"Kakek?" Irfin menoleh dan mendapati Radiman Said Nugraha sudah berada di belakangnya bersama dengan Yusril Surya sang asisten.
"Kamu, jadi kurir lagi?" tanya pria tua itu dengan tatapan tajam pada sang cucu. Ia menatap pria muda itu dari ujung rambut sampai ke ujung sepatu dengan tarikan nafas berat.
"Eh iya Kek. Lumayanlah untuk tambahan uang jajan, hehehe," jawab Irfin cengengesan. Pria tua itu langsung memukul bahu cucunya dengan pelan. Ia pun tersenyum kemudian mengajak Irfin untuk ikut masuk ke dalam Restoran itu.
"Ayo masuk. Ada teman lama yang ingin bertemu dengan kakek di dalam."
"Maaf Kek. Aku tidak bisa ikut masuk. Ada hal lain yang ingin Aku kerjakan saat ini," tolak Irfin dengan senyum diwajahnya. Ia tidak mungkin ikut masuk dan memperlihatkan dirinya pada Najla dan juga Amar di dalam sana.
"Ada urusan apalagi? masih mau ngantar paket?" tanya Radiman Said dengan mata memperhatikan sepeda motor tua yang ada di sekitar cucunya itu. Irfin Setyo Nugraha tersenyum seraya mengikuti pandangan mata Kakeknya. Ia pun menjawab,
"Eh iya Kek. Masih ada satu paket makanan yang akan aku antar pada customer spesial hari ini."
"Padahal ini sahabat yang sangat ingin saya perkenalkan padamu lho Fin. Tapi sudahlah kalau kamu belum bisa. Mungkin lain kali kalian akan bertemu," ujar Radiman Said dengan wajah yang nampak sangat kecewa.
"Iya kek. Insyaallah. Sekarang Aku pamit ya. Gak enak nih kalau orderan customer terlambat diantar." Irfin Setyo pun mencium punggung tangan pria tua itu kemudian segera menaiki kembali motornya. Ia baru saja menghidupkan mesin motornya dan langsung teringat tentang Najla dan Amar yang ada di dalam sana.
"Kak Yus, tunggu sebentar!" panggilnya kepada Yusril Surya yang sedang berjalan tidak jauh dari dirinya saat ini. Ia pun turun dari motornya dan memburu pria kepercayaan kakeknya itu.
"Ada apa Pak?" tanya Yusril Surya dengan sopan. Irfin Setyo tersenyum kemudian meremas tengkuknya dengan senyum meringis.
"Najla ada di dalam bersama Amar. Pantau mereka ya Kak. Jangan sampai sepupuku itu melakukan sesuatu yang bisa bikin moodku tidak baik."
"Baik Pak!" jawab pria itu dengan senyum diwajahnya.
"Terimakasih banyak Kak. Dan pastikan agar Najla cepat pulang!" titah Irfin dengan tatapan tajam pada asisten kakeknya itu. Yusril Surya berusaha untuk tidak tertawa. Ia pun membungkukkan badannya lagi dengan sopan.
"Baik Pak!" jawab asisten itu lagi dengan membungkukkan badannya hormat.
"Aku pergi," ujar Irfin dan segera berlalu dari hadapan Yusril Surya yang masih berdiri di sana. Sedangkan Radiman Said sudah berada di dalam Restoran itu dan langsung mendatangi sebuah meja khusus untuk dirinya bertemu dengan seorang sahabat lama.
"Apa kabar Ir? maaf saya agak telat," ujar Radiman Said saat bertemu dengan seorang pria seusianya yang merupakan sahabat lamanya. Pria itu langsung menyalami dan memeluk Irham Ibrahim dengan wajah ceria.
"Alhamdulillah, saya sehat. Kamu tidak terlambat kok, saya yang terlalu cepat datang, hehehe." balas pria itu dengan wajah tak kalah cerahnya.
"Kenapa tidak bilang kalau mau datang? Saya kan bisa meminta orang untuk menjemputmu di Bandara," ujar Radiman Said seraya menarik kursi untuk duduk di samping sahabatnya itu.
Irham Ibrahim tersenyum kemudian menjawab, "Saya ingin membuat kejutan untukmu dan juga ingin bertemu dengan Nana."
"Nana? Apa cucumu itu ada di sini?" tanya Radiman Said dengan tatapan penasaran.
"Iya Man. Nana sudah lama kerja di kota ini. Untuk itulah saya mengingatkanmu untuk melanjutkan perjodohan itu. Saya khawatir padanya yang tinggal di sini sendiri." Radiman Said langsung tersenyum lebar dengan apa yang ia dengar.
Nampak sekali kalau ia sangat bahagia mendengar kabar baik ini. Ia berharap sekali bisa mempertemukan Nana dan Irfin secepatnya.
"Kalau begitu kita akan mengatur pertemuan mereka berdua Ir. Sungguh saya sudah tidak sabar mempersatukan mereka agar niat kita menjadi keluarga cepat terlaksana," ujar Radiman Said seraya menepuk bahu sahabatnya.
"Maaf Pak. Mau pesan makanan apa?" Yusril Surya yang menyimak percakapan kedua pria tua itu segera menyela.
"Ah iya, maaf-maaf. Kami berdua sampai lupa untuk memesan makanan, hehehe," kekeh Radiman Said seraya membaca daftar menu yang ada di hadapannya.
"Saya pesan makanan yang biasa Ril, bagaimana dengan mu Itu?" Radiman Said memandang sahabatnya itu dengan wajah tanya.
"Saya ikut saja. Semua makanan yang kamu suka, aku juga suka." Irham Ibrahim mengembalikan daftar menu itu kembali dengan senyum diwajahnya. Ia seolah-olah sedang bernostalgia dengan pria tua yang ada di sampingnya.
"Kamu dengarkan Ril, pesan makanan yang biasa saya makan." titahnya pada Yusril Surya dengan wajah gembira. Sanga asisten pun membungkukkan badannya hormat.
Pria itu pun memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka. Setelah itu ia ingin meninggalkan kedua pria itu mengobrol dengan santai untuk mengobati kerinduan mereka yang tidak bertemu selama bertahun-tahun.
"Saya permisi ke Toilet dulu Pak," ujar Yusril Surya meminta izin.
"Ah ya Ril. Silahkan kamu lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Kami takut kamu akan bosan bersama dengan orang tua seperti kami, hehehe," kekeh Radiman Said yang diangguki oleh Irham Ibrahim.
"Baik Pak, saya permisi. Nikmati waktu anda berdua," ujar Yusril Surya seraya berdiri dari duduknya. Pria itu sebenarnya bukan hanya ingin ke Toilet akan tetapi Ia ingin melaksanakan perintah dari Irfin Setyo Nugroho sang CEO.
Ia harus memantau keberadaan Amar dan Najla yang juga berada di tempat itu. Dan memberikan laporan kalau mereka tidak melakukan hal yang menggangu perasaan cucu kesayangan Radiman Said Nugraha.
"Eh, Pak?" Ralian yang baru keluar dari Toilet tidak sengaja melihat Yusri Surya yang juga baru keluar dari Toilet pria.
"Mbak Ralian ya? sama siapa di sini?" tanya Yusril Surya tersenyum. Entah kenapa ia begitu sangat senang melihat gadis aneh dan lumayan cerewet ini.
"Sama Najla. Kami duduk di sebelah sana," jawab gadis itu seraya menunjuk meja yang ada di sudut Restoran itu. Di Meja itu, ia bisa melihat Amar dan Najla duduk bersebelahan.
"Oh, gitu ya? boleh saya bergabung?" tanya pria itu dengan senyum diwajahnya.
"Boleh dong, silahkan Pak." Ralian pun melangkahkan kakinya terlebih dahulu menuju meja tempat Najla dan Amar berada. Yusril Surya mengikuti langkah gadis itu seraya menghubungi Irfin kalau ia sudah berada di tempat gadis yang sedang ingin dijaga dengan baik itu.
"Kak Yusril?" Amar Furqan menatap asisten pribadi Kakeknya itu dengan wajah yang nampak kaget. Najla dan Ralian pun saling bertatapan dengan wajah bingung. Ternyata dunia ini begitu sempit. Mereka tidak menyangka kalau Amar dan Yusril saling mengenal.
🌺🌺🌺
*Tobe Continued.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Susilawati Rela
kebetulan yg benar benar betul, jadi ada kesempatan yg baik buat waskat.....😁😁😁
2023-01-12
1
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
emang dunia ini sempit kaya daun kelor😆ya iyalah amar dan yusril sling kenal orang yusril asisten nya kakek radisman
2023-01-11
5
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
pokok adu jotosss finnn... klw nana di nana nini nunu
2023-01-11
1