Tak berselang lama, pintu rumah itu pun terbuka, dan orang yang membuka pintu itu adalah seorang gadis yang memiliki postur tubuh sedikit lebih pendek dari Furuko, memakai kimono panjang berwar biru muda, dan memakai stocking panjang berwarna hitam.
"Furuko," ucap gadis yang membukakan pintu rumah itu ketika melihat Furuko. Kemudian ia menoleh ke arah Sagachi yang tengah berdiri di samping Furuko. "Lalu, ini siapa?"
"Ini Nisan-ku, Chizu-san. Namanya Takasuma Sagachi." Furuko memperkenalkan kakaknya pada gadis itu yang ternyata bernama Chizu. "Ada yang ingin kami bicarakan sama kalian."
Yang dimaksud kata 'kalian' oleh Furuko itu adalah Cika dan Chizu.
"Soal apa? Silakan masuk dulu, kita bicarakan di dalam saja," ucap Chizu. Gadis itu mempersilakan Sagachi dan Furuko untuk masuk dengan memberi jalan untuk mereka lewat.
"Baiklah, terima kasih, Chizu-san," kata Furuko merespon ucapan Chizu, kemudian ia melangkah masuk ke dalam rumahnya diikuti kakanya yang juga ikut masuk ke dalam.
Sementara Sagachi, ia bingung mau bicara apa pada Chizu, karena ia juga belum begitu akrab dengannya.
"Kalian duduklah dulu, ya! Aku akan meanggil Nesan ke sini, agar ia menemui kalian," ucap Chizu.
"Baiklah," jawab Furuko.
Kemudian, Chizu pun masuk ke bagian ruangan lain dari rumahnya untuk memanggil kakaknya Cika.
Tak berselang lama, ia pun kembali bersama kakaknya itu. Cika yang diajak oleh Chizu untuk menemui Furuko dan Sagachi pun terkejut saat melihat Sagachi. Ia memang mengenal Furuko, akan tetapi ia tak mengenal Sagachi karena baru kali ini ia melihatnya.
"Itu siapa Chizu?" tanya Cika pada adiknya Chizu yang kini telah berdiri di sampingnya.
Chizu pun menjawab, "Itu kakaknya Furuko, namanya Sagachi-san."
"Oh, salam kenal, Sagachi-san," ucap Cika pada Sagachi.
"Salam kenal juga, Cika-san," jawab Sagachi merespon ucapan Cika.
Cika dan Chizu pun duduk di kursi yang ada di ruangan itu, kemudian Cika kembali berucap, "Jadi, ada hal penting apa, sehingga kalian datang ke sini? Lalu, sebelumnya aku juga tidak pernah melihat Sagachi-san. Setahuku, kamu tidak punya kakak, Furuko."
"Begini, Cika-san. Aku dan Nisan-ku ini membutuhkan bantuan kalian. Ya. Memang, sebelumnya Nisan-ku juga belum datang ke dunia ini, karena aku terlebih dahulu datang sebelum dia," ucap Furuko menjelaskan.
"Oh, jadi begitu, ya. Waktu di Akademi Barak Sihir, kamu bercerita soal asalmu di saat berada di dunia lain, dan waktu itu kamu juga menceritakan mimpimu dengan kakakmu, kalau kakakkmu itu akan menyusulmu ke dunia ini. Dan sekarang ... akhirnya mimpimu itu benar-benar jadi kenyataan," kata Cika menanggapi ucapan Furuko. "Jadi, kalian mau minta bantuan apa sama kami?"
"Begini ...."
Furuko menceritakan semuanya kepada Cika dan Chizu, kalau ia butuh bantuan mereka agar mereka mau membantu mereka membuatkan portal teleportasi dengan kemampuan sihir mereka yang terbilang sudah termasuk sihir tingkat tinggi. Furuko juga menceritakan pada mereka tentang tujuannya itu, yaitu untuk mengalahkan Naga Es dan mengambil batu Kristal Naga-nya untuk memperkuat pedang milik Sagachi.
"Ooh, jadi begitu, ya?" kata Cika setelah mendengar penjelasan dari Furuko. "Baiklah, kami dengan senang hati akan membantumu kalian untuk ke sana. Tapi bukan hanya untuk membantu teleportasi ke sana saja, melainkan kami juga akan membantu kalian untuk mengalahkan Naga Es itu dan mengambil Kristal Naga Es untuk memperkuat pedang milik Sagachi-san."
"Iya kan, Chizu-chan," sambung Cika sembari menoleh ke arah adiknya.
"Tentu saja, kami dengan senang hati akan membantu kalian," kata Chizu merespon ucapan Cika.
Setelah mendengar perkataan mereka. Dapat dilihat, kalau sudut bibir Furuko dan Sagachi terangkat bagaikan seperti membentuk bulan sabit. Mereka sangat senang mendengar perkataan Cika yang begitu baik akan membantu mereka, dan mereka juga tak menyangka kalau Cika dan Chizu akan sebaik ini dengan mereka.
Furuko pun menanggapi perkataan Cika dan Chizu dengan berkata, "Benarkah? Makasih banyak, ya. Kami tidak menyangka, kalau kalian akan sebaik ini pada kami."
"Tentu saja, kamu kan teman kami, Furuko-san. Dan Sagachi-san juga kami anggap teman kok," kata Cika sembari tersenyum manis ke arah Furuko dan Sagachi.
"Terima kasih banyak, ya," kata Sagachi merespon ucapan Cika. Pada akhirnya pun, ia juga angkat bicara, walaupun dari tadi ia hanya diam saja karena belum begitu akrab dengan mereka.
"Baiklah, ayo kita berangkat!" ajak Cika, dan dibalas anggukan oleh Sagachi dan Furuko, begitu pula juga dengan adiknya, Chizu.
Cika pun berjalan keluar dari rumah diikuti oleh Chizu, Furuko dan Sagachi. Setelah mereka di luar rumah ....
"Baiklah ... Chizu, ayo kita buat portalnya!" kata Cika dan Chizu pun mengangguk sebagai jawaban.
Kemudian, Cika membuat lingkaran dengan menggoreskan jarinya ke tanah untuk mengikir sebuah gambar lingkaran, dan kira-kira lingkaran itu seluas cukup untuk mereka berempat masuk ke dalam lingkaran itu.
Setelah membuat lingkaran itu, Cika berkata pada Chizu.
"Chizu, ayo kita lakukan!" ucap Cika sembari menatap adiknya itu.
Chizu yang mengerti apa maksud kakaknya itu pun menjawab, "Baiklah, ayo Nesan!"
Setelah itu, Cika dan Chizu berada di pinggir lingkaran tersebut. Cika berada di pinggir lingkaran bagian utara, sementara Chizu berada di pinggir lingkaran bagian selatan. Mereka menjulurkan kedua tangan mereka ke arah lingkaran itu, kemudian mereka mengucapkan sebuah mantra.
"With the power of the sky, we create blue light, and with blue light, we create a miracle."
"Dengan kekuatan langit, kami ciptakan cahaya biru, dan dengan cahaya biru, kami ciptakan sebuah keajaiban."
Setelah mengucapkan mantra tersebut, muncullah cahaya biru dari ukiran-ukiran pinggiran lingkaran tersebut. Cahaya biru itu menjulang tinggi hingga menusuk cakrawala.
Cika pun kemudian menoleh ke arah Furuko dan Sagachi seraya berkata, "Sagachi-san, Furuko-san. Portal sudah siap, silakan masuk ke dalam portal lingkaran teleportasi ini."
"Baiklah, ayo Nisan!" kata Furuko sembari berjalan masuk ke arah lingkaran portal teleportasi tersbut.
"Mmm," Sagachi mengangguk, ia pun juga memasuki lingkaran portal teleportasi.
Begitu pula dengan Cika dan Chizu, setelah Sagachi dan Furuko masuk ke lingkaran portal teleportasi tersbut, mereka pun juga ikut masuk ke dalam.
"Baiklah, kita akan menuju ke Snow Land, 'kan?" tanya Cika meyakinkan sebelum melakukan ritual teleportasi.
"Iya, ke Snow Land, ke tempat sarang Naga Es," jawab Sagachi.
"Baiklah, kalau begitu, kami akan melakukan ritual perpindahan tempat untuk pindah ke sana. Bersiaplah, dan pejamkan mata kalian!" kata Cika dan Chizu bersamaan.
Sagachi dan Furuko mengangguk, mereka pun langsung memejamkan mata mereka. Setelah itu, Cika dan Chizu mengucapkan sebuah mantra lagi.
"By the magic of a blue light, teleport us to an island called 'Snow Land', where the Ice Dragon resides!"
"Dengan keajaiban cahaya biru, pindahkanlah kami di sebuah pulau yang bernama 'Snow Land', di tempat Naga Es berada!"
Cahaya biru pun tiba-tiba langsung menyala dengan sangat terang sekali setelah Cika dan Chizu mengucapkan mantra tersebut. Inilah alasan, mengapa mereka meminta Sagachi dan Furuko untuk menutup mata.
"Sekarang, bukanlah mata kalian!" kata Cika meminta agar Sagachi dan Furuko membuka mata.
"Baiklah," ucap Sagachi dan Furuko bersamaan sembari membuka mata mereka perlahan.
Setelah mereka membuka mata, terlihat jelas dari wajah mereka yang menggambarkan kalau mereka sangatlah takjub. Karena, sekarang mereka telah berpindah di sebuah tempat yang yang mereka inginkan.
"Di sini dingin sekali, Nisan!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
PINDAH PF
Nah ini hamba belum baca kayaknya yang part ini... okey langsung otw nyimak
2023-03-12
2