Melihat Moly sedang duduk di sofa, Yojin langsung memberikan 2 paperbag besar kepada Moly.
"Apa ini tuan?" tanya Moly menerima paperbag itu.
Moly membuka isi paperbag itu, ia terkejut melihat isi dari paperbag itu ternyata gaun pengantin berwarna putih, "tuan, bukan kah ini gaun perniakahan? Kenapa tuan memberikan nya sekarang?" Moly merasa bingung.
"Besok pernikahan akan berlangsung," ucap Yojin membuat Moly langsung melebarkan matanya terlihat sangat terkejut dengan ucap Yojin.
"Tuan, anda tidak sedang bercanda kan?" tanya Moly menatap Yojin.
"Tidak, memang nya ada apa?" jawab Yojin dengan begitu siangkat.
"Baiklah, besok kita akan menikah," surah Moly terdengar lirih.
Yojin meninggalkan Moly di ruang tengah sendirian, Moly melihat Yojin sudah menjauh dari hadapannya, dengan cepat Moly langsung menelpon Yuri.
"Iya hallo," jawab Yuri dari telpon seluler.
"Gawat! Ini gawat Yur," ucap Moly dari telpon seluler membuat Yuri bingung.
"Maksudnya apa? Apanya yang gawat? Apa terjdi sesuatu? Katakan!" tanya Yuri yang mulai terlihat sangat panik.
Moly mengatakan jika besok ia akan menikah dengan Park Yojin.
"Apa! Besok Mol! Astaga harus bagaimana ini?" Yuri sangat terkejut mendengar besok Moly akan menikah.
"Besok kamu harus dateng bersama Josen, nanti aku kirim alamat gedungnya," ucap Moly langsung mematikan telpon.
Yojin keluar dari ruangan pribadinya melihat Moly masih duduk di ruang tengah sambil memegang paperbag, tiba-tiba Yojin langsung berkata, "kamar mu berada di dekat pintu ke dapur, masuk dan ganti pakaian mu, 20 menit lagi kita akan pergi" ucapan Yojin membuat Moly langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya.
Saat masuk kamar, Moly melihat kamar itu sangat rapih dan elegen membuatnya hampir terbuai, tapi ia teringat jika waktunya cuman 20 menit untuk mengganti pakaian.
"Astaga, aku hampir gila," gerutu Moly terlihat sangat terburu-buru memakai pakaian dan memakai lipstik agar tidak terlalu pucat.
Saat Moly sudah keluar dari kamarnya, Moly langsung menghampiri Yojin, mereka pun berjalan menuju parkiran mobil dan mobil pun langsung melaju dengan kecepatan sedang.
Disisi lain Airin sedang melawan masa kritisnya, belom ada tanda-tanda peningkatan kesadaran. Yuri yang masih berada di rumah sakit akhirnya memutuskan pulang kerumah, meninggalkan Airin yang sedang di dalam ruangan.
"Tuan kita akan pergi kemana?" tanya Moly memberanikan diri bertanya dengan Yojin.
Tidak ada jawaban dari Yojin membuat Moly tidak berani bertanya lagi, suasa di dalam mobil sangat lah hening membuat Moly hanya bisa memainkan jarinya.
"Maik mobil bersama Yojin seperti berjalan melewati pemakaman umum hening dan menyeramkan," guman Moly dalam hati.
Mobil itu pun berhenti di suatu tempat yang tidak asing seperti pemakaman, membuat Moly merasa bingung.
"Ikuti saja printah ku, jangan banyak bertanya! Saya membayar kamu untuk mengikuti kemana saya pergi," ucap yojin langsung keluar dari mobil itu.
"Baik tuan, maafkan saya," ucap Moly.
Yojin langsung masuk ke dalam gedung itu di ikuti moly dan asisten Yojin, saat mereka masuk ke dalam suasana sangat lah hening hanya ada beberapa pegawai yang menundukan kepalanya seperti menyambut dengan hormat.
Mereka pun masuk ke suatu ruangan, terlihat di sana ada beberapa orang berjas seperti sedang menunggu Yojin, saat Yojin masuk lelaki itu langsung menundukan kepalanya, Moly yang melihat hanya terdiam.
"Mereka sangat seram tidak ada senyum sama sekali" batin Moly merasa ada keganjalan di dalam hatinya.
Mereka mulai berbincang sesuatu yang memang Moly tidak mengerti sama sekali membuat Moly hanya bisa terdiam membisu, sepintas Moly mendengar tentang pengalihan hak waris perusahanan.
"Apa maksud dari perkataan mereka? Apa jangan-jangan Yojin terpaksa menikah demi ke kuasaan orang tuanya? dasar kau bandit ya Mr. Ganteng," gumam Moly dalam hati.
Salah satu lelaki itu menceritakan bahwa 1 sertifikat berupa rumah yang sangat sederhana di situ terdapat peti wasiat yang perannya sangat kuat untuk menjadi pemilik sah Mc. Group.
Lelaki itu menunjukan sertifikat rumah berupa duplikat nya karena sertifikat yang asli hanya pemiliknya yang menyimpan, pemilik itu sendiri adalah kakek Je.
Tetapi herannya saat kakek Je meninggal dunia, pengacaranya tidak menemukan sertifikat itu dan kakek Je tidak membahas tentang sertifikat itu. Hanya asisten pribadinya yang mengetahui semuanya, tetapi beliau sudah meninggal akibat serangan jantung.
"Baiklah, hubungi semua sekertariat seluruh kota ini, jika salah satu dari mereka memiliki sertifikat itu segera hubungi saya," Yojin langsung meninggalkan ruangan itu.
Mereka masuk ke dalam salah satu ruangan yang memang khusus untuk makan kakek Je, Moly yang melihat ruangan itu sangat megah dan mewah membuatnya terkejut, tiba-tiba ada yang menyapanya dengan lembut.
"Hei ... apa kau keluarga baru Mc. Group?" sapa pria itu.
Moly yang mendengar suara itu langsung menoleh ke arah sumber suara, Moly melihat ada lelaki tampan terlihat sangat manis berdiri disampingnya.
Tak ada jawaban dari Moly, Moly hanya tersenyum tipis karena dia tau, tidak di ijinkan oleh Yojin untuk berbicara dengan orang yang bahkan tidak dia kenal, kemungkinan itu salah satu kerabat Yojin, tapi Moly tidak mau melanggar perjanjian yang di buat Yojin.
Selesai berdoa di makan kakek Je, Yojin dan rombongan melanjutkan untuk makan malam di salah satu resto yang cukup terkenal.
"Besok anda harus segera menikah tuan," ucap pria ber jas hitam itu.
" Baiklahh, asistenku sudah membereskan semuanya," ucap Yojin.
"Sangat berbahaya jika pernikahan anda di tunda," ucap pria berjas hitam itu, Yojin mengangukan kepalanya seolah mengerti kemauan pria ber jas itu.
Makan malam pun berlangsung sangat hikmat, dan setelah berbincang santai akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke apartement.
"Kamu tidur di apartemen," ucap Yojin langsung mendapat anggukan dari Moly.
Sampai di dalam apartement Yojin langsung masuk ke kamarnya dan berganti pakaian.
Yojin langsung keluar apartemen tanpa memberitahu Moly, Moly yang langsung masuk ke kamarnya tidak mengetahui ke pergian Yojin.
Moly menatap cermin dan memandangi dirinya, ia terlihat sedang beebicara sendiri di depan cermin, "aku semakin penasaran dengan keluarga Mc. Group? Sudah Moly hilangkan rasa kepo mu itu."
"Sudah lah Moly, jangan terlalu berfikir yang macam-macam, kamu hanya butuh uangnya untuk pengobatan ibu mu, itu saja tidak lebih," ucap Moly berbicara sambil menunjuk ke arah .
Moly langsung membersih kan tubuhnya ke kamar mandi, saat dirinya akan mengganti pakaian. Setelah selesai memakai pakaian untuk tidur, moly merasa haus dan langsung melangkah ke arah dapur untuk mengambil minum di lemari es.
Saat membuka pintu, suasana ruang tengah sangat sunyi, mata Moly menatap setiap sudut di dalam ruangan itu, " apa Yojin pergi? Bagus lah jika dia pergi," Moly membuka lemari es dan membawa satu botol minum masuk ke dalam kamarnya.
Malam ini moly tidak bisa memejamkan matanya, karena bingung akhirnya Moly pun mencoba menghubungi Yuri
"Iya ada apa Mol? " jawab Yuri dari telpon seluler.
"Aku tidak bisa memejamkan ini," ucap Moly telpon seluler.
Akhirnya mereka pun membahas cerita konyol yang membuat Moly tertawa terbahak-bahak, ia tak menyadari jika sudah tengah malam, tak disengaja Yojin yang sudah pulang ke apartemennya merasa kaget dengan tawa seorang wanita tengah malam.
Tak menyadari ke datangan Yojin, Moly pun saat di kamar mengenakan pakaian pendek sedang berguling-guling di ranjanya. Tak sengaja matanya melihat ke arah pintu dan apa yang dia lihat.
Seorang pria tinggi sedang memandang ke arah Moly dengan begitu geram, Moly yang melihatnya langsung meletakan ponselnya.
Di dalam ponsel itu suara Yuri masih asik bercerita tetapi tidak di hirauan oleh Moly, Moly yang melihat Yojin langsung turun dari ranjangnya menundukan kepalanya.
Dirinya sangat takut menatap Yojin, Yojin pun mendekat di hadapan moly dan berkata, "begini kah caramu bersikap?" Yojin menatap Moly dengan tatapan mematikan.
"Mafkan saya tuan, saya pikir tadi tidak ada orang," ucap Moly merasa bingung harus berkata apa, melihat dirinya berpakaian sangat mini.
Yojin yang melihat pakain Moly cukup pendek, membuatnya tidak mau berlama-lama di kamar Moly.
"Berisik saja " ucap Yojin langsung keluar dari kamarnya.
Moly berusaha mengepal tangan nya seolah akan memukul Yojin, tetapi itu hanya rencana sekilas pemikirannya saja.
BERSAMBUNG.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
😍syg lon 😍
smngt kx, mkin seru aj
2023-01-24
0
enak nya punya sahabat kyk yori
2023-01-20
0