"Pada saat itu ...."
________________
FLASH BACK ON
________________
Pada saat itu Furuko sedang berjalan sendirian di kota dekat restoran itu setelah kakaknya ditangkap karena dituduh sebagai t3roris atas kematian gadis yang ditembak itu. Setelah kejadian itu, Furuko berjalan dengan menarik kedua koper besar, yang satunya milik Sagachi.
"Kenapa ada pistol di celana kakakku?" tanyanya entah pada siapa.
"Apakah aku bisa bersama dengan kakakku lagi?" sambung Furuko sembari menghadapkan wajahnya ke arah langit, kemudian ia memejamkan matanya dan merenungi nasibnya.
Di saat Furuko membuka matanya kembali, ia terkejut bukan main. Karena ia sekarang sudah berada di tempat yang berbeda dari sebelum ia menutup mata.
"Di mana ini?" tanyanya bingung dan juga panik sambil berputar-putar menengok ke segala arah, dan yang ia lihat hanyalah padang rumput yang sangat luas.
"Sebenarnya aku di mana ini? Kenapa tiba-tiba aku berada di sini?" tanyanya entah pada siapa. Namun, tidak ada siapapun yang menyahutnya, karena di situ tidak ada siapapun selain dirinya.
Di tengah kebingungan ini, tiba-tiba Furuko mendengar sebuah suara bisikan. Tapi ia tidak tahu, entah dari mana asal suara itu. Yang jelas suara itu mengatakan, bahwa ia akan bertemu kakaknya di dunia yang aneh ini.
"Mungkin di dunia ini ada kota ataupun desa," pikirnya, kemudian ia berinisiatif untuk berjalan terus di luasnya padang rumput ini dengan harapan agar ia bisa menemukan sebuah kota ataupun desa yang bisa ia tinggali di dunia ini.
Langkah demi langkah, detik demi detik, menit demi menit, bahkan hingga berjam-jam Furuko berjalan terus hingga ia kelelahan karena perjalanan yang cukup lama di area padang rumput yang sangat luas. Tapi ia tidak menyerah, ia terus berjalan dan berjuang memaksakan langkahnya, hingga cuaca yang tadinya siang kini telah berganti sore.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, matanya melengkung membentuk bulan sabit saat ia melihat sebuah kota dari kejauhan.
"Syukurlah, sepertinya itu adalah kota," ucap Furuko sembari menghirup napas lega. Karena saking senangnya melihat kota, ia langsung berlari kencang ke arah kota itu, hingga ia lupa bahwa tubuhnya itu sebenarnya sudah sangat lemas.
Setelah sampai di kota tersebut, Furuko kelelahan hingga ia roboh karena kakinya sudah tak kuasa lagi menahan tubuhnya. Pada saat itu juga, ia ditolong oleh seorang wanita berambut ungu yang rambutnya dikucir ponytyle menggunakan syuriken, memakai kaos putih ketat dengan lengan pendek tidak sampai siku, memakai celana ketat berwarna hitam pendek dan memakai kaos kaki panjang(stoking) sampai atas lutut. Ia mendekat ke arah Furuko, dan kemudian ia membantunya berdiri.
"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya wanita itu saat membantu Furuko berdiri dengan memapahnya.
"Aku tidak apa-apa kok, cuma kelelahan saja. Terima kasih ya, telah membantuku berdiri."
"Iya, sama-sama," jawab wanita itu sembari tersenyum ramah. "Ngomong-ngomong, namamu siapa dan dari mana asalmu?" tanya wanita itu, karena ia belum pernah melihat Furuko sebelumnya.
"Ceritanya panjang, maaf aku tidak bisa menceritakannya sekarang, dan tujuanku datang ke kota ini hanya untuk mencari penginapan. Karena aku tidak memiliki tempat tinggal di dunia ini," jawab Furuko menjelaskan.
"Ya sudah, tidak apa-apa. Aku paham kok, kamu bisa menceritakannya di lain waktu," responnya memaklumi Furuko, padahal sebenarnya ia heran dengan yang dikatakan Furuko kalau Furuko tidak memiliki tempat tinggal di dunia ini. Ia heran dengan kata 'dunia ini'. Di dalam pikirannya ia bertanya-tanya, apakah Furuko berasal dari dunia lain?
"Oh ya, kebetulan aku adalah pemilik penginapan, aku akan mengantarmu ke penginapanku, penginapanku tidak jauh dari sini," sambung wanita tersebut.
"Sekali lagi terima kasih, kamu baik sekali denganku. Padahal, aku kan orang baru di sini." Furuko merasa sungkan atas perlakuan wanita tersebut yang begitu baik padanya.
"Tidak usah sungkan begitu, kan sebagai manusia kita harus saling menolong sesama." Wanita itu berusaha menghilangkan rasa sungkan di hati Furuko.
"Ngomong-ngomong, namamu siapa?" sambungnya dengan bertanya, karena tadi Furuko belum menjawab pertanyaan yang ini.
"Oh iya, namaku Takasuma Furuko," ucapnya memperkenalkan diri.
"Lalu siapa namamu?" sambung Furuko bertanya balik.
"Namaku Tenjou Vitaloka," jawabnya memperkenalkan dirinya yang ternyata bernama Tenjou Vitaloka.
"Ayo, ikut aku! akan kuantar kamu ke penginapanku," sambungnya.
"Baiklah, Vita-san." Furuko kemudian membuntutinya.
^^^Panggilan -san adalah panggilan yang universal. Jadi boleh digunakan oleh kalangan tua, muda, cewek, cowok, dan siapapun boleh. Panggilan -san boleh digunakan untuk memanggil orang yang belum terlalu dikenal, dan itu adalah panggilan yang sopan untuk orang yang belum dikenal.^^^
Selama perjalanan menuju penginapan, mereka tidak mengobrol lagi, tidak ada yang memulai pembicaraan ataupun memulai topik. Saat di perjalanan, banyak orang berlalu-lalang di kota ini. Rata-rata di antara mereka ada yang membawa senjata karena ingin berburu ke hutan.
Sesampainya di sana, Vitaloka menunjuk penginapan yang ada di depannya.
"Ini penginapan milikku, untuk sementara karena kamu belum mempunyai penghasilan, kamu boleh menginap di sini gratis," ucap Vitaloka sembari membukakan pintu penginapan itu, dan pintu tersebut terbuka.
"Sekali lagi terima kasih banyak،, Vita-san, kamu memang gadis yang sangat baik, hatimu sangat mulia sekali," ucap Furuko berterima kasih atas kebaikannya.
"Sama-sama, senang bisa membantumu, sekarang kamu masuk saja. Aku tahu, pasti kamu sudah sangat lelah, 'kan." Vitaloka mempersilahkan Furuko untuk masuk.
"Jika kamu mencariku, rumahku di sebelah penginapan ini," sambung Vitaloka, kemudian ia beranjak keluar dari penginapan.
"Oh, iya, baiklah," jawab Furuko, kemudian ia menutup pintu penginapan itu.
Setelah menutup pintu, Furuko mengamati tembok penginapan yang keseluruhannya terbuat dari kayu. Ia melihat banyak lukisan-lukisan bersejarah. Penginapan ini menurutnya kecil, karena di dunianya sebelumnya, rumahnya besar nan luas. Kalau di penginapan ini hanya ada satu ruang utama, satu kamar tidur, dan satu dapur. walaupun kecil, tapi lumayan lah bisa untuk ia beristirahat.
Karena tubuhnya merasa lemas dan sangat lelah, ia berjalan menuju kamar. Setelah sampai di kamar, ia membuka pintu kamar tersebut.
Pintu kamar tersebut terbuka, dan terlihatlah ranjang berwarna coklat yang terbuat dari kayu yang di atasnya terdapat kasur putih, dua bantal putih dan satu bantal guling putih di tengah. Di sebelah kiri ranjang ada meja kecil yang di atasnya ada lampu damar(tak menyala), dan di sebelahnya lagi ada lemari pakaian. Di sebelah kanan ranjang ada jendela yang kordennya tertutup. Kemudian Furuko memasuki kamar tersebut dan setelah ia masuk, ia menutup pintu kamar itu lagi.
Furuko berjalan menuju ranjang dan kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi tubuhnya yang telungkup. Bisa ia rasakan nyamannya tidur di atas ranjang setelah melakukan perjalanan jauh di luasnya padang rumput.
Tak berselang lama, ia tertidur pulas hingga ia bermimpi di sebuah tempat yang indah, dan di tempat itu banyak bunga-bunga melati bermekaran dan rumput yang berwarna hijau cerah. Ia berjalan-jalan di tempat itu sembari menikmati pemandangan bunga-bunga yang elok nan cantik bermekaran.
Saat ia berhenti berjalan, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Gembelnya NT
Komanya dikondisikan itu 😅😅
2023-03-12
0
Gembelnya NT
Pistos apa itu?
🙊🙈🙈
2023-03-12
1
🤗🤗
semangat thor 🌹🌹 biar tambah semangat lagi.
2023-03-02
1