"Namaku Kamimoto Hazuki, salam kenal," ujarnya memperkenalkan diri sembari mengulungkan tangan kanannya.
"Takasuma Sagachi." Sagachi membalas ulungan tangan kanannya, dan mereka pun bersalaman.
"Aku ingin pergi ke kelas pelatihan job Swordman," sambung Sagachi.
"Oh, kamu mengambil job Swordman, ya? Itu kelasnya di sana, tinggal masuk saja." Hazuki menunjuk ke arah sebuah ruangan di pojok sebelah kiri dari arah naiknya Sagachi ke atas sini.
"Baiklah, terima kasih," ucap Sagachi.
"Sama-sama," jawab Hazuki kemudian ia pun melanjutkan langkahnya untuk pergi ke bawah, sementara Sagachi menuju ke kelas yang ditunjukkan olehnya itu.
Sesampainya di depan pintu kelas yang barusan ditunjukkan oleh Hazuki, dapat Sagachi lihat sebuah tulisan di pintu kelas itu yang bertuliskan 'Swordman'.
Dengan tanpa ragu, Sagachi pun segera membuka pintu tersebut sembari berkata, "Permisi."
Orang-orang yang berada di kelas tersebut ternyata tidak begitu banyak, hanya sekitar sembilan orang saja, dan mereka semua juga laki-laki. Delapan siswa dan satu guru yang berada di depan.
"Silakan masuk!" ucap seorang pria yang berusia sekitar tiga puluh tahunan yang duduk di depan dari yang lainnya, dan pria itu adalah guru di kelas pelatihan job Swordman.
"Terima kasih," respon Sagachi, kemudian ia pun melangkah memasuki kelas tersebut.
Ketika Sagachi akan melangkah menuju ke arah bangku yang kosong, seorang pria yang tadi mempersilakannya masuk itu berkata, "Tunggu!"
Mendengar itu, Sagachi pun langsung menghentikan langkahnya, dan kemudian ia membalikkan badannya ke arah pria tersebut.
"Iya, ada apa, Sensei?" tanya Sagachi.
^^^Sensei: Guru^^^
"Tolong perkenalan dirimu terlebih dahulu!" pinta pria yang disebut sensei tersebut.
"Baiklah, Sensei."
Sagachi pun melangkah ke depan, dan kemudian membalikkan badannya dan menghadap ke arah orang-orang yang berada di ruangan ini.
"Perkenalkan, namaku Takasuma Sagachi. Aku berasal dari dunia lain," ucap Sagachi memperkenalkan dirinya.
Setelah mendengar perkenalan Sagachi, semua orang yang berada di situ heran dan mereka tidak begitu percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Sagachi barusan. Mereka saling menatap satu sama lain. Pasalnya, hal itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi. Karena menurut mereka, mana mungkin ada orang bisa datang dari dunia lain menyebrang ke dunia ini, kecuali jika itu adalah sebuah keajaiban.
"Dunia lain? Bukannya itu hanya sebuah mitos yang diceritakan oleh para tetua," bisik salah satu di antara mereka kepada teman yang di sebelahnya.
"Aku juga tidak tahu. Baru kali ini aku mendengar ada orang seperti dia mengaku berasal dari dunia lain," respon teman yang berada di sebelahnya yang juga dengan suara berbisik.
Semua orang-orang di kelas itu saling berbincang-bincang dengan lirih pada teman yang berada di sebelahnya, mereka semua membicarakan tentang perkenalan Sagachi yang mengaku berasal dari dunia lain. Padahal, pada kenyataannya memang benar, kalau ia itu memanglah berasal dari dunia lain.
"Apakah yang kamu katakan barusan itu benar, jika kamu berasal dari dunia lain?" tanya sang guru job Swordman pada Sagachi. Ia bertanya karena ia ingin memastikan, apakah benar jika Sagachi memanglah berasal dari dunia lain atau tidak?
"Benar Sensei, Saya memanglah berasal dari dunia lain," jawab Sagachi jujur.
"Baiklah jika memang benar begitu, kamu boleh duduk di bangku yang kosong," ucap Sensei mempersilakan Sagachi untuk duduk karena ia sudah memperkenalkan dirinya, walaupun dalam hatinya ia masih ingin bertanya mengenai maksud yang dikatakan Sagachi tentang asal-usulnya itu tentang dunia lain. Namun, karena ia tidak ingin membuang-buang waktu pelajaran dengan percuma, ia pun memutuskan untuk tidak mempertanyakan hal itu sekarang.
"Baiklah, Sensei," respon Sagachi, kemudian ia beranjak melangkah ke salah satu bangku yang kosong dan kemudian ia menempatinya dengan duduk di kursi bangku tersebut.
"Baiklah, karena sudah tidak ada lagi peserta pendaftaran baru, maka Sensei akan memulai pelajarannya," ujar sang guru pelatih job Swordman tersbut.
Pelajaran pun dimulai dengan tenang, sang guru job Swordman menerangkan berbagai macam pengetahuan tentang Swordman dan hal-hal yang perlu dikuasai oleh seorang petarung Swordman.
...---...
Swordman artinya pendekar pedang, dalam kata lain Swordman adalah seorang petarung yang hanya menggunakan pedang sebagai senjata utamanya.
Memang, tingkat kerusakan dari seorang petarung ber-job Swordman itu sangat tinggi dibandingkan petarung ber-job Knight. Pasalnya, seorang Swordman hanya menggunakan pedang saja dalam bertarung, sedangkan Knight tidak hanya menggunakan pedang saja. Saat bertarung, seorang petarung ber-job Knight menggunakan pedang dan perisai sebagai kombinasi menyerang dan bertahan.
Maka dari itulah, Furuko lebih menyarankan Sagachi untuk memilih job Knight. Namun, job Swordman memiliki keunggulan tersendiri, karena job Swordman bisa menggunakan dua pedang sekaligis jika tingkatan seorang Swordman sudah tinggi.
Seorang Swordman yang tingkatannya sudah tinggi bisa menggunakan dua pedang sekaligus, akan tetapi jika Swordman pemula masih butuh banyak latihan untuk menggunakan dua pedang. Karena menyerang dengan menggunakan dua pedang sekaligus kalau bukan ahlinya seperti Swordman pemula tentu sulit sekali untuk dilakukan.
Selain itu, Seorang petarung ber-job Swordman yang telah menguasai ilmu 'Aliran Pedang Ganda' juga bisa menangkis serangan pedang musuh dengan memposisikan kedua pedangnya hingga membentuk seperti huruf 'X'.
Seperti halnya Sagachi, karena ia baru saja masuk dalam pelatihan tempur di Barak Sihir ini, tentu saja ia masih belum mengusai ilmu 'Aliran Pedang Ganda'. Jangankan menggunakan pedang ganda, pedang satu pun ia belum pernah mencobanya.
Di saat ia masih berada di dunia asalnya, ia belum pernah memegang yang namanya 'pedang', yang pernah ia pegang di saat ia berada di dunia asalnya hanyalah pisau dapur. Karena ia sering memasak untuk makan bersama Furuko.
Sagachi dan Furuko kakak adik yang telah ditinggal mati oleh kedua orangtuanya di kala Sagachi masih kelas enam SD dan Furuko masih kelas empat SD. Selisih umur mereka memang sekitar dua tahunan.
Sekarang Sagachi berumur tujuh belas tahun dan Furuko berumur enam belas tahun. Sebenarnya saat mereka sedang berjalan-jalan di Menara Eiffel, lebih tepatnya di Prancis, itu adalah hari liburan akhir semester satu mereka(liburan tahun baru), dan saat itu Sagachi sedang kelas tiga SMA, sedangkan Furuko sedang kelas satu SMA.
...---...
Setelah guru itu selesai menjelaskan tentang berbagai macam hal yang perlu diketahui oleh seorang petarung ber-job Swordman, ia menyuruh para muridnya untuk pergi menuju ke tempat area tempur Barak Sihir dengan tujuan untuk melakukan praktek langsung menggunakan pedang.
"Apakah kalian sudah paham dengan yang sudah saya jelaskan tadi?" tanya guru itu kepada para muridnya.
"Paham, Sensei," jawab mereka semua serentak bersamaan, termasuk Sagachi.
"Baiklah, kalau begitu mari kita pindah ke area tempur dan langsung praktek saja."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments