Memberikan Hak?!

Malam ini Alvaro pulang ke rumah setelah mengecek beberapa laporan di restaurant. Rasa lelah terlihat sekali dari wajahnya, dia mengusap wajah lelahnya saat dia membuka pintu kamar. Dan kejutan tidak terduga di dapatkan di depannya saat ini.

Tami masih belum menyadari kehadiran suaminya. Dia masih mematut dirinya di depan cermin meja rias. Sungguh dia sangat malu ketika harus memakai gaun tidur transparan ini di depan suaminya. Sebuah hadiah pernikahan yang di berikan Ayra padanya. Tami sangat malu melihat dirinya sendiri di balik pantulan cermin.

"Aduh aku malu sekali jika harus memakai ini di depan suamiku. Sudahlah, aku ganti pakai baju tidur biasa saja"

Tami berbalik dan seketika tubuhnya mematung saat melihat suaminya yang tersenyum penuh arti padanya. Tami mundur ketika Alvaro berjalan mendekat padanya, pria itu menutup pintu dengan kakinya. Lalu berjalan mendekati istrinya yang sepertinya sudah siap untuk dirinya sentuh.

Tami terduduk di kursi depan meja rias, dia semakin gugup saat suaminya terus berjalan mendekat padanya dengan tatapan yang tidak lepas darinya.

"Sa-sayang aku..."

Alvaro sudah berada tepat di depannya, kedua tangannya berada di sisi tubuh Tami. Mengukung gadis itu dengan tangannya yang tertumpu pada meja rias. Menatap wajah istrinya yang sudah memerah seperti tomat.

"Apa kau sudah siap memberikan hak aku?"

Tami terdiam beberapa saat, dirinya sudah melangkah sejauh ini. Jadi untuk apa juga dia membatalkan setiap rencana yang sudah dia susun sejak tadi sore. Memang sudah seharusnya dia memberikan hak suaminya.

"Lakukanlah, aku siap menerima semuanya. Pernikahan kita sudah sah dan resmi. Lalu apalagi yang aku takutkan"

Mendengar itu, Alvaro tersenyum senang. Tidak mau menunda-nunda kesempatan yang tidak akan datang dua kali ini. Dia langsung menggendong tubuh Tami dan membawanya ke tempat tidur. Menidurkan tubuh istrinya dengan perlahan.

Semuanya di mulai dari kecupan di keningnya, hingga kecupan-kecupan itu mulai turun ke seluruh tubuhnya. Malam ini, di bawah langit yang temaram dan bertabur bintang. Di sebuah kamar sepasang suami istri sedang saling memberikan kenikmatan. Meski Tami belum mempunyai perasaan apapun pada suaminya. Tapi, rasa nyaman sudah dia rasakan sejak awal menikah dengan suaminya. Ketika mereka tidur di atas tempat tidur yang sama dan saling berpelukan. Sejak saat itu, Tami mulai merasakan kenyamanan bersama suaminya.

Dan pagi ini saat dia terbangun, dia melihat banyaknya tanda kemerahan di tubuhnya. Tami menjerit tertahan di ruang ganti saat melihat tubuhnya yang di penuhi tanda kemerahan.

Kenapa banyak sekali.

Tami mengusap bagian leher dan dadanya yang di penuhi dengan beberapa bekas kemerahan disana. Sepertinya Alvaro sedang menunjukkan keperkasaan dirinya di atas ranjang. Hingga Tami hampir tidak bisa menandinginya tadi malam.

Mengingat kejadian itu, membuat semburat merah muncul di wajahnya. Tami sangat malu ketika semalam dia juga menikmatinya, sampai suara-suara kenikmatan keluar dari mulutnya berulang kali.

Tami menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Duh malu banget aku semalam, kenapa bis seperti itu si"

Selesai dia memakai baju, Tami segera keluar kamar untuk mulai aktifitas paginya. Menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga suaminya. Namun, saat dia sedang fokus dengan masakan di dalam wajan. Sepasang tangan yang tiba-tiba melingkar di perutnya. Ekspresi Tami saat ini tidak terlalu terkejut seperti waktu itu. Dia sudah tahu kebiasaan suaminya ini, yang selalu memeluknya tiba-tiba seperti ini.

"Sayang, sudah bangun ya. Mandi dulu sana, aku sedang menyiapkan sarapan untukmu"

Alvaro mencium bahu istrinya dengan lembut. Menghirup aroma tubuh istrinya yang memabukkan baginya. "Semalam, kau dapat darimana gaun tidur seperti itu? Bagaimana jika sekarang kita pergi jalan-jalan dan beli lagi yang banyak gaun seperti itu. Aku suka"

"Tidak.." Tami terkejut sendiri dengan suaranya yang keras. "Emm. Maksudnya, tidak perlu Sayang. Itu juga hanya sebuah hadiah dari temanku, jadi sayang saja jika aku tidak memakainya"

Tapi, aku benar-benar tidak mau membeli lagi gaun seperti itu.

"Siapa temanmu? Baik sekali dia sampai seperhatian itu padamu, memberikan hadiah yang sangat pas"

Iya, sangat pas untuk menggodaku. Haha.

"Mungkin dia juga salah pilih kenapa malah memberikan hadiah itu padaku" Tami berjalan menuju meja makan dengan Alvaro yang masih memeluknya dari belakang. Pria itu benar-benar tidak berniat untuk melepaskan pelukannya saat Tami sudah selesai memasak sarapan pagi ini. Tinggal menatanya di atas meja makan.

"Sayang, mandi dulu sana. Setelah ini baru sarapan. Atau mau sarapan dulu?"

Alvaro menggeleng pelan, dia malah semakin mengeratkan pelukannya. "Temani aku mandi"

Mendengar itu, entah kenapa Tami malah merasa merinding. Menemani suaminya mandi adalah sinyal bahaya. Bisa-bisa dia benar-benar tidak masuk kuliah hari ini hanya karena menemani suaminya mandi.

"Aku 'kan sudah mandi, masa mau mandi lagi. Dingin ahh, kamu saja ya yang mandi. Biar aku siapkan airnya untuk kamu mandi"

Alvaro tersenyum tipis melihat wajah tegang istrinya. Dia tahu jika Tami sudah membaca fikiran kotornya saat dia mengajak mandi bersama. "Yaudah, tapi kapan-kapan aku ingin mandi bersama denganmu. Ingin merasakan suasana di kamar mandi bagaimana"

Tami tidak menjawab, dia berlalu pergi ke kamarnya. Hatinya sudah berdebar kencang, tidak tahu kenapa suaminya berubah menjadi pria mesum seperti sekarang. Apa memberikan haknya semalam telah membangkitkan sisi pria dalam diri Alvaro.

Saat Tami sedang mengisi bak mandi dengan air hangat. Alvaro masuk begitu saja ke dalam kamar mandi. Benar-benar dalam keadaan tubuh yang polos tanpa menggunakan sehelai benang pun.

Selalu saja seperti itu.

Tami segera berdiri dengan wajah menunduk, meski semalam dia sudah melihat tubuh suaminya yang polos. Tapi tetap saja membuatnya merasa sangat malu hari ini. Melihat lagi tubuh polos suaminya.

"Airnya sudah siap, kalau begitu aku keluar dulu"

Tami segera berlari keluar kamar mandi. Dia memegang dadanya yang berdetak kencang. "Kenapa jantungku? Selalu saja berdebar kencang seperti ini"

Selesai sarapan bersama, Alvaro mengantarkan Tami kuliah. Setelahnya dia segera kembali ke restaurant. Masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursi kebesaraannya dengan kedua tangan berada di belakang kepalanya. Menyandar pada sandaran kursi. Bibirnya tersenyum membayangkan kejadian semalam bersama istrinya.

Ternyata menikah sebahagia ini. Kenapa gak dari dulu saja aku bertemu dengan Tami dan menikahinya.

Saat dia masih dalam fikiran tentang kenikmatan yang dia rasakan semalam. Membuat Alvaro tidak sadar jika ada seseorang yang masuk ke dalam ruangannya. Seorang wanita yang menghampiri Alvaro, lalu duduk di kursi depan meja Alvaro. Kehadirannya baru saja membuat Alvaro tersadar dari segala lamunannya. Dia menatap wanita di depannya dengan wajah datar.

"Hai Al, aku kembali untuk memberikanmu ini. Tolong datang ya" Dia menyodorkan sebuah undangan di atas meja, mendorongnya ke dekat Alvaro.

Alvaro menatap sejenak surat undangan itu, lalu dia mengambilnya dan segera membukanya. Sebuah undangan pembukaan butik baru yang tertera disana.

"Aku harap kamu datang ya, melihat keberhasilanku selama ini"

"Baiklah, aku akan datang bersama istriku"

Wanita itu terlihat sangat terkejut mendengar ucapan Alvaro.

Bersambung

Like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya.. berikan bintang rate 5

Terpopuler

Comments

MJ

MJ

Bibit2 pelakor

2023-07-19

0

uyhull01

uyhull01

hahaha itu bju dinas bersama suami🤭
wehhh siapa itu ???

2023-01-19

0

AlmiraAzniAdzkia🥰🌺

AlmiraAzniAdzkia🥰🌺

mulai muncul orang ketiga kah,,,,

2023-01-19

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Yang Membuat Berdebar
2 Pelukan Mengejutkan
3 Membuat Tertarik?!
4 Hanya Ingin Melindunginya
5 Buatkan Aku Kopi?!
6 Menolak Untuk Menginap
7 Langsung Menolak Begitu Saja
8 Tawaran Mengejutkan
9 Meminta Restu Ayah Dan Ibu
10 Pernikahan Karena Uang
11 Perjuangan Tami Yang Sia-Sia
12 Ciuman Pertama
13 Ayo Mandi Bersama?!
14 Ketulusan Alvaro
15 Kemarahan Alvaro
16 Meminta Hak
17 Memberikan Hak?!
18 Apakah Cemburu?!
19 Menstruasi?!
20 Benar-benar Mencintainya
21 Masa Lalu Yang Tersembunyi
22 Hanya Istri Pembayaran Hutang?!
23 Marah
24 Coba Untuk Membuka Hatimu
25 Bisakah Membuka Hati?
26 Cemburu Hanya Untuk Orang Yang Mencintai?!
27 Sebuah Foto?!
28 Kesalah Fahaman Yang Belum Terselesaikan
29 Kecelakaan?!
30 Ternyata Bukan Alvaro
31 Benar Mencintaiku?
32 Aku Bahagia Menikah Denganmu!
33 Ternyata Teman
34 Kebaikan Alvaro
35 Mencintaimu Dan Menyerahkan Hatiku
36 Menerima Alvaro Dan Masa Lalunya
37 Belum Ada Kata Cinta Yang Terucap
38 Kebahagiaan Ayah
39 Pil Kontrasepsi?!
40 Aku Mencintaimu
41 Cerita Dibalik Ulang Tahun Alvaro
42 Memberikan Apa Yang Alvaro Inginkan
43 Menjadi Satu-satunya Untukku
44 Alergi?!
45 Selalu Bahagia Bersamamu
46 Keluar Kota?!
47 Hamil?!
48 Menemui Alvaro
49 Berbeda Dari Wanita Lain
50 Hormon Kehamilan
51 Kebahagiaan Ayah Dan Ibu
52 Konsultasi Tentang Kita?!
53 Menghadapi Ibu Hamil
54 Calon Bayi Kembar?!
55 Kekhawatiran Alvaro
56 Siapa Rendi Fahreza?!
57 Cinta Bukan Hanya Tentang Cantik
58 Preeklamsia?!
59 Tidak Bisa Memilih Diantara Kalian
60 Memilih Keputusan
61 Istriku Pasti Kuat
62 Pasti Kuat Melewati Semua ini
63 Alma Dan Alqi?
64 Sebuah Gerakan Tangan
65 Aku Tidak Akan Merebut Suamimu
66 Akhirnya Bangun
67 Terima Kasih Karena Sudah Setia
68 Masih Pencemburu?!
69 Tidak Seburuk Yang Difikirkan
70 Kecemasan Alvaro
71 Apa Sudah Bisa Melakukannya?!
72 Beruntung Memiliki Alvaro
73 Lagi-lagi Tentang Kemal?!
74 Sudah Bisa Melakukannya
75 Tidak Ingin Mempunyai Anak Lagi
76 Trauma Alvaro
77 Kesempatan Hidup Kedua
78 Tami Si Korban Bully?!
79 Dua Anak Lebih Baik?!
80 Pemasangan Kontrasepsi?!
81 Menggodanya
82 My Sweet Girl
83 Terimakasih
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Pertemuan Yang Membuat Berdebar
2
Pelukan Mengejutkan
3
Membuat Tertarik?!
4
Hanya Ingin Melindunginya
5
Buatkan Aku Kopi?!
6
Menolak Untuk Menginap
7
Langsung Menolak Begitu Saja
8
Tawaran Mengejutkan
9
Meminta Restu Ayah Dan Ibu
10
Pernikahan Karena Uang
11
Perjuangan Tami Yang Sia-Sia
12
Ciuman Pertama
13
Ayo Mandi Bersama?!
14
Ketulusan Alvaro
15
Kemarahan Alvaro
16
Meminta Hak
17
Memberikan Hak?!
18
Apakah Cemburu?!
19
Menstruasi?!
20
Benar-benar Mencintainya
21
Masa Lalu Yang Tersembunyi
22
Hanya Istri Pembayaran Hutang?!
23
Marah
24
Coba Untuk Membuka Hatimu
25
Bisakah Membuka Hati?
26
Cemburu Hanya Untuk Orang Yang Mencintai?!
27
Sebuah Foto?!
28
Kesalah Fahaman Yang Belum Terselesaikan
29
Kecelakaan?!
30
Ternyata Bukan Alvaro
31
Benar Mencintaiku?
32
Aku Bahagia Menikah Denganmu!
33
Ternyata Teman
34
Kebaikan Alvaro
35
Mencintaimu Dan Menyerahkan Hatiku
36
Menerima Alvaro Dan Masa Lalunya
37
Belum Ada Kata Cinta Yang Terucap
38
Kebahagiaan Ayah
39
Pil Kontrasepsi?!
40
Aku Mencintaimu
41
Cerita Dibalik Ulang Tahun Alvaro
42
Memberikan Apa Yang Alvaro Inginkan
43
Menjadi Satu-satunya Untukku
44
Alergi?!
45
Selalu Bahagia Bersamamu
46
Keluar Kota?!
47
Hamil?!
48
Menemui Alvaro
49
Berbeda Dari Wanita Lain
50
Hormon Kehamilan
51
Kebahagiaan Ayah Dan Ibu
52
Konsultasi Tentang Kita?!
53
Menghadapi Ibu Hamil
54
Calon Bayi Kembar?!
55
Kekhawatiran Alvaro
56
Siapa Rendi Fahreza?!
57
Cinta Bukan Hanya Tentang Cantik
58
Preeklamsia?!
59
Tidak Bisa Memilih Diantara Kalian
60
Memilih Keputusan
61
Istriku Pasti Kuat
62
Pasti Kuat Melewati Semua ini
63
Alma Dan Alqi?
64
Sebuah Gerakan Tangan
65
Aku Tidak Akan Merebut Suamimu
66
Akhirnya Bangun
67
Terima Kasih Karena Sudah Setia
68
Masih Pencemburu?!
69
Tidak Seburuk Yang Difikirkan
70
Kecemasan Alvaro
71
Apa Sudah Bisa Melakukannya?!
72
Beruntung Memiliki Alvaro
73
Lagi-lagi Tentang Kemal?!
74
Sudah Bisa Melakukannya
75
Tidak Ingin Mempunyai Anak Lagi
76
Trauma Alvaro
77
Kesempatan Hidup Kedua
78
Tami Si Korban Bully?!
79
Dua Anak Lebih Baik?!
80
Pemasangan Kontrasepsi?!
81
Menggodanya
82
My Sweet Girl
83
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!