Pernikahan Karena Uang

Malam ini Tami datang ke rumah sakit untuk membayar uang operasi adiknya. Tidak peduli dengan pertanyaan Ibu dan Ayah yang kebingungan darimana Tami bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Bagi Tami sekarang, yang terpenting hanyalah kebahagiaan orang tuanya dan kesembuhan bagi adiknya.

Dokter memutuskan untuk melakukan operasi besok pagi karena operasi ini sangat besar resikonya. Apalagi saat melihat kondisi Tian yang semakin drop. Tapi, besok pagi adalah acara pernikahannya dan Alvaro.

Tapi, Tami tidak bisa melakukan apapun. Keputusan Dokter sudah yang paling terbaik, dan pernikahannya dengan Alvaro juga sudah di tentukan. Tami tidak akan berani membatalkan atau sekedar mengundurnya. Uang telah dia pegang sebanyak ini. Dan tidak ada bayaran yang setimpal untuk Alvaro selain menyerahkan dirinya pada pria itu.

"Nak, Ayah masih bingung darimana kamu mendapatkan uang sebanyak itu?"

"Ayah tidak perlu khawatir, uang itu hasil pinjam dari atasan Tami. Akan Tami bayar dengan di potong gaji setiap bulannya"

"Ya ampun Nak, baik sekali atasan kamu itu. Bahkan kamu bekerja belum sampai satu bulan. Tapi sudah di beri pinjaman sebanyak itu"

"Iya Yah, atasan Tami memang sangat baik. Dia kasihan dengan kondisi Tami saat menceritakan keadaan Tian padanya"

Bohong! Semua itu bohong Ayah, maafkan Tami.

Ibu memeluk putrinya dengan tangisan yang pecah. Perjuangan anaknya ini sangat besar, betapa Ibu bangga memiliki putri seperti Tami. Demi kesembuhan adiknya, dia bahkan rela tidak memakai gaji dari hasil bekerjanya asal bisa membayar biaya operasi adiknya.

"Maafkan Ibu Mi, Ibu tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak Ibu. Kamu bahkan harus berkorban sebesar ini demi membantu adik kamu. Semoga besok, pernikahan kamu lancar dan kamu akan mendapatkan suami yang sayang dan cinta sama kamu dengan tulus. Do'a Ibu akan selalu menyertaimu, Nak"

Tami tersenyum tipis, dia membalas pelukan Ibunya dengan hati yang bergetar. Rasa bersalah menyergapi hatinya, saat dia sadar jika dia telah banyak berbohong pada kedua orang tuanya. Tapi semua itu dia lakukan demi orang tuanya dan kesembuhan adiknya.

Dan pagi ini semuanya baru di mulai. Kehidupan Tami benar-benar baru di mulai. Tanpa banyak orang yang hadir, pernikahan ini terjadi dengan sangat tertutup. Hanya Ayah yang menghadiri pernikahan itu, karena Ibu sedang menunggu Tian yang sebentar lagi akan melakukan operasi.

Pernikahan telah selesai, Tami dan Alvaro telah resmi menjadi sepasang suami istri. Pernikahan yang sangat tertutup dan sederhana. Namun Tami senang dengan ini, biarkan saja tidak banyak orang yang tahu agar dia tidak terlalu malu ketika suatu saat nanti Alvaro akan mencampakkannya.

Selepas pernikahan sangat sederhana ini selesai. Ayah segera pergi ke rumah sakit, karena operasi Tian akan segera di laksanakan. Sekarang Tami berada di sebuah rumah minimallis bergaya eropa. Berada di sebuah kamar utama yang luas dan nyaman. Tami berjalan perlahan mendekati meja rias. Duduk di kursi depan meja rias itu, menatap pantulan dirinya di cermin meja rias. Balutan kebaya berwarna putih dengan riasan yang seadanya. Benar-benar membuat Tami bangun dari mimpinya. Jika semua ini nyata dan bukan hanya sekedar mimpi. Dirinya telah resmi menjadi istri dari Tuan Alvaro.

"Tuhan, apa yang akan terjadi pada kehidupanku selanjutnya?"

Setetes air mata meluncur begitu saja di pipinya. Namun segera dia usap kasar dengan punggung tangannya saat suara pintu yang terbuka. Seorang Ibu paru baya masuk ke dalam kamar. Berjalan mendekati Tami dan duduk di pinggir tempat tidur. Tami segera berbalik arah, dia menghadap Ibu itu.

"Ta..Tami ya.."

Tami mengangguk mengiyakan.

"Tami, saya tidak tahu apa kisah dan cerita kalian pada awalnya hingga kalian bisa menikah. Jujur saya sangat terkejut saat mendengar kabar Alvaro yang akan menikah. Sebelumnya perkenalkan dulu, Tante adalah walinya Alvaro semenjak orang tuanya meninggal akibat kecelakaan"

Ohh jadi dia adalah yatim piatu. Hal baru yang Tami ketahui tentang Alvaro.

"I-iya Tante, salam kenal saya Tami Arinda"

Tante memegang kedua tangan Tami yanh berada di atas pangkuannya. Tami melihat ketulusan dari tatapan Ibu paru baya di depannya ini. Meski sudah tidak lagi muda, tapi wajah Tante terlihat begitu cantik dan semakin berkharisma.

"Tami, entah apa yang terjadi di awal cerita kalian. Tapi, Tante tahu jika pernikahan kalian terjadi bukan tanpa sebab. Tapi apapun itu, Tante berharap kamu bisa membahagiakan Alvaro dengan pernikahan ini. Kasihan dia, selama ini dia hanya seorang diri dan berjuang sendiri. Mendirikan restaurant itu hingga sebesar sekarang. Dia adalah anak yang penurut dan baik hati. Tapi, jangan sesekali kamu mengecewakannya. Karena dia paling tidak suka jika miliknya tersentuh orang lain"

Tami mengangguk saja karena sampai saat ini dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya. "Iya Tante, Tami akan berusaha"

Bagaimana bisa aku membahagiakan pria yang tidak mencintaiku dan tidak aku cintai?

"Yasudah, Tante pergi dulu ya. Sebentar lagi suamimu akan datang kesini"

Belum sempat Tami menjawab, Tante sudah pergi lebih dulu keluar kamar. Sementara Tami malah gugup saat mendengar jika Alvaro akan segera datang ke dalam kamar ini. Itu artinya sebentar lagi, Tami akan berada dalam satu kamar bersama Alvaro. Meski sudah sah menjadi suami istri, tapi dalam posisi seperti ini Tami tetap gugup. Apalagi pernikahan mereka terjadi hanya karena uang.

Beberapa saat kemudian, pintu kamar terbuka dan Alvaro muncul disana. Berjalan perlahan mendekati Tami yang masih berada di posisinya. Alvaro membuka jasnya dan dasi yang terpasang di lehernya. Melempar jas dan dasinya ke atas sofa. Melihat itu, Tami segera menundukan kepalanya dengan tangan yang saling meremas di atas pangkuannya.

Alvaro tersenyum melihat itu, istrinya sedang menunjukan sikap malu-malu padanya. Entah apa yang membuat Alvaro sebahagia saat ini. Akhirnya dia bisa mendapatkan gadis yang berhasil membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya. Meski caranya sedikit salah. Alvaro melakukan ide menikahi paksa gadis itu dengan alasan meminjamkan uang. Semuanya dia lakukan hanya karena satu malam, dimana saat dia melihat Tami berboncengan dengan pria lain yang juga karyawan di restaurant nya.

"Sayang, tolong siapkan air untuk aku mandi"

Gubrakk..

Entah kebodohan apa yang di lakukan Tami saat ini. Dia sampai terjatuh dari duduknya, hanya karena terlalu terkejut mendengar panggilan Alvaro padanya.

Alvaro yang melihat Tami terjatuh segera menghampirinya. Berjongkok di dekat Tami dan membantu istrinya berdiri. "Kamu kenapa bisa sampai jatuh begini? Apa kursinya sudah tua sampai tidak kuat lagi menopang berat tubuh kamu?"

Mendengar itu wajah Tami semakin memerah. Dia sangat malu dengan apa yang baru saja terjadi. Bahkan saking malunya, dia mengabaikan pantatnya yang terasa sakit karena membentur lantai.

"Tidak Tuan, saya tidak papa"

Alvaro menahan tawanya ketika dia sadar jika Tami sampai terjatuh karena panggilannya barusan. "Kita ini sudah menikah, jadi biasakan memanggilku seperti itu setiap hari. Ya, kecuali memang ada orang yang tidak mengetahui tentang pernikahan kita"

Tami hanya mengangguk saja, meski dia tidak yakin jika dia bisa melakukan itu. Memanggilnya dengan panggilan Sayang? Adalah hal yang mustahil baginya. Tami sebagai istri yang di nikahi hanya karena uang, Tami tetap harus melakukan apa yang di perintahkan oleh Alvaro.

Suara dering ponsel memegang keheningan di antara mereka. Tami segera mengembil ponselnya yang dia letakan di atas meja rias. Mengangkat telepon dari Ayahnya itu. Terdiam beberapa saat mendengarkan apa yang di bicarakan Ayah di sebrang sana. Namun setelahnya dia seolah tidak bisa menopang lagi berat tubuhnya. Mendengar apa yang Ayah katakan di sambungan telepon.

"Ti..tidak.."

Bersambung

mampir juga di cerita temanku.. ceritanya sangat bagus..

Terpopuler

Comments

uyhull01

uyhull01

Slmat untk klian ya smga samawa,
Mmm knpa apa oprasi tidak berhasil??

2023-01-18

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Yang Membuat Berdebar
2 Pelukan Mengejutkan
3 Membuat Tertarik?!
4 Hanya Ingin Melindunginya
5 Buatkan Aku Kopi?!
6 Menolak Untuk Menginap
7 Langsung Menolak Begitu Saja
8 Tawaran Mengejutkan
9 Meminta Restu Ayah Dan Ibu
10 Pernikahan Karena Uang
11 Perjuangan Tami Yang Sia-Sia
12 Ciuman Pertama
13 Ayo Mandi Bersama?!
14 Ketulusan Alvaro
15 Kemarahan Alvaro
16 Meminta Hak
17 Memberikan Hak?!
18 Apakah Cemburu?!
19 Menstruasi?!
20 Benar-benar Mencintainya
21 Masa Lalu Yang Tersembunyi
22 Hanya Istri Pembayaran Hutang?!
23 Marah
24 Coba Untuk Membuka Hatimu
25 Bisakah Membuka Hati?
26 Cemburu Hanya Untuk Orang Yang Mencintai?!
27 Sebuah Foto?!
28 Kesalah Fahaman Yang Belum Terselesaikan
29 Kecelakaan?!
30 Ternyata Bukan Alvaro
31 Benar Mencintaiku?
32 Aku Bahagia Menikah Denganmu!
33 Ternyata Teman
34 Kebaikan Alvaro
35 Mencintaimu Dan Menyerahkan Hatiku
36 Menerima Alvaro Dan Masa Lalunya
37 Belum Ada Kata Cinta Yang Terucap
38 Kebahagiaan Ayah
39 Pil Kontrasepsi?!
40 Aku Mencintaimu
41 Cerita Dibalik Ulang Tahun Alvaro
42 Memberikan Apa Yang Alvaro Inginkan
43 Menjadi Satu-satunya Untukku
44 Alergi?!
45 Selalu Bahagia Bersamamu
46 Keluar Kota?!
47 Hamil?!
48 Menemui Alvaro
49 Berbeda Dari Wanita Lain
50 Hormon Kehamilan
51 Kebahagiaan Ayah Dan Ibu
52 Konsultasi Tentang Kita?!
53 Menghadapi Ibu Hamil
54 Calon Bayi Kembar?!
55 Kekhawatiran Alvaro
56 Siapa Rendi Fahreza?!
57 Cinta Bukan Hanya Tentang Cantik
58 Preeklamsia?!
59 Tidak Bisa Memilih Diantara Kalian
60 Memilih Keputusan
61 Istriku Pasti Kuat
62 Pasti Kuat Melewati Semua ini
63 Alma Dan Alqi?
64 Sebuah Gerakan Tangan
65 Aku Tidak Akan Merebut Suamimu
66 Akhirnya Bangun
67 Terima Kasih Karena Sudah Setia
68 Masih Pencemburu?!
69 Tidak Seburuk Yang Difikirkan
70 Kecemasan Alvaro
71 Apa Sudah Bisa Melakukannya?!
72 Beruntung Memiliki Alvaro
73 Lagi-lagi Tentang Kemal?!
74 Sudah Bisa Melakukannya
75 Tidak Ingin Mempunyai Anak Lagi
76 Trauma Alvaro
77 Kesempatan Hidup Kedua
78 Tami Si Korban Bully?!
79 Dua Anak Lebih Baik?!
80 Pemasangan Kontrasepsi?!
81 Menggodanya
82 My Sweet Girl
83 Terimakasih
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Pertemuan Yang Membuat Berdebar
2
Pelukan Mengejutkan
3
Membuat Tertarik?!
4
Hanya Ingin Melindunginya
5
Buatkan Aku Kopi?!
6
Menolak Untuk Menginap
7
Langsung Menolak Begitu Saja
8
Tawaran Mengejutkan
9
Meminta Restu Ayah Dan Ibu
10
Pernikahan Karena Uang
11
Perjuangan Tami Yang Sia-Sia
12
Ciuman Pertama
13
Ayo Mandi Bersama?!
14
Ketulusan Alvaro
15
Kemarahan Alvaro
16
Meminta Hak
17
Memberikan Hak?!
18
Apakah Cemburu?!
19
Menstruasi?!
20
Benar-benar Mencintainya
21
Masa Lalu Yang Tersembunyi
22
Hanya Istri Pembayaran Hutang?!
23
Marah
24
Coba Untuk Membuka Hatimu
25
Bisakah Membuka Hati?
26
Cemburu Hanya Untuk Orang Yang Mencintai?!
27
Sebuah Foto?!
28
Kesalah Fahaman Yang Belum Terselesaikan
29
Kecelakaan?!
30
Ternyata Bukan Alvaro
31
Benar Mencintaiku?
32
Aku Bahagia Menikah Denganmu!
33
Ternyata Teman
34
Kebaikan Alvaro
35
Mencintaimu Dan Menyerahkan Hatiku
36
Menerima Alvaro Dan Masa Lalunya
37
Belum Ada Kata Cinta Yang Terucap
38
Kebahagiaan Ayah
39
Pil Kontrasepsi?!
40
Aku Mencintaimu
41
Cerita Dibalik Ulang Tahun Alvaro
42
Memberikan Apa Yang Alvaro Inginkan
43
Menjadi Satu-satunya Untukku
44
Alergi?!
45
Selalu Bahagia Bersamamu
46
Keluar Kota?!
47
Hamil?!
48
Menemui Alvaro
49
Berbeda Dari Wanita Lain
50
Hormon Kehamilan
51
Kebahagiaan Ayah Dan Ibu
52
Konsultasi Tentang Kita?!
53
Menghadapi Ibu Hamil
54
Calon Bayi Kembar?!
55
Kekhawatiran Alvaro
56
Siapa Rendi Fahreza?!
57
Cinta Bukan Hanya Tentang Cantik
58
Preeklamsia?!
59
Tidak Bisa Memilih Diantara Kalian
60
Memilih Keputusan
61
Istriku Pasti Kuat
62
Pasti Kuat Melewati Semua ini
63
Alma Dan Alqi?
64
Sebuah Gerakan Tangan
65
Aku Tidak Akan Merebut Suamimu
66
Akhirnya Bangun
67
Terima Kasih Karena Sudah Setia
68
Masih Pencemburu?!
69
Tidak Seburuk Yang Difikirkan
70
Kecemasan Alvaro
71
Apa Sudah Bisa Melakukannya?!
72
Beruntung Memiliki Alvaro
73
Lagi-lagi Tentang Kemal?!
74
Sudah Bisa Melakukannya
75
Tidak Ingin Mempunyai Anak Lagi
76
Trauma Alvaro
77
Kesempatan Hidup Kedua
78
Tami Si Korban Bully?!
79
Dua Anak Lebih Baik?!
80
Pemasangan Kontrasepsi?!
81
Menggodanya
82
My Sweet Girl
83
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!