Moly yang masih asik merangkai mimpi, tak memperdulikan panggilan Yojin, di dalam mimpi nya Moly berlari dan terpeleset sampai akhirnya Moly terkaget dan pelan-pelan membuka matanya. Moly langsung duduk melihat dengan samar-samar di depannya ada pria berbadan kekar sedang berdiri tepat di hadapannya.
"Kamu ini siapa? " tanya Moly dengan suara serak yanh terus memperhatikan pria itu.
Yojin yang masih berdiri terus memandang ke arah Moly.
Penglihatan moly pun kembali normal, alias nyawanya sudah terkumpul.
Moly sangat terkejut melihat pria di hadapannya adalah Yojin yang memandanginya dengan wajah yang penuh dengan amarah.
Seketika Moly langsung tersenyum menatap Yojin dan langsung menudukan kepalanya, "ini sangat memalukan, sejak kapam dia berada di situ? Dasar bodoh!" gumam Moly dalam hati.
"Tuan maafkan saya, saya keti..." ucap Moly belom sempat melanjutkan ucapannya terdengar suara Vas bunga yang pecah di lantai.
Moly langsung melebarkan matanya melihat Yojin memecahkan Vas bunga dengan penuh amarah, wajah nya terlihat bengong memandangi pecahan kaca yang berserakan.
Moly masih menundukan kepalanya merasa takut dengan Yojin yang masih marah entah gara-gara apa.
Yojin langsung memberikan Moly selembar kertas berisi aturan saat akan menghadiri perjamuan dengan keluarga Yojin.
"Apa ini tuan?" tanya Moly menerima selembar kertas itu.
"Kau baca baik-baik, hal apa saja yang harus kau ucapan dan yang tidak, megerti!" seru Yojin.
"Baikk tuan," kata Moly mulai membaca satu persatu point isi dari kertas itu.
Moly merasa permainan ini did mulai, dengan penuh semangat Moly memahami setiap point yang ada di dalam kertas itu dan mempraktekan beberapa tata cara makan dan duduk, membuatnya mulai frustasi.
"Berfikir seharian membuat ku sangat lapar, astaga apa tidak ada makanan yang bisa ku makan? Bagaimana ini? Aku bisa mati jika ke laparan seperti ini" gumam Moly dalam hati meletakan selembar kertas itu menutupi wajahnya, Tak lama mata it mentap Yojin yang sedang sibuk dimeja kerjanya.
Yojin melihat jam ditangannya langsung bangkit menghampiri Moly dan mereka meninggalkan kantor itu, saat di perjalanan suasana di dalam mobil sangat hening tidak ada suara apapun, musik atau radio pun tidak dinyalakan.
Moly merasa seperti berjalan di tengah kuburan saat malam hari, merasa bingung Moly menatap di luar jendela mobil ia melihat setip motor, mobil yang melintasi Jalan itu.
Tak menunggu lama mobil pun memasuki kawasan pusat perbelanjaan yang tidak terlalu besar, tetapi di dalamnya sangat lengkap, ada pakaian, salon, refleksi. ternyata yang dijual di dalam toko itu pakaian yang branded terdapat beberapa merk dunia ada di situ.
Mobil itu terparkir dengan rambut, mesin sudah di matikan tapi Yojin melihat Moly tak kunjung turun, dan akhirnya Yojin langsung berkata, "turun!" Moly tiba-tiba ngelag merasa bingung dengan ucapan Yojin.
Sebelum Yojin berucap 2 kali Moly langsung membuka pintu mobil dengan segera mungkin, Moly sangat kagum dengan toko itu.
"Seperti mimpi memasuki toko itu," gumam Moly dalam hati.
Mereka berjalan menuju pintu masuk toko it, dan langsung di sambut sangat hangat oleh pramuniaga disana.
"Selamat datang tuan, ada yang bisa kami bantu." sapa pramuniaga itu.
"Carikan wanita ini pakaian terbaik dan dandani dia, " pinta Yojin langsung duduk di ruang tunggu VVIP.
"Baik tuan," sahut pramuniaga itu.
"Mari ikut dengan kami nona," ajak pramuniaga itu membawa Moly keruangan khusus dengan baju baju yang limited edition.
Sebelum memakai baju itu, Moly di Spa seluruh tubuh agar lebih fresh dan kulitnya berkilau, pelayanan di sini membuat Moly sangat nyaman, sampai Moly tertidur dengan pulas, selesai di Spa Moly langsung pindah ke tempat khusus makeup dengan mata yang masih ngantuk.
Saat moly melihat dirinya di depan cermin, Moly sangat kagum dengan perubahan yang di alaminya, dirinya memutar tubuhny kekanan dan kekiri sambil tersenyum.
"Wah...apa ini benar diri ku?" kagum dirinya sendiri.
Moly pun langsung keluar mendekat ke arah Yojin, melihat Yojin sedang sibuk dengan ponselnya, saat mendengar suara langkah kaki heels yang dipakai Moly, Yojin pun langsung menoleh ke arah suara itu.
Yojin memperhatikan setiap sisi riasan Moly, Yojin pun tersenyum licik dan mengajak Moly keluar dari toko itu, kehadiran mereka menjadi perbincangan pramuniaga yang ada di sana, mereka berbisik.
"Dia pria yang sangat tampan, apa benar dia yang bernama Park Yojin?" tanya salah satu pramuniaga itu.
"Iya, dia Park Yojin, astaga dia lebih tampan dari yang ku duga," puji pramuniaga itu.
Pramuniaga itu terus memuji ketampanan Yojin, sehingga membuatnya merasa salah tingkah sendiri, Moly dan Yojin pun akhirnya melajukan mobilnya, saat di dalam perjalanan menuju restauran mewah Yojin mengingatkan Moly agar tidak ceroboh dalam berbicara.
"Jangan panggil tuan, panggil saya dengan sebutan sayang saat di depan keluarga saya." ucap Yojin.
"Okay sayang" ucap Moly dengan penuh percaya diri.
"Memanggil sayang membuat ku sangat geli," gumam Moly.
Di restoran mewah.
Yojin dan Moly keluar dari mobil mewah, terlihat sangat serasi saat melihat mereka berdua berjalan bergandengan menuju ruang 'VVIP', mereka berdua menjadi pusat perhatian setiap orang yang berada disana.
Di dalam ruangan 'VVIP' keluarga Yojin sedang berbincang-bincang dengan saudara yang lain, mereka terlihat begitu akrab, saat pintu terbuka mereka pun langsung terdiam melihat Yojin berjalan dengan seorang wanita cantik.
Moly mulai menebarkan senyum yang menawan untuk mengurangi rasa gugupnya, Ibunda Yojin yang melihat Yojin datang dengan seorang wanita langsung menyambut dengan senyuman.
"Anak mama sudah datang, siapa yang kamu bawa nak?" tanya Meri dengan lembut.
Wanita cantik dengan polesan makeup yang sangat elegan dan pakaian yang terlihat mewah, tersenyum manis menatap Moly, dia bernama Meri ibunda Park Yojin.
Moly pun menundukan kepalanya memberi salam kepada keluarga Yojin, mereka langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Apa ini calon mu yo?" tanya Park Hye Son, ayah Yojin
"Iya pa, aku akan segera menikahinya," jawab Yojin.
" Kalo mama boleh tau sejak kapan kalian menjalin hubungan ini?" tanya Meri.
"Kami menjalin hubungan ini cukup lama ma," jawab Yojin.
"Siapa nama gadis ini?" tanya Meri dengan rasa penasaran.
"Perkenalkan tante saya Kim Moly biasa di sapa Moly." jawab Moly dengan lembut.
Meri tersenyum dengan Moly saat Moly memperkenalkan dirinya di hadapanny, Meri melarang Moly memanggil tante, Meri meminta Moly memanggilnya dengan sebutan Mama. Moly menatap yojin sebelum mengiyakan permintaan Meri.
"Kapan rencana kamu menikah?" tanya Park Hye Son.
"Secepatnya, mungkin minggu depan," jawab Yojin membuat semua orang yang ada di ruangan langsung terdiam menatap Yojin termasuk Moly.
"Apa!" teriak Moly menatap Yojin dan langsung menggoyangkan kaki Yojin, " apa kau bercanda tuan?" lirik Moly, "sudah kau cukup diam saja!" Yojin menekan Moly.
"Sayang, bukanya kita akan mempersiapkan pernikahan ini bulan depan? Jadi aku sangat terkejut." sahut Moly mengusap lengan atas milik Yojin.
"Lebih cepat lebih baik," kata Yojin menatap Moly dengan senyum terpaksa.
"Jika memang kalian serius, kita akan segera gelar pernikahan ini," ucap Park Hye Son.
Saat selesai makan.
Mereka pun saling berbincang satu sama lain, beberapa keluarga Yojin mendekati Moly dan banyak bercerita terlihat sangat akrab, ada salah satu sepupu Yojin yang mempunyai sifat tidak suka dengan kehadiran Moly.
Keluarga Yojin sangat menerima Moly dengan baik, tetapi Moly harus tetap waspada karena Yojin pernah berkata, "hati-hati banyak jebakan dimana- mana yang akan menjatuhkan mu jangan sampai kamu asal berbicara."
"Keluarga mereka sangat misterius, aku semakin takut jika harus berpura-pura seperti ini," gumam Moly dalam hati.
Yojin memandangi Moly dari kejauhan, membuat nya tak menyadari bahwa pamannya yang bernama Luki menyapanya sedari tadi.
"Yang lagi jatuh cinta memang begitu susah untuk fokus dan mendengar panggilan seseorang," ucap Luki.
"Paman, aku tidak mendengar saat paman memanggilku?" ucap Yojin menundukan kepalanya.
"Sepertinya kamu menyukainya, apa itu benar?" tanya Luki, membuat Yojin hanya terdiam.
next ya guys..
guys cerita ini hanya seputar pemikiran aku, semoga tidak ada unsur bersifat kekerasan atau pornografi, terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Mei Shin Manalu
Aku kasih like dan gift 🌹
2023-02-19
0
😍syg lon 😍
mampir kx. semngat ya.. seru ceritanya
2023-01-11
0