CHAPTER 3.3 – Pertarungan di Camelot: Distrik Pendragon Pt. 2

Pertarungan di Distrik Pendragon masih berlangsung. Di atas gedung menara, Abyss dan Sara harus melawan salah satu Empat Jenderal Raja Iblis, yaitu Viper.

Serangan demi serangan dilancarkan Abyss dan didukung oleh Sara dari belakang. Viper mengindari sambil sesekali menangkis serangan tersebut.

“Elemen Angin: SERANGAN ANGIN!!”

“Elemen Racun: TEBASAN MAUT!!”

Kedua serangan tersebut berbenturan dengan keras. Abyss kembali menjaga jaraknya dari Viper. Sementara itu, Sara menarik mengangkat busurnya, lalu menarik talinya dengan kuat.

“Elemen Air: TEMBAKAN HUJAN ANAK PANAH AIR!!”

Viper memutar tongkat sabitnya dengan lihai. Ia menangkis semua anak panah yang menghampirinya. Abyss dan Sara terkejut bahwa lawannya mampu menangkis serangan tersebut.

Kemudian, Viper maju dengan kecepatan yang luar biasa ke arah Abyss. Sekejap mata, Viper sudah berada di hadapan Abyss. Viper tersenyum lebar sambil mengeluarkan kekuatannya.

“Elemen Racun: SERANGAN RACUN MEMATIKAN!!”

Abyss mencoba menahan serangan tersebut dengan elemen angin. Namun, serangan tersebut membuat Abyss terpental cukup jauh dari jarak lawan.

Merasa belum puas, Viper memanggil bawahannya yang tersisa. “Kau, lawanlah wanita itu!” Viper menyuruh bawahannya sambil menunjuk Sara.

Iblis itu pergi menuju Sara dan mulai menyerangnya. Sara kemudian mengubah busurnya menjadi pedang air ganda dan bersiap melawan.

Pertarungan pecah dan berlangsung dengan sengit. Abyss terus menyerang Viper, namun masih dapat dihindari. Viper kemudian membalasnya dengan serangan yang lebih kuat. Abyss berusaha menangkisnya, namun itu masih belum cukup dan membuatnya rubuh.

Sementara itu, Sara menghadapi Iblis itu dengan mulai menyerangnya lebih dulu. Iblis tersebut mampu menghindarinya, dan juga mencoba menyerang balik. Namun, dengan gerakannya yang lincah, Sara mampu menghindar.

Tidak mau berlama-lama, Sara mengubah kembali senjatanya menjadi busur. Ia kemudian menjaga jarak dari Iblis tersebut. Sara menarik tali busur tersebut, menargetkan ke arah lawannya.

“Elemen Air: TEMBAKAN ANAK PANAH AIR!!”

Tembakan tersebut melesat dengan cepat ke arah Iblis itu, dan mengenai vitalnya. Iblis tersebut kalah dan menghilang dari hadapan Sara. Kemudian, Sara pergi menuju tempat pertarungan Abyss dengan Viper.

.........

Di dalam gedung menara, Sandy masih bertarung dengan Iblis tingkat A. Pertarungan di antara terbilang berat sebelah. Tenaga yang dimiliki oleh Sandy terkuras dengan cepat, membuatnya kelelahan dan terengah-engah.

“Ada apa bocah? Sudah mau menyerah?” Iblis itu mulai meremehkan Sandy.

“Cih, siapa juga yang menyerah, hah,” balas Sandy sambil menyeka darah di pinggir bibirnya.

Iblis tersebut mengambil ancang-ancang untuk melakukan serangan. Dengan memasang kuda-kuda, Sandy bersiap untuk menghadapi serangan tersebut.

Iblis itu maju dengan kecepatan yang luar biasa. Iblis tersebut menyerang Sandy dengan cakarnya yang tajam. Namun, serangan tersebut berhasil ditangkis. Kemudian, Sandy menendang Iblis tersebut hingga mundur beberapa meter.

Sandy memainkan tonfa dan memfokuskan dirinya untuk bisa melakukan serangan. Ia pun maju dengan berlari ke arah Iblis tersebut. Mereka berdua pun saling berhadapan satu sama lain. Dari tonfa, muncul sebuah kekuatan yang besar.

“Jaguar-Ken Tonfa Style: SERANGAN BERUNTUN!!”

Serangan tersebut berhasil membuat Iblis tersebut berlutut. Tak habis di situ, Sandy terus melancarkan serangannya hingga membuat Iblis tersebut kalah dan mati di tempat.

Tahu bahwa kemenangan berada di tangannya, Sandy mengangkat tonfa nya ke atas. “YEAH! AKHIRNYA MENAAANG!”

Sementara itu, pertarungan antara Ginny dengan dua Iblis tingkat C juga masih berlangsung. Berkali-kali Ginny melakukan tembakan kepada kedua tersebut. Namun, itu masih belum cukup mengalahkan mereka.

Miya menyaksikan pertarungan mereka dibelakang Ginny. Ia khawatir dengan keselamatan Ginny yang melawan kedua Iblis sambil melindungi dirinya.

“Ginny, apakah kamu tidak apa-apa?”

“Tenang saja. Ini sudah biasa bagiku,” balasnya sambil menembak.

Kedua Iblis tersebut pun berlari menuju mereka berdua. Tubuh Miya mulai gemetar karena ketakutan. Ginny berbalik menghadap Miya. Ia memegang pundak Miya dan berusaha menenangkannya.

“Carilah tempat yang aman!”

Miya mengangguk lalu pergi meninggalkan Ginny. Setelah Miya sudah menjauh dari lokasi pertarungan, Ginny mengarahkan senjata apinya ke arah kedua Iblis yang tengah berlari.

Dengan konsentrasi penuh, Ginny kemudian menarik pelatuk dan menembaknya. Peluru tersebut melesat dengan cepat. Dan, peluru tersebut berhasil mengenai vital dari salah satu Iblis hingga akhirnya tumbang.

Iblis satunya kemudian berlari secara zig zag agar Ginny sulit untuk melakukan tembakan. Ginny terus melakukan tembakan, namun ia tak mampu mengenai target.

Kemudian, Iblis itu sudah tepat berada di depan Ginny. Mereka saling berhadapan satu sama lain. Iblis itu mulai melancarkan serangan. Sementara itu, Ginny mengaktifkan pelindung untuk menghalau serangan tersebut.

Serangan tersebut berhasil mengenai Ginny hingga membuatnya terpental. Namun berkat pelindung yang telah dipasang, Ginny berhasil menghindari luka yang fatal.

Iblis itu berjalan perlahan mendekati Ginny yang tengah sulit untuk bergerak. Iblis itu mengeluarkan cakarnya dan bersiap untuk menghabisi Ginny.

Iblis itu sudah berada di depan Ginny dan mengangkat tangan kanannya. Ketika Iblis itu hendak ingin menyerang. Tiba-tiba, Sandy muncul dari belakang dan melakukan serangan kepada Iblis tersebut. Serangan itu mampu membuat Iblis tersebut menjauh dari jarak Sandy dan Ginny.

Sandy kemudian membantu Ginny untuk berdiri. “Apakah kau tidak apa-apa?”

“I-iya, aku tidak apa-apa.”

Kemudian, Sandy membawa Ginny ke tempat yang aman. Dari jarak yang tidak begitu jauh, Miya melambaikan tangan. Sandy pun pergi menuju ke lokasi Miya.

Dengan dibantu Miya, Ginny berhasil diamankan. Miya berusaha memberikan pertolongan kepada Ginny. Ia mengambil peralatan dan obat yang berada di dalam tasnya. Kemudian, ia mengobati luka Ginny dengan hati-hati.

“Ternyata, kau pandai juga mengobati, yah.” Ginny memberikan pujian kepada Miya.

“Terima kasih. Kebetulan aku mengikuti pembelajaran kesehatan dan sejenisnya. Jadi, setidaknya aku bisa membantu sebagai bentuk terima kasih, atas perlindunganmu kepadaku.”

Sandy kemudian berdiri dan memandangi mereka berdua. “Kalau begitu, aku mohon kalian tunggu di sini. Aku harus mengalahkan Iblis itu.”

Miya mengangguk lalu melanjutkan pengobatan kepada Ginny. Setelah itu, Sandy berlari pergi menuju lokasi Iblis tersebut.

Sampailah Sandy di lokasi tersebut. Iblis itu ternyata menunggu kedatangan Sandy. Lalu, Iblis itu mempersilakan Sandy untuk melakukan serangan.

Tanpa ragu, Sandy maju dan menyerang Iblis tersebut. Sandy melancarkan serangan, namun masih dapat dihindari. Lalu, Iblis tersebut melakukan serangan balasan. Namun, serangan tersebut ditangkis oleh Sandy.

Pertarungan di antara mereka berdua terjadi dengan begitu sengit. Gerakan mereka ketika saling berbalas serangan, begitu cepat dan akurat. Mereka berdua terlihat menikmati pertarungan tersebut.

Kemudian, mereka berdua saling menjaga jarak satu sama lain. Iblis itu mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melakukan serangan terakhir. Tidak mau kalah, Sandy juga mengeluarkan kekuatannya untuk melakukan serangan terakhir.

“Jaguar-Ken Tonfa Style:………”

Mereka berdua dengan gerakan yang cepat. Serangan mereka berbenturan satu sama lain. Serangan tersebut, membuat lantai di sekitar bergetar.

“………SERANGAN MEMATIKAN!!”

Pada akhirnya, serangan Sandy lah yang berhasil mengenai Iblis tersebut.

Tubuh Iblis tersebut pun menjadi abu kemudian menghilang. Setelah berhasil mengalahkan Iblis itu, Sandy kemudian istirahat untuk memulihkan tubuh dan tenaganya. Ia merasa tenang karena sudah berhasil menyelesaikan tugasnya.

Namun, medan tersebut belum menghilang dan masih mengelilingi luar bangunan gedung menara. Sandy kemudian merasakan aura yang kuat berada di atas gedung menara.

Merasa penasaran, ia pun bangkit dan pergi menuju ke atas gedung menara. Ia ingin mencari tahu, tentang siapa pemilik dari aura tersebut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!