"Assalamualaikum kakek, boleh saya masuk?" Sapa Amar saat pintu besar yang terbuat dari kayu dengan ukiran Jepara itu terbuka. Kamar yang dimiliki oleh Radiman Said Nugraha itu hanya pernah dimasukinya sekali saat ia masih kecil.
Pria itu mendapati sang Kakek sedang duduk di sebuah kursi kayu seraya membaca sebuah buku.
"Waalaikumussalam. Masuk Mar, " jawab sang kakek tanpa mengalihkan matanya dari buku yang sedang dibacanya.
"Terimakasih banyak Kek," ujar Amar Furqan kemudian duduk di depan meja sang kakek dengan dada berdebar-debar.
Pria muda itu sengaja dipanggil oleh kakeknya setelah ayahnya, Yusran Aspar Nugraha membicarakan niatnya menjadi pengganti jodoh untuk Nana Irham Ibrahim.
"Ayahmu bilang kamu mau melakukan apa saja keinginan saya. Apa betul itu Mar?"
"Ah iya itu betul sekali kakek." Radiman Said Nugraha tersenyum dengan jawaban salah satu cucunya itu. Ia pun berucap dengan suara tenangnya, "Itu bagus sekali Mar. Saya sangat senang mendengarnya."
Pria itu pun menghela nafasnya dalam-dalam kemudian melanjutkan, "Kamu kan juga adalah cucu kakek selain Irfin. Jadi sudah seyogyanya kamu juga punya kewajiban untuk melakukan sesuatu untuk keluarga ini."
Radiman Said Nugraha pun meletakkan bukunya di atas rak buku yang ada disampingnya. Pria tua itu memandang pria muda dari putra keduanya itu dengan tatapan lurus ke wajah Amar Furqan.
"Saya ingin sekali hubungan baikku dengan sahabat lamaku bisa terjalin lebih dekat lagi. Dan saya yakin kamu pasti tahu apa yang saya maksud bukan?"
Amar Furqan menganggukkan kepalanya pelan kemudian menjawab, " Iya kakek."
"Irham Ibrahim dan saya puluhan tahun yang lalu sudah saling sepakat untuk menjodohkan cucu kami saat mereka masih sangat kecil."
"Irfin dan Nana. Mereka sejak kecil sudah sangat dekat. Akan tetapi dengan alasan yang sangat tidak masuk akal anak itu tiba-tiba menolak."
"Kamu kenal Nana 'kan Mar?" Radiman Said Nugraha menatap wajah cucunya itu dengan tatapan tanya. Belasan tahun yang lalu mereka semua pernah berkunjung ke kampung Irham Ibrahim di sebuah provinsi lain di negara ini.
"Ah iya kakek. Saya pernah dengar namanya tetapi sudah agak lupa bagaimana orangnya." Amar menjawab seraya berusaha mengingat-ingat wajah Nana yang dimaksud oleh sang kakek.
"Tak apa. Jangan paksa ingatanmu. Itu sudah belasan tahun yang lalu. Dan semua orang bisa saja berubah bukan?"
"Eh iya Kek." Amar mulai merasakan pantatnya panas. Ia merasa gelisah dan sudah tidak sabar menunggu apa sebenarnya keputusan Kakeknya tentang keinginannya menggantikan posisi Irfin sang sepupu.
"Saya sangat menyukai Nana. Dia tipe calon istri yang sangat baik. Untuk itu ia haruslah juga mendapatkan pasangan yang baik pula," ujar Radiman Said Nugraha setelah lama terdiam. Ia kembali menatap cucu laki-lakinya itu dengan wajah serius.
"Maukah kamu memantaskan dirimu untuk Nana?" Amar tercekat dengan pertanyaan sang kakek yang sangat bermakna itu. Pria muda itu menundukkan kepalanya dalam. Ia tiba-tiba tersadar kalau dirinya bukanlah laki-laki yang baik seperti yang Kakeknya harapkan.
Dia kurang bisa menghargai waktu. Selama usianya yang sudah 25 tahun ini, ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain-main dengan perempuan dan juga malas bekerja.
"Bagaimana Mar?" tanya sang kakek yang langsung membuat Amar mendongakkan kepalanya. Ia balas menatap wajah tua kakeknya dengan dada berdebar.
"Insyaallah kek. Saya akan memantaskan diri terlebih dahulu sebelum melanjutkan keinginan untuk menjadi jodoh pengganti untuk Nana," jawab Amar dengan senyum diwajahnya.
Sebuah perasaan hangat ia rasakan setelah sekian lama menjadi cucu dari seorang Radiman Said Nugraha. Selama ini ia hanya sibuk cemburu pada Irfin karena mendapatkan kasih sayang berlebih dari sang kakek. Akan tetapi sekarang ia jadi tahu kalau Kakeknya itu menginginkan yang terbaik untuk semua cucunya.
"Sebelum berumah tangga, siapkan dirimu terlebih dahulu karena kamu akan menjadi pemimpin dalam keluargamu Mar."
"Bekerjalah yang serius. Dan buktikan kalau kamu memang pantas untuk Nana." ucap sang kakek dengan wajah gembira. Ia berharap setelah ini Amar akan mengikuti jejak Irfin yang rajin bekerja.
"Insyaallah kek. Saya akan memperbaiki diri." jawab pria muda itu dengan rasa haru dan bangga dari dalam hatinya.
"Dan saya yakin Irfin pasti akan menyesal menolak perjodohan ini, Mar, hehehe," kekeh Radiman Said Nugraha yang diikuti oleh Amar. Pria itu yakin ia juga bisa mengalahkan sepupunya dalam segala hal.
"Kakek ingin melihatmu datang ke Perusahaan besok pagi. Jangan terlambat, karena tidak suka orang yang tidak disiplin."
"Baik Kek." jawab Amar dengan dada berdebar semangat.
"Nah kamu bisa melanjutkan kegiatanmu. Saya ingin menyelesaikan buku bacaan saya," titah Radiman Said Nugraha dengan maksud untuk membuat sang cucu untuk keluar dari sana.
Amar Furqan Nugraha pun keluar dari sana dengan perasaan yang sangat gembira. Ia merasa seperti baru saja diakui oleh sang Kakek sebagai cucu yang sebenarnya.
Dengan langkah cepat ia pun keluar dari rumah sang Kakek untuk mengunjungi sebuah Toko pakaian. Ia ingin membeli setelan pakaian kerja yang akan ia gunakan untuk besok dihari pertamanya bekerja.
Setelah itu, ia akan mengunjungi perusahaan dimana pacarnya yang bernama Ralian itu bekerja. Ia ingin menemui gadis yang selama ini ia cintai itu untuk yang terakhir kalinya.
Pesan Kakeknya yang menyuruhnya untuk memantaskan diri ia maknai dengan tidak membagi hati dengan yang lain kalau ingin mendapatkan pasangan yang setia.
Ralian, maafkan aku...
🌺🌺🌺
* Tobe Continued.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
RUPANYA PACAR SI AMAR, SHABAT NANA SI RALIAN..
2023-06-17
0
Uya Suriya
wahhh... ternyata dunia selebar daun kelor...Amar ternyata pacarnya Raian!!!
2023-01-07
1
Susilawati Rela
oya.... hemmmm...apa Ammar sanggup memanaskan dirinya untuk Nana...silahkan ngehalu aja kau Ammar....🤭
2023-01-06
3