"Pria berambut biru," gumam Kenta Ken dalam hati ketika melihat seorang laki-laki bermabut biru di area cahaya biru yang telah meredup dan hilang. "Tidak salah lagi, dialah orang yang selama ini dicari oleh sang raja."
Pria berambut biru yang dilihat oleh Kenta Ken itu bersama tiga gadis cantik yang berada di samping kanan dan kirinya. Ya. Pria berambut biru itu tak lain adalah Sagachi yang baru saja pulang setelah melawan Naga Es di Snow Land bersama Furuko dan juga dua gadis kembar pembuat Portal Teleportasi.
"Siapa orang yang sedang bertarung dengan Vita-san itu?" tanya Furuko ketika melihat Vitaloka yang sedang berjalan dengan sempoyongan dengan luka di keningnya. Ia bisa menebak kalau mereka baru saja melakukan pertarungan.
"Aku tidak akan terima jika ada yang melukai Vita-san," ucap Furuko sembari menarik benang busurnya dan mengarahkannya ke arah Kenta Ken. Ia tidak terima, jika Vitaloka yang selama ini berlaku sangat baik padanya disakiti.
"Aku pun, akan kuberi pelajaran orang itu!" ucap Sagachi, kemudian ia langsung melesat ke arah Kenta Ken bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya.
Kenta Ken pun langsung mengaktifkan mode mata unggunya lagi, dan semua yang dilihatnya sekarang ini menjadi terasa lebih lamban.
Sebenarnya bukan karena semuanya menjadi lamban, akan tetapi Kenta Ken lah yang merasa kalau semuanya menjadi lamban karena efek dari kekuatan mata ungunya. Namun di mata Sagachi dan juga lainnya, Kenta Ken bergerak sangat cepat saat menghindari serangan mereka.
"Cepat sekali," ucap Sagachi ketika ia gagal menebas Kenta Ken. Karena, Kenta Ken dengan cepat menghindari serangannya.
"Iya, cepat sekali. Aku sampai bingung mau arahin panahku," ucap Furuko setelah serangan anak panahnya juga gagal mengenai Kenta Ken dan berakhir menancap di tembok penginapan.
Kenta Ken pun melompat ke atas atap rumah, kemudian ia berkata, "Aku tidak tidak berniat jahat, tolong percayalah padaku!"
Furuko pun langsung menyahut dengan suara lantang. "Bohong! Aku tidak percaya! Kau telah membuat Vita-san terluka!"
Furuko pun langsung berlari ke arah Vitaloka, kemudian ia langsung memapah Vitaloka seraya berkata, "Vita-san tidak apa-apa, kan?"
"Tidak apa-apa, kok. Aku cuma sedikit pusing!" jawab Vitaloka sembari memegangi keningnya yang berdarah karena tadi terbentur tanah keras.
Cika dan juga Chizu pun juga berlari mendekat ke arah Furuko yang sedang memapah Vitaloka. Sesampainya di hadapan Vitaloka, Cika pun langsung berkata dengan nada cemas. "Apakah, Vita-san tidak apa-apa? Biar kami obati, ya?"
"Sepertinya, Vita-san hanya terluka di keningnya. Pasti Vita-san terbentur dan sekarang masih pusing. Begitu 'kan, Vita-san?" ujar Chizu yang menebak tentang keadaan Vitaloka.
"Iya, kamu benar Chizu-chan, ini memang terasa pusing," jawab Vitaloka dengan nada yang terdengar lemas.
"Baiklah, biar kami obati kalau begitu," kata Cika, kemudian ia menoleh ke arah Chizu sembari berkata, "Ayo kita lakukan, Chizu-chan!"
Terima kasih, ya," kata Vitaloka merespon ucapan Cika dan Chizu dengan berterima kasih pada mereka.
Mereka hanya menanggapinya dengan mengangguk, kemudian Cika dan Chizu pun mengucapkan mantra sihir penyembuhan untuk menyembuhkan luka Vitaloka.
...---...
Di sisi lain, Kenta Ken yang masih berdiri di atap tembok kemudian berseru, "Aku tidak berniat melukainya, itu juga karena dia menyerangku terlebih dahulu! Tujuanku kemari karena aku ditugaskan oleh sang raja untuk mencari seseorang pahlawan yang diramalkan akan membasmi tujuh raja iblis!"
Sagachi pun terkejut setelah mendengar perkataan dari Kenta Ken yang barusan itu, dalam hati ia bergumam, "Sepertinya dia mencariku, karena akulah yang ditugaskan oleh sosok misterius itu dengan berpindah ke dunia ini untuk menumpas tujuh raja iblis."
"Dan orang itu adalah ...." Kenta Ken melanjutkan perkataannya, dan hal itu membuat Sagachi tidak sabar lagi untuk mengetahui apakah benar kalau dia sedang mencarinya. "Kau!" Lanjutannya sembari menunjuk ke arah Sagachi dengan jari telunjuknya.
"Aku? Kenapa kau bisa tahu kalau aku yang ditugaskan untuk membasmi tujuh raja iblis?" bertanya Sagachi kepada Kenta Ken yang masih juga berdiri di atas atap rumah penginapan.
"Karena akulah yang akan menjadi rekanmu yang akan membantumu dalam pertarunganmu melawan tujuh raja iblis nantinya," jawab Kenta Ken menjelaskan.
"Menjadi rekanku?" tanya Sagachi memastikan. Ia mulai percaya pada Kenta Ken setelah mendengar penjelasan darinya.
"Iya, akulah utusan sang raja yang yang saat ini sedang ditugaskan untuk mencarimu." Karena Kenta Ken telah mantap kalau Sagachi adalah seorang pahlawan yang sedang dicarinya, ia pun berinisiatif untuk memberitahukan namanya padanya. "Namaku adalah Kenta Ken. Aku adalah utusan sang raja dari Kerajaan Alcazar Sevilla."
"Jadi, bagaimana? Apakah kamu sudah percaya?" tanya Kenta Ken.
Sebelum menjawab pertanyaan dari Kenta Ken, Sagachi bergumam dalam hati. "Benar juga, dia bahkan tahu tentang tujuh raja iblis itu. Dan juga, akulah yang ditugaskan oleh sosok misterius itu untuk mengalahkan tujuh raja iblis yang pada setiap iblis memiliki sifat yang berbeda-beda. Baiklah, aku memutuskan untuk percaya padanya. Sepertinya, dia memang berkata jujur."
"Baiklah, aku percaya!" ucap Sagachi dengan penuh keyakinan.
Setelah mendengar jawaban dari Sagachi, Kenta Ken pun langsung melompat turun dari atap kemudian mendarat di hadapan Sagachi.
"Baiklah, kalau kamu sudah mempercayaiku, maka aku akan memberikan ini padamu." Kenta Ken berucap sembari memberikan sebuah Kristal Hijau kepada Sagachi.
"Apa ini? Kristal apa ini?" bertanya Sagachi sembari menerima Kristal Hijau dari Kenta Ken. "Apakah ini bisa untuk memperkuat pedangku?"
"Iya, itu Kristal Energi Alam. Dan itu juga bisa dipasangkan di pedangmu itu," ucap Kenta Kenta Ken menjelaskan.
"Kristal Energi Alam?" Sagachi bertanya lagi, karena ia masih juga belum mengerti dengan yang dimaksud itu.
"Ya. Itu adalah Kristal Energi Alam. Kristal itu setelah dipasangkan di pedangmu, nantinya akan berefek pedangmu bisa menyerap energi alam. Jadi, kau tidak akan pernah kehabisan mana, karena di mana pun kamu berada, kamu bisa memanfaatkan energi alam dengan menyerapnya menggunakan kekuatan dari kristal itu," ujar Kenta Ken menjelaskan. "Segeralah pasangkan ke pedagmu!"
"Baiklah, akan aku pasang," kata Sagachi merespon ucapan Kenta Ken, kemudian ia pun memasangkan Kristal Energi Alam itu ke bongkahan bulat yang masih tersisa satu pada pedangnya.
Kali ini Sagachi tidak perlu menggunakan sihir dengan bantuan Cika dan Chizu, ia dapat melakukannya sendiri karena Kristel Energi Alam ini tidak terlalu besar ataupun kecil, melainkan pas pada ukuran bongkahan bulat yang ada pada pedangnya.
Setelah Kristal Energi Alam itu terpasang pada bongkahan bulat di bilah pedang Sagachi, tiba-tiba saja bilah pedangnya mengeluarkan cahaya biru dan hijau yang berliukan. Sagachi yang memegang pedang itu bisa merasakan kekuatan pedangnya yang sekarang ini.
"Ini kereeeen!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Xiaru See U
eh energi kristalnya emang berasa banget kak 🤭
2023-04-30
1
Hilde Rose
🤤🤤 energi alam apa energi cinta? Eh mau lebaran ni thor.. km aku give bunga di sini ya
2023-04-21
1
Mas Nur Gaming YT
woooh emang ini alurnya juga gambarin arti pershabatan jga ya.. keren emang bang. gw gtau sih mau komen apa tapi emng suka baca pas lagi sahur gini bang
2023-04-13
2