episode 6

Setelah Moly menyetujui perjanjian itu, Moly langsung pamit untuk pulang, keluar dari ruangan pak Bima Moly langsung pulang menuju rumah sakit untuk menjenguk ibu nya.

Moly langsung menaiki bus saat di perjalanan, ia memikirkan surat kontrak itu, dengan mudah nya ia mengatakan iya, Moly terlihat sangat frustasi.

"Astaga kenapa mulut ku ini sangat mudah mengatakan iya, tapi aku butuh uang," gerutu Moly dalam hati.

Sampai di rumah sakit, Moly langsung berjalan menuju ruangan ibunya di rawat, saat masuk ke dalam ruangan Moly melihat Yuri sedang menonton tv.

"Yuri apa kamu sudah makan?" tanya Moly.

Yuri yang menoleh saat namanya dipanggil langsung tersenyum sumringah.

"Moly kamu udah dateng," ucap Yuri yang girang Moly datang.

"Bagaimana keadaan ibu?" Tanya Moly.

"Dokter bilang kondisi tante Airin cukup ada kemajuan, hanya menunggu tante Airin sadarkan diri," ucap Yuri.

Moly merasa lega dengan kondisi Airin yang semakin ada kemajuan, Yuri yang melihat Moly membawa kantong plastik berisikan makanan langsung menatap makanan itu, "aku lapar" Yuri dengan wajah yang menggemaskan.

"Mari kita makan," ajak Moly membuka kantong plastik itu, tiba-tiba Josen mencium bau makanan, membuat perut nya berbunyi menandakan dirinya lapar. Josen langsung mendekati Moly, "wa...apa itu kak? Aku mau," Josen langsung mengambil makanan itu.

Setelah selesai makan, Moly meminta izin kepada Josen untuk keluar bersama Yuri, menghirup udara di sekitaran rumah sakit itu.

Mereka berdua berjalan menuju lantai atas rumah sakit, terlihat dari ketinggian pemandangan malam yang begitu indah, Moly merasakan hembusan angin membuat Moly memejamkan matanya.

"Wah...pemandangan yang sangat indah," ucap Yuri sangat kagum melihat pemandangan itu.

"Kau liat itu Moly, gedung itu terlihat sangat indah, kapan kita bisa tinggal di sana?" ucap Yuri menunjuk salah satu gedung mewah yang hanya di huni oleh orang kaya.

"Apa kamu pernah berkorban untuk seseorang yang kamu sayangi?" Tanya Moly menatap lampu kerlap kerlip di ujung sana.

"Aku pernah kecewa, itu terasa sangat sakit sekali," jawab Yuri ikut menatap pemandangam di depannya.

"Apa kau sedang mengalami hal itu?" tanya Yuri .

Moly hanya tersenyum manis, menikmati angin yang menghembus menerpa rambut panjangnya.

"Bagaimana pekerjaan mu? Apa hari ini menyenangkan?" Tanya Yuri.

"Hari ini sangat melelahkan, tapi kami bisa melewati semuanya," jawab Moly.

Moly dan yuri masih asik mengobrol, bunyi ponsel membuat moly harus membuka ponselnya untuk memeriksa pesan yang masuk.

Ting

"Besok kamu mulai datang ke kantor saya pukul 07.00," pesan dari nomor asing.

"Aku rasa dia si bos gila itu," gumam Moly Langsung mengarah kepada Yojin yang dia sebut pria gila .

"Kirimkan alamat kantor anda tuan," ucap Moly dalam pesan singkat.

Nomor asing itu sudah mengirimkan alamat kantor Yojin kepada Moly, melalui pesan singkat. Saat pesan itu masuk, Moly langsung memeriksa titik alamat kantor itu dari Google Maps.

■■■

Moly memakai pakaian yang sangat casual tak lupa dirinya memakai masker untuk menutupi wajahnya.

Yuri yang melihat moly merias diri pun terheran.

"Kayak nya ada yang lagi jatuh cinta nih?" goda Yuri kepada Moly, "hust..." Moly memonyongkan bibirnya.

"Kau ingin menemui siapa? Ayolah katakan?" tanya Yuri merasa sangat penasaran.

"Aku pergi dulu ya, nanti aku ceritakan semuanya," ucap Moly terburu-buru tak lupa meminta izin dengan ibunya dan mencium keningnya.

Moly langsung keluar dari ruang perawatan itu, berjalan keluar rumah sakit, Moly langsung memesan taksi agar dirinya segera sampai di kantor Yojin.

Sampai di kantor, Moly turun dari taksi melihat kantor itu sangat luas, membuat Moly kagum dengan bangunan megah seperti pusat perbelanjaan.

"Apa benar ini kantor nya?" gumam Moly dalam hati, langsung memeriksa alamat di ponselnya.

Moly pengirim pesan kepada nomor asing itu.

"Maaf pak saya sudah berada di gebung mc.group, aya bingung harus masuk melalui pintu yang mana?" ucap Moly melalui pesan singkat.

"Baik nona, tunggu saya akan kesana," jawab asisten Han

Terlihat dari kejauhan seorang pria berjalan dengan badan yang tegap, wajah yang cukup tampan, rambut yang tertata rapih, mendekati Moly.

"Apa anda Nona Moly? Saya handi asisten tuan muda Yojin," Sapa asisten Han.

Moly yang mendegar sapaan dari asisten Han langsung menundukan kepalanya, "saya Moly pak," ucap moly dengan lembut.

Asisten Han langsung membawa Moly masuk ke dalam, menuju kantor Yojin yang berada di lantai paling atas. gedung yang sangat luas itu membuat Moly harus berjalan cukup jauh, melewati berbagai Departemen yang memang sudah ada bidang nya masing-masing.

Selama berjalan melewati berbagai departemen di kantor itu, Moly dan asisten Han tidak mengeluarkan satu kata sama sekali.

"Aku seperti berjalan di tengah kuburan, tak ada suara sedikitpun," gumam Moly di dalam hati.

Sampai di ruangan Yojin. Moly dan asiten Han masuk ke dalam, melihat Yojin sedang sibuk dengan berkas yang ada di tangannya, asisten Han langsung menyapa Yojin.

"Maaf tuan, nona Moly sudah datang," sapa asisten Han.

Tanpa melihat Moly, Yojin langsung menyuruh Moly masuk ke dalam, dan menyuruh Moly untuk duduk di ruang pribadi milik Yojin.

Asisten Han pun langsung membawa Moly ke ruang pribadi milik Yojin, Moly menatap setiap sudut bangunan gedung itu.

"Nona, kami akan ada rapat sampai siang, anda di suruh tuan Yojin menunggu di sini," ucap asisten Han.

"Baik lah, terimakasih," ucap Moly.

Asisten Han pun sudah berlalu dari hadapan Moly, dengan cepat Moly langsung meluruskan kakinya, yang terasa sangat pegal.

"Gedung ini tidak seindah yang ku bayangkan, semua orang di sini terlihat menakutkan, tapi ya sudah lah aku saat ini hanya ingin meluruskan kaki ku," gumam Moly dalam hati.

"Ruangan ini sangat nyaman, membuat ku ingin memejamkan mata ini," gumam Moly di dalam hati.

Terlalu nyaman dengan ruangan itu, Moly yang di suruh menunggu Yojin yang sedang rapat. Merasa sangat bosan karena Moly tidak bisa menyalakan televisi yang ada di ruangan itu, Moly pun akhirnya menonton drakor di ponselnya sampai dirinya tertidur di sofa itu.

Jam menunjukan pukul makan siang, Yojin baru keluar dari ruang rapat dengan raut wajah yang sedang kesal, Yojin langsung berjalan keruangan nya. Saat Yojin masuk ke dalam, ia langsung berjalan menuju ruang pribadinya, melihat Moly tertidur lelap Yojin pun mengepalkan tangannya.

"Bangun!"seru Yojin.

Belom ada jawaban dari Moly, Moly masih asik tidur merangkai mimpi yang begitu indah, sampai akhirnya Moly terjatuh dan tak sengaja dirinya kaget saat membuka matanya, Moly melihat ada pria berbadan kekar menggunakan jas hitam melihat dengan tatapan yang sangat mematikan. Sayup-sayup mata itu mulai terbuka lebar.

BERSAMBUNG.

Terpopuler

Comments

Mei Shin Manalu

Mei Shin Manalu

Hallo Kak, aku mampir lagi

2023-02-19

0

Galak dingin klo bucin tiada tanding 😁😁😁

2023-01-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!