"Mari kita serang naga itu bersama-sama!" ajak Sagachi.
"Ayo!" kata Furuko, Cika dan Chizu merespon ucapan Sagachi.
Setelah itu, mereka melakukan serangan awal sesuai rencana yang telah didiskusikan. Rencana serangan awal yaitu dengan cara Furuko menyerang dengan panahnya.
"Seperti yang telah tadi kita rencanakan, silahkan Furuko!" kata Cika sembari menatap ke arah Furuko.
Furuko yang mengerti apa yang dimaksud Cika pun langsung mengangguk, kemudian ia berjalan melangkah ke arah pinggir tebing jurang sarang naga tersebut.
Rencana serangan awal ini bertujuan untuk membangunkan sang naga saja, dan hal inilah awal untuk memulai pertarungan melawan sang Naga Es. Karena tidak mungkin juga panah Furuko bisa langsung membunuh naga yang berkulit keras itu dalam sekali panah. Namun, Furuko berniat untuk melancarkan serangan panah yang memiliki tingkat kerusakan kuat untuk melakukan lesatan panah awal ini, agar berhasil melukai naga.
Setelah Furuko berada di pinggiran tebing jurang sarang naga, ia mengarahkan busur panahnya ke arah sang naga yang sedang tidur itu. Kemudian, ia menarik benang busur panahnya, dan ia pun mengucapkan mantra.
"My mana is the arrows from my bow."
Ketika mengucapkan mantra tersebut, sebuah anak panah terbentuk dari partikel-partikel cahaya merah ke ungu-unguan, saat Furuko menarik benang tersebut. Anak panah itu pun menjadi terbentuk dengan sempurna, setelah Furuko menarik benang busur dengan penuh.
"Lighting arrow."
Sebuah percikan-percikan petir berwarna merah menyala di kegelapan malam muncul dari ujung lancipan anak panah tersebut. Detik-demi detik pancaran aliran petir merah menyala itu semakin kuat.
"Discharge!" seru Furuko saat melesatkan anak panah itu, dan anak panah itu pun melesat dengan kecepatan seperti kilat menyambar sang Naga Es yang sedang tidur.
Tentu saja naga itu terkejut karena terkena panah petir yang Furuko lesatkan, dan naga itu tersetrum oleh aliran petir anak panah tersebut, sehingga naga itu meraung dengan keras saat tersetrum aliran petir merah yang sumbernya berasal dari anak panah itu.
"Bersiaplah! Naga itu pasti akan ngamuk!" kata Cika sembari mempersiapkan aba-aba bertarung, begitu juga dengan Chizu. Mereka berdua langsung melompat mundur diikuti oleh Furuko yang juga menyusul mereka. Setelah itu, Cika kembali berkata, "Seperti yang telah direncanakan, ayo lakukan, Sagachi-san!"
"Baiklah!" kata Sagachi merespon ucapan Cika. Ia pun langsung melompat ke arah jurang ketika melihat Naga itu akan terbang ke atas.
Sagachi merasakan hempasan angin yang bergesekan dengan tubuhnya mulai terasa dingin, walaupun ia masih dalam pengaruh sihir penghatan. Namun, karena ia sedang terjun ke bawah menantang angin dingin yang begitu kencang dan cepat, pelapis sihir penghat badan itu masih bisa menembusnya.
Naga itu terbang ke atas, sementara Sagachi terjun ke bawah dengan posisi siaganya yang telah mencengkram pedangnya kuat-kuat dan siap ditebaskan ke arah naga tersebut.
Yang membuat Sagachi terkejut adalah ... tiba-tiba saja saat jarak antara ia dan naga kira-kira hanya terpaut sepuluh meter, sebuah semburan angin dingin yang sangat kuat keluar dari mulut sang Naga Es. Hal itu tentu saja membuat Sagachi terkejut bukan main, sampai-sampai ... ia terpental ke atas hingga terbanting-banting di atas tanah yang telah terselimuti oleh salju.
"Nisaaaaan! Sagachi-saaan!" seru Furuko, Cika dan juga Chizu ketika mereka secara tiba-tiba saja melihat Sagachi terpental dan terbanting-banting di tanah.
Furuko berniat ingin mendekati kakaknya itu. Namun, saat ia akan melangkah untuk mendekati Sagachi yang tergeletak itu, Cika langsung mencengkram tangan Furuko untuk mencegah Furuko ke sana, agar Furuko juga tidak terancam bahaya. "Jangan ke sana Furuko, bahaya!"
"Tapi aku tidak bisa membiarkan Nisan dalam bahaya!" Furuko keras kepala, karena ia sangat khawatir dengan nasib Sagachi.
Sementara Chizu berada di samping Cika langsung mengucap mantra sembari mengarahkan kedua tangannya ke arah Sagachi yang tergeletak sekitar dua puluh meter dari jarak ia berpijak saat ini.
"By the power of nature, I create a green light, and by the power of green light, I create a miracle."
"Dengan kekuatan alam, kuciptakan sebuah cahaya hijau, dan dengan kekuatan cahaya hijau, kuciptakan sebuah keajaiban."
Setelah Chizu mengucapkan mantra tersebut, sebuah cahaya hijau muncul dari kedua tangannya. Cahaya hijau itu membentuk bulat, dan kemudian cahaya tersebut terbang dengan cepat ke arah tubuh Sagachi.
Bersamaan dengan itu, tiba-tiba saja sang Naga Es telah keluar dari sarangnya dan telah terbang sampai ke atas sini. Tentu saja, saat Naga itu melihat tubuh Sagachi yang tergeletak tak berdaya, ia langsung terbang dengan cepat dengan niat akan memangsa Sagachi.
Furuko, Cika dan Chizu pun langsung panik melihat hal itu.
"Nisaaaan!" seru Furuko yang berusaha melepas cengkraman tangan Cika, karena sekarang ini ia sudah benar-benar sangat panik dan khawatir dengan keselamatan Sagachi.
Akan tetapi, saat Naga itu hampir saja menabrak tubuh Sagachi, tiba-tiba saja Sagachi langsung melompat sembari menghunuskan pedangnya ke arah dada Naga tersebut, lebih tepatnya ke arah kristal biru yang menempel di dada naga itu.
"Syukurlah, sihir penyembuhanku telah berhasil!" kata Chizu dengan bangga, karena yang membuat Sagachi bisa langsung bangkit dan lompat itu adalah berkat sihir penyembuhannya yang sudah bekerja.
"Bagus, Chizu!" kata Cika menanggapi ucapan dan apa yang telah Chizu lakukan. Kemudian ia berkata dengan Furuko untuk mencoba menenangkannya. "Lihatlah, Furuko! Adikku telah berhasil menyembuhkan Sagachi-san. Jadi, kumohon tenanglah, agar kita bisa konsentrasi dengan rencana yang telah kita buat!"
Furuko pun menurut, kemudian ia berkata, "Baiklah, maafkan aku."
"Ya, tidak apa-apa. Yang penting kita fokus dengan rencana kita!" kata Cika merespon ucapan Furuko.
"Baiklah!" ucap Furuko menanggapi.
Sementara Sagachi sedang berusaha mencukil kristal biru yang masih berada di dada sang Naga Es itu. Ia juga merasa terhuyung-huyung karena sang Naga Es itu mengguncang-guncangkan badannya sembari terbang dengan cepat agar Sagachi terjatuh.
"Sial! Kenapa kristal ini melekat erat sekali dengan tubuhnya!" geram Sagachi dengan perasaan kesal. Padahal, saat ini pedangnya telah berhasil menancap di dada bagian kristal itu berada, akan tetapi ia sangat kesulitan untuk mencukil kristal biru yang menempel di dada naga itu.
"Kakakmu benar-benar hebat, sepertinya ia sudah terlatih dengan kekuatan fisiknya yang kuat saat berada di Akademi Barak Sihir!" kata Cika memuji Sagachi.
"Ya, dari dulu juga ia adalah anak yang rajin berlatih," kata Furuko merespon ucapan Cika.
"Baiklah, tapi kita harus melakukan sesuatu untuk membantu kakakmu. Ayo semangat!" Kali ini Chizu yang berkata.
"Baiklah, ayo kita lakukan kombinasi kekuatan kita!" kata Cika merespon ucapan Chizu.
"Ayo!" ucap Furuko dan Chizu secara bersamaan.
Mereka pun langsung menyiapkan rencana kedua, yaitu kombinasi sihir dan panah.
Furuko menarik benang busurnya, sementara Cika dan Chizu menyalurkan sebuah tenaga ke busur panah Furuko.
"Ini akan menjadi kombinasi terkuat!" ucap Cika.
Kemudian mereka bertiga pun mengucapkan mantra secara bersama-sama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
PINDAH PF
uanjay.... ini bukan sembarang alur, everybody... tetapi ini adalah sebentuk pertualangan degan gaya gaming rpg ala anime yang mampu membuatku betah untuk tetap berlangganan 🤤🤤 wuuuuuh.... serunya sampai terngiang dalam pikiranku
2023-04-05
3
Gita Utari
pertualangan Furuko, Chikazu dan sapa stunya... hehehehe aku jdi suka baca alurnya thor. Imajinasimu keren dech.. eh kalo kdinginan minum kopi ya di gunung es
2023-03-13
2