Moly langsung mengepalkan tangannya seakan ingin memikul Yojin, tapi hanya terlintas di pikiran nya saja. Yojin langsung keluar dan berjalan memasuki kamar nya, Moly langsung menutup pintu dan menguncinya.
Saat melihat ke arah cermin, Moly langsung merasa malu dengan tingkahnya yang membuat yojin masuk ke kamarnya.
"Astaga kenapa mulut ini tidak bisa di jaga sama sekali,"gerutu Moly langsung memeriksa ponselnya.
Hembusan angin di luar sana membuat udara semakin dingin, malam ini terasa sangat lah panjang membuat Moly mengarungi mimpinya yang begitu melelahkan. Di dalam mimpinya dia terus berlari seakan di kejar oleh raksasa sampai akhirnya Moly terjatuh dan seketika Moly terbangun seperti di kagetkan oleh seseorang, nyatanya dia hanya mimpi.
Napasnya pun terdengar begitu cepat, keningnya berkeringat seperti mimpi itu nyata di alami Moly, Moly langsung berjalan ke dapur untuk meminum air mineral. Melihat jam masih menunjukan pukul 04.00 dengan lemas Moly berjalan kembali ke kamarnya.
"Mimpi kali ini sangat menakutkan," gerutu Moly berjalan dengan lemas.
"Apa akan ada pertanda buruk?" tanya Moly di depan cermin.
"Sudah lah aku tidak punya waktu untuk memikirkannya," ucap Moly langsung meraih ponselnya.
Setelah selesai mandi.
Moly langsung di make up oleh MUA, Moly terlihat sangat tegang saat dirinya di make up membuat tukang rias itu tersenyum.
"Nona, anda harus rileks ya jangan terlalu tegang ," sahut perias itu, Moly tersenyum kaku.
"Kenapa aku mulai gugup, ayo Moly anggap pernikahan ini adalah pekerjaan mu, okay," gumam Moly dalam hati.
Moly pun terlihat sangat cantik dengan polesan make up membuat Moly seperti barbie. Setelah selesai merias Moly, Moly pun memakai gaun pengantinnya dan keluar apartemen menuju gedung tempat resepsi di adakan. Moly langsung memasuki mobil mewah yang sedari tadi sudah menunggunya.
Di dalam mobil moly terlihat sangat gelisa, ada rasa takut yang terus menyelimuti hatinya.
"Aku sangat gugup, kenapa perasaan ku tidak enak?"gumam Moly didalam hati sambil meremas tangannya yang terasa sangat dingin.
Mobil yang membawa Moly, telah memasuki gedung yang di dalam nya sudan ramai banyak tamu undangan yang datang. Moly semakin gugup dan mencoba mengatur napasnya agar lebih tenang dan rileks.
Moly keluar dari dalam mobil terlihat dari kaki indahnya yang di baluti dengan helss membuat penampilannya semakin sempurna. Dengan senyuman Moly menatap semua tamu undangan yang menunggunya.
"Dia sangat cantik, lihat lah matanya terlihat sangat sempurna."
"Apa dia calon mempelai wanitanya?"
"Wanita yang sangat beruntung."
Pujian demi pujian terlontar dari bibir setiap orang yang melihat kecantikan Moly. Moly berjalan di dampingi oleh Josen dan Yurk yang sudah menunggunya, Mereka berjalan menuju ru meja akad ,saat itu juga ijab kobul di mulai.
Moly merasa hatinya tidak ikhlas melepas masa lajang nya menikah dengan pria yang tidak mencintainya, mungkin orang tidak ada yang tau perjanjian nya dengan Yojin. Tetapi saat Moly sudah tidak menjadi istri Yojin status Moly akan berganti menjadi seorang janda. Moly pun tak sanggup untuk membayangkannya.
Tamu undangan yang menghadiri pernikahan mereka ikut merasakan kebahagiaan itu, tetapi tidak dengan kedua pengantin dan Celin yang ikut menghadiri pernikahan mereka berdua.
"Harusnya Yojin itu menikah dengan ku, bukan dengan perempuan yang bahkan aku tidak mengenalnya! Sial!" batin Celin menahan amarahnya.
Celin berpura-pura tersenyum manis seolah ia menikmati acaranya ini. Akhirnya acara pun selesai. Yuri dan Josen sedang berbicara kepada Moly sebelum mereka pamit pulang.
"Yur apa ada kabar dari rumah sakit?" tanya Moly menatap Yuri.
"Salah satu perawat mengatakan kondisi tante airin mulai membaik, jadi kamu jangan khawatirkan tante Airin," jawab Yuri menenangkan Moly.
Yojin memperhatikan Moly sedang berbicara dengan Josen dan Yuri. Tawa dari mereka mempu menarik simpati Yojin, tetapi karena Celin menyadari Yojin telah memandangi Moly, dengan cepat Celin langsung mengalihkan pandangannya ke arah keluarga Yojin, sehingga Yojin pun menatap keluarganya.
"Sepertinya aku harus memberi mu hadiah pernikahan," ucap Celin menarik tangan Yojin menuju suatau tempat.
Yojin pun mengikuti langkah Celin, saat mereka menjauh dari hadapan banyak orang. Celin mengeluarkan kotak kecil yang sudah di bungkus rapih.
Yojin yang melihatnya langsung berkata.
"Apa ini?" Tanya Yojin menerima kado kecil itu.
"Kamu bukanya nanti ya kalo udah sampek apartemen ya," ucap Celin.
Yojin tersenyum, memegang kotak kecil yang di berikan oleh Celin. Yojin langsung kembali ke dalam gedung, Celin yang melihat Yojin sudah jauh dari pandangannya tersenyum.
Dirumah sakit
kondisi Airin sudah mulai membaik, tiba-tiba lelaki paruh baya berjalan dengan pakaian yang sangat lusuh mencari pasien bernama Airin. Karena tidak menemukan ruangan itu, akhirnya pria itu bertanya kepada salah satu perawat yang sedang berjaga malam.
"Maaf sus apa ada pasien bernama Airin?" tanya pria itu.
Perawat yang berjaga itu menunjukan arah ruangan dimana pasien Airin di rawat, pria itu langsung berjalan memasuki ruangan itu. Saat melihat kondisi Airin, pria itu merasa sedih dan sangat terpukul.
"Sayang ... maafkan aku tidak bisa menjaga mu," ucap Kim Jung membelai wajah Airin yang masih memejamkan matanya.
"Apa ini sangat menyakitkan," ucap pria itu memegang tangan Airin.
"Di mana anak sialan itu? Apa dia sudah tidak peduli denganmu?" ucap pria itu.
Kim Jung menangis tersedu-sedu badannya terlihat gemetar, Saat melihat Airin kunjung membuka matanya.
"Sayang maafkan aku, aku harus membawa mu untuk menemani putri kita di alam sana," gerutu Kim Jung.
Kimjung memegang satu alat yang membuat salah satu alat itu berbunyi, perawat yang berjaga langsung menuju ruangan itu karena alarm berbunyi tanda gawat darurat. Dengan cepat pria itu berlari meninggalkan ruangan itu.
perawat langsung menghubungi dokter yang saat itu sedang beristirahat, salah satu perawat langsung memasangkan alat tersebut tetapi kondisi pasien Airin mulai mengalami gagal jantung. Dokter yang memeriksa kondisi Airin langsung melakukan RJP (resusitasi jantung paru).
Kim Jung tidak ada di tempat, ia menghilang begitu cepat sehingga petugas ke amanan di rumah sakit tidak berhasil menangkapnya. Kim Jung berhasil melarikan diri dan mulai tertawa sambil menangis berharap istrinya bisa menemani anaknya yang telah tiada.
Salah satu perawat langsung menghubungi keluar pasien saat dokter sedang melakukan RJP.
Moly berpapasan dengan Celin, Moly tersenyum menatap Celin yang hanya di balas dengan wajah yang datar.
Celin mendekat langsung ke telinga moly, "jangan berbangga hati kamu menikah dengan yojin," bisik Celin di telinga Moly.
Moly yang tiba-tiba mendengar ucapan itu langsung diam, dan berusaha tetap tersenyum manis. Celin yang melihat tingkah Moly semakin merasa muak.
Ponsel Moly terus berbunyi tetapi tidak ada jawaban dari Moly sampai akhirnya Yuri yang menghubungi Moly, karena tidak ada jawaban dari Moly. Akhirnya Yuri dengan cepat langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Yuri terus menghubungi Moly berharap Moly akan segera menjawab panggilannya.
Merasa perasaannya tidak enak, Moly langsung meminta ijin ke kamar mandi. Sampai di kamar mandi Moly membuka tasnya dan memeriksa ponselnya. Melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari rumah sakit dan Yuri. perasaan Moly semakin tidak karuan, di dalam hati nya merasa penasaran. Akhirnya Moly menelpon rumah sakit tetapi tidak ada jawaban, Moly menghubungi Yuri.
Moly langsung berbicara dengan Yuri di dalam telpon seluler, diriny sangat terkejut saat Yuri mengatakan tentang kondisi Airin yang saat ini sangat kritis. Hati Moly seperti tersambar petih, rasa panik dan khawatir menyelimuti hatinya.
Sambungan telpon pun terputus, Moly langsung bergegas pergi ke rumah sakit, saat dirinya akan kabur, Moly berhati-hati melewati banyak bodyguard.
Yojin yang menyadari Moly kabur langsung menelpon bodyguardnya untuk memeriksa CCTV. Yojin pun dengan santainya langsung menyuruh asistennya untuk melajukan mobilnya untuk kembali ke apartement.
Saat moly kabur, keluarga besar dari Yojin sudah meninggalkan gedung itu. hanya ada beberapa rekan kerja Yojin dan bodyguard nya yang masih ada di gedung itu.
"Tuan apa kita harus mencari nona moly?" tanya asisten Han.
"Tidak perlu, kita kembali keapartemen ku," jawab Yojin. Asisten han langsung melajukan mobil itu menuju apartement.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
visual yang pke baju merah itu siapa)? jutek amat 😖😖😖 pasti celin ya
2023-01-20
1