Di area pelatihan tempur Barak Sihir, lebih tepatnya sekarang sang guru pelatih job Swordman telah mengumpulkan semua murid-muridnnya di sini.
Area pelatihan tempur ini terletak di bawah tanah bangunan besar Barak Sihir, dan setiap kelas job memiliki kelas dan area pelatihan sendiri-sendiri, kalau yang sedang ditempati Sagachi dan teman sekelasnya yang ber-job Swordman saat ini adalah area pelatihan tempur khusus hanya untuk job Swordman.
Di area pelatihan tempur ini sudah tersedia berbagai macam pedang, dan tentunya pedang-pedang di sini adalah pedang yang hanya digunakan oleh seorang petarung ber-job Swordman. Karena semua pedang di sini tergolong ke dalam kategori pedang satu tangan atau bisa disebut juga dengan One Handed Sword.
Pengguna pedang satu tangan atau One Handed Sword yaitu pengguna pedang yang menggunakan pedang bertipe pedang satu tangan(pedang yang digenggam dengan satu tangan) dan job Swordman termasuk dalam kategori pengguna One Handed Sword.
"Baiklah, sekarang pilihlah pedang yang kalian suka dan yang cocok untuk kalian, setelah itu kita akan langsung praktek!" titah sang guru pelatih job Swordman.
"Baiklah, Sensei." Para murid-muridnya menjawab secara serempak bersamaan, mereka semua berjalan ke arah tempat pedang-pedang itu berada, lebih tepatnya di pojok ruangan yang luas ini.
Di tempat tergeletaknya para pedang One Handed Sword, terdapat ratusan pedang dan puluhan berbagai macam jenis pedang. Mereka tinggal memilih saja ingin menggunakan pedang yang mana yang cocok untuk mereka.
Sementara Sagachi, ia tertarik oleh sebuah pedang berwarna putih kebiru-biruan saat sorot panca inderanya menatap ke arah pedang itu. Ia mendekati dan mengambil pedang itu.
"Pedang ini bagus dan keren."
Itulah yang kata-kata yang keluar dari lisan Sagachi saat ia memegang pedang putih kebiru-biruan itu. Pedang itu tidak terbuat dari besi, akan tetapi pedang itu terbuat dari kristal khusus. Namun, walaupun pedang itu tidak terbuat dari besi dan malahan terbuat dari kristal, akan tetapi pedang itu tidak kalah jika diadu dengan pedang besi.
Sagachi sedikit heran ketika ia menemukan sebuah bongkahan bulat sebesar kelereng di dekat gagang pedang yang sedang dipegangnya. Semisal bongkahan bulat itu dimasuki kelereng, kira-kira seperti itulah ukuran lubang itu.
"Tempat untuk apa ini?" tanyanya di saat ia sedang memperhatikan sebuah bongkahan bulat yang terdapat pada pedangnya.
Kebetulan di saat Sagachi sedang memperhatikan pedang itu, sang guru pelatih job Swordman tiba-tiba datang dari arah belakangnya.
"Itu adalah tempat untuk Kristal Naga, jika kamu suatu saat nanti bisa mengalahkan Naga Es, kamu bisa menggunakan kekuatan Naga Es itu dengan pedang itu," ujar sang guru pelatih job Swordman, ia menjelaskan perihal pedang yang berada di genggaman Sagachi.
"Oh, jadi begitu, ya? Baiklah, aku memilih pedang ini saja." Sagachi memilih pedang itu, ia berniat agar suatu saat nanti ia juga bisa mengalahkan Naga Es yang maksudkan oleh sang guru pelatih job Swordman itu.
"Baiklah, kalau itu maumu. Masih juga banyak pilihan pedang hebat di sini, jika kamu pilih yang lain juga tidak apa-apa," ujar sang guru pelatih job Swordman, kemudian ia berjalan melangkah ke tengah-tengah area ini seraya berkata, "Jika kalian sudah memilih pedang yang cocok untuk kalian, kalian langsung berkumpul, ya! Sensei akan mempraktekkan beberapa teknik pedang hari ini."
"Baik, Sensei!" jawab semua murid-muridnnya secara bersamaan, dan kemudian mereka berkumpul ke tengah-tengah area pelatihan tempur ini.
Sang guru pelatih job Swordman menunjukkan beberapa teknik pedang kepada para muridnya, dan mereka pun tampak memperhatikannya dengan serius.
...---...
Di antara beberapa teknik yang ditunjukkan itu, sang guru pelatih job Swordman melakukan empat tebasan beruntun. Tebasan itu tidak menebas apa pun, melainkan hanya menebas udara karena ini hanyalah untuk mencontohkan teknik saja kepada para murid-muridnya.
Walaupun yang dilakukan sang guru itu hanyalah menebas udara, akan tetapi para murid-muridnya dibuat takjub olehnya. Pasalnya, empat tebasan beruntun itu bukanlah hanya sekedar asal tebas saja, melainkan ada tekniknya.
Teknik empat tebasan beruntun yang dipraktekkan oleh sang guru pelatih job Swordman itu memiliki keunggulan tersendiri saat digunakan untuk menyerang lawan. Karena lawan akan kesulitan menangkis serangan seperti ini, karena serangan tebasan ini melesat ke arah depan secara bertubi-tubi dengan cepat.
Teknik tebasan pedang ini bisa dilakukan dengan cara melakukan tebasan secara serong vertikal di tebasan pertama dengan menebaskan pedang yang memutar diawali dari belakang ke arah depan, hingga tebasan tersebut akan melambung memutar dari depan ke bawah.
Setelah tebasan pertama berhasil dilakukan, maka secara otomatis posisi pedang akan berada di kiri bagian bawah, dan pada saat itulah, si petarung ber-job Swordman harus melanjutkan tebasan kedua dari arah bawah hingga memutar secara serong vertikal dari bagian kiri bawah naik ke atas kanan.
Jika tebasan kedua telah sukses dilakukan, maka kemudian langsung saja dilanjutkan di tebasan keempatnya dengan tebasan vertikal memutar hingga tubuh si pemegang pedang pun ikut berputar, dan kemudian dilanjutkan di tebasan keempat diakhiri dengan tebasan horizontal.
Keempat tebasan tersebut harus dilakukan secara cepat dan jangan sampai salah dalam melakukannya. Jika si petarung ber-job Swordman telah bisa melakukan teknik ini dengan benar dan cepat, maka mestinya lawan akan kesulitan menangkisnya, terkecuali jikalau lawan bukanlah seorang petarung biasa, melainkan memiliki kekuatan yang di atas nalar manusia.
...---...
"Baiklah, apa kalian sudah paham dengan gerakan yang sensei lakukan tadi?" bertanya sang guru pelatih job Swordman tersebut.
"Paham!"
"Belum!"
"Aku masih agak bingung, Sensei."
Itulah jawaban dari para murid-muridnya, sebagian ada yang paham dan sebain lagi ada yang kurang paham dan bahkan ada juga yang belum paham sama sekali.
Sang guru pun hanya menanggapinya dengan menghela napas berat karena masih juga ada yang kurang paham dengan yang ia praktekkan itu, dan kemudian ia pun berkata," Baiklah, jika masih juga ada yang kurang paham, maka sensei akan mengulangi lagi dengan pelan-pelan agar kalian tidak bingung dengan gerakan yang sensei praktekkan."
Sang guru pelatih job Swordman itu pun kemudian mengulangi praktek empat tebasan beruntun lagi dengan pelan-pelan agar para murid-muridnya memahami apa yang ia praktekkan.
Para murid-muridnya pun kali ini memperhatikan lebih serius lagi dari sebelumnya, dan setelah sang guru pelatih job Swordman itu selesai mempraktekkan teknik itu lagi, kemudian ia menanyai muridnya lagi.
"Bagaimana? Sekarang kalian sudah paham semua, 'kan?" tanya sang guru pelatih job Swordman itu, ia juga sudah merasa yakin bila murid-muridnya pasti sudah paham semua, karena ia mempraktekkannya dengan pelan-pelan.
"Iya Sensei, sekarang kami sudah paham," jawab para muridnya.
Mendengar jawaban dari para muridnya itu, sang guru pelatih job Swordman itu pun pada akhirnya menghembuskan napas lega.
"Baiklah, kalau sudah paham, kita lanjutkan ke teknik gerakan dalam berpedang yang berikutnya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Ade Yosi Sama
semangat
2023-01-09
1