CHAPTER 3.0 – Prolog

Di Distrik Aoi, Kota Tsukuyomi, anggota DHA mengadakan pertemuan secara tidak resmi. Pertemuan ini tidak melibatkan para petinggi dan dilakukan secara santai. Pertemuan ini diadakan di rumah Masamune Dan.

Rumahnya kelihatan tradisional dan mengesankan. Bukan hanya itu saja, ada juga bangunan yang dipakai untuk latihan aliran pedang katana.

Khusus pasukan divisi IV militer, mereka menggunakan aliran pedang katana atau nodachi yang diturunkan secara turun-temurun oleh leluhur sebelumnya. Itulah mengapa, aliran pedang mereka berbeda dari tiga divisi lainnya.

Masamune Dan adalah pengguna aliran pedang katana yang diwariskan oleh kakeknya sebelum menjadi anggota DHA. Kini, ia membuka kelas aliran pedang katana untuk meneruskannya.

Berbeda dengan Masamune Dan, Suzune Shizuka mewarisi aliran pedang nodachi. Dan juga, ia membuka kelas aliran pedang tersebut di rumahnya.

Di dalam ruangan tamu, kami duduk melantai sambil dilapisi bantal yang disebut Zabuton. Disuguhi dengan teh yang hangat dan kue tradisional khas mereka, sungguh nikmat dan mengesankan.

“Jadi, apa yang kita bahas kali ini?” tanya Zaganos.

“Kalian pasti tau tentang perjalanan wisata, kan?”

“Iya, lalu kenapa?” tanya Erthagol.

“Aku rasa, kemungkinan akan terjadi sesuatu yang cukup berbahaya,” jawab Dan.

“Maksudmu … Iblis?” tanya Shizuka sambil mengernyitkan dahinya.

“Benar sekali, Shizuka. Meskipun ini hanya kemungkinan, kita harus tetap waspada.”

“Ya, terlebih … dengan Empat Jenderal tersebut,” kata Flora.

“Jadi, apa rencanamu?” tanya Abyss.

“Aku ingin kita mengatur posisi kita saat perjalanan nanti,” jawab Dan.

“Bagaimana caranya Dan?” tanyaku dengan penuh penasaran.

Dan meminum tehnya, kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya. “Coba kalian semua lihat ini.”

“I-ini kan….” Sara terkejut ketika melihat kertas tersebut.

“Benar, ini adalah kertas yang berisi formasi penempatan tiap sekolah.”

“Dari mana kau dapatkan ini?” tanya Zaganos yang tengah bingung ketika melihatnya.

“Kita adalah DHA, sebuah organisasi yang memburu Iblis dibalik bayangan. Kita juga punya kewenangan dalam hal ini, karena kita … organisasi yang berada di bawah naungan Presiden Avalon secara langsung.”

Erthagol, Shizuka dan Abyss merasa terpukau dengan penjelasan yang diberikan oleh Dan. Sementara Zaganos dan Shizuka hanya terdiam setelah mendengarnya. Mungkin, mereka berdua merasa kalah dari Dan.

“Jadi, bagaimana kau mengatur posisinya?” tanya Flora.

Dan menjelaskan pembagian posisi kami. Malam itu, diskusi berlangsung lama di antara kami perihal pengaturan posisi pada perjalanan wisata yang akan datang.

...----------------...

Di dimensi lain, tempat Kerajaan Iblis berada, berkumpul lah Empat Jenderal Raja Iblis di suatu ruangan. Mereka berempat duduk dengan suasana yang cukup tegang dan serius.

“Jadi, apa yang akan kita bahas?” tanya Viper.

“Aku mendengar bahwa akan ada kegiatan perjalanan wisata untuk murid SMA di kota Camelot,” jawab Zoe.

“Hehehe. Aku ingin segera membunuh dan mencincang tubuh mereka,” kata Belial dengan matanya yang melotot.

“Tenanglah Belial! Kita harus meminta izin kepada Raja Iblis terlebih dahulu sebelum bertindak.” Azazel mencoba menenangkan Belial yang lagi dipenuhi nafsu membunuh.

Di tengah perbincangan, pintu ruangan tersebut terbuka. Mereka berempat dikejutkan dengan kedatangan Raja Iblis Lucifer. Mereka berempat bangkit dari kursi dan memberikan penghormatan kepada tuan mereka.

Raja Iblis Lucifer kemudian duduk di kursi yang telah disediakan. Setelah itu, ia menyuruh bawahannya untuk ikut duduk juga bersamanya. Mereka pun memenuhi perintah tersebut.

Suasana di dalam ruangan menjadi lebih tegang dan mencekam. Mereka berempat hanya bisa menunduk dan menunggu perintah untuk berbicara dari Raja Iblis Lucifer.

“Jadi, apa yang kalian bahas?”

“Eng … itu … tentang murid-murid yang akan melakukan perjalanan wisata di Camelot.” Zoe menjawabnya dengan perasaan canggung.

“Hmmmm, begitu yah.”

“T-tapi Yang Mulia tidak perlu khawatir. Untuk masalah ini, biar kami berempat yang mengatasinya,” kata Azazel.

Raja Iblis Lucifer menghela napasnya lalu menatap mereka berempat dengan tajam. “Kalau begitu, lakukan saja sesuai kesepakatan kalian. Jika gagal, kalian akan tau sendiri akibatnya.”

“BAIK, YANG MULIA!” jawab mereka berempat dengan keras dan lantang.

Raja Iblis Lucifer kemudian bangkit dari kursinya, lalu berjalan menuju pintu keluar. Para empat jenderal ikut berdiri sambil membungkuk hormat kepada Raja Iblis Lucifer. Pada saat sampai di depan pintu, ia memberhentikan langkahnya. Ia berbalik dan menatap mereka berempat.

“Jika kalian sudah selesai membuat rencana, pastikan menghubungiku terlebih dahulu. Agar aku bisa membukakan pintu portal untuk kalian.”

Mereka berempat membalasnya dengan mengangguk sebagai pertanda “iya”. Raja Iblis Lucifer menyuruh penjaga untuk membuka pintu tersebut, lalu keluar dari ruangan.

Setelah Raja Iblis Lucifer pergi, mereka pun kembali duduk dengan perasaan lega. Belial yang sebelumnya dalam keadaan keringat dingin, kini kembali seperti biasanya.

“Jadi, siapa yang akan pergi ke Avalon?” tanya Zoe.

Dengan antusias, Belial mengangkat tangannya setinggi mungkin. “Pilih saja diriku. Rasa haus akan pertarungan di dalam diriku, harus dihilangkan.”

“Ada lagi?”

“Sepertinya, ini giliranku untuk beraksi,” kata Viper dengan penuh percaya diri.

“Bagaimana denganmu Azazel?”

“Maaf, aku tak akan turut serta kali ini.”

“Eh, kenapa?” tanya Belial.

“Soalnya, aku ingin bermain-main di kantor kepresidenan.”

Mereka bertiga tersenyum setelah mendengar jawaban dari Azazel.

“Baiklah, kalau begitu. Aku, Belial, dan Viper … akan turut meramaikan perjalanan wisata kali ini.”

Rencana mereka disambut malam yang gelap, dingin, serta mencekam. Tanpa mereka tahu, seorang pria berjubah dengan tudung yang menutupi wajahnya tengah memantau dari atas gedung.

Dengan posisi berdiri sambil melipat tangan, ia memantau semua pergerakan para Iblis dan rencana yang baru saja disusun oleh keempat jenderal.

Sesosok Iblis datang menghadap dan berlutut hormat kepadanya. Ia pun berbalik ke arah Iblis tersebut dan menatapnya.

“Bagaimana situasi di kantor Divisi III?”

“Sejak kedatangan pengguna elemen kegelapan itu datang ke kantor, aktivitas di sana diperketat serta diawasi langsung oleh Ketua Divisi III.”

“Apakah penyamaran mu diketahui oleh mereka?”

“Tidak, tuan. Untuk mengantisipasinya, aku sudah menghilangkan bukti tanda tangan izin dari pembangunan tersebut. Setelahnya, aku pergi dan meninggalkan kantor itu. Tidak lupa juga, aku menghapus jejak dan lainnya, agar tidak ketahuan.”

Pria berjubah itu tersenyum dan senang dengan penyampaian bawahannya. “Baguslah kalau begitu. Untuk sementara waktu, kau tidak perlu kembali ke sana lagi.”

“Baik, aku akan melaksanakan perintahmu!”

Iblis itu pergi meninggalkan pria berjubah sendirian. Tak lama kemudian, Raja Iblis Lucifer datang menghampirinya. Ia pun melakukan penghormatan kepadanya.

“Kau tidak perlu formal begitu kepadaku.”

“Walaupun begitu, kau tetaplah seorang Raja Iblis. Mana mungkin tidak melakukan hal formal. Lagipula, saat ini aku adalah tangan kanan mu.”

Raja Iblis Lucifer menghela napasnya. “Terserah kau saja.”

Kemudian, mereka berdua berdiri berdampingan melihat keadaan dan aktivitas para Iblis yang berada di bawah.

“Hei, Lucifer. Apakah kita bisa membalaskan dendam mu?”

“Aku tidak tahu secara pasti. Namun, setidaknya kekuatanku telah pulih. Aku tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan Avalon.”

“Begitu, yah. Sebagai rekanmu yang tersisa, aku akan selalu menemani dan membantu di saat kau membutuhkannya.”

“Terima kasih. Maaf membuatmu harus menemaniku selama ini.”

“Tidak masalah.”

Raja Iblis Lucifer berdiri sejajar di samping pria berjubah itu. Mereka memandangi cahaya bulan merah berdarah. Mereka berharap pemandangan ini seperti penderitaan yang akan dialami oleh masyarakat Avalon.

Dalam beberapa minggu lagi, pertarungan di antara para pengguna elemen dari kedua kubu di kota Camelot … akan dimulai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!