CHAPTER 3.4 – Pertarungan di Camelot: Distrik Mordred

Sebuah medan muncul di alun-alun taman Distrik Mordred. Terlihat, orang-orang tengah kebingungan dengan kejadian tersebut. Mereka kemudian berusaha untuk keluar dari medan tersebut. Namun, usaha mereka hanyalah sia-sia.

Rasa panik dan gelisah pun muncul di dalam diri mereka. Suara teriakan meminta pertolongan bermunculan untuk mengisi keheningan di medan. Di tengah riuh suara orang-orang, Belial menunjukkan dirinya bersama dua Iblis yang mendampinginya.

“Hehehe. Halo, para mangsa-mangsaku sekalian. Hari ini, izinkan aku untuk merenggut nyawa kalian semua.”

Kemudian, Belial memerintahkan kedua Iblis tersebut untuk melakukan serangan terhadap orang-orang. Kedua Iblis itu pun maju dan mulai menyerang orang-orang. Kemudian, mereka pun berusaha kabur dari kejaran kedua Iblis tersebut.

Tiba-tiba, petir datang menyambar kedua Iblis tersebut hingga terkapar di tempat. Belial memfokuskan pandangannya ke arah sambaran petir tersebut. Seseorang berdiri dengan pakaian tempur khas DHA, serta menggunakan topeng. Ia adalah Zaganos, anggota DHA pengguna elemen petir.

Kemudian, seorang wanita berjalan dan berdiri di samping Zaganos. Ia adalah Flora Bedivere, atau dipanggil Flora. Ia juga saat itu lengkap memakai pakaian tempur dan menggunakan topeng.

“Kau, yang bernama Belial, kan?” tanya Flora.

“Benar sekali! Aku adalah Belial, salah satu dari Empat Jenderal Raja Iblis.”

“Berarti … kita tidak perlu menunggu lama untuk menghabisinya,” kata Zaganos.

Di tengah perbincangan, seorang pria lengkap dengan pakaian tempur pasukan divisi datang menghampiri Zaganos dan Flora. Pria itu bernama Edward Lionheart, atau biasa dipanggil Edward.

“Nona Flora, orang-orang sudah diamankan di tempat yang jauh dari lokasi pertarungan.”

“Bagus, jika mereka dijauhkan dari lokasi pertarungan. Sekarang, pergilah dan lindungi mereka!”

“Tapi, aku ingin membantu kalian berdua.”

“Tidak perlu! Kami berdua bisa menghadapi Iblis itu!” tegas Zaganos.

“Tapi—“

“Jangan khawatir. Kami akan mengalahkannya.” Flora meyakinkan Edward.

Edward pun mengangguk dan meninggalkan mereka berdua. Kemudian, Zaganos dan Flora menatap ke arah Belial. Dengan perasaan bahagia, Belial pun mengeluarkan kekuatannya dan bersiap melakukan serangan.

“Avalon: Lightning Scimitar.”

“Avalon: Ice Shotgun.”

“Bagus sekali. Inilah yang kutunggu.”

Tanpa berlama-lama, Belial pun maju terlebih dahulu untuk menyerang. Zaganos tidak mau kalah, ia juga maju untuk menyerang Belial. Sedangkan Flora, ia bersiap di belakang untuk melakukan serangan jarak jauh.

Pertarungan di antara mereka pun terjadi. Gerakan antara Zaganos dan Belial sangat cepat. Mereka saling bergantian menyerang dan bertahan. Sementara itu, Flora tengah mencari titik celah dari Belial.

Setelah berhasil mendapatkannya, Flora melakukan tembakan ke arah celah tersebut. Menyadari peluru yang akan datang, Belial pun menghindarinya. Melihat peluang berada di depan matanya, Zaganos pun mengeluarkan kekuatannya.

“Elemen Petir: SERANGAN PETIR!!”

Sayangnya, serangan tersebut dapat ditahan oleh Belial dengan elemen logam. Kemudian, serangan tersebut dikembalikan kepada Zaganos. Melihat itu, Zaganos pun menghindarinya.

Kemudian, kekuatan besar pun muncul dari senjata Flora. Ia sudah menargetkan tersebut ke arah titik celah dari Belial.

“Elemen Es: TEMBAKAN ES!!”

Tembakan tersebut melesat dengan cepat. Belial hanya berdiri diam saja di tempat. Tiba-tiba, ia mengeluarkan senyuman yang lebar.

“Elemen Logam: SERANGAN LOGAM BERDURI!!”

Serangan mereka saling berbenturan satu sama lain. Namun sayang, serangan Belial lebih unggul. Serangan tersebut menghampiri Flora. Dengan menghela napas, Flora kemudian kembali mengeluarkan kekuatannya.

“Elemen Es: DINDING ES!!”

Serangan tersebut dapat ditahan oleh Flora, walau dinding buatannya harus ikut hancur juga. Tidak ketinggalan, Zaganos berlari dengan cepat menuju Belial.

“Elemen Petir: SERANGAN KILATAN PETIR!!”

Serangan tersebut mengenai Belial hingga membuatnya terkapar. Zaganos pun merasa lega karena berhasil mengalahkan Belial. Namun tanpa ia sadari, hal itu membuatnya sedikit lengah.

“AWAS ZAGANOS!” Flora berteriak ke Zaganos.

Dari arah belakang, sudah ada Belial dengan cakar di kedua tangannya, yang terbuat dari logam. Zaganos terkejut dengan kehadiran Belial yang tiba-tiba telah berada di belakangnya.

“Elemen Logam: SERANGAN CAKAR LOGAM!!”

“Elemen Petir: GERAKAN KILAT!!”

Zaganos berhasil menghindari serangan yang dilancarkan oleh Belial. Namun, Zaganos kemudian merasakan rasa sakit pada lengan kirinya. Ia terkejut karena meskipun menggunakan kekuatan untuk menghindar, namun tetap saja ia mendapatkan luka.

“Hahaha. Bagaimana? Apakah rasanya nikmat?”

“Cih, dia berhasil mengenaiku,” gerutu Zaganos.

Lalu, Belial berbalik ke arah Flora yang tengah mengeluarkan kekuatannya. Belial pun dengan cepat pergi ke arah Flora

“Elemen Es: TEMBAKAN DURI ES!!”

Belial menahan serangan yang dilancarkan oleh Flora. Hasilnya, Belial masih mampu mengatasi serangan tersebut meskipun awalnya kerepotan.

“Luar biasa. Aku merasa senang bisa melawan kalian,” kata Belial sambil mengeluarkan ekspresi yang menggelikan.

Zaganos dengan gerakan kilatnya menghampiri Flora. “ Apakah kau punya rencana?”

“Saat ini, aku belum bisa berpikir.”

Belial tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. Zaganos dan Flora yang melihat itu merasa heran dengan perilaku Belial.

“Apa yang lucu?”

“Yah, kalian terlalu fokus dengan pertarungan ini. Sampai lupa, kalau Iblis sebelumnya … saat ini menuju ke tempat orang-orang berkumpul.”

“Apa katamu?” Zaganos terkejut dengan pernyataan Belial.

“Jangan khawatir Zaganos. Kalau soal Iblis, Edward bisa mengatasinya.”

“Jika kau bilang seperti itu, berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kebetulan, aku juga punya seseorang yang dapat diandalkan.”

“Sudah selesai? Ayo, kita lanjutkan!”

Mereka bertiga kemudian mengeluarkan aura yang saling mengintimidasi. Zaganos memasang ancang-ancang untuk melakukan serangan. Sementara Flora bersiap membantu dari belakang.

Meskipun merasa pertarungan ini berat sebelah, namun Zaganos dan Flora tidak menyerah. Mereka berdua malah termotivasi menghadapi lawan yang kuat seperti Belial.

.........

Di tempat yang cukup jauh dari lokasi pertarungan, terlihat orang-orang yang dalam kondisi takut, gelisah, risau, dan sedih. Anak-anak kecil menangis sejadi-jadinya karena tak dapat kembali ke rumahnya.

Melihat kondisi yang memperihatinkan, Edward kemudian berusaha menenangkan mereka. ia mencoba menghibur anak-anak yang tengah menangis.

Hasilnya, anak-anak berhenti menangis dan merasa tenang. Edward merasa senang karena dapat membuat orang-orang di sekitarnya merasa tenang.

Tiba-tiba, Edward merasakan sesuatu yang aneh. Ia pun berbalik dan terkejut dengan yang dilihatnya. Ternyata, kedua Iblis yang dikalahkan oleh Zaganos, bangkit kembali.

“Ke-kenapa kalian masih hidup?” tanya Edward.

“Itu karena kami tidak mudah dikalahkan.”

“Benar sekali. Saat ini, kami berada di tingkat A.”

Di tengah perbincangan, seorang pria keluar dari kerumunan. Ia berjalan dengan santai dan berdiri di samping Edward.

“Heh, tingkat A, yah.”

“Anu, bisakah kau menjauh dari sini?”

Pria itu menepuk bahu Edward. “Jangan khawatir. Aku juga sama seperti dirimu.”

“Oi, kau! Siapa kau sebenarnya?”

Pria itu mengaktifkan pakaian tempur dan senjatanya. Kemudian, ia dengan cepat maju menyerang kedua Iblis tersebut.

“Ilmu Pedang Pertama: TEBASAN MAUT!!”

Serangan tersebut berhasil mengenai kedua Iblis tersebut. Edward cukup terkejut dengan gerakannya. Kemudian, Pria itu berbalik dan memandangi kedua Iblis tersebut.

“Namaku … adalah Siyah. Ingatlah itu!”

Sorakan dan teriakan dukungan pun dikeluarkan oleh orang-orang yang berada di lokasi. Berkat serangan yang dilakukan Siyah, membuat orang-orang merasakan secercah harapan telah muncul.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!