Bab 20 Pesona KK

Najla Irham Ibrahim tidak perduli dengan ketukan pintu yang cukup menggangu kupingnya itu. Waktu Magrib sudah tiba sedangkan ia juga belum mandi sore. Apalagi rasa kesal dan marah yang menumpuk dalam hatinya pada pria itu justru semakin membuat suasana hatinya sangat tidak bersahabat saat ini.

Karena rasa sayang dan rindunya pada pria itu ia jadi seperti ini. Ia sungguh tidak suka diabaikan oleh Irfin sampai berhari-hari. Dan sekarang ia ingin membalas dengan mengabaikan pria itu meskipun hanya beberapa saat.

Di luar sana Irfin Setyo Nugraha akhirnya pulang ke rumahnya sendiri dengan perasaan kecewa. Berkali-kali mengetuk pintu rumah Najla sang kekasih dan tidak dibukakan pintu membuat dirinya kesal dan memutuskan untuk pulang.

Hatinya sekarang semakin yakin kalau Najla sudah mulai tergoda oleh rayuan si play boy Amar Furqan sampai tidak mau menemuinya lagi. Dan ia sekarang bertekad untuk membuat perhitungan pada sepupunya itu. Ia tidak akan rela jika kekasihnya di rebut oleh pria itu.

Martabak asin yang sudah dingin itu ia simpan di atas meja di teras rumah gadis itu. Seperti perasaan kesal dan kecewanya pada Najla, seperti itulah mungkin rasa makanan itu yang sudah sangat dingin dan tidak nikmat lagi.

Broom

Pria itu menaiki motor tuanya dan menghidupkan mesinnya. Ia melajukan kendaraan roda dua itu pulang ke rumah kediaman Radiman Said Nugraha. Saat ini ia ingin istirahat dan menghibur dirinya sendiri dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama dengan Yusril Surya.

Tak lama kemudian ia pun sampai di rumah mewah dan sangat luas itu. Dengan langkah cepat ia memasuki Rumah itu dan langsung menuju kamarnya. Ia perlu membersihkan diri dan juga melaksanakan sholat magrib yang sudah hampir habis.

"Fin, kamu dipanggil Bapak ke ruang keluarga," ujar Yusril Surya pada pria itu saat ia baru saja selesai berdoa. Sang asisten akan memanggil Irfin dengan panggilan santai tanpa ada embel-embel bapak atau Tuan ketika sudah berada di rumah.

"Ah iya Kak. Aku akan kesana. Terimakasih," jawab pria itu seraya melipat sajadahnya. Ia pun keluar dari kamarnya mengikut langkah Yusril Surya ke arah ruang keluarga.

"Fin, kemarilah. Duduk di sini bersama dengan dua pria tampan ini," panggil Radiman Said Nugraha saat Irfin sudah muncul di hadapan mereka berdua. Irfin patuh dan menghampiri dua orang pria tua itu dan menyalaminya.

"Masih ingat gak kamu saya siapa?" tanya Irham Ibrahim saat Irfin duduk di sampingnya. Pria muda yang ditanya itu tersenyum dan langsung memandang sang pria tua di sampingnya. Pria yang nampak masih sangat tampan itu diusianya yang mungkin sekitar 70 tahun.

Ia menatapnya dengan tatapan serius kemudian memaksa otaknya untuk berpikir dengan sangat keras.

"Saya mohon maaf. Tapi kalau tidak salah anda adalah Pak Irham Ibrahim, benar 'kan?" ujar Irfin dengan dahi mengkerut. Radiman Said Nugraha tersenyum kemudian bertepuk tangan.

"Wah ingatan kamu sangat bagus Fin, padahal sudah hampir lima belas tahun ya, kita tidak berjumpa," jawab Irham Ibrahim dengan senyum diwajahnya.

"Aku pernah punya pengalaman yang sangat berkesan dengan anda Pak. Jadi kurasa itu sudah cukup membuatku sangat ingat dengan anda."

"Oh ya? sepertinya itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan, hahahaha," Irham Ibrahim tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Irfin yang langsung meringis.

"Apakah itu berhubungan dengan cucuku Nana?" tanya Irham Ibrahim dengan wajah tanya. Ia juga mulai ingat apa yang pernah terjadi saat Irfin dan Nana masih sangat kecil.

"Ah, Jangan ingatkan Aku dengan cucumu yang culun itu Pak hahahaha," Irfin ikut tertawa karena semakin mengingat kejadian masa lalu yang sangat lucu dan juga sangat menjengkelkan baginya itu.

Semua orang di ruangan itu langsung tertawa terbahak-bahak mengingat kembali bagaimana kekacauan yang pernah terjadi di kampung halaman Irham Ibrahim 15 tahun yang lalu itu.

Malam itu mereka terus bernostalgia dengan kenangan masa lalu yang kadang memancing tawa dan juga haru. Dan tak sedikit yang membuat kesal dan marah diwajah Irfin saat ingat bagaimana masa kecilnya bersama dengan Nana.

"Jadi bagaimana Fin? apakah kamu masih tetap bertahan untuk menolak Nana sebagai jodohmu sejak masih sekecil ini?" tanya Radiman Said pada sang cucu dengan tangan mempraktekkan seorang anak kecil yang sedang dalam gendongannya.

Irfin Setyo Nugraha terdiam. Entah kenapa ia merasakan hatinya berdebar kencang. Wajah Nana yang culun dengan poni dan juga kacamata tebalnya seketika menggangu perasaannya.

Mata indah dibalik kacamata itu seakan terbayang kembali didalam ingatannya. Tangis anak itu saat ia mendorongnya dari atas sepeda saat ia ingin ikut dibonceng bersamanya tiba-tiba terngiang di telinganya. Dan Najla yang sangat mengesalkan hatinya beberapa saat yang lalu membuatnya bimbang dan ragu.

"Fin? kamu kenapa diam? Apakah gadis yang dekat denganmu itu membuatmu ragu untuk mengikuti keinginan kami berdua nak?" tanya Radiman Said pada sang cucu.

Huffft

Irfin Setyo Nugraha menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Ia sungguh berada dalam dilema saat ini. Ia tidak tahu apakah ia harus meninggalkan Najla dan menikahi Nana ataupun sebaliknya.

"Berikan Aku waktu Kakek. Dan doakan agar Aku bisa membuat keputusan yang tepat. Maafkan Aku," jawab Irfin seraya berdiri dari duduknya.

"Permisi, Aku akan kembali ke kamar terlebih dahulu kek," lanjutnya kemudian segera meninggalkan ruang keluarga itu. Tiga orang yang masih berada di dalam tempat itu saling berpandangan. Mereka berharap Irfin mendapatkan ketetapan hati untuk memilih yang terbaik.

🌺🌺🌺

Pagi pun menjelang. Semua orang kembali beraktivitas seperti biasa. Irfin Setyo Nugraha harus menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh kementrian pariwisata di sebuah hotel berbintang dengan para pengusaha travel di seluruh ibukota.

Pria itu keluar dari kamarnya dengan tampilan yang sangat rapih dan sangat tampan. Radiman Said Nugraha dan juga Irham Ibrahim yang sudah lama menantinya di Meja makan langsung memintanya untuk ikut bergabung.

"Fin, bagaimana dengan pertanyaan kami semalam? apakah kamu sudah memiliki jawaban?" tanya Radiman Said pada sang cucu.

Irfin menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Dengan berat hati ia menjawab kalau ia lebih memilih Najla. Hatinya sudah terpaut sangat kuat dengan gadis baik hati itu. Dua pria tua itu langsung saling berpandangan dengan wajah tak bersemangat.

"Kalau begitu apakah menurutmu Amar akan cocok dengan Nana saja Fin?"

Deg

Wajah Irfin mengeras. Ia juga tidak rela kalau Nana yang culun, lugu, sederhana, dan mempunyai tatapan yang sama dengan Najla itu jadi milik Amar sepupunya. Si playboy cap kakap dan sangat menyebalkan di seluruh penjuru dunia.

🌺🌺🌺

*Tobe Continued.

Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

Nikmati alurnya dan happy reading 😍

Terpopuler

Comments

Ning Mar

Ning Mar

najla dan nana itu orang yg sama lho....he he he,menurut aq sih.....wk wk wk

2023-01-14

4

Nadjia Santi

Nadjia Santi

irfin plinplan...tpi msih misteri nana itu sypa mkin pnasaran lanjut smangatt

2023-01-13

3

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

hmmm jadi nana sama najla orang beda

2023-01-12

2

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 63 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!