Yusril Surya tersenyum samar saat melihat kedipan mata tua Radiman Said Nugraha padanya. Pria tua yang sedang dibaringkan karena insiden jatuh tiba-tiba itu ternyata baik-baik saja. Padahal ia sudah memanggil dokter keluarga untuk segera datang ke rumah itu untuk memberi pertolongan.
Dan sekarang Ia sudah bisa memastikan kalau pria tua itu hanya membuat sebuah drama agar kedua tamunya itu bisa tetap berada di Rumah itu.
"Mbak Najla dan Mbak Ralian, gak apa-apa kan kalau menemani Pak Radiman untuk sementara?" pintanya pada dua gadis itu mewakili sang Tuan Rumah yang sedang melanjutkan dramanya.
"Eh iya Mas. Semoga Pak Radiman segera pulih," jawab Najla dengan perasaan yang sangat khawatir. Kakeknya di kampung juga sering mengalami kejut jantung seperti ini. Dan itu pastinya sangat mengkhawatirkan untuk usia lanjut seperti pria tua di hadapannya ini.
"Tapi Kan Na, kita bahkan belum mandi sore ini sejak pulang kerja," timpal Ralian dengan wajah meringis. Ia memperhatikan pakaiannya kemudian menghidu aromanya sendiri. Najla tersenyum melihat ekspresi sahabatnya yang cukup ekstrim dan kurang malu itu.
"Aku juga Yan, udah bau asem. Tapi kan gak enak meninggalkan orang yang sedang sakit seperti saat ini," imbuh Najla dengan wajah meringis pula. Ia juga yakin penampilan mereka saat ini sangat jauh dari yang namanya cantik dan harum.
"Apa jangan-jangan Pak Radiman pingsan karena aroma tubuh kita ya?" tanya Ralian dengan suara berbisik. Gadis itu kembali mengangkat tangannya kemudian mencium ketiaknya sendiri. Ia ingin memastikan aroma tubuhnya masih termasuk dalam Standar bau badan Nasional apa tidak.
Yusril Surya yang memperhatikan dua gadis itu berbicara sambil berbisik-bisik itu hanya bisa menahan senyumnya. Ia tak menyangka kalau ada gadis seperti Ralian yang sangat aneh seperti itu.
"Mbak bisa kok menyegarkan diri di kamar tamu," ujar Yusril Surya yang langsung membuat dua gadis itu saling berpandangan. Mereka baru sadar kalau aksi mereka tadi ternyata diperhatikan oleh pria itu.
"Eh, bisa ya Mas? tapi kan kita gak bawa pakaian ganti. Sama saja nanti rasanya, hehehe," Ralian terkekeh kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Najla langsung memukul tangan sahabatnya itu karena semakin malu dengan tingkah Ralian.
"Ada kok pakaian ganti untuk cewek. Di rumah ini juga ada ceweknya tapi sedang ikut sama orang tuanya," jawab Yusril Surya tersenyum.
Ia sengaja memberikan solusi agar dua gadis itu tidak pergi dulu sebelum Pak Radiman Said memerintahkannya. Ia belum tahu apa maksud dari pria tua itu menahan dua gadis ini sampai selama ini.
"Ah iya baiklah. Kami akan membersihkan diri terlebih dahulu sambil menunggu dokter datang," ujar Najla seraya memandang wajah pria tua yang tak berdaya itu.
"Mari mbak. Saya akan tunjukkan kamarnya, silahkan." Yusril Surya membuka pintu kamar seraya mempersilahkan dua gadis itu untuk keluar dari kamar itu.
Dua gadis cantik itu pun keluar dari sana dan mengikuti langkah pria muda yang tampak rapih dan tampan itu.
Radiman Said Nugraha langsung membuka matanya perlahan. Ia tersenyum karena rencananya untuk menahan gadis itu tinggal di Rumah ini lebih lama sepertinya akan berhasil.
"Bagaimana keadaan anda Pak?" tanya Yusril Surya setelah tiba kembali ke kamar pria itu.
"Alhamdulillah baik. Kamu bisa lihat sendiri 'kan? Aku sehat dan kuat hehehe," jawab Radiman dengan terkekeh. Yusril Surya pun menarik sebuah kursi kecil kemudian duduk di samping ranjang pria tua itu.
"Apa yang anda inginkan Pak?"
"Saya ingin Irfin pulang ke Rumah ini sekarang. Katakan kalau saya sedang sakit parah."
"Baik Tuan." Yusril Surya langsung berdiri dari duduknya kemudian menghubungi cucu pria tua itu dengan mengirimkan foto Radiman Said Nugraha yang sedang terbaring lemah.
Irfin Setyo Nugraha tersenyum miring saat membuka. handphonenya dan mendapati gambar Kakeknya yang sedang terbaring di atas tempat tidurnya.
"Sayangnya Aku tidak percaya lho Kak Yus. Kakek itu tidak ada riwayat penyakit jantung maupun kolesterol tinggi. Jadi itu hanya drama saja pastinya." ujarnya dengan nada santai. Yusril dan Radiman Said Nugraha saling bertatapan mendengar suara Irfin dari balik sambungan telepon itu. Pria muda itu pun melanjutkan,
"Bilang saja pada kakek. Aku sudah punya pacar dan tetap tidak mau pulang kalau masih membahas perjodohan dengan gadis culun dan kampungan itu," lanjutnya dengan suaranya yang di diperbesar oleh Yusril Surya agar sang kakek mendengarnya dengan sangat jelas.
"Hey! dasar anak nakal! kamu akan menyesal kalau tidak pulang sekarang!" teriak Radiman Said Nugraha dari arah handphone Yusril Surya. Ia merebutnya benda pipih itu karena sudah kembali emosi dengan jawaban cucunya yang tidak punya perasaan sama sekali.
"Nah kan, kakek udah ketahuan tidak sakit hahahhaha! Aku tidak akan pulang dan katakan pada Nana culun itu kalau Aku sudah punya kekasih yang cantik."
"Dasar anak tidak tahu diuntung! kamu pasti akan menyesal dan memohon pada Kakek mu ini!" balas Radiman Said Nugraha tidak mau kalah.
"Tidak akan kakek ku sayang. Selamat beristirahat, hahahhaha!" Terdengar lagi suara tawa Irfin dari ujung sana dengan sangat menyebalkan. Najla dan Ralian yang sudah lama berada di dalam kamar itu dan menyimak percakapan lewat telepon itu hanya bisa saling bertatapan.
Mereka berdua begitu kesal pada pria yang diaku sebagai cucu dari pria tua itu. Dan rasa kasihan yang sangat banyak menyeruak dari dalam hati mereka untuk Kakek tua itu.
"Assalamualaikum Kak Yus, Kakek. Aku masih mau ngantar paket nih, lekas sembuh ya Kek!" Sambungan telepon itu pun terputus. Irfin mematikan panggilan itu sebelum Radiman Said Nugraha membalas salamnya.
"Pak, itu siapa?" tanya Najla dengan wajah khawatir dan kasihan pada Radiman Said Nugraha yang nampak sangat bersedih itu. Ia sedang menatap layar handphone itu dengan perasaan kesal dan marah.
"Itu cucu Saya nak. Ia tidak mau kembali ke rumah ini dan lebih memilih jadi kurir. Ia tidak mau menerima perjodohan yang sudah Saya atur untuknya," jawab Radiman dengan wajah yang masih nampak sedih.
Najla terdiam. Ia seperti sedang tersindir. Beginilah mungkin perasaan keluarganya jika ia menolak perjodohan itu. Yang ada adalah perasaan sedih dan kecewa yang akan dirasakan oleh semua orang yang dicintainya.
Dalam hati ia pun mulai bertekad untuk melupakan Irfin dan memilih mengikuti perjodohan itu.
"Yang sabar ya Pak. Semoga cucu kakek itu sadar kalau ia telah membuat bapak sangat kecewa." ujar Najla dengan wajah sedihnya. Radiman Said Nugraha tersenyum dan mengangguk. Ia sangat suka pada gadis baik hati ini.
Cekrek
Yusril Surya pun mengambil foto dua orang yang saling berpegangan tangan itu dan mengirimkannya pada Irfin. Pria itu yakin, Irfin pasti akan mendapatkan serangan jantung menggantikan kakeknya saat melihat foto yang ia kirimkan itu.
Hehehe , rasakan!
🌺🌺🌺
*Tobe Continued.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Eits, lihat dong si babang Yusril Surya nih,
Ralian,
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
💗 AR Althafunisa 💗
Sukaan visual Surya dibanding pemeran utamanya 🤭
2024-12-13
0
Sita Sit
aku suka kalau ralian sama Yusril drpd amar yg plin-plan ,
2024-09-14
0
Ta..h
visual ciwok nya hot jeletot ya 🤩🤩🤩.
2023-08-06
0