Di Kota Hikari. Terlihat, seorang berpakaian serba hitam tengah berdiri di sekitar area tempat Penginapan Vitaloka. Tangannya ia sedekapkan di depan dadanya, dan tampaknya sosok berjubah hitam itu sedang mencari seseorang.
"Di mana anak berambut biru itu? Padahal, kemarin-kemarin aku sering melihatnya berseliweran di daerah ini," ucap sosok berjubah hitam itu yang tak lain adalah Kenta Ken—seorang kepercayaan yang diutus oleh sang raja untuk mencari pahlawan yang telah diramalkan akan membasmi tujuh raja iblis.
Di saat seperti ini, tiba-tiba sebuah suriken berukuran lumayan besar melesat dengan cepat ke arah Kenta Ken.
Kenta Ken yang menyadari serangan itu pun dengan reflek yang bagus dan juga cepat, langsung mencabut Katana yang ia selempangkan di punggungnya dan menangkis suriken itu dengan cepat menggunakan katana-nya.
Saat menangkis suriken itu, ia merasa sedikit terhuyung ke belakang karena lesatan dari suriken yang ukurannya cukup besar itu melesat dengan cepat dan kuat. Meskipun itu membuatnya terhuyung, akan tetapi itu tidak membuatnya terjatuh.
"Fuma Suriken," gumam Kenta Ken setelah ia menangkis suriken tersebut yang ternyata nama suriken itu adalah 'Fuma Suriken'.
"Jadi, dia seorang ninja, ya?" sambungnya. Kemudian, ia menoleh ke arah pelaku pelempar suriken tersebut.
Ternyata, pelaku yang melemparkan Fuma Suriken ke arah Kenta Ken adalah sosok wanita berambut ungu yang dikucir ponytail menggunakan suriken, memakai kimono berwarna kuning, memakai stocking berwarna hitam panjang sampai paha dan juga membawa sebuah Katana yang masih diselempangkan di punggungnya.
"Hey, siapa kau? Berani-beraninya kau memasuki kawasanku dengan berpakaian seperti seorang pembunuh seperti itu!" ucap wanita berambut ungu itu sembari menangkap Fuma Suriken yang melesat kembali ke arahnya.
Biasanya, Kenta Ken tak pernah ketahuan jika saat sedang mengintai sosok pria berambut biru di area ini. Baru kali ini, ia ketahuan oleh seorang wanita berambut ungu yang sedang berada di hadapannya. Kira-kira, jarak ia dan wanita berambut ungu itu sekitar lima belas meter. Ia juga tahu nama wanita itu karena sering melihatnya di hari-hari kemarin.
Ya. Sosok wanita berambut ungu itu tak lain adalah pemilik penginapan—Tenjou Vitaloka. Selain Vitaloka adalah pemilik penginapan di Kota Hikari ini, ia juga termasuk keturunan seorang ninja.
Kenta Ken pun bingung mau jawab apa. Pasalnya, sang raja menyuruhnya untuk selalu merahasiakan identitasnya kepada siapapun, terkecuali kepada sosok pahlawan yang diramalkan akan membasmi tujuh raja iblis. Ia pun memutuskan menjawab pertanyaannya dengan berkata, "Kau tidak perlu tau siapa aku, Vitaloka. Dan tujuanku ke sini juga tidak bermaksud apa-apa, apalagi membunuh."
Vitaloka pun membulatkan matanya ketika Kenta Ken menyebut namanya. Ia tak menyangka, kalau sosok berjubah hitam itu bisa langsung tahu namanya.
"Lalu, kenapa kau menutup mukamu dengan kain hitam jika kau tidak bermaksud buruk?" tanya Vitaloka. Ia berusaha waspada, karena khawatir jika pria berjubah hitam yang sedang berhadapan dengannya ini berniat membunuh orang-orang penghuni penginapannya.
Padahal Kenta Ken hanya mencari informasi saja, walaupun ia juga pernah ditugaskan untuk membunuh, akan tetapi tugasnya sekarang ini hanya mencari informasi apakah pria berambut biru yang biasa ia lihat itu benar-benar orang diramalkan akan menjadi pahlawan pembasmi tujuh raja iblis atau bukan. Jika memang itu benar, maka ia tidak akan ragu untuk membuka identitas dan tujuannya kepada pria berambut biru itu.
"Baiklah, baik. Jika kau tidak tidak mau mengakui kalau kau itu adalah pembunuh bayaran, maka aku tidak akan ragu untuk membunuhmu," ucap Vitaloka sembari mencabut Katana yang ia selempangkan di punggungnya. Kemudian, ia pun melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Kenta Ken bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya.
Kenta Ken yang merupakan seorang petarung ber-Job Assassin, ia pun dengan reflek yang cepat langsung menangkis serangan kilat dari Vitaloka. Kedua Katana pun berbenturan hingga menimbulkan suara yang nyaring terdengar di telinga, dan juga membuat keduanya sedikit terpental ke belakang.
"Bagus juga reflek-mu, tapi kau tidak akan bisa menghindari seranganku yang ini." Vitaloka memutar-mutarkan Fuma Suriken yang kemudian ia lemparkan ke arah Kenta Ken bersamaan dengan kombinasi serangan mengunakan Katana-nya.
Kali ini, Kenta Ken diserang dengan kedua kombinasi mematikan dari serangan Vitaloka. Namun lensa matanya yang tadinya berwarna hitam, kini telah berubah menjadi warna ungu. Hal ini membuatnya merasa, kalau Fuma Suriken dan juga Vitaloka yang sedang melesat ke arahnya terlihat begitu lambat, bahkan bisa dibilang tiga kali lipat lebih lambat—Slow Motion.
Bukan hanya Fuma Suriken dan serangan Katana Vitaloka yang sedang melesat ke arahnya saja yang terasa lambat, akan tetapi juga semuanya terasa lambat di mata Kenta Ken.
Ya. Ketika tadi Vitaloka akan menyerangnya dengan kombinasi serangan itu, Kenta Ken telah terlebih dahulu mengaktifkan mode mata ungunya. Dengan kekuatan mata ungunya ini, ia bisa saja dengan mudah membunuh Vitaloka, karena Vitaloka terasa sangat lambat sekali di mata Kenta Ken. Akan tetapi, ia tidak berniat membunuhnya, melainkan hanya mementalkan serangannya sehingga Fuma Suriken dan juga Vitaloka terpental ke belakang.
"Ke–kenapa ... kenapa kau bisa menangkis dua seranganku dengan begitu cepatnya?" bertanya Vitaloka dengan napas yang terengah-engah sembari mencoba untuk berdiri, karena di saat terpental tadi, ia terjatuh sampai terguling-guling di atas tanah. Bahkan, kini aliran darah segar telah keluar dari kening Vitaloka.
Sekarang Vitaloka merasa klieran, pandangannya menjadi kabur. Namun, ia mencoba untuk berjalan ke arah Katana-nya yang tergeletak sekitar tujuh meter dari tempat berdirinya sekarang ini.
"Sudah kubilang 'kan, kalau aku tidak berniat apa-apa, apalagi membunuh. Jika aku berniat membunuh, tadi aku bisa saja membunuhmu dengan mudah," ucap Kenta Ken sembari menatap Vitaloka yang sedang berjalan terhuyung-huyung ke arah Katana-nya.
"Bohong, aku tidak percaya dengan orang asing yang mencurigakan sepertimu!" ucap Vitaloka sembari masih berjalan ke tempat Katana-nya berada.
Namun, tiba-tiba saja sebuah cahaya biru muncul tak jauh dari tempat mereka bertarung. Cahaya itu menusuk cakrawala di malam yang sunyi ini. Hal itu pun, membuat Kenta Ken dan juga Vitaloka mengalihkan pandangannya ke arah sumber cahaya itu.
"Cahaya apa itu?" bertanya Kenta Ken ketika melihat cahaya biru itu.
"Itu seperti ... seperti kekuatan teleportasi milik Cika dan Chizu," gumam Vitaloka dalam hati ketika melihat cahaya biru itu, karena ia juga paham betul dengan kekuatan kedua anak kembar itu. "Ya. Tidak salah lagi dugaanku, kalau itu sihir teleportasi milik mereka."
Cahaya itu pun kemudian meredup dan seketika hilang. Hal ini membuat Kenta Ken membulatkan matanya dengan sempurna. Karena, kini ia melihat orang yang dicarinya selama ini. Dalam hati, ia pun bergumam, "Pria berambut biru."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Nabila Isna
emang alurnya seru ini.. btw aku cote aja biar dia smkin semangat hehehe
2023-04-12
1
Gita Utari
widih... pake teknik ancaman dia 🤭
2023-04-12
3