsung masuk ke dalam lemari yang kosong, dirinya tak sengaja melihat Moly yang sedang melepaskan kimononya. Yojin yang melihat sebagian tubuh moly dari belakang terlihat begitu menarik hasratnya membuat Yojin hanya mampu menelan salivanya.

Merasa suhu tubuhnya semakin panas karena pemandangan yang begitu indah menggunjang jiwanya, Yojin mengalihkan pandangannya.

"Apa wanita ini berusaha menggoda ku?" batin Yojin merasa tertekan dengan ulah Moly.

Moly pun sudah mengganti pakaian dan merias diri, menatap cermin dengan senyuman. Moly langsung keluar dari ruang ganti itu dan segera membereskan kasur yang sempat berantakan ksrena ulah Yojin.

"Astaga, aku hampir mati di dalam lemari ini," batin Yojin.

Yojin keluar dari lemari itu dan menutu pintu lemari itu, saat Yojin akan berjalan kembali ke kamar mandi, dia melihat Moly sedang merapih kan tempat tidurnya. Moly menoleh akan mengambil pakaian untuk Yojin, Moly terkejut melihat Yoji di hadapannya.

"Astaga, tuan. Kenapa ada di sini?" tanya Moly merasa terkejut.

Yojin mengatur napasnya, " sudah lupakan, aku harus mandi," Yojin langsung masuk ke dalam kamar mandi membuat Moly merasa heran.

"Dari mana dia? Kenapa dari tadi aku tidak melihat nya, jika dia ada di kamar? Sungguh aneh," gerutu Moly menyiapkan baju untuk Yojin dan segera keluar dari kamar.

Moly yang melihat mama meri sudah berada di meja makan untuk makan siang langsung mendekat.

"Siang mah, pah," sapa Moly dengan senyuman.

Yojin yang masih di kamar mandi, terus membayangkan saat Moly membuka kimononya. Masih terbayang begitu indah tubuhnya yang langsing terlihat sebagian gunung kembarnya yang semakin memperindah tubuh nya membuat Yojin ingin segera memiliki nya. Lamunan itu tersadar, membuat Yojin langsung mengusap wajahnnya dengan kasar.

"Aku hampir gila," gerutu Yojin.

Yojin pun keluar kamar dengan rambut yang masih basah membuatnya semakin tampan, Yojin berjalan ke arah meja makan.

"Bi Ina memasak makanan ke sukaan mu, ayo di makan," ucap Meri.

Yojin langsung duduk di dekat Moly, melirik bagian dada Moly membuat Yojin teringat kejadian saat Moly membuka kimono itu. Yojin pun berusaha untuk tidak menatapnya.

"Aku benar-benar bisa gila jika terus di dekat Moly, kenapa bayangan itu melekat di otak ini, hampir saja aku kehilangan keseimbangan diri ku sendiri," gumam Yojin di dalam hati.

BERSAMBUNG.

Terpopuler

Comments

Jangan di bayangin Yojin Thor takutnya keselek 🤭🤭🤭🤭🦸🦸🦸🦸

2023-01-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!