Dengan terburu-buru Moly berjalan manuju halte untuk menunggu mobil bus. Saat mobil bus dateng Moly langsung menaiki mobil itu.
Mobil bus itu berjalan sekitar 20 menit, untuk menuju halte yang dituju Moly. Mobil pun berhenti dihalte dan Moly turun dari Mobil dengan terburu-buru.
Kakinya terus melangkah dengan terburu-buru, ia merasa telat. Tidak melihat jalan dengan baik, Moly menabrak seorang pria tampan berbadan kekar seperti seorang atlet.
Benturan badan Moly dengan Punggung pria itu cuku keras membuat Moly terjatuh. Tak berani menatap pria itu, Moly langsung menutup wajahnya.
"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja." ucap Moly menundukan kepalanya tanpa melihat pria itu.
Pria itu masih terdiam melihat tingkah Moly.Tak memperhatikan wajah wanita itu, karen pria itu sedang berbicara melalui telpon dengan seseorang.
"Kenapa pria ini diam saja? Apa aku menabrak patung? Tapi ... kakinya nyata seperti kaki manusia?" gumam Moly terus bertanya-tanya.
Tidak ada respon dari pria itu. Moly pun langsung kabur setelah melihat pria itu sedang bebicara melalui telpon.
"Ini kesempatan aku untuk kabur." gumam Moly.
Moly akhirnya berlari menjauh dari pria itu, dengan kecepatan maksimal. Sampai ditempat dirinya bekerja, Moly berusaha mengatur napasnya yang tergesa-gesa.
"Mol kamu kenapa? Apa kamu sedang berolaraga?" tanya Choi kepada Moly.
Choi adalah teman kerja Moly diresto itu, mereka terlihat sangat akrab.
Tanpa menjawab pertanyaan Choi, Moly langsung mengganti pakaian dengan pakaian kerja.
"Wanita yang aneh." ucap Choi menggelengkan kepalanya.
"Wanita siapa yang kamu maksud?" bisik Moly diterlinga Choi.
"Astaga!" Choi merasa terkejud dengan bisikan itu. Choi langsung menoleh ternyata suara Moly. Moly langsung tersenyun manis, berjalan menuju meja admin untuk mengecek pekerjaanya.
■■■
Pria itu mencari gadis yang tadi sempat menabraknya.
Dimana gadis itu? Sial! Umpat pria itu.
Pria itu bernama Yojin, Park Yojin. Seorang pewaris MC.Group. Putra tunggal keluarga Park Hye Son.
Park Yojin terkenal dengan sifatnya yang tempramen, dingin dan arogan. Tapi banyak wanita yang menyukainya meski mendengar rumor yang beredar di luar sana.
Park Yojin memiliki wajah yang begitu tampan, berkarisma, badan seperti seorang atlet. Yojin langsung menuju mobilnya dan melajukan mobilnya menuju kantor.
Saat Moly sedang sibuk, tiba-tiba pak Bima datang menghampiri Moly dengan senyum genitnya.
"Sepertinya terlihat sangat sibuk?" Tanya pak Bima.
Pak Bima sebutan nama pemilik resto tempat Moly bekerja.
"Anda benar sekali pak, hari ini cukup ramai." Jawab Moly sambil memeriksa pesanan pelanggan.
"Baiklah lanjutkan pekerjaan mu, Oiya nanti keruangan saya ya." pinta pak Bima langsung berjalan menjauh dari hadapan Moly.
Ucapan pak Bima membuat Moly langsung berhenti dari aktivitasnya, dan menatap pak Bima yang mulai menjauh dari hadapannya.
Airin merasa perutnya semakin sakit dan sangat sakit sehingga dirinya memanggil Josen berkali-kali. Tidak ada jawaban dari Josen, Airin pun pingsan di ruang tengah.
Josen pun keluar dari kamar mandi, karena dia merasa ingin buang air besar. Josen keluar dari kamar mandi berjalan menuju ruang tengah.
Dirinya sangat terkejut melihat ibunya sudah tergeletak diruang tengah.
"Ibu!" Seru josen langsung menghampiri ibunya.
Josen pun panik melihat ibunya tidak sadarkan diri. Josen pun menelpon moly tetapi tidak ada jawaban.
"kenapa tidak mengangkat panggilanku?" ucap Josen.
"Ayo angkatlah? Kumohon." pinta Josen menghubungi Moly tapi tak ada jawaban.
Tanpa pikir panjang Josen langsung membawa ibunya kerumah sakit terdekat.
Moly sedang sibuk dengan pekerjaannya tidak menyadari bahwa ponsel nya terus berdering.
Jam menunjukan pukul 09.00WIB.
Moly pun berkemas-kemas dan segera menemui pak Bima yang sudah menunggu diruangannya. Moly berjalan sampai didepan ruangan pak Bima Moly mengetuk pintu itu.
Terdengar suara dari dalam, Moly pun langsung masuk. Melihat pak Bima sedang duduk santai didepan mejanya.
"Maaf pak, ada keperluan apa ya pak memanggil saya?" tanya Moly.
Pak Bima tersenyun menatap Moly.
Moly merasa bingung dengan sikap pak Bima yang tidak seperti biasanya.
"Saya mau tawarkan kamu, pekerjaan yang lebih baik." ucap pak Bima.
"Apa! Bapak memecat saya?" ucap moly dengan wajah yang terkejut.
"Bukan begitu maksud saya, tidak ada niatan saya memecat kamu. Saya hanya ingin membantu kamu untuk melunasi semua hutang orang tuamu." jelas pak Bima dengan sangat hati-hati.
"Apa yang mau pak Bima tawarkan kepada saya?" ucap Moly.
"Apa kamu mau menjadi istri seorang pewaris MC.Group?" tanya pak bima dengan sangat hati-hati.
"Apa! Bapak ingin menjual saya?" Ucap Moly dengan wajah yang sangat terkejut.
"Astaga! Bukan begitu maksud saya, saya hanya menawarkan kamu sebagai istri bayaran, seorang pengusaha yang kaya raya. Hanya untuk sementara saja." ucap pak Bima.
"Istri bayaran? Maksudnya pak?" ucap Moly dengan wajah yang bingung.
Bima pun mulai menceritakan tentang kontrak sebagai istri bayaran kepada Moly dengan detail.
"Beri saya waktu ya pak. Saya harus memikirkan semua ini." ucap Moly.
"Baiklah, saya sangat mengharapkan keputusan mu. Saya kasih waktu 3 hari, dan besok teman saya akan ke sini untuk bertemu dengan mu." ucap pak bima.
"Secepat itu pak?" ucap moly.
Pak Bima menganggukan kepalanya menandakan iya.
Moly pun kembali keruang ganti dan memeriksa ponselnya. Ada beberapa panggilan tak terjawab dari Josen. Membuat Moly langsung menelpon Josen.
Josen mengatakan kondisi ibunya yang langsung dilarikan kerumah sakit. Moly yang mendengar semua itu langsung terburu-buru keluar dari resto.
Melihat Moly terburu-buru keluar dari resto itu, pak Bima yang melihat kepanikan Moly, pak Bima langsung mengurungkan niatnya untuk mengejar dan bertanya kepada Moly.
Sampai lah Moly dirumah sakit dan menemui Josen yang sedang duduk diruang tunggu.
"Bagaimana keadaan ibu?" tanya Moly dengan suara yang lemas.
"Ibu tidak sadarkan diri kak." ucap Josen.
"Kak, sepertinya ibu mempunyai penyakit yang serius?" ucap Josen.
"Apa kata dokter?" Moly menatap Josen dengan wajah wajah datar.
"Aku khawatir terjadi sesuatu dengan ibu?" ucap Josen dengan wajah yang sangat khawatir.
"Jangan khawatir, serahkan semua sama dokter ya." ucap Moly menenagkan adiknya.
Moly menatap kondisi ibunya melalui pintu yang terdapat kaca kecil untuk melihat kondisi didalam. Tak lama dokter dan perawat pun datang untuk memeriksa kondisi pasien Airin.
"Apa ada wali dari pasien Airin?" tanya perawat itu.
Moly langsung mendekati perawat itu.
"Saya sus" ucap Moly.
"Nona silahkan ikuti kami keruangan dokter." ucap Perawat itu.
Moly akhirnya mengikuti perawat dan dokter itu menuju ruang konsultasi.
Saat diruangan, dokter menjelaskan kondisi Airin yang saat ini, Moly yang mendengar pun sangat terkekjut. Dirinya tidak menyangka bahwa selama ini ibunya menderita penyakit yang serius.
Saat dokter menunjukan hasil pemerikaan CT Scan, ternyata kanker yang diderita sudah memasuki stadium akhir. Kemungkinan kecil untuk sembuh total.
Mendengar penjelasan dari dokter, dada Moly terasa sangat sesak. Moly berusaha untuk menahan tangisnya.
"Dok, apa yang harus saya lakukan?" tanya Moly.
"Ini keputusan yang sangat berat, Pasien Airin membutuhkan operasi darurat kerena sebagian hatinya membengkak akibat infeksi, tapi kondisinya saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi, karena tekanan darahnya yang meningkat sehingga detak jantungnya melemah." jelas dokter dengan detail.
"Saat ini pasien Airin masih bisa bertahan dengan alat yang terpasang ditubuhnya." ucap dokter itu.
"Lakukan yang terbaik untuk ibu saya dok, kumohon?" pinta Moly.
"Berdoalah kepada Allah semoga dipermuda segalanya. Kami tim medis hanya bisa melakukan sesuai prosedur nona, selebihnya serahkan pada yang diatas." ucap dokter itu.
Moly pun keluar dari ruangan dokter dan berjalan melihat ruangan dimana ibunya sedang dirawat.
"Aku harus mendapatkan uang untuk biaya pengobatan ibu." gumam Moly didalam hati
"Kak bagaimana? Apa kata dokter?" tanya Josen.
Next.
guys gambar itu ilustrasi semata ya semoga imajinasi kalian semakin nyata🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
triana 13
semangat kak
2023-03-10
1
Haloo kaa maaf ya babb 2 ini aku suka tertarik cerita bagus tapi ... maaf ya ka koreksi dikit ya 🙏banyak salah penulisan nama orang .. harusnya nama orang kan pakai huruf besar di huruf awal 🙏🙏
2023-01-18
3
Fara F
semangat💪💪
2023-01-13
0