Bab 10 Pesona KK

Najla melambaikan tangannya ke arah Ralian yang sudah naik ke dalam mobil Amar Furqan Nugraha, pacar dari sahabatnya itu.

"Hati-hati ya," teriak gadis itu dengan wajah yang tampak sangat ceria. Ia sangat senang karena Ralian akan pergi bersama dengan kekasihnya itu.

"Siapa tuh Na?" tanya Irfin yang baru saja tiba di hadapan Najla dengan mengunakan motornya. Pria itu memandang bagian belakang mobil mewah yang semakin jauh dari pandangannya itu dengan dahi mengernyit. Ia sangat mengenali mobil itu.

"Ralian sama pacarnya. Katanya mereka mau jalan bareng sore ini," jawab Najla seraya menatap pria tampan yang sedang memberinya sebuah helm untuk dipakai.

"Kamu tahu nama pacarnya?" tanya Irfin dengan wajah yang sangat penasaran. Najla menatap wajah pria itu dengan senyum diwajahnya.

"Mau tahu aja apa mau tahu banget nih?" Gadis itu seraya menaik-turunkan alisnya menggoda. Irfin langsung tertawa kemudian meraih kembali helm yang sedang dipegang oleh kekasihnya itu.

"Mau tahu banget Mbak Najla," jawab Irfin seraya memasang helm itu di kepala gadis cantik itu. Najla tersenyum lebar kemudian mengangkat dua buah jempolnya.

Irfin rasanya sangat gemes dengan gadis cantik dihadapannya ini. Tangannya sudah bergerak ingin mencubit pipi Najla tetapi sebuah bunyi klakson mobil dari arah belakangnya membuatnya tersentak kaget.

"Najla, hati-hati ya kalau berduaan," tegur Boy Syam, sang pimpinan. Pria paruh baya itu mengedipkan matanya sebelah ke arah Irfin seraya melajukan mobilnya di depan sepasang kekasih itu.

"Iya Pak. Kang Kurirku ini gak akan macam-macam kok, iyyakan Fin?" jawab Najla tersenyum dengan tatapan ke arah Irfin yang sedang tersenyum kecut.

"Iya. Gak akan ngapa-ngapain," jawab Irfin kemudian menghidupkan mesin motornya. Pria itu sudah kapok menyentuh Najla gara-gara insiden bibir pedas rasa bon cabe itu.

"Okelah kalau gitu. Kita berangkat sekarang." Najla pun duduk membonceng di belakang pria itu dengan senyum diwajahnya. Ia nampak sangat bahagia meskipun hatinya merasakan sakit dan sedih.

Hari ini ia akan mengatakan semuanya pada pria itu. Dan itu berarti ia akan memutuskan hubungan ini secepatnya.

Broom

Motor itupun segera melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang tampak ramai sore itu. Dua orang itu tidak bercakap sama sekali. Mereka sepertinya sibuk dengan pikiran masing-masing.

Sampai kendaraan roda dua itu tiba di depan ruang kost Najla barulah Irfin mulai membuka mulutnya. Ia jadi teringat akan pertanyaanmya tadi yang belum dijawab oleh kekasihnya itu.

"Siapa tadi nama pacarnya Ralian, kamu belum jawab lho," ujarnya mengingatkan. Gadis itu langsung tertawa dibuatnya. Ia lantas menjawab pertanyaan pria itu seraya membuka helm nya.

"Kok masih penasaran aja sih? Namanya Kak Amar Furqan Nugraha. Cuma itu sih yang Aku tahu. Selebihnya sih tidak."

"Oh Amar," gumam Irfin seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.

"Kamu kenal sama pria itu?"

"Ah iya eh tidak."

"Lho?"

"Pernah dengar namanya sih. Mungkin kenal tapi aku lupa kenal dimana," jawab Irfin dengan senyum diwajahnya.

"Oh gitu? orang kaya sih biasanya emang terkenal gak kayak kita ini, iyyakan?" timpal Najla tersenyum. Ia pun menyerahkan helm yang baru dipakainya kepada sang pacar.

"Fin, Aku mau bicara sama kamu, boleh?" lanjut gadis itu dengan wajah berubah serius. Irfin yang melihatnya langsung menatapnya dengan serius pula.

"Bisa kita bicarakan nanti saja Na, Aku masih ada paket yang akan Aku antar nih," ujar pria itu dengan tak enak hati.

Sebenarnya ia hanya menjemput gadis itu karena ada paket yang akan ia antar berdekatan dengan arah rumah Najla. Jadi sekarang ia sedang terburu-buru.

"Oh iya deh, mungkin lain kali kita akan bicarakan," ujar Najla dengan senyum diwajahnya. Irfin pun berpamitan dengan perasaan tak nyaman dihatinya. Entah kenapa ia merasa kalau gadis itu ingin membicarakan hal yang sangat penting dengannya.

"Okey, bye Fin." Najla pun melambaikan tangannya pada pria yang sudah semakin menjauh dari pandangannya itu.

Dengan langkah cepat ia masuk ke dalam rumahnya untuk segera bersiap-siap. Besok pagi ia akan pulang kampung dengan menggunakan penerbangan pertama.

Drrrt

Drrrt

Langkahnya yang ingin memasuki kamarnya ia hentikan karena teriakan handphonenya yang minta diangkat.

"Ralian? ada apa dengan gadis ini?" tanyanya dengan wajah bingung. Ia pun menerima panggilan itu dengan senyum diwajahnya. Ia yakin sahabatnya itu pasti sedang ingin berbagi kebahagiaan dengannya.

"Najla, huaaaa,"

"Hey ada apa?"

"Kak Amar memutuskan hubungan kami huaaa."

"Apa?"

🌺🌺🌺

*Tobe Continued.

Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

Nikmati alurnya dan happy reading 😍

Terpopuler

Comments

Isss

Isss

pasti kenal lah 🤭

2023-01-18

0

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

tolong....
tolong....
tolong....
itu lah teriakan HP nya

2023-01-07

4

Uya Suriya

Uya Suriya

aku dukung,..ralian Ama Fauzan aja...😍

2023-01-07

3

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 63 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!