Raka berhasil merebut bola basket dari Lion, dia mendribel bola basket dengan mahir menuju ring.
Dan...
Tring….
''Yes!'' bangga Raka, telah berhasil memasukkan boleh basket kedalam ring.
''Kak Raka!!!''
''Semangat kak, Raka!!''
''Kak Raka pasti menang!''
Dyra mencebikkan bibirnya, karna Raka berhasil memasukkan bola basket kedalam ring.
''Ayok kak Lion! Kalahkan kak Raka!!!'' teriakan heboh itu tentunya dari Dyra.
Raka menjulurkan lidahnya kearah Dyra, membuat gadis itu menyesal telah memberikan dukungan kepada Raka tadi, itu semua paksaaan dari sepupunya.
Dyta menggeleng, melihat tingkah adiknya itu. Sikapnya dengan Dyra sangat jauh berbeda.
Begitulah Dyra.
''Gimana?'' tanya Raka kepada Lion.
''Masih ada lima menit,'' balas Lion dingin, membuat Raka tertawa keci.
Puluit kedua berbunyi, Lion mengambil bola basket dan berhasil menguasi bola tersebut. Lion mendribel bola tak kalah kerenya dengan Raka tadi.
''Omg! Kak Lion keren!'' Dyra berdecak kagum melihat Lion.
Raka kembali menghalangi jalan Lion menuju ring, dia berusaha merebut bola tersebut.
Lion loncat dan memasukkan bola basket tersebut kedalam ring, dengan bola basket itu melewati kepala Raka.
Lalu, Raka membalikkan tubunya, Raka melihat bola basket itu mengelilingi besi ring, siap untuk masuk atau keluar.
''Ayok masuk!'' greget Dyra, karna bola basket itu masih mengelilingi besi ring.
Dyta tertegun melihat permainan Lion. Sungguh, dia tidak asing dengan gaya permainan Lion.
''Agrif,'' gumam Dyta, lalu dia menggelengkan kepalnya.
Mungkin karna kerinduannya kepada Agrif, membuatnya berpikir jika Lion adalah Agrif.
Raka kembali membalikkan tubuhnya, berhadapan dengan Lion. Dia yakin, bola basket itu tidka akan masuk kedalam ring.
Dan....
Dyra berharap bola basket itu masuk kedalam ring. Sementara Raka masih menunggu bola basket itu turun dan tidak masuk kedalam ring.
Tring…
Bola basket masuk kedalam ring membuat sorakan heboh dari para gadis, dan tim cheerleader.
''Kak Lion hebat! Ayok kak Lion bantai kak Raka!'' teriak Dyra dengan heboh bersama dengan tim cheerleader.
''Kak Lion!!''
‘’Kak Lion keren banget!''
Raka sampai tertegun, dia pikir bola basket itu tidak akan masuk kedalam ring.
''Masih ada dua menit,'' gumam Raka.
Puluit ketiga berbunyi, keringat bercucuran di wajah milik Raka dan Lion, kedua cowok tampan itu saling adu skil.
Sekarang poin mereka satu sama. Raka berusaha menghindari Lion. Dia terlalu meremahkan Lion, dia memuji skil bermain basket Lion yang lincah.
Bola basket di kuasi oleh Raka. Permainan Lion memang hebat, namun dirinya mampu mempermainkan Lion.
Dyra jadi gelagapan, dia tidak sanggup melihat wajah tampan milik Lion kecewa karna kalah dengan cowok bernama Raka.
Dyra melihat sekelilingnya, dia harus mencari ide agar cowok tampan itu menang. Dyra melirik jam di pergelangan tanganya, satu menit lagi pertandingan akan selesai.
Dyra tersenyum kemenangan, saat melihat ketua kelasnya sekaligus mantanya itu memegang toa.
Dyra langsung berlari dengan cepat, menuju mantan kekasihnya itu, untuk merebut toa.
Mantan kekasihnya, sekaligus ketua kelasnya berdecak kesal kepada Dyra, karna gadis cantik itu merebut toa dari tanganya.
''Gue pinjam bentar, nggak boleh pelit sama mantan,'' ujar Dyra.
''KAK RAKA!!! LOVE YOU BANYAK-BANYAK!!!!'' Teriak Dyra menggunakan toa, sehingga seluruh penonton langsung melihat kearah Dyra.
Raka tertegun, dia sampai tidak menyadari jika bola basket itu sudah berpindah tangan kepada Lion.
Sungguh, dia terkejut dengan teriakan Dyra yang menggunakan toa.
''Astagah!'' Dyta tidak menyangka, jika adiknya akan berteriak seperti itu menggunakan toa. Dyta menggeleng tak habis pikir, adiknya itu memang ajaib.
Sementara Raka? Dia masih belum bergeming, dia masih berdiri mematung di tengah lapangan, sementara bola basket sudah di rebut oleh Lion sedari tadi.
Dia berusah mencernah ucapan Dyra barusan. Dia tau, jika suara itu adalah suara milik sih Dyra centil.
Dyra tertawa kecil, dia sudah menduga ini akan berhasil untuk Lion. Dan gagal untuk Raka.
Dyta menepuk jidatnya, karna melihat Raka belum juga bergeming. Raka sedang berada dalam kuasa ucapan Dyra tadi.
Tring…
''Kak Lion menang!!''
''Kak Lion keren!!''
Raka baru sadar, saat teriakan itu memasuki gendang telinganya. Dia membalikkan tubuhnya dan melihat Lion sudah memasukkan bola basket kedalam ring.
''Sialan!'' decak Raka, saat kesadarannya mulai pulih.
Lalu tatapan matanya tertuju kepada gadis yang sudah membuatnya gagal fokus dan kalah oleh Lion.
Dyra begitu heboh meneriaki nama Lion, saat cowok itu menang.
''Awas aja lo, Ra!'' decak Raka lalu pergi meninggalkan lapangan basket.
Lion juga sudah pergi meninggalkan lapangan basket. Pagi ini mereka semua tidak masuk kedalam kelas, karna rapat sedang berlangsung untuk dua jam kedepan.
''Sini!'' Sigit langsung mengambi toa itu dari Dyra. Membuat Dyra menyibakkan rambutnya, gaya menyibakkan rambutnya sama seperti Dyta.
‘’Santai aja mantan,'' balas Dyra seraya mencubit pipih Sigit. ''Makasih, ya. Berkat toa lo, Lion tampan jadi menang,'' lanjutnya mengedipkan matanya kepada Sigit, lalu melenggang pergi.
Sigit menggeleng, Dyra sungguh pandai mempermainkan hati cowok, salah satu korbannya adalah dirinya sendiri. yang jatuh pada pesona Dyra.
Suatu kebuntungan bagi Sigit, yang berhasil memacari Dyra, meski mereka berpacaran tidak sampai sebulan.
Namun dia sudah bangga, karna sudah menjadi mantan, gadis cantik di sekolah ini. Dan tentunya, dia bangga memamerkan Dyra saat itu.
Meski hubungannya tidak berlangsung lama.
Murid-murid yang menonton pertandingan antara Lion dan Raka sudah bubar. Dyta berdecak kesal, pertandingan sudah selesai, tapi Farel belum juga kembali sampai detik ini juga.
''Farel kemana sih,'' gerundel Dyta, seraya meninggalkan lapangan basket. Dia ingin menyusul Dyra yang mengikuti Lion.
''Kak Lion!'' panggil Dyra yang mengikuti Lion sampai ruangan ganti.
Lion membalikkan tubuhnya, tidak jadi masuk kedalam ruangan ganti, karna seseorang memanggilnya.
''Selamat.'' Dyra menjulurkan tanganya kepada Lion, sebagai ucapan selamat untuk cowok itu.
Lion tidak menggubris Dyra, dia langsung melenggang masuk kedalam, membuat mulut Dyra terbuka.
''Kak Lion nolak pesona gue?'' gumam Dyra tidak percaya dengan ini semua.
''Dyra!'' Suara itu adalah milik Dyta.
Dia langsung menghampiri Dyra.
''Raka nyariin lo,'' ujar Dyta, membuat Dyra tertawa.
Dyra sudah tau jika Raka menyukai dirinya, meski Raka tampan, namun Raka tidak akan pernah masuk kedalam List mantanya kedepan.
''Gue nggak habis pikir sama lo, Ra. Bisa-bisanya lo godain Raka, Padahal dia lagi main,'' lanjut Dyta, seraya menggeleng pelan.
''Gue udha duga, kalau kak Lion bakalan menang,'' ucap Dyra dengan bangga.
‘’Kasihan sama kak Raka,'' tawanya begitu keras.
''Lu sih, main teriak-teriak, jadinya Raka nggak konstelasi karna ucapan lo tadi,'' balas Dyta.
''Nggak apa-apa gue kalah sama sih Lion. Yang penting kita udah pacaran.''
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 251 Episodes
Comments
Heny Setiyawati
anak nya Nathan kok g muncul thor
2023-01-08
0
Rizal Angker
next
2023-01-08
0
melaty fitriani
dyra dyra lucu jg lu ya
2023-01-08
0