Bab 17 Pesona KK

"Terimakasih banyak ya Najla, Aku sudah mengambil waktu istirahatmu" ujar Amar Furqan dengan tatapan tak lepas dari wajah Najla yang sedang menyusun kembali kertas-kertas proposal itu. Dalam hati ia benar-benar memuji kecantikan gadis itu.

"Saya yang harusnya berterimakasih pada Pak Amar. Ini adalah kecerobohan saya Pak," jawab Najla dengan perasaan tak enak hati. Gadis itu pun melanjutkan dengan senyum meringis,

"Andaikan bapak tidak teliti wah saya tidak bisa membayangkan bagaimana pendapat perusahaan di Pusat tentang kinerja karyawan di tempat ini."

"Ini Pak, semoga tidak ada kesalahan lagi." Gadis itu pun menyerahkan proposal yang sudah ia revisi dan ia simpan di dalam sebuah map kepada Amar Furqan Nugraha.

"Hum, kamu memang karyawan yang sangat pintar dan juga rajin. Saya pikir kamu pantas untuk dipromosikan," ujar pria itu dengan tatapan takjub pada seorang Najla Irham. Ia pun melanjutkan kata-katanya dengan maksud menarik perhatian gadis itu.

"Saya akan memberi tahu pak Boy Syam untuk memindahkanmu ke Perusahaan pusat.

"Tidak perlu Pak Amar. Saya suka bekerja di tempat ini. Di sini lebih menyenangkan," balas gadis cantik itu dengan senyum tipis dibibirnya. Ia sesungguhnya sudah sangat bosan berbasa-basi dengan pria yang pernah menyakiti hati sahabatnya itu.

"Hey, bekerja di kantor Pusat itu gaji dan tunjangannya lebih banyak daripada di sini. Kamu akan saya angkat jadi sekertaris pribadiku. Dan kita akan lebih banyak waktu untuk bekerja bersama."

"Terimakasih banyak Pak. Anda sungguh baik sekali. Akan tetapi saya sudah sangat betah bekerja di sini. Dan ya, saya juga sudah mempunyai partner kerja dan seorang sahabat yang sangat baik hati seperti Ralian," timpal Najla seraya mengarahkan pandangannya ke arah pintu ruangan yang terbuka itu. Di sana Ralian berdiri dengan senyum diwajahnya.

"Ralian?" Amar pura-pura tersentak kaget melihat mantan pacarnya itu ada di sana.

"Hai Pak Amar. Gak nyangka ya, kita bisa bertemu lagi. Apa kabar Pak?" sapa Ralian dengan wajah ceria. Gadis itu pun melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu dan duduk di samping Najla.

"Seperti yang kamu lihat. Aku sekarang sangat baik dan sebentar lagi menjadi CEO," jawab pria itu dengan dada membusung bangga.

Ia sengaja memperkenalkan kedudukannya kepada dua gadis itu kalau sekarang ia sudah sukses dan bisa melakukan apapun.

"Wah bagus dong. Kita bisa ditraktir makan yang enak-enak tidak seperti dulu, hem," timpal Ralian cepat. Gadis itu tersenyum mencibir karena selama pacaran dengan pria itu ia yang lebih sering membayarkan makanan yang mereka makan.

"Ya iyalah. Calon CEO!" Dengan wajah tak tahu malu pria itu semakin membangga-banggakan kedudukannya sekarang ini.

"Ayolah, Aku traktir kalian. Mau makan dimana saja," lanjut Amar seraya berdiri dari duduknya. Ia ingin segera membuktikan pada dua gadis itu kalau ia adalah pria yang loyal, kaya, dan, baik hati.

"Horee, Ayok Na." Ralian ikut berdiri seraya menarik tangan Najla untuk mengikuti pria itu keluar dari ruangan itu. Gadis itu langsung mendapatkan tatapan tajam dari Najla.

"Kamu ya? katanya sudah tidak mau lagi membuka hati dan kesempatan kedua pada pria brengsek ini, kok mau lagi sih?" bisik Najla dengan suara pelan. Tangannya ia kepalkan erat karena sangat kesal dengan sikap Ralian yang begitu sangat lebai.

"Gak apa-apa Na, sekali-kali lah cowok tak tahu malu itu kita porotin," balas Ralian dengan berbisik pula. Senyum jahat pun muncul di wajahnya yang cantik. Ia pun mendekati Najla kemudian berucap di kuping sahabatnya itu.

"Hitung-hitung Aku mau ambil kembali yang pernah aku berikan padanya,"

"Astaghfirullah. Jadi kamu selama ini gak ikhlas ya?" tanya Najla seraya menutup mulutnya. Ia menatap Ralian dengan mata membulat tidak percaya.

"Ikhlas Na ikhlas kok. Aku cuma mau lihat apa lagi mau si brengsek itu dengan menatapmu seperti tadi. Itu sangat tidak tahu malu tahu gak?"

"Udah tahu kalau Aku ini sahabatmu. Tapi kok tega ya dia bersikap seperti itu padamu." geram Ralian dengan wajah nampak semakin kesal.

"Udah Yan. Lupakan saja cowok seperti itu. Kan Aku udah bilang kalau masih banyak cowok baik di luar sana." Najla mengibaskan tangannya di depan wajah Ralian kemudian melanjutkan, "Lagipula Aku juga gak minat kok sama cowok seperti itu. Bikin ilfill tahu gak?"

"Hey, kok kalian gak ikut sih? malah mengobrol saja!?" Amar Furqan yang sudah jauh melangkah menghentikan langkahnya dan menegur dua orang gadis itu.

Ralian dan Najla saling berpandangan. Mereka pun saling melempar senyum kemudian mengikuti langkah Amar Furqan ke arah mobilnya.

"Maaf Pak Amar. Kami sedang bernegosiasi terlebih dahulu," ujar Ralian dengan senyum diwajahnya. Amar Furqan pun hanya mengangkat kedua bahunya kemudian membuka pintu mobilnya untuk Najla.

"Najla, kamu duduk di depan ya, temani Aku," ujarnya dengan memperlihatkan deretan giginya yang putih. Ralian langsung terlongo dengan apa yang ia lihat di depan matanya. Gadis itu langsung duduk di jok depan mendahului Najla.

"Ralian?" Amar Furqan menatap tajam mantan pacarnya itu dengan ekspresi kesal. Akan tetapi gadis itu tidak perduli. Ia memang sengaja membuat pria itu sangat kesal.

"Ayo jalan Pak Amar, calon CEO PT. RSN!" titah Ralian dengan wajah cuek tak perduli.

"Tidak apa Pak Amar, Aku duduk di belakang aja. Aku suka mabuk kalau duduk di depan, hehehe," ujar Najla terkekeh. Ia benar-benar merasa sangat lucu dengan aksi Ralian.

Gadis itu pun naik ke mobil pria itu dengan berusaha untuk tidak tertawa. Sedangkan Amar akhirnya naik ke dalam kendaraan itu dengan perasaan dongkol. Mereka pun berangkat ke sebuah Restoran mewah dibawah tatapan tajam Irfin Setyo Nugraha yang baru saja sampai di tempat itu.

Tanpa sadar kurir itu mengepalkan tangannya dengan sangat marah. Ia akan membuat perhitungan pada Amar Furqan jika berani memandang dan menggangu Najla sang kekasih.

Setelah memberikan paket makanan pada seorang customer di Perusahaan itu. Ia pun dengan cepat melajukan motornya untuk mengikuti kemana Amar membawa Najla.

Meskipun ia percaya kalau Najla adalah tipe gadis setia dan tidak mungkin macam-macam tetapi sifat Amar yang merupakan playboy cap kadal harus tetap diwaspadai.

Tak lama kemudian motornya ia hentikan di depan sebuah Restoran karena mobil yang dikendarai oleh mereka telah lebih dulu berhenti di sana.

Ia pun membuka jaketnya karena kegerahan. Helm dan kacamatanya pun ia buka. Tiba-tiba saja pria itu tersentak kaget karena bahunya di sentuh dari belakang.

"Fin, kamu ada di sini juga?"

🌺🌺🌺

*Tobe Continued.

Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

Nikmati alurnya dan happy reading 😍

Terpopuler

Comments

Mammeng

Mammeng

ketahuan dee....🤣

2023-01-11

2

@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥

@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥

siapa tuh yg nyapa irfin, rizal kah temannya irfin itu

2023-01-10

2

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

Laaaa...... tertangkap kering kamu... hehehe

2023-01-10

4

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 63 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!