Ciuman Pertama

Suara pintu yang terbuka membuat Tami menoleh cepat dengan wajah tegang. Menatap suaminya yang sudah berpakaian santai dengan rambutnya yang masih basah, yang dia sisir dengan tangannya ke arah belakang. Tetesan air di wajahnya membuat Alvaro semakin terlihat tampan dan mempesona. Eh.. Apaansi kamu ini, Tami?

"Bisa keringkan rambutku"

Tami mengangguk, karena itu bikan sebuah pertanyaan tapi perintah yang harus Tami lakukan. Alvaro duduk di samping Tami dengan posisi duduk sedikit miring, membelakangi Tami. Melemparkan handuk kecil ke pangkuan Tami, untuk segera mengeringkan rambutnya.

Dengan tangan sedikit gemetar, Tami mulai mengeringkan rambut suaminya. Sedikit memijat lembut kepala suaminya, memberikan sensasi rileks dan nyaman untuk suaminya.

"Besok kamu gak usah kerja"

Tami mengangguk, lagian dia harus kembali ke rumah untuk melihat kondisi Ayah dan Ibu. Apalagi kondisi Ibu yang terlihat sangat lemah setelah kehilangan Tian.

"Apa besok saya boleh pulang ke rumah Ibu? Saya ingin menjenguk Ibu dan Ayah"

"Boleh, asalkan dengan satu syarat.."

Oh Tuhan, syarat apalagi?

"Tenang saja, aku tidak akan meminta kamu membayar hutangmu sekarang. Aku hanya ingin, kau merubah cara bicaramu yang kaku itu. Berhenti memanggil saya dan anda. Ganti dengan aku dan kamu"

Tami mengiyakan saja, yang penting dirinya bisa menemui Ayah dan Ibunya besok. Tapi bagaimana dengan malam pertamanya ini? Tami mulai was-was saat memikirkan malam pertama mereka setelah menikah. Apa yang akan di lakukan Tami jika Alvaro meminta haknya malam ini. Tami benar-benar belum siap untuk itu.

Alvaro berbalik dengan tiba-tiba membuat Tami terlonjak kaget, handuk kecil di tangannya sampai terjatuh di atas lantai. "Tu.."

"Manggil apa?" Alvaro menyipitkan kedua matanya menatap Tami yang begitu gugup dengan kedua pipinya yang merah.

"I-iya Sa-sayang"

Alvaro tersenyum puas mendengar panggilan sayang pertama kali keluar dari mulut Tami. Ada debaran yang berbeda dalam hatinya saat mendengar istrinya memanggilnya seperti itu.

"Kamu kenapa? Apa kamu takut jika aku akan meminta hak ku malam ini"

Deg..

Tami menundukan wajahnya dengan perasaan yang tak karuan. Debaran jantungnya semakin cepat saja, membuat Tami meremas baju piyama tidur yang di pakainya, untuk menghilangkan sedikit rasa gugup di hatinya.

Alvaro semakin senang melihat kegugupan di wajah istrinya itu. Dia mendekatkan tubuhnya pada Tami hingga hembusan nafas Alvaro terasa begitu hangat di kulit wajahnya. Tami sedikit mendongakkan wajahnya dan tatapan mereka benar-benar beradu.

Deg..

Bukan hanya jantung Tami yang sekarang berdebar kencang, tapi jantung Alvaro juga merasakan hal yang sama saat mata mereka saling beradu pandang. Dan di saat seperti ini, Alvaro benar-benar mencuri kesempatan. Menarik tengkuk Tami dengan begitu cepat dan mencium bibirnya. Awalnya hanya sebuah kecupan, tapi lama-lama Alvaro tidak bisa menahan untuk tidak memberikan sedikit luma*tan halus di bibir istrinya.

Tami sudah membelalakan matanya, terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya. Alvaro melakukannya dengan sangat cepat, hingga Tami tidak punya waktu untuk menghindar. Dia hanya bisa diam saat Alvaro melu*mat bibirnya dengan lembut. Sangat lembut hingga tanpa sadar Tami memejamkan kedua matanya.

Sampai beberapa detik kemudian, Alvaro melepaskan tautan bibir mereka. Menatap Tami dengan mata yang sayu, namun setelah itu Alvaro segera berdiri dan berlalu ke ruang ganti. Dia harus meredam gairah yang menggelora dalam tubuhnya. Dia tidak ingin melakukannya sekarang disaat kondisi Tami masih dalam suasana berduka.

Melihat kepergian suaminya, Tami hanya terdiam dengan perasaan yang entah apa artinya. Mengusap bibirnya yang tersisa sedikit basah disana. Ciuman itu adalah pertama baginya, dan sensasi yang baru pertama kali Tami rasakan saat ini. Tidak mau mengingat-ngingat lagi tentang ciuman itu, Tami memilih untuk segera beristirahat.

Dia mengambil satu bantal dan selimut lalu tidur di atas sofa. Untuk saat ini Tami tidak mempunyai percaya diri terlalu tinggi untuk bisa tidur satu ranjang bersama suaminya. Mengingat Alvaro menikahinya karena pinjaman uang. Alvaro hanya mengikatnya karena takut Tami tidak akan membayar semua pinjamannya.

Alvaro keluar dari ruang ganti setelah dia selesai meredakan gairah dalam dirinya di dalam kamar mandi. Mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Dia kembali ke dalam kamar dengan pakaian yang berbeda. Melihat Tami yang terlelap di atas sofa membuat hatinya sedikit nyeri. Istrinya benar-benar tidak memiliki perasaan apapun padanya, sampai dia takut untuk tidur satu ranjang dengannya. Tapi, Alvaro tidak akan menyerah sampai disini. Dia sudah melangkah sejauh ini, bahkan membuat sebuah pinjaman uang sebagai alasan untuk mengikat Tami.

Tunggulah saatnya kau akan mencintaiku. Aku yakin itu.

Alvaro berjalan menghampiri Tami, menggendong istrinya dan memindahkannya ke atas tempat tidur. Alvaro tidak mau Tami tidur dengan tidak nyaman di atas sofa. Apalagi dengan kakinya yang meringkuk karena panjang sofa tidak sesuai dengan tinggi tubuhnya.

Setelah menidurkan tubuh istrinya diatas tempat tidur, Alvaro pun ikut naik ke atas tempat tidur dan bergelung di bawah selimut yang sama dengan  Tami. Sebelum dia benar-benar merebahkan tubuhnya, dia sempatkan untuk mencium kening istrinya terlebih dahulu.

"Selamat tidur My Sweet Girl "

Alvaro ikut berbaring dan memeluk tubuh istrinya itu. Malam ini Alvaro tidur dalam kenyamanan saat memeluk istrinya.

...💫💫💫💫💫💫💫💫...

Pagi ini Tami terbangun dengan begitu terkejut saat mendapati dirinya tertidur dengan memeluk tubuh suaminya. Segera dia melepaskan lingkaran tangannya di pinggang suaminya, namun dia tidak bisa benar-benar menjauh dari tubuh Alvaro karena tangan pria itu juga memeluk tubuhnya dengan erat. Tami terdiam dengan menatap wajah tenang suaminya yang sedang terlelap itu. Sangat tampan. Gumamnya.

Perlahan tangan Tami terangkat untuk menyentuh wajah suaminya. Jari telunjuknya mengukir garis wajah suaminya. Tami tersenyum dengan apa yang dia lakukan, entah kenapa hatinya merasa senang saat melakukan itu.

Saat Tami menyudahi kegiatannya, tangannya langsung di cengrkam oleh Alvaro. Tami terbelalak kaget, dia ingin menjauh dari tubuh suaminya tapi tangan kanan suaminya masih memeluk pinggangnya dengan erat. Alvaro malah menarik pinggang Tami hingga jarak di antara mereka semakin dekat.

Cup..

Alvaro memberi kecupan selamat pagi di bibir istrinya. Setelah itu barulah dia bangun dan turun dari atas tempat tidur, membiarkan Tami yang masih mematung di tempatnya dengan apa yang baru saja Alvaro lakukan padanya. Tami terdiam dengan memegang bibirnya yang masih terasa hangat bekas kecupan Alvaro.

Alvaro masuk ke dalam ruang ganti, dia tertawa tanpa suara mengingat wajah tegang istrinya.

"Dia benar-benar menggemaskan"

Selesai mandi dan bersiap, Alvaro kembali ke dalam kamarnya. Namun, dia tidak menemukan istrinya disana. Alvaro segera keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga menuju lantai bawah.

Alvaro mendengar suara berisik dari arah dapur, dan saat dia menghampiri tempat yang hampir tidak pernah dia gunakan untuk memasak. Meski dia seorang pemilik restaurant, tapi Alvaro tidak terlalu handal dalam hal memasak. Karena di Slick Grind Resto, dia menggunakan chef terkenal dari luar negara.

Alvaro melihat istrinya sedang berdiri di depan meja kompor. Mengaduk masakan di dalam wajan. Aroma wangi dari masakan menguar ke indra penciumannya. Alvaro berjalan mendekati istrinya, melewati meja makan yang telah ada beberapa hidangan disana.

Tami menoleh saat menyadari kehadiran seseorang disana. Dia melihat suaminya yang berdiri di dekat meja makan. "Sa-Sayang sudah selesai mandi ya, ayo sarapan. Maaf ya karena aku hanya bisa memasak masakan rumahan saja"

"Tidak papa aku suka apapun yang kamu masak"

Tami tersenyum, dia berjalan menuju meja makan dengan membawa masakan terakhirnya. Untuk pertama kalinya Alvaro sarapan di meja makan ini tidak lagi seorang diri.

Bersambung

Like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya.. berikan bintang rate 5

Terpopuler

Comments

uyhull01

uyhull01

wehhh sweet juga Alvaro ini🤭

2023-01-18

0

Queen's bee👸🐝🐝

Queen's bee👸🐝🐝

uuuh, totuiiit 🥰🥰.
jangan takut untuk buka hati tami, karena alvaro benar2 mencintaimu bukan hanya sekedar mengikatmu karena hutang

2023-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Yang Membuat Berdebar
2 Pelukan Mengejutkan
3 Membuat Tertarik?!
4 Hanya Ingin Melindunginya
5 Buatkan Aku Kopi?!
6 Menolak Untuk Menginap
7 Langsung Menolak Begitu Saja
8 Tawaran Mengejutkan
9 Meminta Restu Ayah Dan Ibu
10 Pernikahan Karena Uang
11 Perjuangan Tami Yang Sia-Sia
12 Ciuman Pertama
13 Ayo Mandi Bersama?!
14 Ketulusan Alvaro
15 Kemarahan Alvaro
16 Meminta Hak
17 Memberikan Hak?!
18 Apakah Cemburu?!
19 Menstruasi?!
20 Benar-benar Mencintainya
21 Masa Lalu Yang Tersembunyi
22 Hanya Istri Pembayaran Hutang?!
23 Marah
24 Coba Untuk Membuka Hatimu
25 Bisakah Membuka Hati?
26 Cemburu Hanya Untuk Orang Yang Mencintai?!
27 Sebuah Foto?!
28 Kesalah Fahaman Yang Belum Terselesaikan
29 Kecelakaan?!
30 Ternyata Bukan Alvaro
31 Benar Mencintaiku?
32 Aku Bahagia Menikah Denganmu!
33 Ternyata Teman
34 Kebaikan Alvaro
35 Mencintaimu Dan Menyerahkan Hatiku
36 Menerima Alvaro Dan Masa Lalunya
37 Belum Ada Kata Cinta Yang Terucap
38 Kebahagiaan Ayah
39 Pil Kontrasepsi?!
40 Aku Mencintaimu
41 Cerita Dibalik Ulang Tahun Alvaro
42 Memberikan Apa Yang Alvaro Inginkan
43 Menjadi Satu-satunya Untukku
44 Alergi?!
45 Selalu Bahagia Bersamamu
46 Keluar Kota?!
47 Hamil?!
48 Menemui Alvaro
49 Berbeda Dari Wanita Lain
50 Hormon Kehamilan
51 Kebahagiaan Ayah Dan Ibu
52 Konsultasi Tentang Kita?!
53 Menghadapi Ibu Hamil
54 Calon Bayi Kembar?!
55 Kekhawatiran Alvaro
56 Siapa Rendi Fahreza?!
57 Cinta Bukan Hanya Tentang Cantik
58 Preeklamsia?!
59 Tidak Bisa Memilih Diantara Kalian
60 Memilih Keputusan
61 Istriku Pasti Kuat
62 Pasti Kuat Melewati Semua ini
63 Alma Dan Alqi?
64 Sebuah Gerakan Tangan
65 Aku Tidak Akan Merebut Suamimu
66 Akhirnya Bangun
67 Terima Kasih Karena Sudah Setia
68 Masih Pencemburu?!
69 Tidak Seburuk Yang Difikirkan
70 Kecemasan Alvaro
71 Apa Sudah Bisa Melakukannya?!
72 Beruntung Memiliki Alvaro
73 Lagi-lagi Tentang Kemal?!
74 Sudah Bisa Melakukannya
75 Tidak Ingin Mempunyai Anak Lagi
76 Trauma Alvaro
77 Kesempatan Hidup Kedua
78 Tami Si Korban Bully?!
79 Dua Anak Lebih Baik?!
80 Pemasangan Kontrasepsi?!
81 Menggodanya
82 My Sweet Girl
83 Terimakasih
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Pertemuan Yang Membuat Berdebar
2
Pelukan Mengejutkan
3
Membuat Tertarik?!
4
Hanya Ingin Melindunginya
5
Buatkan Aku Kopi?!
6
Menolak Untuk Menginap
7
Langsung Menolak Begitu Saja
8
Tawaran Mengejutkan
9
Meminta Restu Ayah Dan Ibu
10
Pernikahan Karena Uang
11
Perjuangan Tami Yang Sia-Sia
12
Ciuman Pertama
13
Ayo Mandi Bersama?!
14
Ketulusan Alvaro
15
Kemarahan Alvaro
16
Meminta Hak
17
Memberikan Hak?!
18
Apakah Cemburu?!
19
Menstruasi?!
20
Benar-benar Mencintainya
21
Masa Lalu Yang Tersembunyi
22
Hanya Istri Pembayaran Hutang?!
23
Marah
24
Coba Untuk Membuka Hatimu
25
Bisakah Membuka Hati?
26
Cemburu Hanya Untuk Orang Yang Mencintai?!
27
Sebuah Foto?!
28
Kesalah Fahaman Yang Belum Terselesaikan
29
Kecelakaan?!
30
Ternyata Bukan Alvaro
31
Benar Mencintaiku?
32
Aku Bahagia Menikah Denganmu!
33
Ternyata Teman
34
Kebaikan Alvaro
35
Mencintaimu Dan Menyerahkan Hatiku
36
Menerima Alvaro Dan Masa Lalunya
37
Belum Ada Kata Cinta Yang Terucap
38
Kebahagiaan Ayah
39
Pil Kontrasepsi?!
40
Aku Mencintaimu
41
Cerita Dibalik Ulang Tahun Alvaro
42
Memberikan Apa Yang Alvaro Inginkan
43
Menjadi Satu-satunya Untukku
44
Alergi?!
45
Selalu Bahagia Bersamamu
46
Keluar Kota?!
47
Hamil?!
48
Menemui Alvaro
49
Berbeda Dari Wanita Lain
50
Hormon Kehamilan
51
Kebahagiaan Ayah Dan Ibu
52
Konsultasi Tentang Kita?!
53
Menghadapi Ibu Hamil
54
Calon Bayi Kembar?!
55
Kekhawatiran Alvaro
56
Siapa Rendi Fahreza?!
57
Cinta Bukan Hanya Tentang Cantik
58
Preeklamsia?!
59
Tidak Bisa Memilih Diantara Kalian
60
Memilih Keputusan
61
Istriku Pasti Kuat
62
Pasti Kuat Melewati Semua ini
63
Alma Dan Alqi?
64
Sebuah Gerakan Tangan
65
Aku Tidak Akan Merebut Suamimu
66
Akhirnya Bangun
67
Terima Kasih Karena Sudah Setia
68
Masih Pencemburu?!
69
Tidak Seburuk Yang Difikirkan
70
Kecemasan Alvaro
71
Apa Sudah Bisa Melakukannya?!
72
Beruntung Memiliki Alvaro
73
Lagi-lagi Tentang Kemal?!
74
Sudah Bisa Melakukannya
75
Tidak Ingin Mempunyai Anak Lagi
76
Trauma Alvaro
77
Kesempatan Hidup Kedua
78
Tami Si Korban Bully?!
79
Dua Anak Lebih Baik?!
80
Pemasangan Kontrasepsi?!
81
Menggodanya
82
My Sweet Girl
83
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!