episode 17

Yojin bersembunyi di dalam lemari, Melihat Moly mulai membuka kimono itu. Mata Yojin langsung terbuka lebar saat melihat kimono itu terlepas dari tubuh Moly, terlihat badan yang langsing dan mulus membuat Yojin menelan salivanya, saat Moly memakai bra terlihat sekilas gunung kembarnya yang begitu indah membuat Yojin semakin panik.

Merasa sangat gerah berada di dalam lemari itu, " apa dia berusaha menggoda ku?" gumam Yojin di dalam hati.

Selesai memakai pakaian, dan sudah merapihkan tempat tidur. Moly langsung keluar untuk makan siang, Moly berjalan menuju meja makan yang sudah ada Meri dan Hye Son.

Selesai membersihkan diri Yojin langsung mengganti pakaian dan keluar dari kamarnya. Melihat Moly sedang menyantap makanan ringan membuatnya mendekat dan duduk di dekat Moly. Tak sengaja Yojin melirik bagian dada Moly, dirinya langsung teringat kejadian tadi, membuat Yojin langsung mengusap wajahnya berkali-kali.

"Kau kenapa? Apa kau sakit?" tanya Moly lalu mengambil kan nasi untuknya.

"Yojin harus makan daging panggang," ucap Meri kepada Moly.

"Yojin, tidak terlalu suka daging panggang yang di campur paprika mah," sahut Moly mengambilkan daging panggang yang lainnya.

"Sepertinya kau sudah banyak mengetahui apa yang tidak di sukai oleh Yojin, itu sangat bagus," sahut Meri merasa senang dengan Moly.

Selesai menyantap makan siang Moly bersama Meri duduk di ruang keluarga sedangkan Yojin dan Hye Son berada di ruangan pribadi Hye Son.

Flash Back.

Kakek Yojin bernama Park Je Bum biasa di sapa kakek Je, beliau seorang mafia yang sangat di takuti seluruh penjuru negara, kakek Je melalukan pengurasan harta kepada para penjilat yang gila akan kekuasaan, semua harta yang di dapat di simpan di ruang rahasia yang tidak semua orang mengetahui nya, dan kakek Je memiliki bisnis yang berkembang pesat membuat namanya di kenal sebagai Black Mafia.

Kakek Je memiliki asisten yang sangat setia, bahkan seluruh rahasianya di ketahui oleh asistennya yang bernama pak Dani. Pak Dani sudah puluhan tahun mengabdi sebagai asisten pribadinya kakek je, sebagian bisnisnya di handle oleh pak dani.

Saat itu kakek Je menceritakan tentang satu sertifikat yang memiliki rahasia khusus, dimana di dalam sertifikat itu terdapat peta yang hanya mampu di baca oleh orang yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata.

Isi dari peta itu adalah petunjuk mendapatkan kunci pembuka ruang rahasia milik kakek Je. Kakek Je berpesan sebelum dirinya wafat kepada pak Dani.

"Aku wariskan sertifikat ini kepada cucu mu satu-satunya, dengan syarat dia harus menikah," pesan kakek Je kepada pak Dani.

"Kenapa tidak di warisakan kepada tuan Hye Son saja?" tanya Dani.

"Putra ku memiliki sifat yang serakah, aku tidak bisa mewariskan semua ini kepadanya, sikap nya yang arogan membuat nya tak mampu membaca peta itu," ucap kakek Je.

Park Je Bum menginginkan jika ada yang mampu membuka pintu rahasia itu, dirinya ingin mengembalikan semuanya kepada mereka yang membutuhkan dan membangun sarana belajar dan panti asuhan. Pak Dani menganggukan kepalanya.

Pak dani menerima Map itu.

Pak Dani langsung menyimpan Map itu dengan sangat hati-hati.

Semua aset kekayaan kakek Je telah di sumbangkan sebagian untuk membangun panti asuhan dan sarana belajar dikota itu. Tetapi belom terlaksana karena Hye Son memiliki rencana lain, dirinya ingin membangun sebuah pusat perbelanjaan terbesar di seluruh dunia yang memakan biaya cukup banyak.

Keadaan saat itu cukup menuai pro dan kontra, karena keinginan Hye Son yang sangat ambisium membuat Pak Dani mengurungkan niatnya untuk memberikan Map itu kepada Hye Son.

..

Di dalam perjalanan, pak Dani bersama sang istri dan anaknya akan pergi ke restauran untuk merayakan anneversary pernikahannya.

Saat lampu merah menyela mobil pak Dani berenti menunggu giliran lampu hijau yang menyala, saat itu di jalan tidak terlalu ramai. Lampu hijau pun menyala dan pak dani melajukan mobilnya.

Tak di sadari truk dengan kecepatan tinggi langsung menghantam mobil bagian kanan milik pak dani sehingga kecelakaan pun terjadi saat itu.

Asap pun keluar dari mobil pak Dani, istri dan anak pak Dani tidak sadarkan diri, saat pak Dani membuka matanya dirinya sangat terkejut melihat istri dan anaknya berlumuran darah. Pak Dani sangat terkejut dan berteriak histeris saat itu.

"Sayang bangun!" teriak pak Dani memanggil istrinya.

Berkali-kali pak Dani memanggil istri dan anaknya, tetapi tidak ada jawaban dari mereka, pak Dani pun berusaha keluar tetapi kondisinya yang tidak mempu bergerak, karena pak Dani mengalami patah tulang. Di dalam mobil, pak Dani melihat mobil truk itu pun langsung melarikan diri, melaju begitu cepat.

Tim penyelamat pun datang langsung mengevakuasi korban menuju rumah sakit. Park hye son yang mendengar kabar bahwa pak Dani mengalami kecelakaan langsung menuju rumah sakit untuk melihat kondisi beliau.

Dokter langsung membawa pak Dani ke ruang operasi karena lukanya sangat serius. Istri dan anaknya tidak bisa di selamatkan mereka berdua meninggal dunia di tempat kejadian.

Park Hye dan Meri mendengar semua ini sangat terpukul, mereka sangat berduka di waktu itu.

"Pah, ini tidak mungkin, kenapa begitu cepat mereka mengambil keluarga pak Dani," ucap mama Meri menangis di pelukan suaminya.

Pak Dani yang baru saja keluar dari ruang operasi belom mengetahui bahwa istri dan anaknya telah meninggal dunia. Pak dani langsung di pindahkan keruang RR.

Setelah pak Dani sadarkan diri, dirinya melihat sekitaran ruangan itu terlihat sangat asing baginya.

"Aku dimana?" Tanya pak Dani.

Park Hye yang melihat pak Dani sudah siuman langsung merasa lega dan segera memanggil dokter.

"Pak Dani sedang berada di rumah sakit, 2 hari lalu pak Dani mengalami kecelakaan," jawab Hye Son.

Mendengar semua itu pak Dani langsung mengingat kejadian dimana dirinya berada di dalam mobil saat kecelakaan itu terjadi. Pak dani langsung teringat istri dan anaknya.

"Dimana istri dan anak ku?" tanya pak Dani.

Dengan berat hati Hye Son mengatakan yang sebenarnya.

"Mereka telah meninggal dunia," suara lirih Hue Son membuat Pak Dani langsung syok mendengarnya.

"Apa! Ini tidak mungkin, tidak!" seru Pak Dani.

"Katakan anak dan istri ku masih hidup kan, katakan seperti itu! " seru pak Dani mulai memberontak.

Pak Dani sangat terpukul dengan ke pergian anak dan istrinya, selama di rumah sakit dirinya hanya berdiam diri seperti tidak ada semangat untuk hidup. Pak dani tidak mau makan apapun, dirinya terus menangis menatap jendela dengan tatapan kosong.

Hye Son yang melihat kondisi pak Dani langsung menghubungi polisi untuk menanyakan pelaku yang menabrak pak dani. Mendapat respon dari polisi ternyata pelaku tabrak lari itu belom di temukan.

Hye Son yang mendengar itu semua langsung menyuruh bodyguard nya untuk menyelidiki pelaku nya. Setelah pak Dani sudah di nyatakan oleh dokter sembuh, pak Dani memutuskan pulang bersama Hye Son.

Lima tahun kemudian..

Sekian lama akhirnya pak Dani mengetahui siapa pelaku tabrak lari yang menimpa dirinya 5 tahun lalu. Ternyata pelaku itu adalah Kim Jung, pak Dani langsung menyelidiki identitas pelaku itu dan semua tentang pelaku itu ternyata pelaku tabrak lari itu teman semasa kecilnya. Pak Dani sangat terkejut, dirinya tak kuasa menahan amarahnya.

Dengan perasaan yang sangat kacau karena pelakunya adalah temannya sensdiri pak Dani langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi saat mendekati mini market, tanpa sengaja mobil pak Dani menabrak seseorang, dengan terkejut pak Dani langsung turun dari mobil. Dirinya melihat seorang anak perempuan tergeletak penuh dengan darah. Dani langsung memanggil ambulan.

Saat di rumah sakit Moly terus memanggil adiknya dirinya sangat terpukul dengan kejadian itu, pak Dani dengan keberaniannya langsung menemui gadis remaja itu.

"Siapa nama ayah mu? Aku ingin meminta maaf," tanya Dani dengan rasa penyesalannya.

"Kim Jung," jawab Moly.

Dani langsung mundur dari hadapan Moly, dirinya sangat terkejut mendengar nama yang di sebut kan itu nama yang menjadi pelaku tabrak lari sekaligus teman nya.

Tanpa berpikir panjang lagi, Pak Dani berbincang dan menyerahkan BM Sertificat itu kepada Moly, Dani percaya Moly adalah orang yang bisa memegang amanah, dan Dani berusaha merubah kehidupam Moly dan keluarga agar jauh lebih baik.

Pak Dani sudah mengikhlaskan semua yang terjadi, setelah memberikan sertifikat itu pak Dani di nyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung. Dani tidak memberitahu kepada Hye Son tentang dimana sertificate itu, dirinya hanya berpesan kepada Hye Son, untuk mendapatkan sertifikat itu Yojin harus menikah.

Dari kejadian itu sertifikat menjadi itu menjadi misteri.

Flash off.

"Kau harus segera mencari di mana sertifikat itu," ucap Hye Son.

"Kenapa papa sangat terobsesi dengan sertifikat itu? Ada apa ini?" tanya Yojin.

Moly dan Meri sedang asik nonton drama korea sambil memakan cemilan yang dibuatkan oleh bi ina, tak di sangka hobi mereka sama.

BERSAMBUNG.

Terpopuler

Comments

Wiwit Yuliza

Wiwit Yuliza

seandai nya jika yojin tidak menikah dengan moly gimana nasin sertifikat itu ya pasti ndx akan di temukan kn donh

2023-02-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!