Setelah pesawat yang ditumpangi Sagachi dan Furuko itu sampai di tempat tujuan, mereka turun dan keluar dari bandara. Setelah itu mereka mencari kendaraan untuk mereka tumpangi menuju ke tempat tujuan mereka, yaitu Menara Eiffel. Setelah sampai di jalan raya, pada akhirnya pun mereka menemukan taxi untuk tumpangan mereka menuju ke Menara Eiffel.
"Semoga ini bukan taxi yang ganas seperti tadi," ucap Sagachi. Ia berharap kalau taxi yang akan ia dan adiknya tumpangi itu supirnya tidak brutal seperti taxi yang mereka tumpangi pertama.
"Kuharap juga begitu, Nisan," respon Furuko.
Ternyata harapan mereka benar, bahwa taxi yang mereka tumpangi supirnya normal. Walaupun mereka berbicara di mobil sampai ratusan kata pun, supir itu tidak paham oleh perkataan mereka berdua. Karena supir tersebut tidak paham bahasa jepang.
Tak terasa mereka sampai di Menara Eiffel. Sesampainya di sana mereka berdua keluar dari taxi dan langsung berlari untuk melihat Menara Eiffel. Setelah melihatnya, terukirlah wajah kagum dari mereka berdua. Mereka berdua tidak menyangka, bahwa pemandangan di Menara Eiffel jika di lihat secara langsung terlihat begitu indah.
"Sughoi!" ujar mereka berdua secara bersamaan ketika melihat pemandangan Menara Eiffel yang berada di tengah-tengah teluk.
Sughoi: keren
Sagachi mendengar suara perut keroncongan pertanda lapar. Ia tahu kalau suara itu datangnya dari perut Furuko.
"Kamu sudah lapar ya, Furuko?" bertanya Sagachi setelah mendengar suara perut Furuko yang keroncongan.
"Hehe, iya Nisan. Aku sudah lapar," jawab Furuko jujur sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya sudah, ayo kita cari restoran terdekat!" ajak Sagachi sembari menggandeng tangan Furuko, kemudian mereka mencari rumah makan terdekat dari area itu.
Sambil berjalan-jalan mencari restoran, mereka melihat banyaknya orang berlalu lalang di jalanan. Langkah demi langkah mereka jalani hingga pada akhirnya mereka menemukan restoran. Setelah itu mereka masuk ke restoran tersebut dan duduk di kursi yang disediakan. Tak berselang waktu lama ada pelayan lewat menanyai mereka.
"Kalian berdua mau pesan apa?" pelayan restoran itu yang menanyai mereka menggunakan bahasa prancis. Walaupun begitu, mereka tetap memahami maksud dari pelayan restoran itu, karena pelayan restoran itu memperlihatkan buku menu yang bergambar berbagai jenis makanan.
"This and this," jawab Furuko sembari menunjuk ke gambar makanan yang ada di buku menu. Yang ditunjuk Furuko adalah gambar nasi goreng dan jus jeruk. Sedangkan Sagachi menunjuk ke gambar nasi kepal dan kopi hitam.
Furuko sengaja menggunakan bahasa inggris karena bahasa inggris adalah bahasa internasional yang bisa digunakan di negara mana pun.
SKIP TIME ....
Terlihat mereka berdua telah selesai makan dan telah keluar dari restoran tersebut.
Tiba-tiba saja terdengar suara pistol yang membuat Sagachi, Furuko dan orang orang-orang yang di daerah tersebut terkejut.
"Suara apa itu Nisan?" tanya Furuko sembari mendekap tangan kiri Sagachi karena panik mendengar suara tembakan tersebut.
"Sepertinya itu suara tembakan pistol, tapi suara dari mana dan siapa orang yang ditembak?" bertanya Sagachi sembari melihat-lihat sekitar.
Mereka berdua pun melihat banyak orang yang bergerumpulan. Karena penasaran, mereka berdua berlari menuju gerumpulan orang itu. Setelah sampai di gerumpulan orang banyak itu, terlihat mereka berdua tetkejut bukan main. Terdapat gadis beramput kuning yang mati tergeletak dengan luka di kepalanya akibat ditembak seseorang.
"Jadi suara tembakan itu adalah suara pistol yang menembak gadis ini," ucap Sagachi.
"Sepertinya begitu," respon Furuko.
Tiba-tiba saja Sagachi merasakan seperti ada orang menaruh barang di saku belakang Sagachi. Karena penasaran, Sagachi mengambil barang tersebut, dan setelah barang itu terambil, Sagachi tetkejut bukan main. Karena barang yang ia ambil di saku belakangnya itu adalah sebuah pistol tipe Black Star S4. Furuko yang berada di sampingnya juga terkejut dan bertanya kepada Sagachi.
"Kenapa Nisan membawa pistol?"
"Nisan juga bingung, tiba-tiba ada yang meletakan benda ini di saku Nisan," ujar Sagachi menjelaskan.
Di saat itu juga, semua orang yang berada di situ mengalihkan pandangan mereka ke arah Sagachi yang sedang membawa pistol. Mereka semua mengira, bahwa Sagachi adalah pelaku pembunuhan tersebut.
"Tangkap pria itu! Dia adalah t3roris!" ucap seorang laki-laki di antara mereka yang menunjuk ke arah Sagachi. Walaupun orang itu berkata dalam bahasa prancis, tapi Sagachi dan Furuko tahu kalau orang itu sedang menuduh Sagachi.
Melihat kakaknya dituduh dan akan ditangkap, Furuko langsung memegang erat tangan Sagachi.
"My name is Sagachi, and i am not a t3roris!" ucap Sagachi dengan lantang saat orang-orang tersebut menarik tangan Sagachi dan hendak menangkapnya.
Furuko yang melihat kakaknya ditangkap tidak bisa berbuat apa-apa. Genggaman tangannya yang erat terlepas karena orang-orang menarik kakaknya dengan paksa. Furuko jatuh bertumpuh dan menangis dengan deraian air matanya yang menetes menjatuhi bumi. Ia tidak punya siapa-siapa lagi selain kakaknya. Apalagi Furuko juga sedang berada di negara yang bukan tempatnya ia tinggal.
"Kenapa ada pistol di celana Nisan?" tanyanya entah pada siapa, kemudian ia menarik dua koper, yang satunya milik Sagachi. Ia berjalan pelan dan ia juga tak tahu mau ke mana.
...----------------...
Terlihat Sagachi sedang duduk tersungkur di pojokan dalam penjara dengan raut wajah sedih.
"Jika saja aku tidak pergi ke sini, mungkin aku tidak akan mendapatkan masalah seperti ini," ucapnya kepada diri sendiri, karena hanya ia yang berada di ruang penjara tersebut.
"Semoga adikku baik-baik saja di luar sana," ujarnya yang menghawatirkan Furuko.
Tiba-tiba saja di ruangan penjara tersebut ada sebuah cahaya yang sangat terang. Hal ini membuat Sagachi tersebut terkejut dan memalingkan pandanganya ke arah cahaya tersebut.
"Cahaya apa ini?" tanyanya, karena ia terkejut melihat cahaya aneh yang tiba-tiba saja muncul di ruang penjara tersebut.
Yang paling membuatnya terkejut lagi, tiba-tiba saja ada suara tanpa rupa dari arah cahaya tersebut, hal ini membuat Sagachi sedikit merinding oleh sosok suara yang datangnya dari arah cahaya itu.
"Jika kau ingin hidup bahagia dan terhindar dari kejahatan, maka kau harus menghancurkan tujuh sifat tercela," ucap sosok makhluk misterius yang suaranya bersumber dari cahaya tersebut. Namun, wujudnya tak terlihat dan suaranya mirip seperti suara perempuan.
"Siapa kau?" tanyanya dengan intonasi tinggi.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku. Yang perlu kau tahu adalah nasib hidupmu akan berubah apabila kau menerima tawaranku," jawab sosok makhluk tersebut.
"Baiklah, apa tawaranmu?"
"Seperti yang telah aku aku katakan tadi, kau harus menghancurkan tujuh sifat tercela," ujar sosok makhluk tersebut menjelaskan tawaranya.
"Maksudnya apa tujuh sifat tercela itu? Aku tidak paham dengan maksudmu." Sagachi masih juga belum paham dengan apa yang dimaksudkan oleh sosok misterius itu.
"Maksudnya kau akan aku teleport ke dunia lain yang dikuasai tujuh raja iblis, dan pada setiap iblis memiliki sifat yang berbeda-beda ...." Terlihat Sagachi mendengarkanya dengan serius. "Diantaranya adalah ... sifat marah, sombong, dengki, tamak, serakah, iri dan nafsu," ujar sosok makhluk tersebut menjelaskan.
"Tapi bagaimana dengan adikku?" tanya Sagachi. Karena ia tidak ingin berpisah dengan adiknya jika ia berada di dunia lain.
"Tenang saja, karena aku juga akan meneleport adikmu ke sana," jawab sosok tersebut.
"Baiklah, aku terima tawaranmu." Sagachi menerima tawaran dari sosok makhluk tersebut tanpa ragu.
Tiba-tiba saja, cahaya tersebut menjadi sangat terang dan semakin terang, hingga Sagachi menutup matanya karena tak sanggup dengan silaunya cahaya tersebut.
Beberapa saat kemudian, Sagachi membuka matanya perlahan, dan pada saat ia membuka matanya ... ia terkejut, karena ia telah berada di dunia lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Mas Nur Gaming YT
mantul ini bang
2023-02-23
2
francess
untung saja di Prancis restonya jual nasi goreng dan nasi kepal
mampir di novel ku juga donk
barangkali aja suka
judul : i hope my sins will be forgiven
2023-02-22
1
🤗🤗
iri, dengki, sombong, angkuh, jahat, dan suka menindas.
2023-02-10
1