episode 12

Bodyguard itu langsung memeriksa CCTV yang ada di setiap gedung itu. Salah satu petugas CCTV itu memeriksa setiap layar dan mereka pun menemukan Moly yang sedang mengindap-indap keluar dari dalam gedung itu. Bodyguard itu langsung meminta copy file dan langsung mengirimkan ke ponsel milik Yojin.

Yojin yang melihat pesan masuk langsung memeriksanya, membuka file itu Yojin melihat Moly di dalam CCTV terlihat sangat buru-buru seperti ingin menemui seseorang. Yojin sangat marah dan geram, ia langsung menggenggam ponselnya dan mengepalkan tangannya.

"Cari wanita itu segera!"

Mendapat perintah dari Yojin, seluruh Bodyguard nya langsung bergegas mencari Moly dengan cara berpencar di seluruh wilayah. Moly yang sudah sampai di depan pintu masuk rumah sakit itu dengan terburu-buru kaki nya terkilir membuatnya terjatuh. Moly tak menghirauan rasa sakit itu dan langsung melepaskan hells nya.

Saat menuju ruangan Airin, Moly terkejut melihat ada beberapa Perawat dan Dokter yang berada di dalam ruangan Airin. Mata Moly langsung menuju ranjang Airin, melihat semua alat yang terpasang di tubuh Airin mulai di lepaskan oleh perawat, Moly langsung mencegah perawat itu.

"Apa yang kalian lakukan? Jangan lepaskan alta itu!" seru Moly membuat semua orang yang ada di ruangan itu langsung menoleh ke arah nya, termasuk Yuri yang langsung mendekati Moly.

"Katakan pada ku apa yang terjadi?" tanya Moly kepada Yuri.

Dokter pun menceritakan kondisi Airin sebelum meninggal dunia, dan dokter pun meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan Airin.

Moly langsung terdiam dan menatap sendu Airin yang terbaring dengan wajah yang sangat pucat. Seketika ikatannya teringat saat Jesi sang adik meninggal dunia di rumah sakit, tangisan itu langsung pecah.

"Ini tidak mungkin? Ibu bangun! Buka mata mu," suara Moly terdengar begitu terpukul melihat kejadian untuk ke dua kalinya orang yang sangat berharga baginya meninggal dunia.

Yuri berusaha menenangkan Moly yang terus menerus memanggil nama Airin,

"Ku mohon bangun lah bu," pinta Molly.

Josen yang baru sampai di depan ruangan itu sangat terkejut melihat Moly menangis.

"Kakak apa yang terjadi? Ibu? Kenapa dengan ibu?" tanya Josen merasa kebingungan.

Yuri dengan sekuat hati, menceritakan apa yang sudah terjadi. Mata Josen langsung memerah merasa tidak percaya dengan semua yang terjadi, kaki nya melangkah mendekati ranjang Airin. Tangannya begetar saat ingin memegang tangan Airin, tangisnya pun ikut pecah saat merasakan tanga Airin mulai dingin.

"Ibu! Bangunlah ku mohon," teriak Josen.

Tangisan mereka masih terus membasahi pipi, saat menyaksikan pemakaman Airin, Moly dengan tatapan kosong terus menyalahkan dirinya. Yuri terus menenangkan Moly, saat prosesi pemakaman selesai Yuri mengajak Moly untuk pulang, tetapi Moly menolaknya.

"Kalian duluan saja, aku masih ingin di sini," ucap Moly.

"Aku masih ingin di sini sebentar saja, tinggalkan aku sendirian," kata Moly.

Josen dan Yuri seolah mengerti perasaan Moly yang terlihat sangat terpukul dengan keadaan ini, matanya terlihat dengan tatapan kosong.

"Kak ini ponsel kakak, kemarin sempat mati, jadi aku isi baterainya terlebih dahulu," ucap Josen memberikan ponsel itu kepada Moly, Moly pun langsung menerima ponsel itu.

Yuri dan Josen akhirnya meninggalkan Moly seorang diri dengan berat hati Yuri pun melajukan mobilnya.

Disisi lain, bodyguard itu belom bisa menemukan Moly karena data GPSnya terputus.

Moly akhirnya menghidupkan ponselnya, bodyguard yang memantau langsung terkoneksi oleh GPS milik Moly, dari situ orang suruhan Yojin langsung menuju titik itu.

Saat Moly merasa sangat lelah karena seharian menangis, akhinya Moly pun memutuskan untuk pulang ke rumah Yuri. Moly berjalan di sepanjang jalan dengan wajah yang sedih.

Tiba-tiba mobil berhenti disamping Moly dan langsung membawa Moly.

Moly pun tidak sadarkan diri dan berhasil di bawa oleh pria yang tidak dirinya kenal. Pria yang berada di dalam mobil itu langsung menghubungi Yojin melalui telpon, pria itu memberi tahu Yojin untuk segera menemuinya di suatu tempat.

Yojin yang mendapat kabar ke beradaan Moly, langsung menuju lokasi.

Di dalam ruangan Moly masih belom sadarkan diri, Yojin yang melihat Moly dengan wajah yang pucat dan mata yang sembab merasa bingung, di dalam hatinya bertanya, "apa yang sedang di alaminya?"

Saat Moly akan di siram air oleh bodyguard itu, tangan Yojin memberi isyarat untuk tidak melakukan itu.

"Biarkan dia bangun sendiri," ucap Yojin membuat bodyguard itu langsung mengurungkan niatnya.

Moly sudah mulai membuka matanya, dirinya melihat ada beberapa pria di hadapannya dengan samar-samar Moly pun langsung membuka matanya lebar-lebar. Tatapannya sangat terkejut melihat ada Yojin dan se kelompok pria berbadan besar berada di sampingnya.

"Tuan," ucap Moly dengan wajah bingungnya.

"Apa kau mau bermain dengan ku? " Tanya Yojin mendekati wajah Moly.

"Maafkan aku tuan, aku salah tidak meminta izin dengan mu. Tolong maafkan aku tuhan kemaren keadaannya sangat mendesak sehingga aku terburu-buru pergi," jelas Moly.

"Mudah sekali meminta maaf, apa kau tahu kau hampir saja mempermalukan aku. Dasar wanita sialan!" cela Yojin mencengkram leher Moly, membuat Moly merasa kesakitan.

Moly hanya bisa terdiam, dirinya sangat bingung harus berkata jujur atau tidak. Tetapi melihat Yojin yang begitu marah, Moly pun mengurungkan niatnya untuk bercerita.

Hanya kata maaf yang terus terucap di bibir Moly membuat Yojin semakin muak dengan perempuan yang ada di hadapannya itu.

"Kau tau kontrak kita belom selesai! Jadi kau masih terus ada urusan dengan ku, jangan berani untuk kabur karena kau akan merasakan akbiatnya,"ucap Yojin semakin kuat mencengkram leher Moly.

Moly yang merasa kesakitan menahan sekuat tenaganya, sampai tak sadar air mata itu terus menetes. Yojin yang melihat Moly menangis begitu menyedihkan langsung melepaskan cengkraman itu.

"Jangan biarkan dia kabur lagi," ucap Yojin menjauh dari hadapan Moly.

Terasa sakit di leher akibat cengkraman Yojin sampai meninggalkan sedikit luka, tangannya tidak bisa bergerak karena ikatan itu sangat erat membuat Moly susah untuk bernapas.

"Tuan tolong lepaskan aku, aku tidak bersalah!" teriak Moly membuat langkah Yojin berhenti.

"Bagaimana aku bisa mempercayaimu, kau bahkan pergi secara diam-diam seperti seorang maling," kata Yojin dengan wajah yang sinis.

"Kau pria yang jahat! Aku membenci mu!" Teriak Moly merasa sangat kesal dengan Yojin.

Yojin tidak menghirauan ucapan Moly yang terus memeneris mencela dirinya dan terus berteriak mengatakan jika Yojin adalah pria yang jahat dan tidak punya hati.

Bodyguard itu langsung menutup mulut Moly dengan lakban agar dirinya berhenti berteriak. Moly pun merasa kesusahan untuk berteriak, menatap sini Yojin yang menjauh Moly menghadapannya.

"Aku akan membalas semuanya, dasar pria yang kejam!" gumam Moly di dalam hati.

Yojin langsung melajukan mobilnya kembali ke apartemen, terlintas di pikirannya terlihat wajah Moly yang begitu pilu ntah apa yang membuat Yojin memikirkannya.

"Sial! Kenapa wanita itu menguasai pikiranku?" gumam Yojin di dalam hati.

Yojin berusah untuk memejam kan matanya, tetap saja pikiran Yojin terus memikirkan Moly. Yojin merasa iba saat menatap mata Moly dengan tatapan sedih membuat Yojin terus memikirkannya. Seperti ada kesedihan yang sangat dalam yang sedang di alami Moly.

Yuri yang merasa khawatir dengan Moly karena sejak di pemakaman, Moly tidak memberi kabar. tetapi Yuri berusaha berfikir positif.

Moly tertidur karena dirinya kelelahan, mendengar salah satu bodyguard nya memanggil nama Moly. Moly pun membuka matanya dan langsung merasa ketakutan saat bodyguard itu akan memegang pundaknya.

"Jangan mendekat! Mau apa kamu!" teriak Moly melihat di sekitar ruangan itu tidak ada satu orang pun selain Moly dan pria itu.

"ha...ha...ha, kau sangat menggemaskan nona," ucap bodyguard itu berusaha memegang wajah Moly tetapi Moly terus memalingkan wajahnya.

"Jangan berani macam-macam, atau aku akan berteriak di sini," ucap Moly berusaha melepaskan ikatan itu.

"Hey nona yang cantik, tuan kita sedang tidak ada di sini silakan berteriak sekencang mungkin," ucap bodyguard itu dengan lembut.

Moly berusaha untuk menghindar, dirinya terus memberontak agar tali yang ada di badannya segera terlepas.

"Aku harus bagaimana ini? Tuhan tolong selamatkan aku," gumam Moly dalam hati.

"Berhenti! jangan mendekat!" teriak Moly membuat Yojin langsung membuka matanya seperti ada yang memanggil dirinya.

Yojin pun langsung terduduk diam seperti orang yang kebingungan, tanpa memberitahu bodyguard nya Yojin langsung menuju gedung itu.

BERSAMBUNG.

Terpopuler

Comments

mulai jatuh cinta yjin

2023-01-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!