Furuko berpikir, apakah kakakknya itu bisa memasak di dunia ini. Pasalnya, alat-alat dan cara memasak di dunia ini dengan dunia asalnya memang berbeda. Awalnya saja Furuko juga bingung saat ingin memasak, tapi karena Vitaloka lah mengajarinya, ia pun akhirnya bisa memasak di dunia ini.
"Eh, iya. Aku kan belum bilang kalau masaknya di luar."
Furuko bergegas menghampiri kakaknya yang telah berada di dapur. Sesampainya di dapur, ternyata benar dugaannya, Sagachi bingung mau bagaimana memasaknya.
Melihat kakaknya yang kebingungan itu, Furuko berkata, "Eh, aku lupa bilang, Nisan. Masaknya di luar rumah."
Sagachi pun menoleh dan kemudian ia bertanya, "Di luar rumah?"
"Iya, Nisan. Soalnya, di dunia ini tidak ada kompor gas LPG, tidak ada magic warmer ataupun kompor listrik," ucap Furuko menjelaskan.
"Lalu, apa gunanya dapur ini kalau masakanya di luar?" tanya Sagachi.
"Sebenarnya ini bukan dapur, ini hanyalah tempat untuk menyimpan makanan saja," jawab Furuko menjelaskan. "Ya sudah. Yuk, Nisan bawa bumbu sama daging itu ke luar rumah ya, aku akan bawa kayu bakar ini."
"Siap," kata Sagachi merespon ucapan Furuko, kemudian ia berjalan keluar dari dari dapur tempat penyimpanan makanan itu, sementara Furuko mengambil kayu bakar yang sudah ia simpan di dapur ini sebelumnya.
Kayu bakar itu memang sengaja Furuko simpan sebagai alat untuk memasak. Ia sebelumnya sudah mengumpulkan banyak kayu bakar yang ia dapatkan dari hutan.
Furuko berjalan keluar dari dapur itu dengan membawa kayu-kayu kering itu, kemudian ia membawanya sampai keluar dari rumah penginapannya.
Sesampainya di luar rumah, ia pun tengah mendapati kakaknya yang sudah terlebih dahulu keluar.
"Lalu, sekarang bagaimana kita menyalakan apinya? Apakah ada korek di dunia ini?" bertanya Sagachi.
Mendengar pertanyaan Sagachi, Furuko tertawa terbahak-bahak sembari menaruh kayu bakar yang ia bawa ke tanah.
"Kenapa kamu malah tertawa?" tanya Sagachi heran dengan sikap Furuko yang tiba-tiba saja tertawa.
Furuko pun berusaha menghentikan tawanya yang terbahak-bahak itu, setelah itu ia berkata, "Habisnya Nisan lucu sih, mana ada korek di dunia fantasi seperti ini."
"Lalu, gimana cara buat apinya?" tanya Sagachi. Ia benar-benar penasaran dengan apa yang biasanya adiknya lakukan jika akan memasak di dunia ini.
"Kita susun dulu saja kayu-kayu ini seperti di saat kita kemah dulu, saat Pramuka itu lho," kata Furuko merespon pertanyaan Sagachi.
"Seperti api unggun itu, ya?" tebak Sagachi. Ia ingat pernah manata kayu api unggun saat sedang kemah Pramuka. "Baiklah, ayo kita tata seperti itu!"
"Yuk!" ucap Furuko merespon ucapan Sagachi.
Mereka pun menata kayu-kayu itu sampai membentuk seperti tatanan kayu api unggun. Setelah mereka selesai menata kayu itu ....
"Lalu, bagaimana cara menyalakan apinya?" tanya Sagachi yang penasaran bagaimana caranya menyalakan apinya.
"Bentar Nisan, aku ambil tusukan bambu sama alat untuk menyalakan apinya," ucap Furuko, kemudian ia langsung berjalan memasuki rumah penginapan untuk mengambil sesuatu.
Sagachi hanya diam, dalam hatinya ia bertanya, "Apa alat yang akan Furuko gunakan untuk menyalakan apinya, ya?"
Tak berselang lama, Furuko keluar dari dalam rumah sembari membawa tusukan bambu sama busur yang biasa untuk memanah.
Melihat itu, Sagachi pun langsung bertanya, "Busur? Untuk apa, Furuko?"
"Untuk menyalakan apinya," jawab Furuko.
Mendengar jawaban dari adiknya itu, Sagachi mengeryitkan dahi. Ia benar-benar bingung dengan apa yang dimaksud adiknya itu. "Maksudnya apa, Furuko? Bukannya panah itu untuk memanah? Mana ada panah untuk menyalakan api."
"Ya biasanya aku pakai ini kalau mau buat api," jawab Furuko yang lagi-lagi membuat Sagachi penasaran. "Nanti Nisan juga tau, sekarang kita cuci dulu aja yuk dagingnya!"
"Baiklah." Sagachi hanya bisa menghela napas berat, ia berusaha untuk bersabar walaupun dalam pikirannya masih ada rasa penasaran dengan apa yang dimaksudkan oleh adiknya itu.
Furuko meletakkan busur yang ia bawa itu di tanah, kemudian ia meletakkan tusukan bambu itu di wadah baki yang terbuat dari kayu. Di wadah baki itu ada dagingnya, karena tadi Sagachi membawa daging itu dari dapur menggunakan wadah baki kayu tersebut.
"Biar aku saja yang bawa, Furuko. Mau dibawa ke tempat cucian mana daging itu?" tanya Sagachi.
"Biar aku saja gak papa, Nisan. Nisan bantu aku nyuci dagingnya saja. Nyucinya di sungai kecil itu." Furuko berjalan melangkah ke arah sungai kecil yang tak jauh dari rumah penginapan yang mereka tinggali.
"Oh, nyucinya di situ ternyata," kata Sagachi merespon ucapan Furuko. "Baiklah, ayo kita cuci!"
Sagachi berjalan mengikuti Furuko ke arah sungai kecil itu. Mereka mencuci baki dan potongan daging-daging itu sampai bersih. Setelah itu, mereka membawa potongan-potongan daging itu lagi ke tempat penataan api unggun dengan daging yang sudah ditusuk-tusuk seperti sate.
Di situ, Furuko mencampurkan bumbu-bumbu itu ke wadah yang sudah dipenuhi oleh daging-daging rusa yang sudah ditusuk seperti sate itu. Setelah semuanya telah selesai dan bumbu itu telah merata ke seluruh potongan-potongan daging yang sudah ditusuk bambu itu, Furuko kemudian mengambil busur yang tergeletak di sampingnya.
"Lihat ya Nisan. Aku akan membuat api dengan busur ini," ucap Furuko, dan Sagachi pun sudah tidak sabar lagi dengan apa yang akan dilakukan oleh adiknya itu.
"Baiklah, cepat tunjukkan! Bagaimana caramu membuat api dengan busur panahmu itu, Furuko," kata Sagachi merespon ucapan Furuko. Ia benar-benar sudah sangat penasaran.
Furuko menganggukkan kepala, kemudian ia menarik benang busur itu.
"My mana is the arrows from my Bow."
Sebuah anak panah tiba-tiba saja muncul dari partikel-partikel cahaya saat Furuko sedang menarik benang itu, dan dari partikel-partikel cahaya itulah, muncul sebuah anak panah yang membuat mata Sagachi tidak berkedip saat melihatnya.
"Fire arrows."
Setelah mengucapkan itu, sebuah api muncul dari lancipan anak panah itu.
...---...
Bisa dibilang, job yang Furuko ambil adalah Archer Mage. Dalam kata lain, Furuko mengambil job kombinasi. Job kombinasi maksudnya itu tidak hanya mengambil satu job saja, melainkan mengambil dua job yang cocok dengan job yang utama.
Misalnya, job utama Furuko adalah adalah Archer, sedangkan Archer membutuhkan anak panah untuk memanah. Oleh karena itulah, yang cocok sebagai kombinasi dengan job Archer adalah job Mage. Karena dengan mengkombinasikan job Archer dengan job Mage akan membuat Furuko menjadi Archer yang sudah tidak perlu lagi membawa stok anak panah. Karena dengan kekuatan job Mage, Furuko bisa mengeluarkan anak panah dengan hanya mengucapkan mantra sihir saat menarik benang busurnya.
...---...
"Ooh, jadi seperti itu caranya kamu membuat api?" tanya Sagachi setelah melihat apa yang telah dilakukan oleh sang adik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Nabila Isna
ya pake korek api lah dodol 🤣🤣 masa pake tombak zilong
2023-03-23
1
PINDAH PF
hamba saja ketawa apa lagi dia wkwkwkw sumpah ngehibur banget nie alurnya anjay 🤣🤣🤣🤣
2023-03-18
1
PINDAH PF
wkwkwkw pertanyaan yang bagus. Makan tuh pertanyaan ngulti macam gini boy 🤣
2023-03-18
1