episode 14

Tak terasa pernikahan mereka berdua sudah berjalan 2 bulan, tetapi hubungan di antara mereka masih sama seprti mereka bertemu.

Moly berusaha melupakan kejadian yang membuat hatinya sangat hancur. Kini Moly melakukan perannya sebagai istri bayaran Yojin. Dirinya melayani Yojin seperti mempersiapkan semua kebutuhan Yojin dari pakaian, makanan, mengatur jadwal pertemuan dengan klieannya, semua masalah pribadi Yojin di handle oleh Moly.

'Mirip asisten pribadinya ya wak hehe."

Setiap pagi, Moly langsung mengetuk kamar Yojin dan masuk ke dalam untuk membangunkan Yojin. Ketika Yojin bangun dan langsung masuk ke kamar mandi, Moly langsung merapihkan tempat tidur Yojin dan menyiapkan pakaian yang akan di pakai Yojin untuk ke kantor.

Setelah itu Moly langsung menyiapkan sarapan untuk Yojin, Moly menemani Yojin makan sambil memberitahu jadwal Yojin.

"Tuan, hari ini ada pertemuan dengan Mr.Joy dari Amsterdam di restauran Konchi, pukul 19.00," ucap Moly.

"Baiklah, kau persiapkan dirimu untuk nanti malam," sahut Yojin, mandapat anggukan dari Moly.

Moly merasa ada yang datang memencet bel apartement, Moly langsung memeriksa melalui monitor pintu itu. Saat melihat asisten Han sudah menunggu di luar, Moly langsung membuka pintu dan menyuruh asisten Han masuk ke dalam.

"Asisten Han sudah menunggu," ucap Moly kepada Yojin.

Yojin masih dengan sikapnya yang dingin langsung berjalan menemui asisten Han dan mereka berdua memasuki mobil dan melajukan mobilnya dengan ke cepatan sedang.

Saat Yojin pergi ke kantor, apartemennya pun kosong, karena Moly pun selalu pergi mengunjungi makam orang tuanya. Dia selalu bercerita tentang masalah yang di hadapi selama hidupnya, ponsel Moly pun berdering.

Moly : "Iya hallo."

Yuri : " Ya ampun Moly, apa kabar mu? Tega sekali kau ya, tidak memberiku kabar."

Moly : "Aku terlalu sibuk mengurus Tuan muda, gimana kalo kita makan di cafe. Aku dengar ada cafe yang enak."

Yuri : "Kau ini ya, apa kau tidak tahu kau menghilang cukup lama seperti bang toyib. Aku ini mengkhawatirkan dirimu, kau ini ya."

Moly : "Ya sudah maafkan aku, ayok kita makan di cafe."

Moly pun langsung mematikan telpon seluler itu, tak mau mendengar ocehan dari Yuri.

Mereka berdua bertemu di cafe yang cukup populer, Yuri yang melihat Moly tersenyum manis langsung memeluk Moly. Yuri terlihat sangat bahagia saat bertemu dengan Moly.

"Mol ini kamu? Kau terlihat sangat kurus," tanya Yuri merasa heran.

"Apa tuan mu tidak memberi mu makan? " tanya Yuri.

"Kau ini seperti wartawan saja, apa aku harus menjawabnya?" jawab Moly menggoda Yuri.

Yuri sangat perhatian dengan Moly, hal kecil yang berubah dari Moly pun Yuri mengetahuinya. Yuri bukan seperti sahabat tetapi seperti keluarga, hubungan mereka sangat erat.

Moly dan Yuri sedang asik menggobrol sambil keluar dari cafe itu. Yuri dengan gembira memberitahu semua kegiatan yang Yuri lakukan selama ini sambil berjalan di taman. Moly dengan tak sengaja melihat ayahnya menggunakan topi hitam dan jaket hitam akan mencuri tas wanita yang tidak jauh dari hadapannya.

"Itu seperti ayah," gumam Moly di dalam hati.

Karena ingin menyelamatkan wanita itu, akhirnya Moly menggagalkan rencana ayahnya, Moly dengan sigap meraih tangan ayahnya dan berkata.

"Paman, apa kabarmu?" tanya Moly berpura-pura menegur pria itu.

Kim Jung yang melihat seseorang telah menggagalkan rencananya merasa sangat kesal, tetapi saat dirinya melihat ternyata wanita itu adalah putrinya sendiri. Seketika Kim Jung langsung berlari menjauh darinya. Moly yang melihat ayahnya berlari menjauh, langsung berlari mengikuti arah kemana ayahnya pergi, Yuri yang kebingungan dengan tingkah Moly tiba-tiba berlari mengikuti pria itu. Yuri pun ikut berlari mengejar mereka berdua.

"Astaga, tunggu aku! Moly jangan cepat-cepat!" teriak Yuri dengan napas yang tersengal-sengal.

Sampai di suatu tempat pria itu berhenti dan Moly pun ikut berhenti untuk mengatur napasnya kembali.

"Ayah" ucap Moly.

"Untuk apa kau menemui ku?" tanya Kim Jung

"Kenapa ayah melakukan semua ini? " tanya Moly.

"Bukan urusan mu!" seru Kim Jung.

"Mungkin ayah masih menyimpan dendam dengan ku, tapi ku mohon ayah harus berubah, apa ayah tidak kasian melihat Josen. Dia butuh sosok ayah, dia selalu menanyakan ayah, ayah harus tau ini semua," jelas Moly dengan berlinang air mata.

Kimjung yang mendengar ucapan Moly seketikan tubuhnya langsung ambruk ke tanah, Yuri dengan kerempongannya berhasil menemukan Moly dan Kim Jung.

"Kalian ini larinya cepat sekali," ucap Yuri mengatur napasnya karena kelelahan berlari cukup jauh.

Kim Jung yang melihat Yuri, mencari kesempatan untuk kabur dan Kim Jung pun langsung melarikan diri, saat akan di kejar oleh Moly, Yuri menahannya dengan menggelengkan kepalanya.

"Biarkan aku mengejarnya, kenapa aku tidak boleh mengejarnya," ucap Moly mulai merasa kesal dengan Yuri.

"Aku tau Mol, itu om Kim kan. Biarkan dia pergi," sahut Yuri yang ternyata mengetahui jika itu Kim Jung.

"Apa aku salah Yur? Menemui ayah ku sendiri!" teriak Moly merasa marah dengan dirinya sendiri.

Yuri pun akhirnya memeluk Moly yang menangis.

Yojin yang berada di kantornya sangat sibuk dengan bisnis barunya yang mulai berkembang pesat. Dirinya terkadang tidak sempat untuk menemui siapapun.

Telpon berdering.

Yojin : " Iya hallo."

Meri : "Ya ampun anak mama udah lupa ya sama mama, gak pernah kasih kabar."

Yojin : "Maaf ma, aku sedang sibuk. Lusa aku akan berkunjung ke rumah mama."

Meri : "Ajak istrimu ya."

Telpon pun terputus.

Setelah selesai dengan pekerjaanya Yojin pun pulang ke apartemennya, Moly yang sudah berada di apartemen lebih dulu langsung menyambut Yojin dan mengingatkan jika akan ada pertemuan dengan kliennya di hotel berbintang.

"Anda akan mengenakan pakaian apa tuan?" tanya Moly dengan sangat telaten.

Yojin yang menunjuk pakaian yang akan di kenakan, dan Moly pun langsung menyiapkan baju Yojin, dan kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian. Malam ini memang udaranya sangat dingin membuat Moly mengenakan pakaian panjang,

Pasangan itu menjadi pusat perhatian semua orang yang ada didalam hotel itu, melihat Yojin yang begitu tampan dengan gayanya yang cool membuat wanita yang ada di sana terpukau melihatnya.

"Beruntung sekali wanita itu," bisik beberapa orang saat melihat Yojin dan Moly berjalan melewati nya.

Yojin dan Moly pun duduk di meja yang sudah di pesan, tak lama kliennya pun datang bersama istrinya mereka saling berbincang sangat terlihat begitu akrab.

Istri dari pengusaha asal Amsterdam itu kangum dengan kecantikan Moly yang sangat natural, berharap jika Moly belom menikah akan di jodohkan dengan adik nya.

Moly yang mendengar nya, langsung tersipu malu. Yojin merasa kurang nyaman dengan ucapan istri pengusaha itu. Tanpa basa-basi Yojin pun mengakhiri pertemuan ini dengan alasan ada urusan yang lebih mendadak.

Kliennya pun sangat mengerti situasi malam ini akhirnya mereka pun berpisah, Moly yang melihat Yojin seperti kesal langsung bertanya.

"Tuan apa ada yang salah dengan ucapanku" ucap Moly merasa bingung dengan sikap Yojin yang tiba-tiba berubah drastis.

"Kenapa lagi sih bos gila ini?" batin Moly.

"Kita akan ke rumah mama," ucap Yojin sambil menyetir mobilnya.

"Baiklah tuan," ucap Moly.

"Jangan lupa tugas mu, selama di depan klien dan keluarga ku jangan sekali-kali memanggil ku dengan sebutan tuan," ucap Yojin.

BERSAMBUNG GUYS

support aku ya gus terimakasih.

Terpopuler

Comments

kelamaan menghilang seperti bang Toyib 🙄🙄🙄 mbak Toyib kalii 😂😂😂😂

2023-01-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!