Di hadapan kami, sudah ada tiga puluh Iblis dengan berbagai macam tingkatan. Rasa gugup dan mendebarkan menjadi satu. Sandy memasang kuda-kudanya dengan sigap. Begitupun denganku yang memasang kuda-kuda setelah memanggil senjata tempur.
“Berani sekali kalian datang ke sini dengan tidak membawa personil.”
“Jika kami membawa personil, kalian pasti akan langsung bubar karena ketakutan.”
“Sebelum itu, aku ingin bertanya kepadamu, Ezard.”
“Apa itu?”
“Siapakah orang dalam yang kau maksud itu?”
“Hmmmm, entahlah. Lagipula kau tidak perlu tahu tentangnya.”
Perasaan emosi semakin memuncak di dalam diriku. Kemudian, Sandy memegang pundakku untuk menenangkanku sejenak.
“Tidak perlu lama-lama lagi. Ayo … kita mulai saja.” Sandy menggerakkan telapak tangan kirinya seperti menantang.
“Baiklah kalau begitu,” balas Ezard.
Ezard menangkat tangan kanannya. Sementara itu, Iblis lainnya bersiap menunggu perintah dari Ezard.
“Semuanya, SERAAANGGG!!!”
Pertarungan di antara kami terjadi dengan hebat. Masing-masing dariku dan Sandy mendapatkan lima belas Iblis untuk di hadapi.
Di hadapanku, terdapat lima Iblis tingkat B, lima Iblis tingkat C, dan lima Iblis tingkat D. Satu per satu di antara mereka maju menyerang. Dengan penuh konsentrasi, memusatkan kekuatan pada pedangku untuk melakukan serangan.
“Ilmu Pedang Pertama: TEBASAN MAUT!!”
Tebasan tersebut berhasil mengenai dua Iblis yang ingin menyerang ku. Melihat itu, membuat Iblis lainnya menjaga jarak denganku. Tanpa berpikir panjang, aku maju untuk melakukan serangan balasan.
Sementara itu, Sandy menghadapi lima belas Iblis lainnya dengan penuh percaya diri. Pukulan demi pukulan dilancarkan olehnya. Satu per satu, Iblis yang di lawannya mulai terkapar.
Satu Iblis datang menghampirinya untuk melakukan serangan balasan. Sandy memasang kuda-kuda untuk melakukan serangan selanjutnya. Dalam kepalan tangannya, mengalir kekuatan yang begitu besar.
“Beast-Fist Jaguar-Ken: PUKULAN JAGUAR MEMBARA!!”
Pukulan tersebut berhasil mengalahkan Iblis yang berusaha menyerangnya. Ketika melihat pukulan tersebut, Iblis lainnya perlahan mulai mundur dan mencoba melarikan diri. Mengetahui lawannya sudah kewalahan, Sandy maju dan menyerang mereka tanpa ampun.
Dari kejauhan, Ezard memantau pertarungan kami dengan anak buahnya. Tubuhnya tak bisa tenang melihat rekan-rekannya telah dikalahkan dengan mudah. Tanpa berpikir panjang, ia maju menghampiri kami.
“Tidak kusangka akan jadi seperti ini,” katanya dengan ekspresi kesal.
“Selanjutnya, adalah kau.”
“Mari, kita mulai acara utamanya.”
Aura dan kekuatan yang besar menyelimuti di dalam diri Ezard. Ia melepaskan kekuatannya dan merubah wujudnya. Di hadapan kami, sesosok Iblis tingkat A … menjadi lawan terakhir kami.
.........
Di hadapan kami, sosok Iblis tingkat A berdiri dengan memperlihatkan wujud aslinya. Mengetahui musuhnya kuat, Sandy menekan tombol untuk memanggil senjata tempur. Sepasang senjata Tonfa muncul di kedua tangannya.
“Baru kali ini aku melihat orang yang memakai Tonfa,” kataku.
“Hehehe. Senjata ini sepertinya cocok untuk melawannya.”
“Sudah! Mari kita bertarung. Aku akan balas dendam kepada kalian.”
Dengan gerakan yang cepat, Ezard maju untuk melakukan serangan. Pertama kali yang ia serang adalah Sandy. Mengetahui itu, Sandy bersiap memasang kuda-kuda pertahanan. Saat jarak mereka begitu dekat, Ezard tanpa ragu melancarkan pukulan yang kuat. Kemudian, Sandy menahan pukulan tersebut dengan menggunakan kedua Tonfa nya.
Pertarungan di antara mereka terjadi dengan sengit. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Ezard. Sementara itu, Sandy menahannya sambil sesekali melakukan serangan balasan. Gerakan mereka sangat cepat, orang biasa tak akan mampu untuk melihatnya.
“Jaguar-Ken Tonfa Style: SERANGAN BERUNTUN!!”
Serangan tersebut berhasil mengenai Ezard dan membuatnya mundur. Tak habis sampai di situ, Sandy kembali melakukan serangan. Ekspresi kesal muncul dari wajah Ezard. Kemudian, ia juga melakukan serangan balasan kepada Sandy. Namun, serangan tersebut masih dapat dihalau oleh Sandy.
Pertarungan di antara mereka masih terus berjalan. Tak ada satu pun dari mereka yang mau mengalah. Aku hanya diam sambil melihat pertarungan tersebut. Aku merasa tidak enak jika mengganggu pertarungan mereka.
Ezard melancarkan serangan yang lebih kuat dari sebelumnya. Kemudian, Sandy mencoba menahannya. Namun, Sandy tak mampu lagi menahannya hingga membuatnya terlempar cukup jauh.
Aku dengan buru-buru menghampiri ke lokasi Sandy dilemparkan oleh Ezard. Kondisi Sandy cukup parah akibat serangan tersebut.
“Oi, Sandy. Kau tidak apa-apa, kan?”
“Y-yah, aku tidak apa-apa kok. Hanya saja, saat ini aku ingin istirahat sebentar.”
“Tenang saja. Sisanya serahkan saja kepadaku.”
Setelah mendengar perkataanku, Sandy kemudian pingsan dan tak sadarkan diri. Aku membaringkannya di tempat aman dan cukup jauh dari lokasi pertarungan. Setelah itu, aku pergi menghampiri Ezard yang berdiri tegak dengan angkuh.
“Jadi, bagaimana? Apakah kau sudah menyerah?”
Setelah mendengar pertanyaannya, aku tertunduk dan terdiam sejenak. Merasa sudah menang, Ezard memegang kepalaku sambil tertawa.
Aku mengeluarkan aura yang kuat dan menyeramkan, agar ia bisa lihat dan merasakannya. Tiba-tiba, mata Ezard melotot dan tubuhnya gemetaran saat melihat dan merasakan aura yang keluar dari diriku.
Dengan sekuat tenaga aku memukul perutnya hingga membuatnya terlempar ke dinding. Ia terduduk lemas sambil mengerang kesakitan.
“Bagaimana rasanya?”
Ezard hanya bisa mengerang kesakitan saat aku memberikan pertanyaan. Perlahan, aku berjalan ke arahnya. Tanpa disadari, ia mengeluarkan ekspresi ketakutan.
“A-ampun. Kumohon, maafkan aku.”
Aku terus berjalan tanpa mendengar permohonan maaf darinya. Aku mengambil GA khusus anggota DHA. Aku mengaktifkan pakaian tempur.
“Avalon: Dark Sword.”
Ezard kembali terkejut ketika aku memanggil senjataku. Ia mengeluarkan air mata, dan ingusnya … itu sangat menjijikkan.
Saat ini, aku dan Ezard saling berhadapan satu sama lain. Ezard masih merasa ketakutan ketika melihatku. Hal itu terlihat jelas dari wajahnya.
“Sudah cukup. Mari kita akhiri ini.”
“Ti-tidak. Mohon, ma-maafkan aku.”
“Elemen Kegelapan: ....”
Saat aku ingin melancarkan serangan, tiba-tiba di kejauhan ada juga yang ingin menyerang ku. Dengan cepat aku menghindari serangan tersebut. Serangan yang dilancarkan seperti bentuk kristal.
“Siapa itu?” tanyaku sambil mengamati sekitar.
Muncul sosok pria dari balik bayang-bayang Ezard. Pria itu menggunakan jubah hitam dan topeng untuk menutupi mukanya.
“Aku hanyalah tangan kanan dari Raja Iblis Lucifer.”
“Tangan kanan? Apakah kau bagian dari empat jenderal?”
“Bukan, tingkatan mereka berada di bawahku.”
“Apa tujuanmu?”
“Hanya berkunjung dan melihat perkembangan anak buahku. Tapi….”
“Tapi?”
Pria itu mengarahkan telunjuk jarinya ke arah dada Ezard. Dari telunjuk jarinya, muncul sebuah kristal. Kemudian, ia menggerakkannya seperti menembak. Kristal tersebut berhasil mengenai dada Ezard. Seketika, tembakan tersebut membuat Ezard meregang nyawa.
“Hei, apa yang kau lakukan kepada anak buahmu sendiri?”
“Maaf, aku tadi hanya memberikan pelajaran kepada anak buahku.”
Aku terheran dengan jawabannya. Baru kali ini aku melihat seorang atasan yang membunuh sendiri bawahannya.
“Untukmu, tuan Kai. Izinkan aku untuk pamit undur diri.”
Pria itu kemudian menghilang seperti debu yang diterbangkan oleh angin. Setelah itu, aku pergi menghampiri Sandy yang masih dalam keadaan pingsan. Aku kemudian mematikan medan tempur, lalu menghubungi pasukan divisi III militer untuk mengambil jasad Iblis yang telah kami kalahkan.
Aku merasa bersyukur karena kami bisa selamat setelah bertarung melawan banyak Iblis. Namun, di sisi lain aku juga masih bertanya-tanya tentang pria berjubah tersebut. Siapakah dirinya? Dan, kenapa aku tidak bisa merasakan hawa keberadaannya saat itu? Apakah ia lebih kuat dari empat jenderal?
Untuk saat ini, memikirkannya membuat kepalaku sedikit sakit. Pertama-tama, aku harus mencari tahu tentang orang dalam yang dikatakan oleh Ezard. Setelah itu, aku akan menyelesaikan yang lainnya. Meski tidak mudah, namun itu sudah menjadi tugasku untuk menjaga Avalon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments