''Nggak akan gue lepas, sebelum lu mengiyakan permintaan gue,'' sentak cowok itu kepada Hasya.
''Aku nggak mau,'' balas Hasya yang menolak keras menjadi pacarnya, Zhar.
''Lu haru—''
Seseorang menepuk pundak Zhar, sehingga cowok itu membalikkan tubuhnya.
Dan....
Bugh
Satu bogeman mengenai wajah tampan milik Zhar, membuat cowok itu langsung tersungkur ke bawah tanah.
Hasya terkejut, dia langsung bersembunyi di belakang tubuh kekar cowok yang menolong dirinya.
''Kak Riki,'' panggil Hasya, memegang tangan Riki.
Zhar berdiri, pukulan tiba-tiba dari Riki membuatnya tersungkur kebawah tanah.
Zhar dan Riki saling bertatapan. ''Beraninya lo!''
Zhar ingin membalas bogeman dari Riki, tetapi cowok itu langsung menahan tangan Zhar. ‘’Kalau Hasya nggak mau sama lo, jangan paksa!'' dinginya kepada Zhar.
‘’Bukan urusan lo!''
Bugh!!!
Tangan sebelahnya langsung memukul wajah tampan milik Riki, membuat cowok itu hampir terjungkal. Untung saja dia bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.
Hasya otomatis memundurkan langkahnya atas tatapan yang di berikan Riki untuknya.
Riki maju satu langkah siap menghajar Zhar, namun cowok itu langsung menahan tanganya.
Tangan satu milik Riki, langsung memberikan pukul di bagian perut cowok itu.
Bugh
''Awkh!''
Suara ringisan itu milik Zhar, cowok itu kembali terjungkal kebawah tanah. Riki menundukkan tubuhnya dan memberikan bogeman di wajah milik Zhar.
Bugh
Bogeman selanjutnya kembali menyapa wajah tampan milik pria itu.
Darah segar keluar dari sudut bibir Zhar.
Hasya menutup mulutnya, sudah setengah tahun dia sekolah di sini, ini pertama kalinya dia melihat Riki semurkah ini.
Riki ingin kembali menghajar Zhar, namun tanganya langsung di tarik oleh Hasya.
''Udah, Kak,'' ucap Hasya menarik tangan Riki menjauhi dari Zhar.
Hasya dan Riki saling bertatapan. ''Sejak kapan dia suka sama lo?'' tanya Riki dengan tatapan dinginya.
''Sekitar dua minggu yang lalu. Dia maksa aku buat nerima dia jadi pacar aku,'' jelas Hasya membuat Riki menyimak ucapan gadis itu.
''Jangan kasi tau hal ini sama kak Tegar,'' pintah Hasya.
Belum sempat Riki menjawab, suara milik Tegar langsung menyapa kedua telinga Hasya dan Riki.
''Apa yang mau lu sembunyiin dari gue,'' kata Tegar menghampiri Hasya dan Tegar.
Hasya meremas ujung roknya, entah mengapa Riki ada di sini bersama kakaknya. Dia pikir mereka sudah ke cafe bintang untuk mengerjakan tugas mereka.
Hasya juga bersyukur, karna adanya Riki dia bisa berhasil lari dari cengkeram Zhar. Cowok itu sangat obsesi kepada jdi dirinya, membuat Hasya menjadi takut.
Dia takut, kakak kelasnya itu melakukan berbagai cara agar Hasya bisa menerima dirinya.
''Ada cowok yang suka adik lo,'' jelas Riki dengan dingin.
Untung saja, Riki melupakan laptopnya di dalam kelas tadi. Sehingga, dia langsung menyuruh Tegar untuk memutar kembali mobilnya.
Tegar mengatakan akan menunggu Riki di dalam mobil saja, lalu cowok itu yang masuk. Saat di koridor pertama, dia terkejut melihat Hasya sedang di cekal oleh cowok bernama Zhar.
Dia bisa melihat dari wajah Hasya, yang takut karna Zhar mencekal tanganya. Riki tidak tau, apa saja yang mereka obrolkan. Yang dia lihat hanya wajah Hasya yang ingin lepas dari Zhar.
Karna lama menunggu Riki yang tak kuning datang, akhirnya dia turun dari mobil untuk menyusul Riki.
Tegar melirik Hasya. ''Siapa?'' tanya Tegar, menatap penuh selidik oleh adiknya.
''Kakak kelas aku,'' jawabnya. ''Udah dua minggu ini, dia ganggu aku. Dia maksa aku buat jadi pacarnya,'' lanjutnya membuat Tegar menghembuskan nafas berat.
''Lu terima?'' tanya Tegar dan dibalas gelengan kepala oleh Hasya.
''Aku nggak mau pacar-pacaran dulu,'' jawabnya dan dibalas anggukan kecil oleh Tegar.
''Kalau ada apa-apa bilang sama Riki, gue udah nyuruh dia jagain lu sama Dyra,'' terang Tagar. ‘’Seharusnya hal sperti ini, bilang sama gue sama Riki dan sama om Farel.''
''Kita nggak akan tau, sampai sejauh mana orang itu akan mengejar kita. Kita nggak tau pikiran orang, Sya. Bisa saja dia menghalakan berbagai cara buat dapati lu,'' jelasnya kepada adiknya.
‘’Gue harap, dengan kejadian ini. Lu bisa paham maksud gue, Sya.''
Hasya dan Tegar langsung berpelukan, dia bangga mempunyai kakak sebaik Tegar. Meski dia tidak sama sekolah, Tegar menjaganya melalui sahabatnya, Riki.
***
''Kak Raka!''
Suara itu milik Dyra, gadis itu langsung menghampiri meja Raka bersama dengan Dyta, Irfan dan juga Farel.
''Cie, ada yang jadian nih!'' goda Farel seraya bersiul membuat Dyra memanyunkan bibirnya.
''Kak Farel nggak usah cenburu, kak Farel tetap di hati gue,'' balas gadis itu membuat Farel tertawa.
''Ngapain cari gue?'' tanya Raka membuat Dyra langsung menatap Raka.
''Kak Raka, kita nggak pacaran, ya.'' Dyra menekan setiap perkatanya kepada Raka.
''Kita pacaran, gue nggak masalah meski gue jadi yang kedua,'' ungkap Raka dengan sedikit jengkel. ''Lu tau, kan, kesalah lu itu apa?'' tanya Raka. ''Nggak usah sok lupa ingatan!''
''Gara-gara, Lu. Gue sampai kalah main basket dengan Lion,'' lanjut Raka.
‘’Kak Raka aja yang suka baperan!'' beber gadis itu berkacak pinggang kepada Raka.
Dia memang mempunyai banyak mantan, dia juga bisa menerima seorang jadi pacarnya, meski dia tidak punya perasaan sama sekali.
Namun, jika itu menyangkut Raka, Dyra tidak ingin. Dia tidak pernah memasukkan Raka List targetnya untuk menjadi mantanya.
''Udah lu tau gue baperan, ngapain teriak bilang I Lobe you pak toa?''
Dyra diam, lalu dia menatap Dyta.
''Ta...''
''Lu yang salah, Ra. Buyar dah konsentrasinya Raka gara-gara teriakan lu tadi,'' ucap Dyta dan dibalas anggukan setuju oleh Raka.
''Terima aja, Sya. Kalau udah satu bulan pacaran, boleh deh kalian putus,'' sahut Irfan. ''Kan, lumayan tambah mantan.''
Irfan tertawa, dia sudah tau bagaimana sikap Dyta yang berbanding terbalik dengan Dyra.
''Apa salahnya kalau lu pacaran sama, Raka?'' tanya Farel santai.
Dyra belum menjawab, dia menggeser kursi di dekat Farel, lalu menatap cowok yang sedari kecil membuatnya baper dengan tindakan Farel.
''Kak Farel...Gue nggak mau sampai kak Raka jadi mantan gue,'' ucap gadis itu membuat Raka mengedikkan kedua bahunya.
''Raka ganteng, lumayan tajir, meski tajiran gue sih. Harta Frezan sama Nathan harta gue juga,'' ucap Farel.
''Kalau Raka udah jadi mantan lu, gue yakin seratus persen. Diantara deretan mantan lo itu, Raka yang paling tampan,'' ujar Farel, seraya mencolek hidung Dyra, membuat pipih gadis itu bersemuh merah.
Dyta dan Irfan saling bertatapan, menahan tawa. Lagi-lagi tindakan Farel membuat Dyra menjadi salah tingkah.
''Lo tenang aja, gue pacaran santai aja sih. Mau lu dekat sama siapa, punya pacar berapa, mau jalan sama siapa, mau akuin gue atau tidak, itu urusan lu. Gue cuman kasi lo pelajaran, karna tindakan lo pake toa buat gue kalah main basket,'' jelas Raka dengan bodoh amat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 251 Episodes
Comments
Kyli
Lanjut thor
2023-01-09
0
Rizal Angker
next
2023-01-08
0
IK
seru thor cerita nya
2023-01-08
0