Melihat Yojin melajukan mobilnya bukan pulang ke apartement, melainkan ketempat lain. Membuat Moly bertanya.
"Kita mau kemana tuan?" tanya Moly.
"Kita akan kerumah Mama, ingat ya jangan panggil aku sedang sebutan tuan selama kita pergi bersama, aku tidak mau menerima alasan apapun jika kamu keceplosan," jawab Yojin.
"Baik sayang," ucap Moly dengan lembut membuat Yojin menjadi salah tingkah.
Mobil itu memasuki kawasan perumahan elit. Yojin memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil di ikuti Moly, Yojin yang berjalan duluan meninggalkan Moly. Yojin yang masih kesal dengan kliennya karena sudah menggoda Moly dan akan menjodohkan Moly dengan adiknya.
"Nyonya, tuan muda datang bersama istrinya," ucap Bi Ina.
"Benarkah? Astaga kenapa dia tidak memberitahu mama terlebih dahulu," sahut Meri berjalan menemui Moly dan Yojin di ruang keluarga.
"Kalian ini. Kenapa tidak memberi tahu Mama sih," ucap Meri memeluk Yojin dan Moly.
"Tidak sempat memberitahu Mama, papa mana mah?" tanya Yojin mencari papanya.
"Papa lagi ngobrol sama temennya, yang ada di luar negri," ucap Meri tersenyum manis menatap Moly.
"Apa ada tamu?" tanya Yojin .
"Tidak, ayah mu hanya melakukan panggilan seluler," jawab Meri.
Meri melihat Moly dengan detail dari penampilan dan gaya busana yang di pakai oleh Moly, membuat Moly merasa sangat canggung.
"Gimana, udah ada tanda-tanda?" tanya Meri menatap perut Moly.
Moly yang bingung menjawab ucapan Meri yang mengarah ke perutnya langsung memegang perutnya.
"Belom ma," jawab Moly.
Yojin yang mendengar ucapan Meri langsung mengatakan, "kenapa harus terburu-buru sih ma?"
"Malah tanya kenapa harus terburu-buru, mama ini pengen banget punya cucu, mama merasa kesepian," jawab Meri.
"Gawat, kalo sampai mama tau aku nikah sama Yojin, karena terpaksa oleh keadaan. Dan aku pun tidak di sentuh sama sekali, bagaimana aku bisa hamil? Jangan sampek mama Meri curiga," batin Moly.
Meri melihat Moly yang sedang duduk di ruang tamu sambil membuka majalah, langsung melangkah mendekati Moly.
"Loh udah malem kok belom masuk kamar?" tanya Meri.
"Belom ngantuk ma?" ucap Moly menguap terlihat sangat kelelahan.
Meri yang melihat Moly berbohong langsung mengarahkan Moly ke kamar Yojin, dengan rasa canggung Moly pun melangkah kan kaki nya mesuk ke dalam kamar itu.
"Yojin kemana? Kok mama gak liat ya?" tanya meri mencari Yojin.
"Mungkin lagi ngobrol sama papa ma," jawab Moly menaham kantung dengan cara melebarkan matanya.
" Ya sudah kamu tunggu di kamar aja, biar mama yang cari Yojin. Anak itu ya sudah punya istri malah pergi begitu saja, kebiasaan banget," ucap Meri menjauh dari hadapan Moly.
Yojin yang sedang mengobrol dengan papa nya sambil berjalam menuju ruang keluarga langsung di tegur oleh mama Meri.
"Papa ngobrolnya di lanjut besok lagi, kasian Yojin sama Moly mau istirahat," ucap Meri.
Hye Son langsung bangkit dari tempat duduk meninggalkan Yojin, Yojin masih duduk menatap Hye Son dan Meri mulai menjauh dari hadapannya.
Yojin akhirnya berjalan melangkah ke kamarnya, saat Yojin membuka pintu kamarnya, Yojin terkejut melihat Moly sudah tertidur di atas ranjang nya. Membuat Yojin langsung membangunkannya dengan kaki.
"Hei ... bangun," ucap Yojin membangunkan Moly yang tertidur begitu pulas.
"Hei ... bangun."
"Hei ... bangun."
Yojin terus menggoyangkan kaki Moly berkali-kali, tapi tak mendapat respon sama sekali dari Moly. Yojin pun merasa kesal akhinya mengangkat Moly dan memindahkan Moly di sofa.
Moly merasa badannya seperti melayang di udara, langsung perlahan membuka matanya. Melihat Yojin tepat di hadapannya, Moly pun langsung berteriak karena sangat terkejut melihat Yojin.
"A ...!" teriak Moly.
Dengan cepat Yojin membungkam mulut Moly dan melebarkan matanya seperti melotot.
"Bisa diam tidak!" seru Yojin dengan tatapan yang tajam.
Moly pun langsung terdiam, dengan wajah yang sangat bingung. Saat Moly mulai diam, Yojin pun langsung melepaskan bungkaman dari mulut Moly dan menjauh dari Moly.
"Sorry, tadi aku menganggat mu pindah ke sofa," ucap Yojin.
Moly yang masih seperti orang bingung hanya bisa menganggukan kepalanya. Tanpa berpikir panjang Moly pun kembalu tidur di sofa itu karena dirinya merasa sangat lelah dan mengantuk.
Yojin pun langsung membersihkan tubuhnya, lalu menyusul Moly tidur. Saat Yojin akan membaringkan tubunnya di atas ranjang, Yojin melihat Moly yang sudah tertidur sangat pulang membuat Yojin tersenyum manis.
Malam pun berlalu begitu cepat berganti sinar mentari yang menyinari bumi, telihat ke dua sejoli sedang tidur sangat pulas sedang mengarungi mimpi indah yang sangat panjang membuat mereka berdua tidak menyadari jika pagi ini sudah menunjukan pukul 09.00.
Meri berjalan menuju ke meja makan, melihat tidak ada Yojin dan Moly langsung bertanya kepada Bi Ina.
"Yojin dan Moly belom juga bangun Bi?" tanya Meri.
"Belom Nyonya, mungkin tuan muda kelelahan Nyonya," jawab Bi Ina.
Meri mengira jika Yojin dan Moly semalem lembur sampai saat ini mereka belom juga bangun karena kelelahan. Meri pun senyum sendiri menatap arah kamar Yojin.
"Sepertinya benar kata Bi ina, Mereka kelelahan akibat bikin cucu," gumam Meri di dalam hati.
"Bi, buatkan jamu untuk mereka berdua biar lebih kuat," ucap Meri kepada Bi ina.
"Sekarang nyonya? " ucap Bi ina.
"Bibi ini gimana sih, ya sekarang dong masa tahun depan. Duh keburu aku tua," ucap Meri dengan gayanya yang centil.
"Siap Nyonya," sahut Bi Ina langsung kembali ke dapur membuat jamu agar semakin kuat dan joss.
Jamu itu pun sudah siap untuk di hidangkan, sengan sepenuh hati Bi Ina membuatkan untuk tuan Muda dan istrinya.
"Nyonya, jamunya sudah siap," kata Bi Ina memberikan jamu itu kepada Meri.
Meri yang melihat 2 cangkir Jamu dengan asap yang melayang di udara menandakan jamu itu masih hangat.
"Kerja yang bagus," sahut Meri.
"Saya antar sekarang ya Nyonya?" tanya Bi Ina.
"Biar saya saja yang mengantarnya Bi, letakan saja di atas meja. Saya mau makan dulu," sahut Meri.
Bi ina pun langsubg meletakan jamu itu di atas meja dekat dengan Meri yang sedang sarapan. Hye Son yang melihat tingkah istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Apa itu tidak berlebihan ma?" tanya Hye Son.
"Justru ini akan membantu mereka untuk segera mendapat momongan," jawab Meri dengan penuh percaya diri.
"Terserah mama saja lah," sahut Hye Son.
Selesai makan Meri pun dengan oenuh semangat langsung mengantarkan jamu itu kepada Yojin dan Moly. Langkah kaki nya berjalan menuju kamar Yojin. Meri mengetuk dengan sangat keras hampir menbuat suaranya tak terdengar dari dalam.
Meri meningkatkan suara ketukan itu, cukup keras membuat Yojin dan Moly terbangun dengan wajah yang bingung karena ada yang mengetuk pintu itu berulang kali. Yojin dan Moly saling menatap satu sama lain tanpa memberi syarat apapun mata mereka langsung tertuju kepada pintu itu
BERSAMBUNG....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
hsisss di suruh minum jamu 🤭🤭🤭 Moly Moly 😁😁😁 biar cepat hamil ya
2023-01-25
1