Setelah mandi, Farel duduk di depan meja belajarnya. Mengambil laptop miliknya untuk mengirim file ke laptop.
Ting
Ponsel Farel bergetar, menandakan adanya pesan masuk. Farel mengambil ponselnya, senyuman terbit di wajahnya melihat siapa yang mengirimkan pesan.
Citing❤️
“Kirim foto!”
Farel mulai megetik, untuk membalas pesan dari Dyta.
''Sabar! Lo pikir foto lo di kamera cuman dua?''
Farel menyimpan kembali ponslenya, untuk segera menyelesaikan kesibukanya malam ini.
Sedari tadi ponselnya selalu bunyi notif Instagram, cowok itu yakin, para orang terdekatnya yang memberikan komentar mengenai postinganya.
Hal itu sudah biasa menurut Farel, dia dengan Dyta memang sudah dekat dari mereka kecil, sampai sekarang.
Drt….
Ponselnya berdering, menandakan adanya pesan masuk, membuat Farel melihat ponselnya.
Dia menyeritkan alisnya, saat melihat nomor tidak dia kenal menelfonya. Merasa itu tidak penting, membuat Farel tidak mengangkat telfonya.
Dia kembali melanjutkan aktivitasnya.
Sudah tiga puluh menit Dyta menunggu, Farel belum juga mengirimkan foto untuknya.
Dyta menguap, dia sudah mengantuk menunggu Farel mengirimkanya foto mereka.
Perlahan-lahan, Dyta memejamkan matanya lalu tidur.
***
Dyta dengan cepat menuruni anak tangga, dia yakin jika hari ini dia terlambat ke sekolah. Karna menunggu Farel semalam begitu lama, membuatnya telat seperti ini.
''Ini semua gara-gara, Farel!'' dengus gadis itu.
''Dyra mana, Van?'' tanya Dyta seraya memaki sepatunya.
Sementara adiknya dengan santainya masih sarapan, padahal sudah jam 8 lewat.
''Udah di jemput,'' jawab Revan, membuat pergerakan tangan Dyta memakai sepatu terhenti.
''Di jemput sama siapa?'' tanyanya, seraya melanjutkan tanganya memakai sepatu.
‘’Cowok barunya, yang kemarin mereka ketemu,'' jawab Revan membuat Dyta mengangguk kecil.
''Lo ke sekolah sama siapa, Van?'' tanya Dyta, melihat adiknya masih begitu santainya.
''Di jemput sama teman,'' jawabnya.
''Kalau gitu gue ke sekolah duluan.''
''Kak Dyta di jemput siapa?''
''Gue tunggu ojek diluar!'' Lepas itu Dyta keluar dari rumahnya, untuk segera menuju gerbang rumahnya menunggu ojek.
Dyta bernafas legah, saat melihat sosok cowok yang tidak asing sedang menunggunya di depan gerbang.
Dia pikir Farel sudah ke sekolah duluan.
''Ini semua gara-gara lo, Rel! Lo buat gue nungguin tuh foto. Sampai sekarang lo nggak kirim-kirim tuh foto!'' desis gadis itu.
''Sini lo Citing!'' Farel menarik tangan Dyta agar berada di sampingnya.
Dia langsung memakaikan gadis itu helm. ‘’Helm baru, buat Citing kesayangan gue,'' kata Farel setelah berhasil memakaikan Dyta helm.
''Dih!''
Farel hanya tertawa, lalu kemudian cowok itu menurunkan stand kaki motornya, lalu Dyta pun naik keatas motornya.
Farel mulai menyalakan mesin motornya meninggalkan pekarangan rumah Kayla. Untung saja, rok Dyta tidak terlalu pendek, sehingga mereka berdua tidak perigi melakukan drama.
Farel meggeser sedikit kaca spionya, agar bisa melihat wajah milik Dyta.
''Bodoh!'' Dyta langsung memukul helm Farel, membuat cowok itu tertawa.
''Lo cantik, Ci,'' puki Farel, membuat Dyta memutar bola matanya malas, dia sedang menunggu kelanjutan ucapan Farel.
''Tapi sayang...rambut lo kayak Mie!'' tawanya membuat Dyta menggeplak helm milik cowok itu.
Farel belum juga meredahkan tawanya.
''Jangan ketawa-ketawa! Lo nggak tau, kalau hari ini kita telat!'' dumel Dyta diatas motor.
''Tenang aja, guru nggak bakalan berani hukum kita,'' balas Farel.
Bawaanya Farel, selalu ingin bercanda, membuat Dyta lebih baik berhenti mengobrol dengan cowok itu.
Motor milik Farel memasuki lingkungan sekolah, Dyta langsung turun dari motor Farel, lalu membuka helmnya.
Dyta menyeritkan alisnya, karna melihat lapangan basket mampak ramai, padahal hari ini tidak ada olahraga basket maupun perbandingan basket.
Farel melepas helmnya, lalu menaikkan kembali stand kaki motornya setelah Dyta sudah turun.
''Kenapa?'' tanya Farel seraya turun dari motornya, melihat wajah heran milik Dyta.
Dyta menunjuk kearah lapangan menggunakan dagunya, sehingga Farel langsung melihat lapangan basket nampak ramai.
''Lo nggak tau acara apa? Dih, ketua tim basket doang tapi ketinggalan info!'' ejek Farel, membuat Dyta menatapnya sejenak lalu kembali fokus kedepan.
Dyta merupakan ketua tim basket di sekolahnya. Di sekolah, dia mengambil ekstrakurikuler basket bersama dengan Farel.
Sementara diluar sekolah, dia mengambil kegiatan taekwondo dengan Farel, untuk meluangkan waktu mereka untuk berlatih ilmu belah diri.
Farel dan Dyta langsung berjalan kesana, lapangan basket di penuhi oleh murid-murid SMA ini.
''Ada acara apa?'' tanya Farel bingung, dia sebagai anggota tim basket merasa janggal.
Dyta dan Farel melihat tim cheerleader sedang menberikan sorakan heboh.
Farel dan Dyta saling berpandangan. ''Siapa yang tanding?'' tanya Dyta.
Tim cheerleader ada sosok gadis yang du kenal oleh Farel, Hasya dan Dyra, tim tersebut di ketuai oleh Dyra sang adik. Adiknya begitu heboh di sebelah sana.
''Farel! Dyta!''
Dyta dan Farel langsung melihat keasal suara, rupanya yang datang adalah Irfan, teman satu tim mereka di basket.
''Acara apa di sini?'' tanya Farel kepada Irfan.
''Raka nantangin anak baru buat by one main basket,'' jawab.
''Hah?'' Dyta melongo, siapa anak baru yang di maksud Irfan?
''Ceritanya panjang, nanti gue ceritain. Sekarang kita nonton mereka dulu!''
Farel dan Dyta mengangguk mengiyakan.
Farel dan Irfan berpandangan, keduanya bersamaan mengangguk, seakan-akan mereka sudah paham dengan isi pikiran mereka masing-masing.
Irfan dan Farel langsung menerobos kedepan, tidak lupa pula Farel menggandeng tangan Dyta secara mendadak, membuat Dyta tersentak kaget.
Mereka sudah berhasil di depan untuk menonton Raka bermain basket, bersama anak baru. Yang Dyta dan Farel tidak kenal.
Raka muncul mengenakan kostum basketnya, masuk kedalam lapangan basket dengan wajahnya yang tampan, kembaran Riki juga tak kalah tampanya.
''Kak Raka!!!''
''Ayok kak Raka!!''
Dan berbagai macam sorakan untuk menyemangati Raka, itu semua dari kaum hawa.
Raka sudah masuk kedalam lapangan basket, seraya menunggu lawanya untuk masuk juga.
''Kalau nih anak sampai kalah, nggak bakalan gue akuin sahabat gue,'' decak Farel, melihat gaya songong sahabatnya di depan.
Dyta sangat penasaran, siapa yang bermain basket dengan Raka.
''Itu dia, hua!!!!''
Teriakan itu di ciptakan oleh anak cheerleader.
Dyta terdiam, saat melihat lawan Raka masuk kedalam lapangan, cowok yang kemarin dulu yang dia temui.
Cowok yang kena lemparan sepatu dari Dyta.
‘’Omg! Dia ganteng banget!!''
‘’Murid baru yang tampan!''
Berbagai sorakan pujian di dapatkan cowok dingin itu saat masuk ke lapangan basket, bahkan tim cheerleader makin heboh.
Deg
Jantung Dyta tidak karuan, saya matanya kembali bertatapan dengan cowok itu. Ini yang kedua kalinya mereka bertemu.
Sorot matanya sangat kentara, menyimpan banyak kepedihan, membuat Dyta tidak asing dengan tatapan mata tersebut.
Siapa dia?
Batin Dyta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 251 Episodes
Comments
IK
apa itu Agrif
2023-01-06
0
SakhaRafif
ooohhh siapa dia... agrif kah...
2023-01-06
0
ryneldis
semangat up ka🥳
2023-01-06
0