Ketidak seriusan Darren dalam menangani kasus istrinya, membuat Elma mencoba mencari tahu sendiri pelaku pemerkosaan dirinya.
Walaupun ia curiga dengan suaminya, namun ia ingin memastikan bahwa suaminya tidak terlibat di malam naas itu.
Elma memanfaatkan kepolosan asisten pribadi suaminya, KIA. Saat itu KIA ditugaskan untuk mengantar Elma ke rumah sakit karena Darren sendiri sedang berada luar negeri.
Dalam perjalanan pulang, Elma ingin mampir ke Mal untuk membeli baju buat baby Darren.
Asisten KIA yang sedang menyetir terlihat serius menatap jalanan ibukota yang sore itu cukup lengang.
"Kia..! Siapa yang mengelola hotel di Bandung?"
"Manajer Damian, nona!"
"Apakah kamu sering berpergian ke Bandung untuk memeriksa keadaan hotel di sana?"
"Aku hanya ditugaskan untuk memeriksa laporan keuangan yang di kirim melalui email oleh manajer hotelnya saja.
Tentang laporan lainnya mengenai manajemen langsung tercover oleh Tuan Darren sendiri."
"Suamiku meminta aku untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan dan hotel. Aku rasa kamu bisa membantuku Kia. Apakah kamu mau menunjukkan jadwal kunjungan suamiku selama lima tahun terakhir ini di Bandung."
"Terakhir kali hanya terjadi tiga tahun yang lalu Tuan Darren berkunjung ke Bandung. Selebihnya selalu melakukan meeting secara virtual dengan staff yang ada di sana, nona Elma."
"Kapan itu terjadi KIA? Apakah aku bisa memeriksa skedul suamiku di laporan mu?"
"Adanya di ruang kerjaku nona."
"Kalau begitu kita ke perusahaan untuk mengambilnya."
"Tapi, apa yang anda pelajari dari skedul itu?"
"Aku hanya ingin mengetahui saja berapa kali suamiku melakukan perjalanan ke luar negeri maupun ke luar kota untuk urusan bisnis. Apakah tidak boleh?":
"Tentu saja boleh nona. Baiklah kita ke perusahaan sekarang. Aku akan mengambil agenda laporan semua aktivitas Tuan Darren saat melakukan kunjungan bisnis luar kota dan luar negeri."
Ucap KIA tidak mau berdebat lagi.
Elma begitu senang mendapatkan kesempatan untuk melihat kunjungan bisnis Darren hanya untuk kota Bandung.
Tidak berapa lama, Kia sudah berada di ruang kerjanya untuk mengambil agenda tahunan milik Darren.
Ia tidak menaruh curiga sedikitpun kepada Elma yang punya maksud tertentu. Darren turun membawa agenda tahunan itu dan memberinya pada Elma yang menunggunya di lobi perusahaan.
Elma membuka jadwal kunjungan di bulan Desember tepat di tanggal empat Desember di kejadian malam naas itu.
Elma tertegun seketika. Matanya terbelalak melihat jadwal kunjungan bisnis suaminya di tanggal yang sama. Ia menghubungi hotel milik suaminya.
Biasanya seorang pemilik hotel selalu menginap di kamar hotel khusus untuk dirinya sendiri dan tidak dipakai oleh tamu hotel lainnya.
"Hallo! Saya isteri dari Tuan Darren pemilik hotel ini. Apakah bisa siapkan kamar suami saya untuk tiga hari ke depan?"
"Bisa nyonya!"
"Terimakasih!"
Elma tidak ingin memberi tahukan suaminya tentang kunjungannya ke Bandung. Ia ingin melakukannya diam-diam dengan putranya baby Darren.
Keesokan harinya, dengan menumpang kereta ekspres Bandung, Elma berangkat ke Bandung dengan membawa harapan agar penelusuran jejak pria pemerkosa dirinya tetap terungkap. Hanya saja ia begitu takut menghadapi kenyataan kalau itu adalah pelakunya suaminya sendiri.
"Semoga apa yang aku tuduhkan kepada Darren hanya sebuah omong kosong.
Astaga! kenapa aku tidak sekalian saja melakukan tes DNA saja pada putraku baby Darren. Kenapa aku repot banget mencari tahu ke hotel segala?"
Ucap Elma saat ia dan putranya sudah bertolak ke Bandung.
...----------------...
Elma di sambut dengan baik oleh manajer hotel tuan Damian. Elma terlihat sangat anggun dan berkelas saat menapaki hotel yang sama yang pernah menjadi hari bersejarah penuh kesedihan dalam hidupnya.
"Kamar anda sudah siap nyonya! Silahkan ikuti saya." Ucap manajer hotel tersebut.
"Terimakasih!"
Ucap Elma saat sudah berada di dalam lift.
Rupanya lantai kamar hotel yang disiapkan oleh pihak hotel tidak sama dengan lantai kamar hotel Elma pernah di perkosa oleh Darren.
Mereka melewati kamar itu yang seharusnya lantai 17 malah lantai dua lima yang paling atas.
Elma mulai ragu dengan kecurigaannya sendiri. Iapun masuk ke kamar hotel yang disiapkan untuknya.
"Apakah suamiku selalu tidur di kamar ini setiap kali berkunjung ke hotel ini?"
"Iya nyonya!"
"Apakah kunjungannya tanggal 4 Desember untuk terakhir kalinya, apakah ia menempati kamar yang ini juga?"
"Tentu saja nyonya. Kamar ini milik Tuan Darren dan dia tidak pernah tidur di kamar lain selain kamar ini nona."
Ucap Damian tegas.
"Baiklah. Terimakasih atas pelayanannya. Tolong bawakan makan malam untuk aku dan putraku sesuai dengan menu ini." pinta Elma seraya menyerahkan buku menu pada manajer Damian.
"Baik."
Manajer Damian meninggalkan kamar Elma lalu menghubungi Tuan Darren yang saat ini sedang berada di Hongkong.
"Bagaimana kabar istriku? Apakah dia bertanya-tanya hal lainnya?"
"Istri anda hanya menanyakan di kamar yang Tuan Darren tempati untuk terakhir kalinya saat berkunjung ke hotel ini."
"Apakah ada hal lainnya yang istriku minta padamu?"
"Rekaman CCTV di tanggal 4 Desember tiga tahun yang lalu Tuan, dan aku menjawab, semuanya akan terhapus otomatis setelah satu bulan kemudian."
"Baiklah. Terimakasih Damian. Laporkan semua kegiatan istriku saat sedang berada di Bandung."
"Baik Tuan Darren!"
Elma merasa sia-sia ia berkunjung ke Bandung setelah tidak mendapatkan petunjuk tentang kemungkinan suaminya yang telah memperkosanya.
Ia pun memutuskan kembali ke Jakarta. Elma merasa curiga dengan dua orang pria yang terus mengikutinya saat ia kembali menumpang kereta api yang sama menuju Jakarta.
"Apakah suamiku yang menugaskan mereka untuk mengawal aku secara diam-diam? Apakah jangan-jangan ia juga sudah tahu aku sedang menyelidikinya?"
Elma yakin kalau ia sudah mendapatkan informasi palsu dari manajer hotel milik suaminya itu.
"Tidak apa Darren, kamu ingin menutupi semua fakta dariku. Tapi ada yang tidak bisa kamu tutupi adalah putra kandungku. Aku akan lakukan tes DNA pada baby Darren, apakah dia putra kandungmu atau tidak."
Gumam Elma memantapkan hatinya.
Di rumah sakit Jakarta, Elma menemui dokter Audrey selain Konsul dengan dokter Audrey, iapun segera menyampaikan keluhannya kepada dokter Audrey mengenai hal pribadinya walaupun ia harus menanggung malu namun ia ingin meyakinkan dirinya kalau Darren adalah ayah kandung dari puteranya.
Mengapa anda tidak langsung saja ke bagian tes DNA, kenapa harus aku yang melakukannya, nyonya Elma?" Tanya dokter Audrey.
"Karena saya sedang di awasi dokter. Saya tidak mau dalam dunia medis, ada sogokan dan ancaman. Itulah sebabnya saya minta tolong kepada anda untuk melakukan tes DNA dengan Sempel milik mereka berdua."
Ucap Elma dengan wajah memelas.
"Baiklah. Aku akan membantu anda dan anda bisa kembali ke sini dua hari lagi."
Ucap dokter Audrey dengan berat hati.
"Terimakasih dokter atas bantuannya. Saya tidak akan melupakan jasa Anda."
"Jika itu adalah kebenarannya sesuai dengan fakta bahwa putramu adalah anak kandung dari suamimu sendiri, apa yang akan kamu lakukan pada Tuan Darren ?"
" Saya akan minta Cerai!"
Duaaarrr..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
Pice Korvina
kurang percaya dengan dokter audrey
2023-01-12
2