episode 8

Tanpa di sadari Moly, Yojin memandanginya dari ke jauhan. Luki yang memanggilnya berulang kali tak di dengar oleh Yojin, Yojin pun langsung meminta maaf dan pergi mendekati Moly.

Yojin menggandeng tangan Moly, mereka berpamitan untuk pulang kerena sudah larut malam, Yojin keluar dari perjamuan itu bersama Moly.

Mereka berjalan menuju pintu keluar resto itu, saat di dalam mobil Yojin melihat Moly sangat kelelahan. Yojin langsung melajukan mobilnya menuju apartemennya, ia tak menyadari jika Moly sudah tertidur pulas.

Sampai di parkiran bawah tanah, Yojin menghentikan mobilnya, melihat Moly yang sudah tertidur pulas dengan wajah yang di tekuk ke bawah membuat Yojin tak tega untuk membangunkannya.

Yojin langsung mengangkat Moly dari kursi mobil menuju apartemennya, "sangat merepotkan sekali " gerutu Yojin sambil menggendong Moly.

Yojin berjalan melewati Lift dan langsung masuk ke dalam apartemennya, ia meletakan Moly di atas ranjang miliknya.

Tak mau berlarut memikirkan Moly akhirnya Yojin memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dan tidur di sofa. Malam itu pun berlalu begitu cepat membuat Yojin terbangun dari tidurnya, tetapi tidak dengan Moly yang masih tidur dengan nyenyak.

Yojin langsung membersihkan tubuh nya, mendengar suara percikan air dari kamar mandi Moly pun terbangun dari tidurnya. Moly mulai membuka matanya melihat di sekitar yang dia liat seperti ada yang berbeda.

"Astaga, aku dimana?" tanya Moly merasa bingung dengan tempat yang asing baginya.

Moly masih melihat kanan kiri akhirnya dia langsung menjauh dari ranjang itu dan duduk di sofa. Moly terus memandangi ranjang dan lemeri itu seperti kamar seorang pria dewasa.

"Aku ada dimana? Dan di mana ponsel ku?" tanya Moly mulai panik.

Moly sedang sibuk mencari barang-barang miliknya, pencariannya terhenti ketika mendengar suara pintu kamar mandi seperti terbuka, Moly pun menoleh ke arah sumber suara.

Saat pintu kamar mandi terbuka, terlihat seorang pria berbadan kekar keluar dari kamar mandi tanpa memakai baju, hanya menggunakan handuk menutupi pinggang nya.

Moly yang melihat pemandanga yang sangat indah itu langsung melebarkan matanya, dirinya sangat terkejut dan berteriak saat pria itu keluar,.

"A...siapa kamu!" teriak Moly langsung menutup matanya.

Yojin yang mendengar teriakan Moly merasa kebingungan, tak ada pilihan Yojin balik lagi masuk ke kamar mandi.

"Sialan! Dia kira aku maling?" gerutu Yojin merasa kesal.

Moly membuka matanya, tidak melihat pria itu tetapi kamar mandi itu ter tutup, dengan keberaniannya Moly mendekati kamar mandi itu untuk memastikan siapa yang ada di dalam nya.

"Hey, siapa yang ada dikamar mandi?" tanya Moly mulai mengepalkan tangannya untuk memukul penyusup.

Ternyata secara bersamaan Moly dan Yojin membuka pinyu kamar mandi itu, mereka saling bertatapan, Moly yang tadinya akan memukul pria yang ada di dalam kamar mandi itu langsung mengurungkan niatnya, karena yang ada di dalam kamar mandi adalah Yojin.

"Tuan..." tanya Moly langsung menjauh dari hadapan Yojin dan keluar dari kamar mandi.

Yojin yang melihat moly menjauh langsung berkata, "ambilkan aku kaos" ucap Yojin dari kamar mandi.

Moly yang mendengar langsung buru-buru mencari baju di dalam lemari, asal mengambil baju, Moly pun langsung memberikan kepada Yojin, Yojin pun langsung memakai baju itu.

"Apa yang barusan terjadi? Ini sangat memalukan, aku meilhat dada bidangnya? Oh astaga ini membuat ku hampir gila," gumam Moly di dalam hati.

"Tuan, apa semalam terjadi sesuatu?" tanya Moly berusaha mengingat kejadian semalam, tapi sayangnya Moly tidak ingat apapun.

"Tidak terjadi sesuatu tadi malam, aku tidak berselera dengan mu!" celetuk Yojin berjalan menatap cermin.

"Memang siapa juga yang mau tidur dengan mu?" gerutu Moly terdengar oleh Yojin, "kau barusan mengatakan apa? Coba ulangi sekali lagi," Yojin menatap Moly.

"Tidak mengatakan apapun, tuan hanya salah dengar saja, kalo begitu aku pamit pulang ya tuan," ucap Moly membawa tas nya

Moly pun langsung keluar dari apartement itu dengan pakaian yang di kenakan semalam tetapi tanpa menggunakan helss melainkan menggunakan sandal kodok milik Yojin.

Se sampainya di rumah sakit Moly melihat Yuri sedang berbicara dengan salah satu dokter yang berjaga. Moly melihat mereka berdua seperti sangat akrab.

"Siapa pria itu? Apa dia ke kasih Yuri?" gumam Moly dalam hati.

Yuri merasa ada yang memperhatikan dirinya, tanpa sengaja Yuri menoleh ke kanan ia melihat Moly sedang memperhatikannya, Yuri langsung mengakhiri obrolannya dengan Dokter itu dan mendekati Moly.

"Yaampun kamu semalam kemana? Apa terjadi sesuatu?" tanya Yuri.

Moly yang melihat yuri langsung menarik napasnya, "aku harus menceritakan semuanya kepada Yuri," gumam Moly dalam hati.

Akhirnya mereka berdua keluar mencari resto terdekat untuk sarapan, mereka berdua memesan makanan yang cukup banyak, Yuri yang melihat Moly makan makanan seperti orang kelaparan merasa terheran, "semalam kamu tidur di mana?" Yuri menatap Moly.

"Biarkan aku mengunyah makanan ini dulu, aku semalaman menahan lapar sampai aku tertidur," kata Moly sambil mengunyah makanan di mulutnya.

Setelah menelan semua makanan yang dia makan, Moly langsung buka suara tentang pekerjaan nya yang baru.

" Jadi aku menerima tawaran pak Bima, bos ku di resto XX itu," ucap Moly membuat Yuri bingung.

"Maksudnya apa? Kau di pecat pak Bima? Atau pak Bima memberikan pekerjaan baru dengan gaji yang besar?" tanya Yuri.

"Nah itu dia, pak Bima menawarkan pekerjaan dengan gaji yang besar," jawab Moly masih memakan makanan yang dia pesan.

"Pekerjaan apa yang menjanjikan gaji yang besar? Katakan secara detail, kau jangan membuat ku penasaran," tanya Yuri dengan rasa penasarannya.

"Baiklah aku katakan tapi janji jangan marah atau memukul ku," ucap Moly.

"Cepat katakan!" seru Yuri merasa sangat penasaran.

"Jadi aku akan menjadi istri bayaran dari salah satu pengusaha kaya rasa," ucap moly dengan nada yang lemas.

Yuri yang mendengar,langsung membuka matanya lebar-lebar se akan tidak percaya dengan ucapan Moly.

"Kami serius? Perusahaan mana yang akan melakukan hal konyol ini," ucap Yuri.

"Perusahaan MC. Group," kata Moly.

"MC. Group? okay baiklah kita cari asal usul perusahaan itu," ucap Yuri langsung memeriksa ponselnya mencari informasi tentang perusahan itu.

Yuri mendapatkan artikel mengenai perusahaan itu, dirinya sangat kaget melihat wajah pria tampan yang menjadi dambaan setiap perempuan di jagat raya.

"Astaga Moly! Apa ini benar! Dia pewaris perusahaan itu yang akan menikahi mu? Dia bernama Park Yojin, benar bukan?" kata Yuri menatap kaget ke arah Moly.

"Kau benar sekali, aku tidak bisa membayangkan jika pernikahan itu terjadi," sahut Moly.

"Apa kau sudah bertemu dengannya?" tanya Yuri.

Melihat Yuri terlihat sangat agresif, Moly merasa geli dengan tingkah Yuri, " sudahlah, aku tidak mau membahasnya," Moly kembali mengunyah makananya.

"Kapan kau akan menikah dengan pria itu?" tanya Yur menatap Moly, " aku akan menikah dengan nya minggu depan," Moly langsung menekuk wajahnya.

"Kau sangat beruntung bisa melihat pria itu, dan kau malah akan menikah dengannya. Itu sangat beruntung, ah aku jadi iri dengan mu," kata Yuri.

Moly yang mendengar ucapan Yuri merasa kesal, " apa kau mau kita tukar posisi? Aku tidak mau menikah dengan pria asing itu," Moly menatap Yuri.

"Aku tidak mau, kau lebih cantik dari ku mana mungkin Park Yojin mau memilih ku, aneh-aneh saja kau ini," ucap Yuri.

"Aku juga kalo tidak karena uang tidak mau menikah dengan pria itu!" seru Moly membuat Yuri merasa bersalah.

"Moly maafkan aku, aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik," ucap Yuri dengan wajah yang memelas.

"Sudah lah jangan di pikirkan, anggap saja aku sedang bekerja di luar negri dan pulang setelah kontrak ku habis," jelas Moly.

"Apa semalem kau tidak pulang, itu artinya kau bermalam dengan pengusaha tampan itu?" tanya Yuri membuat Moly kesal dan memukulnya, terdengar suara Yuri yang kesakitan.

"Kau pikir aku wanita apa! Semalam memang aku aku bermalam dengan nya itu karena aku tertidur di mobilnya, kami tidak melakukan apapun, saat aku sadar aku langsung pulang," jelas Moly.

"Apa om Kim mengetahui hal ini?" tanya Yuri dengan sangat hati-hati.

"Tidak, sudah ku katakan anggap saja aku sedang bekerja di luar negri," kata Moly.

"Baiklah, kau harus semangat demi tante Airin, semangat!" teriak Yuri memuat Moly menatap sekitar meja yang terkejut dengan suara Yuri.

Moly langsung melotot ke arah Yuri memberi isyarat kepada Yuri untuk diam, Yuri langsung terdiam menutup mulutnya.

Moly mendapat pesan dari Yojin.

"Nanti jam 5 ada supir yang menjemput mu, kita akan pergi," pesan dari Yojin.

"Aku harus pergi lagi, jam 5 ada mobil yang menjemput ku," ucap Moly.

"Jaga dirimu baik-baik ya, masalah tante Airin biar aku yang menjaganya," ucap Yuri.

"Kau memang terbaik, makasih selalu ada untuk ku," ucap Moly.

Mendapat anggukan dari Yuri, Moly pun merasa sangat lega.

Di dalam rumah sakit.

Dokter memeriksa kondisi Airin yang tiba-tiba drop, Dokter langsung mengatakan jika kondisi pasien Airin harus segera di operasi. Mendengar itu semua Moly langsung menyetujui tindakan operasi.

"Dok lakukan yang terbaik untuk ibu saya," ucap Moly.

Akhirnya moly langsung menandatangi surat persetujuam tindakan operasi, dan saat itu operasi pun berlangsung.

Dokter dan tenaga medis lainnya mulai menyiapkan persiapan untuk memelakukan operasi.

BERSAMBUNG.

Terpopuler

Comments

Mei Shin Manalu

Mei Shin Manalu

lanjut like

2023-05-03

0

visualnya 😻😻😻😻😻😻

2023-01-20

1

😍syg lon 😍

😍syg lon 😍

mampir kx

2023-01-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!