Tawaran Mengejutkan

Pagi yang menegangkan bagi Tami, di pagi buta dia sudah harus mengantar Ibu dan adiknya ke rumah sakit. Tian kembali kambuh, dan setiap hal itu terjadi maka selalu menjadi ketakutan bagi Tami. Dia takut jika adiknya tidak akan bisa bertahan. Takut jika dia tidak bisa memberikan pengobatan terbaik untuk adiknya itu.

Tami duduk di kursi tunggu dengan menyandar pada dinding di belakangnya. Kedua tangannya masuk ke dalam saku hoode yang dia kenakan. Matanya terpejam, bukan tertidur, tapi Tami sedang kacau dengan pemikirannya sendiri.

Ibu keluar dari ruang pemeriksaan, dia selalu merasa kasihan pada anak pertamanya di saat seperti ini. Tami adalah gadis berusia 20 tahun, gadis yang seharusnya masih senang-senangnya dengan segala kegiatan dan teman-temannya. Tapi, tidak dengan putrinya ini. Dia terpaksa harus berfikir sangat dewasa di usianya ini. Memikirkan kesehatan adiknya dan juga biaya untuk kuliahnya.

"Nak.." Ibu menepuk pelan bahu anak pertamanya ini. Dia duduk di samping Tami. "...Pulanglah dulu, adikmu harus di rawat hari ini"

Tami mengangguk, rasanya tidak ada lagi pertanyaan yang menanyakan tentang keadaan adiknya. Karena Tami sudah tahu jika keadaan Tian semakin memburuk dari hari ke hari. Meski terus menjalani perawatan dan pengobatan, tapi dia tetap akan seperti itu sampai dia bisa operasi tanpalasi jantung.

"Bu, aku pulang dulu. Sekalian mau bantuan Ayah juga siapin untuk jualan"

"Iya Nak, lebih baik kamu pulang saja dulu, biar Ibu yang disini menjaga adikmu"

Tami pergi meninggalkan Ibu yang menatapnya dengan sendu. Sebagai seorang Ibu, tentu dia tahu kekacauan perasaan anaknya itu. Tami yang malang, harus menanggung segala permasalahan ekonomi dalam keluarganya.

Berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan tatapan kosong. Mengingat kemarin siang, dia sudah di tegur oleh Dosen untuk segera melunasi uang semester. Tapi, Tami belum memegang uang sepeser pun. Dia baru bekerja hampir seminggu di Slick Grind Resto. Tidak mungkin untuk meminta gajian lebih awal pada Alvaro.

Namun, apa yang bisa dia lakukan saat ini? Jadi siang ini, langkah kakinya membawanya ke ruangan Tuan Alvaro. Meski ragu, tapi tidak ada lagi pilihan baginya.

"Ada apa Mi?" Alvaro bertanya dengan bingung pada Tami yang sejak tadi berdiri di depan meja kerjanya tanpa berkata apapun.

Tangan Tami saling bertaut, memegang apron yang dia kenakan dengan gemetar. Dia sebenarnya sangat malu untuk melakukan ini. Tapi apa boleh buat, dia tidak punya pilihan lain saat ini.

"Tuan, apa saya boleh meminta gaji saya di awal. Saya sedang sangat membutuhkan uang"

Alvaro mengerutkan keningnya, dia menatap Tami dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Alvaro sedang mencoba menebak apa yang sebenarnya dia jalani gadis itu selama hidupnya ini.

"Memangnya, kau butuh uang untuk apa? Aku bisa memberimu gaji di awal, bahkan satu tahun gaji selama kamu bekerja disini. Tapi, aku harus tahu dulu untuk apa uang yang kamu butuhkan itu?"

Apa saat ini Tami harus mengatakan semuanya? Jika dia membutuhkan uang itu untuk biaya kuliah dan biaya operasi adiknya. Tapi semuanya terlalu cepat jika Tami harus menceritakan semua masalah pribadinya.

"Saya butuh untuk biaya kuliah, Tuan. Saya sudah nunggak uang semester"

Alvaro mengangguk, dia tersentum tipis. Sepertinya dia menemukan cara untuk mengikat Tami, mengingat kejadian kemarin saat dirinya melihat Tami bersama pria lain. Benar-benar membuat Alvaro kesal dan marah. Membuatnya sadar jika apa yang dia rasakan tidak hanya sekedar rasa kasihan dan empati saja.

"Aku akan memberikan uang lebih untukmu, biaya kuliahmu akan aku lunasi sampai kamu lulus asal dengan satu syarat"

Tami mendongak, dia menatap Alvaro dengan wajah terkejut sekaligus bingung. Melunasi biaya kuliahnya sampai selesai? Bukankah itu adalah tawaran menggiurkan bagi Tami yang berharap bisa lulus kuliah dan merubah masa depan keluarganya. Namun, syarat apa yang akan di berikan atasannya ini? Setidaknya jika dia mendapatkan uang itu, maka sebagian uangnya bisa untuk membayar operasi adiknya yang tidak sedikit itu.

"Sya-syarat apa Tuan?" Tami benar-benar merasa gugup saat menanyakan itu. Seolah apa yang akan dia dengar selanjutnya adalah sebuah masalah besar yang akan hadir dalam hidupnya.

Alvaro berdiri dari duduknya, dia berjalan mendekati Tami. Berdiri menyandar di meja kerjanya, menatap gadis itu yang terlihat begitu gugup. "Menjadi pendampingku dan menikah denganku"

Deg..

Ini tentang hidup dalam kenyataan, bukan sebuah cerita dongeng. Tapi kenapa Tami bisa berada dalam salah satu tokoh cerita fiksi. Rasanya dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Persyaratan yang di berikan oleh Alvaro benar-benar membuatnya sulit untuk berfikir jernih.

Akhirnya tanpa berkata apapun, Tami memilih untuk pergi darisana. Dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya dan pikirannya ini. Setidaknya dia harus bisa mengambil nafas dengan teratur saat ini. Ucapan Alvaro benar-benar bagaikan sebuah tombak yang menancap di dadanya, membuatnya sesak dan sulit untuk bernafas.

Tami berdiri menyandar di dinding toilet. Tami berlari ke tempat ini untuk menenangkan diri dan pikirannya.

Menjadi pendampingku dan menikahlah denganku.

Kalimat itu terus terngiang di telinganya. Rasanya Tami masih belum percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Kehudupan macam apa ini? Kenapa dia harus menjadi bahan lelucon atasannya. Seperti dalam cerita fiksi saja.

Tapi tawaran Alvaro bisa menyelamatkan segala kesulitan dalam hidupnya. Tentang biaya kuliah dan pengobatan adiknya. Apa mungkin ini semua adalah jalan Tuhan untuk membantu Tami dalam segala kesulitan dalam hidupnya selama ini.

"Tami, kamu sudah kami beri waktu terlalu lama. Jadi, jika minggu-minggu ini kamu tidak melunasi uang semester. Maka dengan terpaksa kami harus mengeluarkan kamu dari kampus ini"

Tami seolah berada diantara dua jurang yang dalam. Dia mundur dia akan melihat adiknya meninggal dan kedua orang tuanya yang kecewa karena dirinya yang tidak lulus kuliah. Tapi, jika dia terus maju maka entah kehidupan apa yang akan dia jalani saat dia harus menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia cintai.

Akhirnya entah apa yang akan terjadi kedepannya, Tami benar-benar tidak mau memikirkannya. Saat ini dia hanya sedang menyelematkan adiknya dan kuliahnya.

Dia masuk kembali ke dalam ruangan Alvaro, di sana dia melihat pria itu yang sedang berdiri menghadap jendela besar di ruangannya dengan kedua tangan yang dia masukkan ke dalam saku.

"Tuan.." Perlahan Tami mendekat ke arah Alvaro. Punggung lebar itu menggambarkan sosok Alvaro yang tegas juga rupawan.

"Jadi, apa jawabanmu?"

Sebenarnya Alvaro sedikit cemas dengan jawaban yang akan di berikan oleh Tami. Dia memang sedang meniru cara sahabatnya saat mendapatkan istrinya yang sekarang. Hubungan mereka juga di mulai dari sebuah kontrak pernikahan.

Bahkan tanpa ada cinta di awal pernikahan, semuanya hanya demi mendapatkan seorang anak. Hingga sahabatnya menggunakan cara seperti ini. Membayar seorang perempuan untuk menikah dan melahirkan anak padanya. Sampai pernikahan mereka benar-benar bahagia sekarang.

Tapi ceritanya berbeda, disini Alvaro memang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Tami. Sehingga cara yang dia lakukan ini, semata-mata untuk mengikat gadis itu agar tidak berpaling pada pria lain.

"Saya menyetujuinya Tuan"

Dan setelah kalimat itu terucap dari bibirnya. Tami yakin jika kehidupannya tidak akan lagi sama seperti hari ini.

Bersambung

Ada cerita temanku nih.. yuk mampir.. ceritanya sangat bagus

Terpopuler

Comments

Kusii Yaati

Kusii Yaati

tdk apa2 tam setidaknya Alvaro mencintaimu, lebih baik di cintai daripada mencintai.

2024-09-08

0

uyhull01

uyhull01

Tenang Tam cinta itu akan ada seiring berjlnya waktu ko,

2023-01-11

0

AlmiraAzniAdzkia🥰🌺

AlmiraAzniAdzkia🥰🌺

tenang y tam,,kamu akan di bikin bahagia sma alvaro,,,,

2023-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Yang Membuat Berdebar
2 Pelukan Mengejutkan
3 Membuat Tertarik?!
4 Hanya Ingin Melindunginya
5 Buatkan Aku Kopi?!
6 Menolak Untuk Menginap
7 Langsung Menolak Begitu Saja
8 Tawaran Mengejutkan
9 Meminta Restu Ayah Dan Ibu
10 Pernikahan Karena Uang
11 Perjuangan Tami Yang Sia-Sia
12 Ciuman Pertama
13 Ayo Mandi Bersama?!
14 Ketulusan Alvaro
15 Kemarahan Alvaro
16 Meminta Hak
17 Memberikan Hak?!
18 Apakah Cemburu?!
19 Menstruasi?!
20 Benar-benar Mencintainya
21 Masa Lalu Yang Tersembunyi
22 Hanya Istri Pembayaran Hutang?!
23 Marah
24 Coba Untuk Membuka Hatimu
25 Bisakah Membuka Hati?
26 Cemburu Hanya Untuk Orang Yang Mencintai?!
27 Sebuah Foto?!
28 Kesalah Fahaman Yang Belum Terselesaikan
29 Kecelakaan?!
30 Ternyata Bukan Alvaro
31 Benar Mencintaiku?
32 Aku Bahagia Menikah Denganmu!
33 Ternyata Teman
34 Kebaikan Alvaro
35 Mencintaimu Dan Menyerahkan Hatiku
36 Menerima Alvaro Dan Masa Lalunya
37 Belum Ada Kata Cinta Yang Terucap
38 Kebahagiaan Ayah
39 Pil Kontrasepsi?!
40 Aku Mencintaimu
41 Cerita Dibalik Ulang Tahun Alvaro
42 Memberikan Apa Yang Alvaro Inginkan
43 Menjadi Satu-satunya Untukku
44 Alergi?!
45 Selalu Bahagia Bersamamu
46 Keluar Kota?!
47 Hamil?!
48 Menemui Alvaro
49 Berbeda Dari Wanita Lain
50 Hormon Kehamilan
51 Kebahagiaan Ayah Dan Ibu
52 Konsultasi Tentang Kita?!
53 Menghadapi Ibu Hamil
54 Calon Bayi Kembar?!
55 Kekhawatiran Alvaro
56 Siapa Rendi Fahreza?!
57 Cinta Bukan Hanya Tentang Cantik
58 Preeklamsia?!
59 Tidak Bisa Memilih Diantara Kalian
60 Memilih Keputusan
61 Istriku Pasti Kuat
62 Pasti Kuat Melewati Semua ini
63 Alma Dan Alqi?
64 Sebuah Gerakan Tangan
65 Aku Tidak Akan Merebut Suamimu
66 Akhirnya Bangun
67 Terima Kasih Karena Sudah Setia
68 Masih Pencemburu?!
69 Tidak Seburuk Yang Difikirkan
70 Kecemasan Alvaro
71 Apa Sudah Bisa Melakukannya?!
72 Beruntung Memiliki Alvaro
73 Lagi-lagi Tentang Kemal?!
74 Sudah Bisa Melakukannya
75 Tidak Ingin Mempunyai Anak Lagi
76 Trauma Alvaro
77 Kesempatan Hidup Kedua
78 Tami Si Korban Bully?!
79 Dua Anak Lebih Baik?!
80 Pemasangan Kontrasepsi?!
81 Menggodanya
82 My Sweet Girl
83 Terimakasih
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Pertemuan Yang Membuat Berdebar
2
Pelukan Mengejutkan
3
Membuat Tertarik?!
4
Hanya Ingin Melindunginya
5
Buatkan Aku Kopi?!
6
Menolak Untuk Menginap
7
Langsung Menolak Begitu Saja
8
Tawaran Mengejutkan
9
Meminta Restu Ayah Dan Ibu
10
Pernikahan Karena Uang
11
Perjuangan Tami Yang Sia-Sia
12
Ciuman Pertama
13
Ayo Mandi Bersama?!
14
Ketulusan Alvaro
15
Kemarahan Alvaro
16
Meminta Hak
17
Memberikan Hak?!
18
Apakah Cemburu?!
19
Menstruasi?!
20
Benar-benar Mencintainya
21
Masa Lalu Yang Tersembunyi
22
Hanya Istri Pembayaran Hutang?!
23
Marah
24
Coba Untuk Membuka Hatimu
25
Bisakah Membuka Hati?
26
Cemburu Hanya Untuk Orang Yang Mencintai?!
27
Sebuah Foto?!
28
Kesalah Fahaman Yang Belum Terselesaikan
29
Kecelakaan?!
30
Ternyata Bukan Alvaro
31
Benar Mencintaiku?
32
Aku Bahagia Menikah Denganmu!
33
Ternyata Teman
34
Kebaikan Alvaro
35
Mencintaimu Dan Menyerahkan Hatiku
36
Menerima Alvaro Dan Masa Lalunya
37
Belum Ada Kata Cinta Yang Terucap
38
Kebahagiaan Ayah
39
Pil Kontrasepsi?!
40
Aku Mencintaimu
41
Cerita Dibalik Ulang Tahun Alvaro
42
Memberikan Apa Yang Alvaro Inginkan
43
Menjadi Satu-satunya Untukku
44
Alergi?!
45
Selalu Bahagia Bersamamu
46
Keluar Kota?!
47
Hamil?!
48
Menemui Alvaro
49
Berbeda Dari Wanita Lain
50
Hormon Kehamilan
51
Kebahagiaan Ayah Dan Ibu
52
Konsultasi Tentang Kita?!
53
Menghadapi Ibu Hamil
54
Calon Bayi Kembar?!
55
Kekhawatiran Alvaro
56
Siapa Rendi Fahreza?!
57
Cinta Bukan Hanya Tentang Cantik
58
Preeklamsia?!
59
Tidak Bisa Memilih Diantara Kalian
60
Memilih Keputusan
61
Istriku Pasti Kuat
62
Pasti Kuat Melewati Semua ini
63
Alma Dan Alqi?
64
Sebuah Gerakan Tangan
65
Aku Tidak Akan Merebut Suamimu
66
Akhirnya Bangun
67
Terima Kasih Karena Sudah Setia
68
Masih Pencemburu?!
69
Tidak Seburuk Yang Difikirkan
70
Kecemasan Alvaro
71
Apa Sudah Bisa Melakukannya?!
72
Beruntung Memiliki Alvaro
73
Lagi-lagi Tentang Kemal?!
74
Sudah Bisa Melakukannya
75
Tidak Ingin Mempunyai Anak Lagi
76
Trauma Alvaro
77
Kesempatan Hidup Kedua
78
Tami Si Korban Bully?!
79
Dua Anak Lebih Baik?!
80
Pemasangan Kontrasepsi?!
81
Menggodanya
82
My Sweet Girl
83
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!