Perjuangan Tami Yang Sia-Sia

Masih dengan berbalut baju pengantin, Tami berlari menyusuri lorong rumah sakit dengan di ikuti suaminya. Alvaro Benar-benar terkejut saat Tami berkata jika adiknya meninggal dunia karena gagal menjalani operasi. Alvaro benar-benar tidak tahu soal itu.

Sampai di depan ruangan, Tami melihat Ayah sedang menopang Ibunya yang jatuh pingsan. Dia berlari masuk ke dalam ruangan dan melihat adiknya yang terbaring di atas ranjang, sudah tak lagi bernyawa. Tami berlari ke arahnya dan memeluknya dengan tubuh yang berlutut di lantai, bertumpu pada kedua lututnya.

"Tian bangun Nak, jangan biarkan perjuangan Kakak sia-sia. Ayo kembali Nak, jangan membuat perjuangan Ayah dan Ibu juga sia-sia"

Tangisan Tami benar-benar pecah, semuanya telah berakhir. Adiknya memilih untuk menyudahi rasa sakitnya dengan cara pergi untuk selamanya. Membuat perjuangan Tami hanyalah sia-sia. Mendengar isak tangis Tami yang begitu menyayat hati, membuat Alvaro tidak tahan untuk tidak ikut berlutut di atas lantai dan memeluknya.

"Kenapa kamu tidak bilang tentang adik kamu ini?" Lirih Alvaro, dia memeluk istrinya dengan erat. Tidak menyangka jika hal ini akan terjadi di hari pernikahan mereka.

Tidak bisa berkata-kata lagi, Tami hanya terisak dalam pelukan suaminya. Dunianya seolah hancur seketika, semua perjuangannya sia-sia saja. Dia sudah merelakan masa depannya dengan menikahi pria yang sama sekali tidak dia cintai dan juga tidak mencintainya.

Tapi, sekarang semuanya hancur. Adiknya tetap tidak bisa tertolong. Semua ini membuktikan jika uang tidak bisa membeli kehendak Tuhan. Semuanya sudah menjadi takdir dan rencananya.

"Apa kamu membutuhkan uang itu untuk ini? Untuk biaya operasi adik kamu?" Alvaro terus mengelus punggung istrinya dengan sesekali mencium puncak kepala istrinya.

Tami sudah mulai tenang, dia mendongak dan menatap suaminya yang menundukan padangannya untuk menatap ke arahnya juga.

"Semuanya memang demi adikku, Tuan. Tapi sekarang, adikku telah pergi. Apa pernikahan ini masih harus di lanjutkan?"

Tami hanya tidak ingin melanjutkan pernikahan terpaksa ini. Tami tahu jika Alvaro mengikatnya dengan pernikahan hanya karena dia takut Tami akan lari tanpa membayar pinjaman uangnya.

Namun, melihat tatapan Alvaro yang dingin dan juga pria itu yang langsung memalingkan wajahnya. Membuat Tami pasrah saja dengan jawaban apa yang akan Alvaro berikan. Jika memang takdir hidupnya harus menjalani pernikahan tanpa cinta sampai semua hutangnya terlunasi. Tami rela, meski segala pengorbanannya ini hanya sia-sia.

"Pernikahan ini tetap berjalan, kamu tetap menjadi istriku. Karena uang yang aku berikan telah kau terima, bagaimana mungkin pernikahan ini akan batal begitu saja setelah aku memberikan uang dengan jumlah yang banyak padamu"

Tami menunduk mendengar itu. Ya, memang benar apa yang dikatakan oleh Alvaro. Tami telah menerima uangnya, dan tidak mungkin dia menghentikan pernikahan yang sudah terjadi ini. Disini dia hanya perlu bertahan sampai Alvaro benar-benar akan membuangnya.

Maafkan aku Tami, aku hanya sedang mengikatmu. Aku tahu jika kamu tidak mencintaiku, tapi aku berharap suatu saat nanti aku bisa mendapatkan hatimu dan cintamu. Aku akan mendapatkanmu, My Sweet Girl.

...💫💫💫💫💫💫💫💫...

Acara pemakaman telah selesai, meski dengan berat hati tapi Tami tetap harus ikut suaminya untuk pulang ke rumahnya. Apalagi saat melihat Alvaro yang tidak nyaman berada di rumahnya yang kecil. Selain itu banyak juga tetangga yang mempertanyakan tentang hubungan dirinya dengan keluarga Tami.

Sampai di rumah Alvaro, Tami hanya mengikuti kemana suaminya pergi. Saat masuk ke dalam kamar, suasana berubah menjadi menegangkan bagi Tami. Untuk pertma kalinya dia berada di dalam satu kamar bersama seorang pria. Meski sekarang statusnya adalah suaminya.

"Aku tidak sempat mandi tadi, tolong kamu siapkan peralatan mandi untukku. Kau mulailah tugasmu sebagai seorang istri yang baik dan penurut"

Tami mengangguk, lalu dia berjalan ke arah ruang ganti. Menyiapkan segala keperluan mandi dan pakaian ganti untuk suaminya. Setelah semuanya siap, dia kembali ke luar dari ruang ganti. Mendapati suaminya sedang duduk menyandar di atas sofa dengan mata terpejam. Entah tidur atau tidaknya. Tapi bukan itu masalahnya, dengan posisinya yang seperti itu Alvaro benar-benar tidak memakai baju. Kemejanya sudah dia lepas dan tergorek di atas lantai.

Dengan ragu Tami mendekatinya, menatap garis wajah suaminya yang nyaris sempurna. Hidung mancung dan wajah yang putih bersih. Benar-benar membuatnya yang sebagai perempuan merasa gagal. Karena wajahnya saja sangat pas-pas'san.

Bagaimana bisa ada pria setampan ini, tapi malah menikahi wanita sepertiku?

Pertanyaan yang belum mendapat jawaban apa-apa. Sampai sekarang selain alasan pinjaman uang, Tami tidak tahu alasan lain yang membuat Alvaro mengajaknya menikah.

Kedua mata dengan bulu mata lentik itu tiba-tiba saja terbuka membuat Tami mundur satu langkah dari tempatnya berdiri, karena terlalu terkejut.

Alvaro tersenyum tipis melihat kegugupan di wajah istrinya. "Sedang apa kau? Menatap wajahku? Ya, aku tahu aku memang tampan. Awas saja jika kau jatuh cinta padaku"

Tapi aku juga tidak masalah jika kau jatuh cinta padaku.

Tami menggeleng pelan untuk menyangkal ucapan suaminya itu. Dia memang tampan, tapi bukan berarti Tami sengaja memperhatikannya yang sedang terlelap itu.

"Airnya sudah siap, Tuan" kata Tami dengan wajah menunduk.

Alvaro berdiri, dia berjalan perlahan mendekati Tami seiring dengan Tami yang berjalan mundur. Semakin Alvaro melangkah mendekatinya, semakin Tami melangkah mundur sampai kakinya membentur pinggir tempat tidur dan jatuh terduduk di atas tempat tidur.

Alvaro sedikit membungkukan tubuhnya, kedua tangannya tertumpu di pinggir tempat tidur. Tepat di kedua sisi tubuh Tami. Posisi seperti ini semakin membuat jantung Tami berdebar lebih cepat dari biasanya. Kedua pasang matanya menatap manik coklat milik Alvaro yang juga menatapnya.

"Mulai sekarang panggil aku Sayang. Mengerti!"

Terlalu takut dan gugup dengan posisi mereka saat ini, membuat Tami refleks menganggukan kepalanya saja. Padahal otaknya belum benar-benar bekerja.

Alvaro mengecup pipi Tami sekilas sebelum sempat istrinya itu menghindarinya. "Good Girl"

Tami mengerjap beberapa saat setelah keterkejutannya. Alvaro telah berbalik dan berlalu ke ruang ganti. Sementara Tami masih terdiam di tempatnya dengan memegang pipi kirinya yang tadi di cium oleh Alvaro. Hangat bibir suaminya masih sangat terasa di pipinya.

"Apa tadi dia bilang? Aku harus memanggilnya Sayang? Ya ampun Tami, kenapa kamu bodoh sekali sampai mengiyakan perkataan Tuan Alvaro barusan"

Tami menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia menyesali kebodohannya itu. Memanggilnya Sayang? Itu adalah sesuatu hal yang mustahil. Gumamnya.

Berpacaran dan merasakan jatuh cinta saja, Tami belum pernah. Apalagi panggil Sayang pada seorang pria. Rasanya terlalu malu untuk Tami. Tapi bodohnya dia sudah terlanjur mengiyakan, jadi tidak mungkin dia membantah keinginan Alvaro.

Bersambung

Like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya.. berikan bintang rate 5

Terpopuler

Comments

Jihan Putri Khaerunnisa

Jihan Putri Khaerunnisa

hihi lucu juga ya

2023-02-06

0

uyhull01

uyhull01

hihi lucu juga ancam nya hrus mnggil sayang, 🤭

2023-01-18

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Yang Membuat Berdebar
2 Pelukan Mengejutkan
3 Membuat Tertarik?!
4 Hanya Ingin Melindunginya
5 Buatkan Aku Kopi?!
6 Menolak Untuk Menginap
7 Langsung Menolak Begitu Saja
8 Tawaran Mengejutkan
9 Meminta Restu Ayah Dan Ibu
10 Pernikahan Karena Uang
11 Perjuangan Tami Yang Sia-Sia
12 Ciuman Pertama
13 Ayo Mandi Bersama?!
14 Ketulusan Alvaro
15 Kemarahan Alvaro
16 Meminta Hak
17 Memberikan Hak?!
18 Apakah Cemburu?!
19 Menstruasi?!
20 Benar-benar Mencintainya
21 Masa Lalu Yang Tersembunyi
22 Hanya Istri Pembayaran Hutang?!
23 Marah
24 Coba Untuk Membuka Hatimu
25 Bisakah Membuka Hati?
26 Cemburu Hanya Untuk Orang Yang Mencintai?!
27 Sebuah Foto?!
28 Kesalah Fahaman Yang Belum Terselesaikan
29 Kecelakaan?!
30 Ternyata Bukan Alvaro
31 Benar Mencintaiku?
32 Aku Bahagia Menikah Denganmu!
33 Ternyata Teman
34 Kebaikan Alvaro
35 Mencintaimu Dan Menyerahkan Hatiku
36 Menerima Alvaro Dan Masa Lalunya
37 Belum Ada Kata Cinta Yang Terucap
38 Kebahagiaan Ayah
39 Pil Kontrasepsi?!
40 Aku Mencintaimu
41 Cerita Dibalik Ulang Tahun Alvaro
42 Memberikan Apa Yang Alvaro Inginkan
43 Menjadi Satu-satunya Untukku
44 Alergi?!
45 Selalu Bahagia Bersamamu
46 Keluar Kota?!
47 Hamil?!
48 Menemui Alvaro
49 Berbeda Dari Wanita Lain
50 Hormon Kehamilan
51 Kebahagiaan Ayah Dan Ibu
52 Konsultasi Tentang Kita?!
53 Menghadapi Ibu Hamil
54 Calon Bayi Kembar?!
55 Kekhawatiran Alvaro
56 Siapa Rendi Fahreza?!
57 Cinta Bukan Hanya Tentang Cantik
58 Preeklamsia?!
59 Tidak Bisa Memilih Diantara Kalian
60 Memilih Keputusan
61 Istriku Pasti Kuat
62 Pasti Kuat Melewati Semua ini
63 Alma Dan Alqi?
64 Sebuah Gerakan Tangan
65 Aku Tidak Akan Merebut Suamimu
66 Akhirnya Bangun
67 Terima Kasih Karena Sudah Setia
68 Masih Pencemburu?!
69 Tidak Seburuk Yang Difikirkan
70 Kecemasan Alvaro
71 Apa Sudah Bisa Melakukannya?!
72 Beruntung Memiliki Alvaro
73 Lagi-lagi Tentang Kemal?!
74 Sudah Bisa Melakukannya
75 Tidak Ingin Mempunyai Anak Lagi
76 Trauma Alvaro
77 Kesempatan Hidup Kedua
78 Tami Si Korban Bully?!
79 Dua Anak Lebih Baik?!
80 Pemasangan Kontrasepsi?!
81 Menggodanya
82 My Sweet Girl
83 Terimakasih
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Pertemuan Yang Membuat Berdebar
2
Pelukan Mengejutkan
3
Membuat Tertarik?!
4
Hanya Ingin Melindunginya
5
Buatkan Aku Kopi?!
6
Menolak Untuk Menginap
7
Langsung Menolak Begitu Saja
8
Tawaran Mengejutkan
9
Meminta Restu Ayah Dan Ibu
10
Pernikahan Karena Uang
11
Perjuangan Tami Yang Sia-Sia
12
Ciuman Pertama
13
Ayo Mandi Bersama?!
14
Ketulusan Alvaro
15
Kemarahan Alvaro
16
Meminta Hak
17
Memberikan Hak?!
18
Apakah Cemburu?!
19
Menstruasi?!
20
Benar-benar Mencintainya
21
Masa Lalu Yang Tersembunyi
22
Hanya Istri Pembayaran Hutang?!
23
Marah
24
Coba Untuk Membuka Hatimu
25
Bisakah Membuka Hati?
26
Cemburu Hanya Untuk Orang Yang Mencintai?!
27
Sebuah Foto?!
28
Kesalah Fahaman Yang Belum Terselesaikan
29
Kecelakaan?!
30
Ternyata Bukan Alvaro
31
Benar Mencintaiku?
32
Aku Bahagia Menikah Denganmu!
33
Ternyata Teman
34
Kebaikan Alvaro
35
Mencintaimu Dan Menyerahkan Hatiku
36
Menerima Alvaro Dan Masa Lalunya
37
Belum Ada Kata Cinta Yang Terucap
38
Kebahagiaan Ayah
39
Pil Kontrasepsi?!
40
Aku Mencintaimu
41
Cerita Dibalik Ulang Tahun Alvaro
42
Memberikan Apa Yang Alvaro Inginkan
43
Menjadi Satu-satunya Untukku
44
Alergi?!
45
Selalu Bahagia Bersamamu
46
Keluar Kota?!
47
Hamil?!
48
Menemui Alvaro
49
Berbeda Dari Wanita Lain
50
Hormon Kehamilan
51
Kebahagiaan Ayah Dan Ibu
52
Konsultasi Tentang Kita?!
53
Menghadapi Ibu Hamil
54
Calon Bayi Kembar?!
55
Kekhawatiran Alvaro
56
Siapa Rendi Fahreza?!
57
Cinta Bukan Hanya Tentang Cantik
58
Preeklamsia?!
59
Tidak Bisa Memilih Diantara Kalian
60
Memilih Keputusan
61
Istriku Pasti Kuat
62
Pasti Kuat Melewati Semua ini
63
Alma Dan Alqi?
64
Sebuah Gerakan Tangan
65
Aku Tidak Akan Merebut Suamimu
66
Akhirnya Bangun
67
Terima Kasih Karena Sudah Setia
68
Masih Pencemburu?!
69
Tidak Seburuk Yang Difikirkan
70
Kecemasan Alvaro
71
Apa Sudah Bisa Melakukannya?!
72
Beruntung Memiliki Alvaro
73
Lagi-lagi Tentang Kemal?!
74
Sudah Bisa Melakukannya
75
Tidak Ingin Mempunyai Anak Lagi
76
Trauma Alvaro
77
Kesempatan Hidup Kedua
78
Tami Si Korban Bully?!
79
Dua Anak Lebih Baik?!
80
Pemasangan Kontrasepsi?!
81
Menggodanya
82
My Sweet Girl
83
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!