"Ooh, jadi seperti itu caranya kamu membuat api?" tanya Sagachi setelah melihat apa yang telah dilakukan oleh sang adik.
"Iya, Nisan. Seperti inilah caraku membuat api. Tapi, tingkatan kekuatan panah apiku masih kecil," jawab Furuko sembari mengambil anak panah yang lancipan pucuknya telah terbakar oleh api di busurnya itu, kemudian ia meletakkan anak panah api itu ke kayu yang telah tertata seperti tatanan api unggun.
"Selama dua mingguan nisan di Akademi Barak Sihir, ada juga yang mengambil job kombinasi Archer dan Mage. Tapi orang itu hanya mengeluarkan anak panah biasa saat mengucapkan rapalan mantra untuk mengeluarkan anak panah itu. Namun, ia tidak sepertimu yang bisa mengeluarkan anak panah api. Oleh karena itulah, nisan takjub saat melihatmu mengeluarkan anak panah api," ujar Sagachi menceritakan sembari mengingat-ingat kembali kejadian yang ia lihat saat berada di Akademi Barak Sihir.
Sementara Furuko yang telah sukses membuat api berkata, "Yaaa ... itu sih mereka yang belum menguasai Magic Elementalis. Karena aku telah menguasai Magic Elementalis, aku bisa menggunakan panah elemen," ucapnya sembari mengambil beberapa daging-daging yang telah ditusuk dengan tusukan bambu dan juga telah dibumbui, kemudian ia memanggangnya di atas api yang telah menyala.
Sagachi pun juga mengambil beberapa potongan yang telah ditusuk itu, ia juga membantu adiknya dalam memanggang daging rusa itu.
"Magic Elementalis?" tanya Sagachi sembari mengingat-ingat ia pernah mendengar kata 'Elementalis', tapi entah kapan dan di mana ia pernah mendengarnya?
"Ya. Magic Elementalis adalah sebuah sihir untuk mengeluarkan kekuatan elemen," ucap Furuko menjelaskan sembari memutar-mutarkan daging tusuk itu di pemanggangan api yang dibuatnya.
Setelah mendengar penjelasan dari Furuko, Sagachi teringat oleh film anime yang pernah ia tonton. Di film yang pernah ia tonton itu menceritakan seorang petarung yang menggunakan kekuatan elemen. Ia ingat, di film itu kekuatan elemen itu ada lima jenis. Di antaranya, elemen tanah, angin, petir, api dan air. Ya. Ia pernah mendengar kata 'Elementalis' karena ia pernah melihat film anime itu.
Sagachi tidak begitu paham dengan yang dimaksud dengan 'Elementalis', karena ia mengambil Job Swordman sebagai job utamanya. Di Barak Sihir itu, Sagachi belum pernah melihat para murid Job Mage dalam berlatih. Itu dikarenakan Sagachi hanya berfokus pada latihannya sebagai seorang ber-Job Swordman, sehingga ia tidak pernah melihat aksi dari para penyihir ber-Job Mage dalam menggunakan kekuatan sihir elementalis.
Selain membahas elementalis, Sagachi dan Furuko juga saling menceritakan tentang pengalaman mereka di saat berlatih di Akademi Barak Sihir. Mereka bercerita sembari memangang daging rusa itu.
Tak berselang waktu lama, pada akhirnya pun Sagachi dan Furuko telah selesai memanggang semua daging-daging rusa itu. Setelah itu pun, mereka langsung segera membawa masuk daging-daging yang telah matang itu dan sudah tidak sabar lagi ingin menyantapnya di dalam rumah penginapan tempat mereka tinggal.
Di dalam rumah penginapan itu, Sagachi dan juga Furuko makan besar bersama dengan menyantap daging rusa yang telah matang itu. Rasa lapar mereka akhirnya pun terpuaskan, walaupun tidak seenak masakan di dunia asal mereka.
...----------------...
Sementara di tempat lain ....
Di sebuah istana yang megah, besar, tinggi, luas dan indah. Istana tersebut dikenal dengan nama Istana Alcazar Sevilla. Istana ini dipimpin oleh seorang raja yang sangat peduli dengan nasib rakyatnya. Bukan hanya peduli dengan nasib rakyatnya saja, akan tetapi nasib tujuh kerajaan lainnya yang sedang dikuasai oleh tujuh raja iblis.
...---...
Di sebuah ruang singgasana istana Kerajaan Alcazar Sevilla, terlihat sang raja telah duduk di singgasananya. Tangan kanannya ia gunakan untuk menopang dagunya, sementara wajahnya seperti terlihat memikirkan sesuatu.
Tak berselang lama, datanglah seorang pria berpakaian serba hitam, memakai kain penutup yang menutupi sebagian wajahnya dan rambutnya yang gondrong membuatnya terlihat sangar. Sosok pria berjubah hitam itu langsung berjongkok memberi hormat di hadapan sang raja.
Melihat kedatangan sosok tersebut, sang raja langsung menolehkan pandangannya ke arah sosok berjubah hitam tersebut.
"Apakah kau sudah mendapatkan informasi tentang datangnya seorang pahlawan yang diramalkan akan membasmi tujuh raja iblis itu?" bertanya sang raja kepada sosok berjubah hitam yang sekarang tengah menghadap sang raja.
"Saya melihat seorang remaja laki-laki berambut biru di Barak Sihir, Yang Mulia. Dan saya baru kali ini melihat remaja tersebut di Kota Hikari," jawab sosok berjubah hitam itu yang membuat sang raja merasa penasaran dengan siapakah sosok remaja berambut biru yang dimaksudnya.
"Namun, saya belum bisa memastikan, kalau dia adalah orang yang diramalkan akan membasmi tujuh raja iblis itu atau bukan, Yang Mulia. Karena, itu hanyalah tebakan saya saja kalau ciri rambutnya yang biru itu mirip dengan yang disebutkan oleh penyihir sakti waktu itu," sambung sosok berjubah hitam itu berucap.
"Ya. Seperti yang diramalkan oleh penyihir sakti itu, kalau orang yang akan membasmi tujuh raja iblis memiliki ciri-ciri dengan rambut berwarna biru tua dan memiliki sepasang lensa mata berwarna kuning," kata sang raja merespon ucapan sosok berjubah hitam.
Sosok berjubah hitam itu adalah utusan sang raja yang ditugaskan untuk mencari segala informasi dan memata-matai musuhnya. Bukan hanya itu saja, sosok berjubah hitam itu juga biasa membunuh orang yang menjadi musuh sang raja secara diam-diam.
Namun, yang sekarang dibutuhkan oleh sang raja adalah informasi tentang kepastian tentang ramalan seorang yang akan mengalahkan tujuh raja iblis itu sudah datang ke dunia ini atau belum. Sang raja merasa kalau orang itu telah datang, tapi ia belum tahu pasti di mana orang itu berada dan apakah orang yang diramalkan itu sudah datang, ataukah itu hanya perasaannya saja.
Sang raja merasa kalau orang yang diramalkan itu sudah datang, karena sosok berjubah hitam yang sekarang sedang menghadapnya ini telah berkata mengenai ciri-ciri dari orang yang diramalkan itu.
Untuk memastikan apakah orang yang diramalkan itu sudah datang ataukah belum, sang raja kembali berkata kepada sosok berjubah hitam yang merupakan utusannya itu.
"Ken," ucap sang raja menyebut nama sosok berjubah hitam yang ternyata bernama 'Ken'.
"Bagaimana, Yang Mulia? Apakah Anda akan memberi saya misi, ataukah mencari remaja laki-laki berambut biru itu?" tanya Ken. Ia siap menjalankan tugas apa pun yang akan diberikan oleh sang raja.
Sang raja pun berpikir sejenak sebelum mengambil keputusan, dan sosok berjubah hitam itu pun tahu, jika sang raja sedang berpikir, sehingga ia pun menunggu tugas apakah yang akan sang raja berikan padanya.
Tak berselang lama, sang raja pun angkat bicara.
"Begini, Ken. Kau cari tahulah tempat tinggal remaja bermabut biru itu! Jika memang benar saat itu kau mendapatinya di Akademi Barak Sihir, maka besar kemungkinan remaja berambut biru yang kau maksud itu bertempat tinggal di Kota Hikari," ujar sang raja memberikan keputusan tentang tugas yang akan ia berikan kepada Ken.
"Baiklah, Yang Mulia. Tugas dari Anda akan saya laksanakan!" jawab Ken dengan tegas, kemudian laki-laki berjubah hitam itu berdiri seraya berkata, "Kalau begitu, saya mohon undur diri."
"Silakan!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
PINDAH PF
wuuooh emang kece banget alur ini bosku
2023-03-23
1
PINDAH PF
nah, ini ada 'sembari' menurut saya itu sudah bagus... atau di ganti dengan 'sambil' itu juga bagus...
pengartiannya sama kok sebenarnya 🤭
seraya, sembari, sambil, itu artinya sama loh bos 😁👍
2023-03-23
1